
Selamat membaca
Semoga kita semua sehat selalu
*
*
*
Nabila calling....
"Hallo intan...."
"Hhmmm...jawabku tak antusias sambil menyesap kopi yang aku pesan lewat go food tadi.
"Kamu mending ke sini sekarang!!" ucap Nabila.
Aku bergegas turun dari taxi mengantarkan aku pada sebuah tempat yaitu longlast club yang di bilang Nabila tadi lewat telfon.
"Benar mau ke sini dek?" tanya sopir taxi itu menatapku.
"Iya pak" aku mengangguk.
"Ya udah kalau gitu hati-hati ya dek!!" setelah menerima uang dariku bapak tersebut lalu pergi.
Bau alkohol, rokok dan bau yang tak familiar langsung menyapa hidungku ketika masuk. suasana remang dan suara musik yang menhentak-hentak memekakkan telinga tak mempengaruhi mereka semua. aku rapatkan tudung hoodieku lantas berjalan dengan yakin masuk lebih dalam lagi, aku bergidik ngeri ketika orang-prang mabuk menatapku tanpa berkedip.
"Tan..!! Nabila menghampiriku.
"Dimana dia?" tanyaku tanpa basa-basi.
__ADS_1
Nabila menarik tanganku, mengarungi kerumunan manusia yang sedang bergoyang di lantai dansa, Nabila mengajakku ke lantai 2 ke sebuah lorong dimana berjejer-jejer pintu-pintu yang pada akhirnya berhenti di sebuah pintu.
"Kamu yakin mau masuk?!" Nabila menatapku dengan penuh pertimbangan.
Sedikit ragu tapi akhirnya aku mengganguk, "aku yakin" kataku.
Aku mendorong pintu perlahan, tubuhku membeku saat melihat pemandangan di depan sana. Di sebuah sofa berwarna maroon tersebut duduk alexsander dengan minuman di tangan dan di apit oleh 2 gadis setengah telanjang dan di sebelahnya ada Bagas yang sedang menari-nari di atas meja dengan beberapa orang.
"Alex...." Bagas menyenggol kaki alexsander.
"Hhmmm..alexsander masih tak bergeming menyandarkan kepalanya di sofa dengan mata tertutup.
"Ada yang cariin tuh..!! ujar bagas lagi.
Alexsander terlihat membuka mata dan sempat terkejut melihatku yang berada di depan pintu.
"Elo ngapain disini?" dia menyusulku dan terlihat tidak suka.
"Ayo keluar" alexsander mengusap wajahnya dan menarik tanganku.
"Aku mau ngomong sama kamu dan aku nggak mau pergi!!" aku menghempaskan tangannya.
"Intan..." bentaknya. " ikut gue sekarang" menyeret ku dengan paksa keluar dari ruangan tersebut dan menepi di lorong menuju toilet.
"Lo ngapain ke sini?! mau di perkosa ramai-rami?! hah?! bentaknya dengan suara tinggi.
"Aku mau ketemu sama kamu!"
"Buat apa?!"
"Aku kangen sama kamu" cicitku pelan sambil menunduk tanpa terasa sebutir air mataku mengalir.
__ADS_1
"Dengar ya, gue nggak cinta sama Lo!! gue cuma anggap Lo.......
"Bohong..." aku nggak percaya, aaku memotong kalimatnya dengan cepat dan menyeka air mataku.
"Terserah..!! dia hendak meninggalkan aku, namun dengan cepat aku memeluknya dari belakang.
"Kenapa kita putus?! pasti ada alasannya kan?!please suaraku pelan.
"Kalau kamu memang nggak pernah sayang sama aku, kenapa kamu kenalin aku sama mama kamu? dan menceritakan semua masalah kamu sama aku?"
Dia diam.
"Dan kenapa kamu berusaha memberikan yang terbaik untuk aku?! kenapa kamu selalu ingin melindungi aku?!
Dia masih diam dan menunduk.
"Jawab aku Al..." kenapa? kenapa kamu kayak gini? aku salah aku minta maaf? aku kembali terisak menangis.
Dia membalikan badannya merenggangkan pelukanku, menghadap ke arahku.
"Jadi Lo pengen tau apa yang terjadi sama gue?!"
Aku mengganguk.
Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jaketnya dan melemparkan begitu saja begitu saja padaku.
"Lo bakalan mengerti kalau melihat ini semua!!"
Aku memungut beberapa lembar foto itu dengan penuh pertanyaan, dan aku tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku saat melihat wajah seseorang yang sangat aku kenal berada dalam foto tersebut.
Dag..Dig..Duh kira-kira foto siapa ya???
__ADS_1
Ragga D'Lory🥰🥰