A Bond

A Bond
bab 31


__ADS_3

*selamat membaca


*semoga kita semua sehat selalu


*


*


*


Aku tak berkata apa-apa, hanya fikiranku campur-campur saat alexsander menghentikan motornya tepat di depan sebuah rumah sakit, apalagi rumah sakit khusus rehabilitas untuk mental.


"Ayo......" dia meraih tanganku yang sedang melamun berjalan bersama dengan jemari kami yang saling bertautan.


Aku meliriknya diam-diam membuat rasa bersalah. Apakah aku kemaren terlalu berlebihan memintanya untuk menjelaskan semua dengan jujur tentang dirinya padaku??Alexsander masih diam sampai kami tiba pada salah satu bangsal.


"Mas Alex kok ke sini lagi?! sapa salah seorang suster muda.

__ADS_1


Aku lihat alexsander hanya tersenyum. Iya, bisa masuk sekarang?! dia menunjuk sebuah pintu kamar pasien paling ujung.


Suster itu mengangguk, "silahkan" jawabnya. baru selesai saya mandikan tadi.


Pintu berwarna putih itu berderit pelan, dari bau pengharum ruangan menyengat hidungku ketika pintu di buka, mataku menatap sekeliling sebuah ruangan tak terlalu besar tapi bersih dan rapi, di atas meja terdapat sebuket bunga mawar namun bukan bunga mawar yang menjadi perhatianku, melainkan pada sosok seseorang yang duduk tenang dengan kursi roda dengan memakai baju pasien. Dia menatap kosong ke arah taman dari balik jendela, aku tak yakin dia mendengar suara gaduh suara pintu yang di buka alexsander tadi.


"Ma......alexsander datang lagi" alexsander melangkah perlahan mendekati perempuan itu yang baru saja di panggil "Ma" tersebut.


Aku bingung dan membeku seperti patung hanya mataku menatap alexsander duduk berjongkok dengan satu kaki di depan wanita sebaya itu lalu tersenyum lembut.


Fikiranku tak menentu, aku tak yakin apa maksud dari panggilan "Ma". Bukankah "Ma" berarti mama?!!


Aku menahan nafas. terkejut?! oh tentu sudah pasti!! meskipun aku sudah menerka wanita setengah baya ini adalah mamanya namun pengakuan dari alexsanderlah yang membuatku tak bisa berbuat kata-kata.


"I...iya..jawabku gagap. aku tersenyum kaku.


"Sini...alexsander melambaikan tangan padaku.

__ADS_1


Aku pun menurut, berjalan mendekati alexsander dan mamanya yang menghadap ke jendela. wanita yang sangat cantik itulah penilaian ku saat mendakatinya, meskipun beberapa keriput tampak di wajahnya namun tak bisa menyembunyikan kecantikan aslinya.


"Ma...ini intan pacarnya Alex yang sering aku ceritakan" alexsander melirikku dan memegang tangan mamanya.


Sejujurnya aku senang, ternyata Alex sudah menceritakan aku pada mamanya, namun bukan itu yang menjadi fikiranku sekarang, ada apa dengan mamanya alexsander?? kenapa di bisa sampai disini?!!


"Emm...Hai Tante em......." kataku sambil ikutan berjongkok di samping alexsander.


"Risa". nama mamaku Risa. ujar alexsander oleh mengerti dengan maksudku.


"Oh.. hai Tante Risa". nama saya intan, aku lalu menyalami tangannya dengan perlahan. aku lihat Tante Risa melirikku tanpa suara.


"Tan...mama suka kamu!!" alexsander tersenyum lebar. Iya kan ma?? mama suka kan pada pacar Alex?? tapi tetap saja Tante Risa diam. Mama jarang sekali merespon kayak gini Tan, dia mau kasih respon pada orang yang di sukai, binar penuh harapan aku lihat dari mata alexsander.


"Benarkah??" aku mencoba tersenyum meski terkesan canggung. Tante...Tante Risa jangan khawatir ya, intan akan jaga alexsander dengan baik dan menyayanginya dengan baik seperti Tante yang menyayangi Alex juga. Jadi Tante fokus dulu sama kesehatan Tante di sini ya!! ujarku. Dan sekali lagi aku merasakan respon saat tangan Tante Risa yang masih aku pegang meremas sedikit jemariku. ya hanya sedikit.


ini awal perjalanan menuju konflik ya 😊

__ADS_1


Ragga D'Lory🥰🥰


__ADS_2