About You : Cinta & Pengorbanan

About You : Cinta & Pengorbanan
Kilas Balik 2


__ADS_3

Suara burung mulai berkicau memenuhi jagat Britania Raya terdengar berirama dengan hembusan angin yang bergantian menyapu lembar lembar daun coklat yang gugur dari tangkainya. Salju memang belum turun, namun bisa dipastikan jika keluar rumah orang-orang akan berpakaian tebal.


Matahari baru terlihat pucuknya, bahkan cahaya belum sempurna muncul. Tapi Younha sudah terbangun dan tidak bisa tidur lagi semenjak lima belas menit yang lalu. Tetangga sebelah sejak kemarin memperbaiki tempat tinggalnya, dan karena rumah mereka berdekatan suara palu itu terdengar nyaring dan memekakkan telinga. Tapi karena hawanya dingin, Younha sengaja berlama lama dulu dengan selimut hangatnya. Lagipula hari ini ia free, tidak ada jadwal les juga.


Ting!!!


Satu notifikasi masuk ke ponsel Younha, dengan mata berat ia meraih ponsel di nakas samping tempat tidurnya. Awalnya ia mengira notifikasi itu hanya pesan grup kampusnya, namun begitu membaca nama kontak itu Younha langsung bangkit. Membungkam mulutnya dengan telapak tangan tak percaya.


"Hai manis! Aku tebak masih gelendotan sama selimut."


Hatinya bahagia tak terukur, lebih dari bahagia saat mendapat transferan. Dengan cepat ia membalas pesan itu.


"Ya ampun sayang, ini beneran kamu? Aku kangen banget!!!"


"Iya, sama aku juga. Banget, banget, banget.🤗🤗 Kamu hari ini free 'kan? Aku mau datang, ini dah mau sampai."


"Serius, tiba-tiba banget. Ada apa nih? Kok aku curiga ya?🤭


"Sudah sampai St. Glory Child, lima menit dari kos kamu 'kan?"


"Heh! kok cepet banget. Aku masih jelekkk, belum mandii!"


"Sudah didepan rumah Ny. Carley."


Kebahagiaannya membuncah. Younha langsung menendang selimut dan melompat ke lantai, berlari kecil ke kamar mandi untuk menyiapkan diri. Saat melewati ruang tengah, kakinya mengerem otomatis begitu mendapati seorang pria masih tertidur di sofa dengan dengkuran halus. Beberapa saat Younha blank dan tidak tega membangunkan Jihoon.


Walau mereka hanya nonton film dan menghabiskan kacang semalam, tetap saja aneh jika sang kekasih memergoki ada pria lain tidur di kosan pacarnya.


"Ji, bangun Ji cepet!" Younha menggoyang bahu Jihoon lirih. "Ih kebo banget sih. Jihoon bangun!!"


Jihoon bergumam dalam tidurnya dan tanpa sengaja sempat mengusap paha telanjang Younha lalu menarik pinggang ramping itu agar terjatuh diatasnya.


Younha semakin panik, apalagi Jihoon memeluknya dengan kuat.

__ADS_1


"Woi lah, Jihoon!!" Jerit Younha menutup hidung Jihoon hingga susah bernafas. "Ji, pacar gue mau dateng dan menurut Lo apa yang bakal terjadi saat ngelihat kita kayak gini. Bangun lah anjir!!"


Tampolan panas Younha melesat di pipi Jihoon dan ajaibnya pria itu langsung membuka mata lebar walau masih merah dan linglung. "Pacar Lo mau kesini?" ujarnya mengucek mata. Lalu meraih jaketnya di dudukan sofa. "Gua pergi sekarang."


"Eh ngga bisa, dia udah didepan sana. Kemungkinan kalian malah ketemu!"


"Ya terus gimana anying!! Gue baru bangun tidur juga disuruh mikir cari rumus."


Suara bel berbunyi membuat mereka makin panik. Younha menarik Jihoon ke kamarnya ingin menyembunyikan pria itu di kamar mandi tapi itu bahaya, bisa saja kekasihnya menggunakan kamar mandi. Kalau dibawah ranjang tidak muat, tubuh Jihoon segede gentong.


"Sini nih di lemari aja."


"Aduh sayang, ngga muat gue. Bengek juga di tempat sempit kayak gitu."


"Ih, ngga ada pilihan lain Ji." tegur Younha memaksa Jihoon bersembunyi di lemari pakaiannya. "Lo jangan keluar sebelum gue bolehin. Oke! Tidur lagi aja ngga papa."


"Gimana mau tidur kalau bentukannya kayak gini."


Younha menutup pintu lemari itu lalu bergegas menyembunyikan sepatu Jihoon dibawah rak. Tepat setelah itu pintu terbuka, nafas ngos-ngosan Younha terdengar sangat jelas mungkin sang kekasih bertanya tanya kenapa gadis kecilnya panik begitu?


"Hm." Jinan berdehem mengiyakan. Memeluk pinggang Younha sambil memberi kecupan kecil di pucuk kepalanya. "Maaf ya jarang ngabarin kamu."


Younha cemberut, ingin sekali mengomeli sang kekasih yang mengabaikannya tanpa kabar selama satu Minggu. Tapi begitu melihat mata lelah itu ia mengernyit, bagaimana mungkin menganggap pria baik itu tidak peduli padanya? Harusnya Younha sadar dan tidak terlalu berlebihan. Masa depan dan cita cita Jinan lebih penting dari sekadar membalas chat basa basinya.


"Kamu lelah?" Tangan lembut Younha mengusap pipi Jinan lembut. "Kamu belajar terlalu ketat. Apa sih yang kamu pikirin? Jangan forsir diri kamu berlebihan. Kamu juga manusia bukan robot, kamu juga bisa sakit, bisa lelah, bisa mati, aku ngga mau kamu—."


Younha terdiam saat Jinan tiba-tiba memeluknya, membalas pelukan itu dengan tangan mengelus punggung si pria. "Terimakasih telah mengingatkan. Maaf aku buat kamu khawatir lagi." perlahan Jinan melepas pelukan itu dan menatap iris Younha dalam. "Kamu cuma punya waktu hari Minggu? Kita ngedate di luar ya?"


"Nggak, kamu lelah Jinan. Lebih baik kamu istirahat. Bagi aku ketemu kamu sudah ngedate. Kamu tidur dulu aja, nanti jalannya sore." Younha menuntun Jinan menuju kamarnya, menuntut pria itu agar mau tidur walau sesaat. "Aku buatkan teh dulu, kamu rebahan gih."


Lengan Younha ditarik hingga berbaring di ranjang, Jinan mengecup bibir itu lembut sedikit menekannya pada cumbuan lebih dalam. Younha tidak melawan—menikmati ciuman Jinan di bibirnya walaupun kesal bukan main. Younha lebih takut, khawatir jika Jinan tumbang karena tidak peduli dengan waktu istirahat.


"Dalam waktu aku yang memang singkat, setidaknya aku puas bersama kamu. Kasih perhatian, kasih sayang, juga afeksi yang belum pernah aku beri ke kamu." Jinan tersenyum disela kalimatnya. "Aku selalu pingin jadi pahlawan kamu, yang kamu anggap keren karena bisa ini bisa itu. Bisa kasih kamu kehidupan yang baik kelak, jagain kamu dan anak-anak kita. Aku sadar kalau aku belum sempurna, dan rasa lelahku itu adalah kesempurnaan dari perjuanganku, jadi aku baik baik saja sayang."

__ADS_1


Younha menatap pria dia atasnya dengan pelupuk yang sudah basah. Tidak berani berkata apapun jika Jinan sudah mengungkapkan semuanya.


"Aku yang takut kalau kamu bosan sama aku, dan minta kita udahan." lanjut Jinan mendudukkan Younha lalu memeluknya lebih erat. "Nggak papa kan kalau aku merasa seperti itu."


Younha menangis setelahnya, meremas punggung Jinan kuat seolah tidak ingin terpisah dari pria baik itu. "Janji sama aku kalau kamu baik baik aja. Aku cuma pengen kamu juga peduli sama badan kamu sendiri."


Jinan mengangguk pasti. "Okay, sayang."


...*****...


"Lo nggak apa-apa?"


Younha menatap Jihoon yang kini tengah memakai sepatunya didepan pintu kos Younha. Setengah jam pria itu berdiri didalam lemari sempit, karena Jinan di kamar Younha lama sebelum akhirnya mandi dan kini tertidur.


"Baik kok, cuma kesemutan sedikit." Jihoon tertawa remeh. "Kakak gue tuh pria baik banget ya. Sorry gue nguping banyak, tapi gue ikut seneng Lo dapet cowok sebaik dia."


"Ji, maaf." Canggung Younha saat bertatapan dengan Jihoon. "Harusnya kita ngga sedekat ini, gue juga ngga bilang kalau Jinan pacar gue. Lebih baik Lo ngga usah datang ke kosan gue lagi, menghindari kejadian kayak gini."


Jihoon berdecih, berdiri tegak didepan Younha yang hanya berani menatapnya canggung. "Gue ngga punya temen disini selain Lo, jadi ngusir gue kayak gini kayaknya gue ngga terima." Jihoon tersenyum tipis walau hatinya getir. "Hubungan gue sama Jinan ngga terlalu baik, jadi gue harap Lo bisa baikin kita berdua sih."


Younha mengangguk patah patah. "Nanti sampai kosan Lo juga istirahat ya. Atau lakuin apapun terserah Lo."


"Jangan kasih perhatian ke gue." Jihoon tertawa kecil lalu disambung ekspresi sendu. "Lo kasih harapan ke gue kalau bilang gitu."


"Ji." Younha mengernyit.


"Oh, gue ngibul ya? Anggap aja Lo ngga pernah denger. Gue permisi."


Younha menutup pintu setelah tiga langkah Jihoon. Dari kesunyian pekarangan rumah, sudut bibir Jihoon tersenyum kecil menertawai kebodohannya sendiri. Mengusuk rambutnya dengan decihan kecil.


Apa yang dia harapkan dari pacar saudara angkatnya?


Apa orang sepertinya pantas mengalahkan manusia sesoft Jinan?

__ADS_1


...*****...


__ADS_2