
Angel yang tidak dapat menahan diri lagi akhirnya membangunkan Arsen dan langsung meluapkan amarahnya kepada pria bule itu.
Semua kerinduan yang ia simpan lenyap seketika berganti dengan amarah yang memuncak dan nyaris membuat kepalanya pecah.
"Kamu itu kenapa sih Ngel ? aku itu sedang mengantuk kamu malah ganggu " Arsen marah karena Angel mengganggu tidurnya.
"Kamu harus jelaskan kepadaku ..apa ini ?" Angel melemparkan gawainya kearah Arsen.
Arsen duduk dan mengambil gawai milik Angel dan memeriksanya. Ia terlihat kaget mendapati photo dirinya yang sedang mencumbu Kanaya di kolam jaccuzi.
Untung wajah Kanaya tidak terlihat
"Siapa yang kirim ini ?" tanya Arsen santai membuat Angel semakin meradang.
"Aku tidak mengenalnya..yang jelas orang itu peduli sama aku dengan memberitahu kelakuan kamu di luaran sana " jawab Angel dengan air mata yang mulai berhamburan.
Arsen terdiam
"Ayo jelaskan juga ini..ini.. jangan bilang ini karena digigit serangga !" hardik Angel sambil menunjuk kissmark di belakang telinga Arsen.
"Apa lagi yang harus di jelaskan kalau kamu sudah lihat sendiri " jawab Arsen
"Kamu punya selingkuhan hah ?" Angel semakin menekan Arsen dengan pertanyaan.
"Siapa selingkuhan kamu hah ? aku akan cari dia..aku akan bunuh dia !"
"Jangan gila kamu..kami hanya bertemu di pesta teman , setelah itu selesai " jawab Arsen akhirnya.
Ia tidak mungkin mengatakan jika wanita yang bersamanya di photo itu adalah Kanaya.
"Tega sekali kamu mengkhianati aku , apa salah aku kepada mu ?" Angel menangis meraung-raung sambil melempari Arsen dengan bantal.
"Salah kamu adalah karena kamu sudah membuat aku tidak nyaman, aku tidak lagi nyaman bersama kamu karena aku lihat kamu bukan lagi Angel yang aku kenal dulu.. kamu banyak menyimpan kebohongan dari aku..kamu tidak jujur.." jawab Arsen
"Kebohongan apa ?..aku tidak pernah berbohong dari kamu "
"Contohnya Hana..sebelum kita menikah kamu mengatakan jika Hana pergi meninggalkan suaminya dan putrinya karena pria lain, kenyataannya adalah dia pergi karena kamu yang masuk kedalam pernikahan mereka..aku tidak bodoh Ngel..jika saja aku tau kalau kamu adalah orang ketiga dalam pernikahan Widianto aku tidak akan mengambil keputusan gila menikahi kamu "
"Kenapa kamu malah bahas masalah yang sudah berlalu ?..Ooh aku tau..ini untuk menutupi semua kelakuan busuk kamu kan ?"
"Aku tidak menutupinya..bukankah tadi aku sudah mengakuinya " jawab Arsen sambil turun dari ranjang kemudian beranjak keluar dari kamar.
"Kamu mau kemana ?" tanya Angel diantara tangisnya
"Tidur di kamar tamu..kamu pikir aku bisa tidur dengan nyaman disini " jawab Arsen
Angel pun menangis semakin kencang.
Di kamar tamu Arsen mengunci kamarnya karena tidak mau diganggu oleh Angel.
__ADS_1
Karena rasa kantuknya sudah kepalang hilang akhirnya ia pun melakukan panggilan video dengan istri kecilnya.
[ Daddy..aku kangen ]
Wajah cantik Kanaya muncul di layar gawainya.
[ Baru juga beberapa jam yang lalu kita pisah Sayang ]
Arsen terkekeh
[ Daddy tidur di kamar tamu ? ]
Kanaya cukup hapal dengan seluk beluk rumahnya
[ Ya..Daddy dan Angel baru saja bertengkar..ada orang yang tidak dikenal mengirimkan photo kita sewaktu di Bali..selain itu Angel melihat bekas gigitan kamu di leher Daddy..dasar nakal ]
[ Maaf Dad..kebablasan.. abisnya gemas sama Daddy ]
Kanaya terkikik
[ Untuk sementara kita harus jaga jarak dulu sayang..Daddy takut Angel akan menyuruh orang untuk mengawasi Daddy ]
[ Baiklah..]
Sambungan video itu terus berlangsung dan baru Arsen akhiri setelah melihat Kanaya tertidur dengan nyenyak sambil memeluk gulingnya.
Arsen pikir Angel masih akan mengajak ribut setelah pertengkaran mereka semalam, namun Angel terlihat bersikap biasa walaupun matanya masih terlihat bengkak.
"Mbak matanya kenapa, seperti yang habis menangis ?" tanya Rudi menatap Angel curiga.
"Kelilipan " jawab Angel
Rudi melongo tidak puas dengan jawaban kakaknya. Ia tau jika Angel sedang berbohong.
"Rudi..mobil Kanaya kemana ? aku tidak lihat ada di garasi " tanya Arsen.
"Anu..Mas.." Rudi terlihat gugup
"Anu apa..mobil Kanaya kemana ?" tanya Arsen lagi
Angel melotot kearah Rudi memberi kode agar jangan menceritakan kepada Arsen jika mobil Kanaya hancur karena kecelakaan.
"RUDI..!" bentak Arsen
Arsen curiga jika ada yang tidak beres dengan mobil Kanaya
"Jangan coba menyembunyikan sesuatu dari aku !" Arsen menatap tajam kearah Angel dan Rudi.
"Ya sudah kalau kalian tidak mau bicara aku akan cari tahu sendiri " Arsen melempar serbet makannya dan mengakhiri makannya.
__ADS_1
Arsen pergi dari meja makan dan memilih pergi ke kantornya. Angel mengejar di belakangnya.
"Sayang..tunggu.. baiklah aku akan jujur. Mobil Kanaya rusak parah..Rudi mengalami kecelakaan. Untung dia tidak apa-apa " Angel akhirnya mengaku.
"Sudah kuduga pasti ada yang tidak beres " gumam Arsen sambil menyambar kunci mobilnya dan pergi.
Setelah Arsen pergi Angel mengamuk di kamarnya. Ia melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan barang-barang yang ada di kamarnya.
Angel merasa frustasi karena Arsen tidak mendukung apa yang ia lakukan dan malah menyalahkannya.
Angel ingin marah namun ia takut Arsen akan semakin jauh darinya . Jalan satu-satunya adalah ia harus berusaha meraih simpati Arsen agar pria bule itu tidak berpindah kelain hati.
Di kantornya Arsen terlihat suntuk karena rindu kepada istri kecilnya. Arsen ingin menghubungi Kanaya namun jam segini Kanaya pasti masih sekolah.
Dan untuk waktu dekat ini Arsen terpaksa harus mengurangi intensitas pertemuan nya dengan Kanaya karena Angel pasti tidak akan tinggal diam setelah Angel mencium perselingkuhannya.
Arsen menyandarkan tubuhnya, senyum nya terbit di sudut bibirnya ketika mengingat malam panas yang telah ia lewati beberapa hari ini bersama Kanaya.
Senyum Arsen langsung surut ketika Simon datang dan mengatakan jika Angel datang.
"Sayang aku sengaja bawa makan siang untuk kamu " Angel meletakan kotak makan bertuliskan nama sebuah restoran ternama.
"Hmm.." jawab Arsen.
"Aku juga habis dari dealer mobil..hari ini aku sudah pesan mobil baru yang sama persis dengan milik Kanaya untuk mengganti mobil Kanaya yang rusak " oceh Angel berharap Arsen akan menghargai niat baiknya.
"Kenapa kamu yang mengganti mobil Kanaya ? seharusnya kan Rudi..suruh dia yang bertanggung jawab. Kalau kamu yang ganti keenakan adik kamu tidak ada tanggung jawabnya " jawab Arsen.
"Rudi mana punya uang sebanyak itu " bela Angel
"Ya minimal dia ada usaha " jawab Arsen
Huh selalu salah..batin Angel
"Akhir pekan ini kita cari tempat kost Kanaya ya Sayang, aku ingin mengunjungi dia" ajak Angel
Angel berusaha menarik simpati Arsen dengan berusaha peduli kepada Kanaya.
"Aku tidak bisa, ada pekerjaan..kamu saja yang pergi " tolak Arsen
"Hmmm..baiklah " jawab Angel.
Angel menyiapkan makan siang untuk Arsen dan mereka pun makan siang bersama di ruangan kerja Arsen.
"Sayang..kenapa kamu terlihat tidak berselera..apakah makanannya tidak enak ?" tanya Angel ketika melihat Arsen makan dengan malas.
" Aku sebetulnya belum terlalu lapar " jawab Arsen.
Angel tampak sedikit kecewa karena Arsen masih bersikap dingin kepadanya.
__ADS_1