Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Karyawan baru Arman


__ADS_3

Senin pagi Viona memenuhi janjinya untuk datang ke kantor Widianto. Gadis itu datang dengan berpakaian formal


"Ada urusan apa kamu kesini ?" sebelum masuk ke ruangan Widianto ia dihadang oleh Arman tepat di depan pintu.


"Aku mau menemui Om Wid " jawab Viona santai


"Ada urusan apa ?"


"Bukan urusan kamu " jawab Viona sambil memaksa masuk ke ruangan Widianto.


Viona sebetulnya bukan gadis yang jutek, ia gadis yang ramah dan ceria seperti Kanaya. Namun karena beberapa kali mendapati Arman bersikap ketus kepadanya akhirnya Viona pun membalasnya.


"Selamat pagi Om " sapa Viona Setelah berada di ruangan Widianto.


Disana ada Kanaya juga yang sedang berbicara berdua dengan Widianto.


"Duduk Vi !" Kanaya menyingkir dan membiarkan Viona duduk di sebrang meja Papanya.


"Kamu yakin mau kerja disini ?" tanya Widianto


"Yakin Om " jawab Viona


"Papa kamu tidak akan marah ?"


"Tidak Om..justru Papa akan marah kalau aku tidak kerja juga setelah lulus kuliah " jawab Viona sambil tertawa.


Widianto dan Kanaya tertawa.


"Kalau begitu hari ini kamu boleh mulai kerja..tugas kamu adalah menjadi asisten pribadinya kakak Kanaya " kata Widianto


"Asisten pribadi kak Arman ?"


Kanaya dan Viona langsung melotot


"Iya..kerjaan Arman banyak diluar, jadi dia butuh asisten pribadi. Apakah kamu keberatan?"


"Tidak Om " jawab Viona.


"Apakah ada yang mau ditanyakan atau ada yang tidak faham ?" tanya Widianto.


"Ada Om..hmm..mengenai gaji aku " jawab Viona malu.


"Kamu maunya berapa ?" tantang Widianto sambil tertawa


"Sesuai dengan UMK saja Om " jawab Viona.


"Baiklah kalau itu mau kamu " jawab Widianto sambil tertawa.


"Papa yakin mau gaji calon menantu Papa seperti karyawan yang lain ?" tanya Kanaya setelah Viona pergi ke ruangannya yang baru.


"Tadi dia mintanya begitu " jawab Widianto santai.


"Papah tega banget sih " omel Kanaya


"Anggap saja dia sedang menjalani masa training di perusahaan juga sebagai calon menantu " jawab Widianto.


"Oh.." Kanaya pun mulai mengerti dengan jalan pikiran Papanya.

__ADS_1


"Sudah ah..Papa mau meeting dulu " Widianto melirik arlojinya kemudian bangkit dari duduknya.


"Meeting sama siapa ?" tanya Kanaya penasaran.


"Rahasia..tumben kamu kepo " jawab Widianto.


"Tumben Papa juga main rahasia-rahasia an sama aku " balas Kanaya.


Namun rasa penasaran Kanaya langsung terjawab ketika Arsen muncul di ruangan Papa nya.


"Daddy..ngapain kesini ?" tanya Kanaya sambil bangkit dari duduknya kemudian menyambut kedatangan si bule dengan pelukan dan ciuman di bibirnya singkat.


Suara batuk kecil Papanya membuat Kanaya dan Arsen buru-buru saling melepaskan diri.


"Kamu ini mau meeting dengan saya atau mau pacaran dengan karyawan saya ?" tegur Widianto.


"Maaf Pah " jawab Arsen.


"Kalau sudah tidak ada urusan lagi kamu kembali kerja sana ! Papa mau meeting dulu " Widianto mengusir Kanaya.


"Huuh Papa " Kanaya pun keluar dari ruangan Papanya sambil menggerutu.


Namun senyumnya seketika mengembang ketika si bule mengirimkan pesan kepadanya.


[ Selesai meeting Daddy ke ruangan kamu ]


Arsen dan Widianto juga Arman berada di meeting room selama hampir dua jam. Mereka membahas projek kerjasama baru yang akan mereka lakukan.


Untuk urusan seperti ini Widianto lebih memilih mempercayakan kepada Arman karena Kanaya mempunyai tanggung jawab yang lebih penting yaitu mengurus Lana cucu kesayangannya.


Widianto tidak mau cucunya kekurangan kasih sayang dari ibunya jika Kanaya terlibat dalam projek di luar kota.


Arsen dan Arman berjalan beriringan menuju ruangan Kanaya yang bersebelahan dengan ruangan Arman.


Ketika melintasi ruangan Arman, Arsen tertegun mendapati Viona ada disana.


"Bukannya itu Viona temannya Kanaya ?" tanya Arsen kepada Arman.


"Iya..hari ini dia resmi menjadi asisten pribadi gue " jawab Arman.


Arsen pun tertawa, ternyata mertuanya mulai menjalankan misinya untuk menjodohkan Arman dengan Viona.


"Semoga kalian cocok ya " Arsen menepuk pundak Arman


"Maksudnya apa ?" tanya Arman


"Ya.. pekerjaan nya cocok " jawab Arsen sambil buru-buru pergi ke ruangan Kanaya.


Di ruangannya Kanaya sedang fokus dengan MacBook nya ketika Arsen muncul.


Kanaya bangkit dari duduknya kemudian menyambut Arsen dengan sebuah pelukan.


"Daddy meeting apa sama Papa?" tanya Kanaya.


"Ada projek baru..ini urusan laki-laki" jawab Arsen.


"Hmm..baiklah. lagian aku juga tidak tertarik mengurusi projek biar itu bagian Papa dan Kak Arman saja " kata Kanaya.

__ADS_1


"Iya..kamu cukup urusin aku dan Lana saja " jawab si bule.


"Baik Boss " jawab Kanaya.


Arsen duduk di sofa yang ada disana sedangkan Kanaya beranjak mengambil dua kaleng minuman dingin dan salah satu nya ia berikan kepada Arsen.


Kanaya hendak duduk di samping Arsen tapi tangan kekar si bule dengan sigap menangkap pinggang Kanaya dan mendudukkan di pangkuannya sehingga Kanaya refleks memeluk leher Arsen.


Tanpa dikomando wajah keduanya saling mendekat dan bibir mereka pun saling bertautan.


Kanaya melupakan pekerjaan yang menumpuk diatas mejanya dan memilih menikmati cumbuan si Bule.


Arsen meraih memeja Kanaya dan perlahan melepas satu persatu kancing nya hingga terlepas semua dan terpampang lah sepasang bukit kembar Kanaya yang padat dan berisi dalam balutan bra warna hitam dan Arsen pun menenggelamkan kepalanya disana.


Kanaya terkikik sambil meremas rambut Arsen.


Viona yang hendak mengajak Kanaya makan siang tampak melongo ketika tidak sengaja melihat kemesuman Arsen dan Kanaya dari celah pintu yang Sedikit terbuka.


Viona dengan terburu-buru kembali ke ruangannya sambil menggerutu.


Gerutuan Viona terhenti ketika ia tidak sengaja menabrak Arman yang hendak keluar dari ruangannya.


"Aduuh..maaf Pak " Viona buru-buru meminta maaf sebelum Arman marah.


"Kamu itu kenapa sih seperti yang sedang melihat hantu saja " omel Arman.


"Iya pak..barusan saya habis lihat hantu mesum dari ruangan sebelah " jawab Viona.


Arman melirik kearah ruangan Kanaya. Ia ingat jika setelah meeting Arsen pergi kesana dan akhirnya Arman pun mengerti apa yang sudah Viona lihat.


"Makanya jangan suka ngintip "


"Bukan ngintip Pak..aku mau ngajak Kanaya makan siang..eh taunya Kanaya nya sedang sibuk menyusui bayi besarnya " jawab Viona.


"Ya sudah kalau begitu kamu makan siang sama aku saja !" kata Arman.


"Beneran Pak ? asiik ditraktir " Viona pun senang.


"Tapi nanti kalau kamu dapat gaji pertama kamu yang traktir aku " jawab Arman.


"Iya pak " jawab Viona.


Arman dan Viona pun pergi ke sebuah restoran yang berada tidak jauh dari kantor.


Suara perut Kanaya yang keroncongan membuat Arsen mengangkat kepalanya dari kedua dada Kanaya yang hangat.


"Kamu lapar sayang ?" tanya Arsen


Kanaya mengangguk


"Ya sudah kita cari makan sekarang " Arsen mengancingkan kembali kemeja Kanaya.


"Daddy mau makan dimana ?" tanya Kanaya sambil merapikan baju dan roknya yang berantakan.


"Ikut saja " Jawab Arsen seraya menuntun Kanaya menuju mobilnya.


Arsen membawa Kanaya ke sebuah hotel yang ada di daerah Utara Jakarta.

__ADS_1


Mereka memesan makanan dan makan di dalam kamar dan setelahnya si bule pun memakan istrinya.


__ADS_2