Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Hukuman


__ADS_3

Hari ini pelayan dan pengasuh juga security di rumah Kanaya mendapat libur mendadak. Walaupun hanya satu hari namun mereka menyambutnya dengan suka cita.


"Sayang mereka kenapa kamu liburkan ?" tanya si bule saat ketiga pegawai di rumahnya pamit.


"Karena hari ini ada yang menggantikan mereka " jawab Kanaya


"Siapa yang menggantikan mereka ?" Arsen menoleh kearah dapur mencari orang yang akan menggantikan tugas ketiga pegawai nya.


"Kamu, Papa dan Arman yang akan menggantikan tugas mereka " jawab Hana.


"Maksud Mama ?" Arsen, Widianto dan Arman menatap kearah Hana.


"Arman kamu bertugas di pos satpam jadi security, Papa tugasnya menemani Lana bermain dan Arsen tugasnya di dapur menyiapkan makanan " perintah Hana.


Widianto tampak senyum-senyum karena mendapat tugas yang ringan hanya menemani Lana bermain tidak seperti Arsen yang bertugas di dapur dan Arman yang berjaga di pos satpam.


Sekarang lakukan tugas kalian dan jangan ada yang protes " kata Hana galak.


Tanpa banyak protes Arman pergi ke pos satpam dan nongkrong disana. Arman mengecek cctv sambil merokok.


"Hari ini Lana mainnya sama Opa ya bukan sama suster " kata Widianto sambil menuntun cucunya menuju area Playhouse di ruang tengah.


"Opa..aku mau main boneka balbie " Lana mengeluarkan beberapa koleksi Barbie nya kepada Widianto.


"Mama dan Naya mau dimasakin apa untuk makan siang ?" Arsen mulai melakukan tugasnya.


"Mama mau rendang daging sama telur balado " jawab Hana


"Aku mau tortila, dan buat Lana sup ayam " jawab Kanaya.


Setelah mencatat menu masakan pesanan Mama mertua dan istrinya Arsen pun langsung pergi ke dapur.


Arsen tampak membuka aplikasi tutorial masakan namun ia kesulitan mengenali bumbu dan rempah-rempah untuk pesanan mertuanya. Kalau untuk membuat tortila dan sup ayam Arsen sudah jago.


Arsen berusaha memutar otak dan akhirnya akal liciknya pun bekerja dengan baik.


Diam-diam Arsen menghubungi Simon dan meminta dibelikan rendang daging dan telur balado untuk mertuanya.


Satu jam kemudian Simon pun datang. Ia menyembunyikan pesanan Arsen di dalam tas punggungnya.


"Untung lu datang tepat waktu " kata Arsen yang baru menyelesaikan membuat tortila dan sup ayam untuk Lana.


Arsen membuka kemasan plastik pembungkus rendang dan telur balado kemudian ia pindahkan ke dalam mangkuk.


Arsen yang sedang sibuk di dapur tiba-tiba mendapat pesan dari Papa mertuanya yang sedang berada di area Playhouse di ruang tengah


[ Ars..Simon suruh kesini bantuin Papa main sama Lana, Lana ingin naik kerbau katanya..pinggang Papa encoknya kumat ]

__ADS_1


"Lu bantuin Papa gih main sama Lana, kasian encok Papa kumat " perintah Arsen.


"Makanya jangan ngadi-ngadi..dihukum repot kan " Simon bergumam sambil beranjak menemui Widianto dan Lana.


Melihat Simon datang Lana pun tampak senang.


"Om Cimon sajah yang jadi kelbaunyah " katanya riang sambil menyuruh Simon merunduk dan ia pun langsung naik ke punggungnya.


Widianto tampak terduduk kelelahan diatas karpet. Ia tidak menyangka jika menemani Lana bermain akan se lelah ini.


Disaat semua sedang sibuk dengan tugasnya, Arman mencuri tidur di pos satpam.


"Bangun..bangun..enak saja kakak malah tidur disini..yang lain juga pada kerja " omel Kanaya yang tiba-tiba datang untuk mengantarkan kopi dan cemilan untuk kakaknya.


"Kakak ngantuk banget dek " jawab Arman dengan mata merah.


"Alasan..aku laporin Mama nih " ancam Kanaya sambil meletakan kopi dan cemilan yang dibawanya diatas meja.


"Jangan dong dek " Arman memohon dengan wajah takut, selama bertahun-tahun baru kali ini Arman melihat Mamanya marah.


"Makanya jaga nya yang benar dong kak kalau tidak mau dilaporin sama bos besar " kata Kanaya


"Iya " jawab Arman.


Mendekati waktunya makan siang Arsen menyusun semua menu makanan diatas meja. Ia juga menyiapkan piring dan gelas. Arsen melakukan semua yang biasa pelayannya lakukan tanpa mengeluh sedikitpun.


Kecurangan yang Arman lakukan adalah tidur di pos satpam sedangkan kecurangan yang Arsen lakukan adalah tidak membuatkan rendang dan telur balado dan malah menyuruh Simon membeli di restoran.


Namun Widianto lebih curang lagi..pria paruh baya itu menyuruh Simon menggantikan tugasnya menemani Lana bermain dengan alasan encoknya kumat.. benar-benar tiga pria yang licik.


Setelah semua makanan siap, mereka pun berkumpul untuk makan siang bersama.


"Lana makan yang banyak ya, ini sup ayam buatan Daddy " Kanaya menyuapi Lana makan sup buatan si bule kesayangannya sambil sesekali memakan tortila nya.


"Rendang sama telur balado nya enak Ars " puji Hana.


"Kapan-kapan boleh dong Mama dimasakin lagi " tambah Hana


Arsen menelan nasinya dengan susah payah. " Bo..boleh , Ma "


Simon menyembunyikan tawanya sambil mengunyah makanannya dan langsung mendapat tatapan tajam penuh ancaman dari Arsen.


"Sayang..tangan kamu kenapa ?" Mata Kanaya tertuju kepada jari Arsen yang di plester.


"Keiris sedikit waktu potong ayam " jawab Arsen


"Ya ampun kasian sekali kamu sayang " Kanaya mengambil jari Arsen yang tertutup plester dan menciumnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, hanya luka kecil " jawab Arsen


"Tangan Daddy cakit ?" Alana ikut-ikutan mencium jari Arsen.


"Lukanya sekarang pasti langsung sembuh karena sudah dicium sama Mommy dan Lana " kata Arsen


Kanaya dan Lana tersenyum senang.


"Opa juga mau dong dicium sama Lana " kata Widianto


"Tapi tangan Opa tidak ada luka " jawab Lana. Semua yang ada disana tertawa.


"Kak..adik kamu sudah menikah dan punya anak, kapan kamu menyusul ?" tanya Hana membuat Arman yang sedang makan nyaris tersedak.


Simon yang duduk di dekat Arman buru-buru memberi minum.


"Baru ditanya begitu saja langsung panik " ledek Kanaya.


Arman hanya melirik sekilas kearah Kanaya.


"Papa ingin melihat kamu segera menikah " kata Widianto.


Arman hanya menunduk, bagaimana ia bisa menikah kalau pacar saja belum punya.


"Bagaimana mau menikah Pa kalau pacar saja belum punya, kak Arman itu terlalu sibuk sama kerjaan sampai ga ada waktu buat cari pacar " kata Kanaya.


Widianto menatap dalam kearah Arman yang kembali meneruskan makannya.


"Mau Papa carikan perempuan untuk kamu ?" tanya Widianto


"Carikan perempuan seperti apa ? awas saja kalau seperti si Angel " semprot Hana.


"Ya tidak akan lah..Papa ingin anak-anak kita mendapatkan jodoh yang baik " jawab Widianto


"Kalau Papa mau jodohkan kamu kira-kira kamu keberatan tidak ?" todong Widianto


"Paaah !" Hana langsung protes


"Kenapa Mama yang protes ? Arman saja kelihatannya santai " kata Widianto.


"Bagaimana Man..mau tidak kalau kamu Papa jodohkan ?" tanya Widianto lagi.


"Terserah Papa saja " jawab Arman


Sebagai wujud baktinya kepada keluarga Widianto yang sudah mengangkat kehidupannya menjadi sangat baik Arman tidak akan menolak perjodohan yang Widianto tawarkan.


"Ya sudah biar Papa urus semuanya. Kamu percaya saja sama Papa..Papa akan mencarikan wanita baik untuk kamu " kata Widianto senang.

__ADS_1


Hana dan Kanaya hanya memutar bola matanya malas. Mereka sudah bisa menebak siapa yang akan Widianto jodohkan dengan Arman.


__ADS_2