
Arsen mempelajari salinan surat wasiat yang dibuat papa Kanaya. Mata Arsen terfokus pada satu point' yang dianggapnya penting yaitu
Angel berhak mengelola perusahaan milik Kanaya sampai Kanaya selesai kuliah dan menikah
Arsen sempat berniat untuk mengakui pernikahannya dengan Kanaya agar Angel tidak lagi bisa menguasai harta kekayaan Kanaya, namun Arsen khawatir jika Angel akan berbuat nekad dan mencelakai Kanaya.
Arsen tidak mau gegabah mengambil keputusan yang nantinya justru akan membahayakan Kanaya.
Arsen mengusap wajahnya kasar, jujur ia sudah sangat muak kepada Angel dan tidak berniat membagi cintanya kepada wanita licik itu.
"Sayang..kamu sedang sibuk ?" Arsen yang sedang berada di ruang kerjanya menutup laptopnya ketika Angel tiba-tiba muncul dengan pakaian seksinya.
Arsen sadar jika Angel sengaja datang untuk menggodanya.
"Iya..dan kamu sudah mengganggu pekerjaan aku " jawab Arsen.
Angel tertawa senang..ia berpikir jika dirinya sudah berhasil membuat Arsen tergoda.
Dengan gaya yang menggoda Angel duduk di pangkuan Arsen. " Sayang aku kangen "
"Aku sedang sibuk Ngel " Arsen menepiskan tangan Angel yang mulai liar meraba-raba tubuh Arsen.
"Tapi aku kangen Sayang " bisik Angel sambil menggigit telinga Arsen.
"Ngel ..aku sedang tidak ingin melakukannya..aku sedang lelah " ujar Arsen ketika tangan Angel semakin liar tidak terkendali menyusup dibalik celana Arsen.
Angel berusaha membangkitkan gairah suaminya dengan mengajak sosis super jumbo kesukaannya bermain-main..ia berharap jika dia akan terbangun karena terusik dengan ulahnya.
Setelah setengah jam tangan Angel berada dibalik celana Arsen, perempuan itu terlihat kecewa karena sosis super jumbo milik suami bulenya itu sama sekali tidak bereaksi dengan sentuhannya.
Sampai pegal tangan Angel milik si bule sama sekali tidak bergeming dalam tidurnya.. sialan.
Sepertinya si bule memang sedang benar-benar lelah pikir Angel.
Karena tidak berhasil menggoda Arsen, Angel pun akhirnya keluar dari ruangan kerja Arsen dengan wajah yang kecewa.
Sepeninggalan Angel, Arsen menatap kearah bawah tubuhnya yang sedang tertidur anteng.
Sepertinya kamu hanya ingin Kanaya yang menyentuh kamu
Arsen kembali mengusap wajahnya, ia jadi ingin pulang ke apartemen nya untuk menemui istri kecilnya yang pastinya sedang kesepian sendirian.
*
Pagi ini Arsen yang baru tiba di kantornya langsung meluncur ke apartemen dengan mobil Simon ketika Kanaya menelpon jika ia tidak pergi ke sekolah karena mengeluh perutnya sakit.
Di jalan Arsen sempat membeli bubur untuk Kanaya karena Kanaya pastinya tidak akan mungkin bisa masak dalam keadaan sakit.
__ADS_1
Setibanya di apartemen suasana sangat sepi. Arsen mencari Kanaya dan ia terlihat panik begitu mendapati Kanaya tengah tergeletak di kamar mandi dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Arsen segera membawa Kanaya ke rumah sakit terdekat. Sepanjang perjalanan ke rumah sakit Arsen terus berusaha membangunkan istrinya itu namun tidak berhasil.
Setibanya di rumah sakit Kanaya pun langsung ditangani oleh dokter. Kanaya baru sadar setelah berada di rumah sakit.
"Daddy ..perut aku sakit banget " Kanaya meringis sambil memegangi perutnya.
"Kamu makan apa sih Sayang ?" tanya Arsen.
"Aku tidak makan yang aneh-aneh" jawab Kanaya yang terus menangis memeluk Arsen.
"Sabar ya Sayang kita tunggu hasil pemeriksaan kamu " Arsen mengusap kepala Kanaya dan menciumnya.
"Mamaaa..perut aku sakit " ringih Kanaya.
Hati Arsen terasa tercabik-cabik ketika Kanaya memanggil-manggil mamanya.
Dokter memberi obat pereda nyeri dan Kanaya pun tertidur. Pada saat itu Arsen diberitahu jika Kanaya mengalami gangguan pada ususnya yang biasa disebut usus buntu dan harus segera di oprasi.
Penyakit usus buntu terjadi ketika bagian ujung usus besar yang berbentuk mirip kantong kecil mengalami peradangan.
Istilah medis penyakit usus buntu adalah apendisitis. Penyebab apendisitis umumnya adalah adanya benda asing yang menghalangi usus buntu.
Operasi adalah tindakan medis yang direkomendasikan untuk mengobati usus buntu.
Usus buntu tidak memiliki fungsi khusus dalam sistem tubuh sehingga tidak berdampak apa pun terhadap kehidupan pasien bila diangkat.
"Lakukan yang terbaik untuk istri saya dok " ucap Arsen.
Dokter pun menjadwalkan oprasi untuk Kanaya besok siang.
"Mamaa..aku sakit..mama pulang dong " Kanaya mengigau dalam tidurnya membuat hati Arsen terasa semakin tercabik-cabik.
"Mamaa..Papa..kenapa kalian tinggalkan aku ? " Kanaya terus mengigau.
Kanaya sangat merindukan orangtuanya.. haruskah aku memberitahu Hana ?
Arsen berpikir cukup lama sebelum akhirnya menelpon Simon dan menyuruh mengirimkan nomor telepon Hana yang ada di laci meja kerjanya.
Setelah mendapatkan nomor Hana Arsen pun langsung menghubungi Hana dan memberitahu tentang kondisi Kanaya.
Keesokannya Hana datang setelah Kanaya masuk ke ruang oprasi.
"Terimakasih sudah memberitahu saya " ucap Hana kepada Arsen ketika mereka menunggui Kanaya di depan ruangan oprasi.
Arsen mengangguk.
__ADS_1
Hana sama sekali tidak membahas masalah Angel karena ia tidak peduli..yang ia pedulikan hanyalah kondisi kesehatan putri kesayangannya.
Setelah beberapa jam akhirnya oprasi usus Kanaya pun selesai dan Kanaya dipindahkan ke ruangan ICU.
Beberapa jam kemudian Kanaya sadar dan ia merasa sedang bermimpi ketika mendapati mamanya ada di sampingnya.
"Mama..benarkah ini mama ? apakah aku sedang bermimpi ?" Kanaya meraba wajah mamanya.
"Kamu tidak sedang bermimpi Sayang..ini Mama..mama tidak akan meninggalkan kamu lagi " Hana meletakan telapak tangan Kanaya di pipinya yang basah.
Mata Arsen tampak berkaca-kaca melihat kebahagiaan Kanaya bertemu dengan ibu nya.
Dalam rasa haru biru Arsen dilanda kebimbangan apakah ia harus mengatakan kebenarannya jika ia sudah menikahi Kanaya dan menjadikannya istri mudanya atau menyembunyikan semua kebenaran itu dari Hana.
Kebimbangan Arsen lenyap ketika Kanaya diam-diam mengirimkan satu pesan singkat kepadanya tanpa sepengetahuan Hana.
[ Daddy..please..jangan bilang sama Mama kalau kita sudah menikah ]
Arsen menangkap ketakutan yang sedang Kanaya rasakan.
[ Baik Sayang ]
[Terimakasih Daddy..I love you ]
[ I love you too.. istriku ]
Selama Kanaya di rumah sakit , Hana setia menunggui putrinya. Arsen hampir setiap hari mengunjungi Kanaya sambil membawakan makanan untuk Hana.
Hana merasa terharu atas kebaikan dan perhatian yang Arsen berikan untuk Kanaya.
Hana tidak menyangka jika papa tiri Kanaya ternyata orangnya cukup baik sangat berbeda dengan Angel yang sama sekali tidak terlihat batang hidungnya selama Kanaya berada di rumah sakit.
Setelah menjalani perawatan intensif pasca oprasi, akhirnya Kanaya pun diperbolehkan pulang.
Arsen membawa Hana ke apartemennya dan menyuruh Hana tinggal disana bersama putrinya.
"Papa tiri kamu ternyata baik juga ya Sayang " ucap Hana sambil menyuapi Kanaya makan.
"Iya Ma..Daddy Arsen memperlakukan aku sangat baik ..tidak seperti mami Angel " jawab Kanaya.
"Jika saja dulu mama berhasil membawa kamu pergi, kamu pasti tidak akan mengalami semua ini sayang..kita berdua akan hidup bahagia berdua " Hana menciumi wajah cantik putrinya dengan berderai air mata.
"Sekarang mama jangan tinggalin aku lagi ya ..! " pinta Kanaya
"Iya Sayang..mama janji tidak akan tinggalkan kamu lagi " Janji Hana.
Disaat Kanaya sedang berbahagia karena sudah bertemu dengan mamanya, Arsen justru sedang merasa galau membayangkan nasib pernikahannya dengan Kanaya.
__ADS_1
Akan susah bagi Arsen untuk bertemu Kanaya karena sekarang ada Hana di apartemen nya.