Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Salahkan Arsen Saja


__ADS_3

Arsen membawa Papa mertua dan kakak iparnya ke kamar. Meskipun mabuk untungnya mereka tidak ada yang muntah hanya meracau saja.


Arsen mengganti baju Widianto dan Arman dengan piyama miliknya dan kemudian mengurungnya di kamar agar tidak membuat keributan.


Setelah memastikan Papa mertuanya dan kakak iparnya aman, Arsen pun tidur di kamarnya.


Saking pulasnya Arsen mengabaikan banyak panggilan telepon dari Kanaya.


Di tempat tadi sebetulnya Arsen juga sempat minum namun ia tidak mabuk karena sudah terbiasa sehingga bisa membawa Widianto dan Arman pulang dengan selamat.


Entah dengan besok apakah mereka akan selamat dari amukan Hana dan Kanaya.


Disaat ketiga pria itu sudah tertidur pulas, Hana dan Kanaya justru sedang dilanda kegelisahan karena Widianto, Arsen dan Arman belum pulang juga dan nomor mereka tidak bisa dihubungi.


"Kemana mereka semua.. benar-benar bikin khawatir saja " Hana dan Kanaya mencak-mencak.


"Coba kamu telepon Arsen Nay..siapa tau nyambung " kata Hana


"Dari tadi aku telepon juga tidak diangkat Ma " jawab Kanaya.


"Awas saja...nanti kalau mereka minta ijin lagi jangan dikasih ijin " kata Hana kesal.


"Iya Ma " jawab Kanaya.


Karena khawatir dengan ketiga pria kesayangan nya Hana dan Kanaya nyaris tidak bisa tidur semalaman.


Kanaya dan Hana baru bisa tidur menjelang dini hari.


Keesokannya pagi-pagi Hana dan Kanaya masih belum mendapat kabar tentang keberadaan Widianto ,Arsen dan Arman.


Seolah dapat merasakan kegundahan Mommy nya, pagi itu Alana rewel dan merengek ingin pulang.


"Mommy mau pulang..mau main boneka Balbie di lumah " rengekannya.


"Nanti ya pulangnya tunggu Daddy dulu..biar kita pulang sama-sama" bujuk Kanaya


"Ndak mauu..mau pulang sekalang sajaahh "


"Ya sudah kita pulang sekarang , Oma juga mau ikut kamu ya..biarin nanti kalau Opa pulang disini tidak ada siapa-siapa " kata Hana.


"Iya Ma " Kanaya setuju.


Pagi itu Hana dan Kanaya pulang ke rumah Kanaya dengan maksud memberi pelajaran kepada Widianto, Arsen dan Arman.


"Loh..itu kan mobil Arsen, Nay " tunjuk Hana kearah mobil menantunya yang terparkir di garasi.


"Iya..kenapa mobil si bule ada disini " kata Kanaya.

__ADS_1


"Daddy ...Mommy. Bukan si bule " Alana langsung melotot kearah Kanaya.


"Oh iya sayang...Daddy bule maksudnya " ralat Kanaya.


Hana turun sambil menggendong Alana, sementara Kanaya menurunkan tas berisi baju Alana.


Sebelum masuk rumah Kanaya terlebih dahulu menghampiri security yang berjaga di depan


"Pak..sejak kapan suami saya pulang ?" tanya Kanaya


"Pak Arsen pulang malam kira-kira jam sebelasan bawa Bapak dan Mas Arman yang mabuk "


"Mabuk ?" Hana langsung melotot


"Iya Bu..Bapak sama Mas Arman mabuk, tapi Pak Arsen tidak..beliau yang bawa mobil "


"Hmmm..pantesan mereka tidak pulang. Rupanya mereka bersembunyi disini " Hana tampak geram.


Kedua wanita itu langsung masuk dengan amarah yang siap meledak.


Hana memberikan Alana kepada baby sitter nya untuk dibawa ke kamarnya.


Arsen yang sedang sarapan seorang diri tampak kaget dengan kedatangan Kanaya dan Hana yang tiba-tiba.


Aura gelap tampak terlihat dari wajah kedua wanita itu, nyali Arsen langsung menciut.


"Sarapan Mah.." tawar Arsen


"Papa sama Arman ada di kamar tamu " jawab Arsen.


Setelah mendengar jawaban dari menantunya Hana pun langsung pergi ke kamar tamu. Disana ia mendapati suaminya dan Arman sedang tertidur. Mereka tidur dengan memakai piyama Arsen.


"Bagus ya semalaman tidak pulang bikin semua khawatir taunya bersembunyi disini " suara Omelan Hana langsung membangunkan Widianto dan Arman.


"Mama ? "


"Mama ?"


"Kata security semalam kalian mabuk ya ?" tanya Hana


Widianto dan Arman duduk di sisi ranjang dengan wajah menunduk.


"Jawab !" bentak Hana


"Sedikit , Ma " jawab Widianto


"Sedikit juga tetap saja mabuk..lalu kenapa kalian tidak pulang ke rumah malah pulang kesini hah ? kalian tau tidak kalau aku dan Kanaya nyaris tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan kalian "

__ADS_1


"Kan semalam Papa dan Arman mabuk jadi tidak tau kalau Arsen bawa kami pulang kesini..yang salah dia..jadi marahin saja dia " jawab Widianto.


"Iya Ma..semalam kami mabuk jadi tidak tau kalau Arsen membawa kamu kesini " Arman menguatkan ucapan Papanya.


Arsen yang mendengar ucapan mertuanya dan kakak iparnya yang malah menyalahkannya langsung kabur ke kamarnya.


"Hey Daddy..mau kemana ?" Kanaya mengejar Arsen


"Kaburlah..kamu dengar sendiri kan kalau Papa dan Arman malah menyalahkan aku ?" jawab Arsen sambil mengunci diri di kamar.


"Daddy takut dimarahi Mama ?" tanya Kanaya


"TIDAK..Ya jelas takut lah sayang " jawab Arsen.


Meskipun kesal namun Kanaya tidak dapat menyembunyikan tawanya melihat si bule nya yang memilih ngumpet di kamar karena takut kepada mertuanya.


"Salah sendiri kenapa melanggar pesan kita agar jangan minum apalagi sampai mabuk. Aku kan sudah berpesan kepada Daddy untuk menjaga Papa, ternyata Daddy tidak becus menjaga Papa " Kanaya menjewer telinga si bule hingga telinganya memerah.


"Semalam aku sudah menjaga Papa, aku hanya meninggalkan sebentar untuk berbicara dengan teman aku. Pas kembali lagi ternyata Papa dan Arman sudah mabuk "


"Berapa lama Daddy meninggalkan mereka ?" tanya Kanaya


"Ada satu jam " jawab Arsen


Kenyataannya Arsen berbicara dengan temannya satu jam lebih.


"Satu jam itu lama Dad..Mama pasti marah sama Daddy karena lalai menjaga Papa "


"Ya sudah aku ngumpet saja disini " jawab Arsen.


Niat Arsen untuk bersembunyi dari mertuanya gagal total karena Alana mencarinya.


Dengan wajah takut Arsen pun terpaksa keluar kamar untuk menemui putrinya.


Di ruang tengah Hana sedang menyidang Widianto dan Arman.


"Akhirnya keluar juga kamu..duduk sana !" perintah Hana menunjuk kearah sebelah Arman.


Arsen pun duduk disana sambil memangku Alana.


"Kenapa kamu malah bawa Papa dan Arman kesini hah ? kamu tau tidak kalau semalaman Mama dan Kanaya nyaris tidak bisa tidur mengkhawatirkan kalian " mata tajam Hana menyorot kearah Arsen.


"Maaf Ma..semalam aku bingung. Aku tidak berani membawa Papa dan Arman pulang dalam keadaan mabuk, makanya aku bawa pulang kesini " jawab Arsen sambil mengelus rambut Alana.


"Mama mengerti apa yang kamu pikirkan, tapi seharusnya kamu kasih kabar Mama dan Kanaya agar tidak khawatir..ini malah semua tidak ada yang bisa dihubungi " omel Hana


"Maaf Ma..aku semalam Ngantuk banget jadi langsung tidur " jawab Arsen sambil menunduk.

__ADS_1


"Mama tidak mau kejadian ini terulang lagi..kalau sampai terjadi lagi Mama tidak akan mengampuni kalian " ancam Hana


"Iya Ma " jawab Arsen, Widianto dan Arman kompak.


__ADS_2