Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Menghindari Perjodohan


__ADS_3

Arsen dan Kanaya yang baru bangun dari tidur siangnya turun dari kamarnya di lantai dua. Arsen tampak menggendong Alana yang juga baru bangun tidur.


"Kapan datang,Vi ?" tanya Kanaya ketika mendapati Viona sudah ada di rumahnya.


"Dari siang gue disini " Jawab Viona


"Hai cantik..baru bangun ya " Sapa Viona kepada Alana yang berada dalam gendongan Arsen.


Alana hanya mengangguk.


"Ars..kamu beli rendang dan telur balado di restoran mana ? rasanya enak " Tanya Hana.


"Eh..anu..Ma.." Arsen langsung gugup.


Ia tidak menyangka jika Hana sudah mengetahui jika rendang dan telur balado yang mereka makan tadi adalah bukan masakannya namun Simon yang beli.


"Sayang..jadi rendang dan telur balado nya bukan kamu yang bikin ?" Kanaya menatap tajam kearah si bule.


"Iya..terpaksa. Karena aku tidak faham bumbu dan rempah-rempah nya..tapi kalau sup ayam dan tortila aku yang bikin " jawab Arsen.


"lain kali kamu jujur saja kalau tidak bisa..jangan membohongi Mama " kata Hana.


"Maaf, Ma " jawab Arsen.


"Daddy nakal " Kanaya mencubit perut Arsen.


Alana bengong melihat Daddy nya meringis.


"Daddy cenapah ?" Tanyanya.


"Mommy nakal cubit Daddy " Arsen mengadu kepada Lana.


"No..Mommy..janan cubit Daddy !" Lana langsung melotot kearah Kanaya.


Arsen tersenyum penuh kemenangan.


Menjelang malam para pegawai di rumah Arsen kembali dan tugas Arman di pos jaga pun selesai begitu juga dengan tugas Arsen dan Widianto. Viona pun sudah pulang sejak satu jam yang lalu.


"Papa dali mana ?" Tanya Lana menatap kearah Arman.


"Dari depan Sayang " jawab Arman sambil mengecup pipi Alana.


Alana malah mengangkat tangannya minta digendong oleh Arman.


"Kesayangan Papa manja banget sih " Kata Arman sambil mengambil Alana dari gendongan Arsen.


Meskipun sudah memiliki Daddy namun Alana tetap memanggil Arman Papa dan Arsen pun sama sekali tidak keberatan.


Arman mengambil duduk di sebelah Widianto dengan Alana dalam pangkuannya.


"Man..Papa ingin melihat kamu segera menikah. Papa ingin cucu dari kamu " Kata Widianto tiba-tiba.

__ADS_1


Arman terlihat bingung. Bagaimana mau kasih cucu kalau pacar saja tidJ punya.


"Aku belum punya calon, Pa" jawab Arman.


"Aku cariin mau tidak kak ? kakak bilang saja mau yang seperti apa " Kata Kanaya.


"Kamu itu cariin Arman istri seperti mencarikan barang saja " Omel Arsen.


"Ya aku mau bantu kak Arman saja, Dad " Kata Kanaya sambil memeluk perut si bule dengan manja.


"Apa perlu Mama dan Papa carikan ?" Tanya Hana.


"Tidak perlu, Ma. Aku bisa cari sendiri " Jawab Arman.


Arman terlihat semakin bingung. Ia heran kenapa Papa dan Mamanya gencar sekali untuk mencarikan jodoh untuknya. Jika ingin tambah cucu kenapa tidak minta saja sama Kanaya dan Arsen.


* * * *


Senin pagi Arman dan Viona terbang ke Lombok untuk urusan pekerjaan. Bukan tanpa alasan Widianto menyuruh Arman dan Viona yang berangkat. Widianto punya misi terselubung dibalik kepergian Arman dan Viona itu..apalagi kalau bukan untuk menjodohkan mereka.


Keesokannya Kanaya dan si bule pun menyusul kesana. Karena pekerjaan di Lombok itu ada hubungannya dengan Perusahaan Arsen.


Kanaya dan si bule bertemu dengan Arman dan Viona di kantor Arsen di Lombok.


Arman dan Arsen berbicara serius tentang projek yang sedang mereka kerjakan di ruangan Arsen. Viona terlihat membawa berkas penting sedangkan Kanaya terlihat santai karena ia bukan bagian team projek .. Kanaya kali ini hanya sebatas menemani si bule yang semakin tidak bisa jauh darinya.


Usai pertemuan mereka pergi ke lokasi projek yang hampir rampung. Kanaya dan Viona setia menemani kedua pria itu di lokasi projek.


"Stress..tapi dibikin enjoy saja " Jawab Viona santai


"Stres kenapa ? perasaan kakak gue itu orangnya baik " Kata Kanaya


"Baik tapi terlalu kaku..lu tau sendiri kalau kita itu pecicilan "


"lu saja kalau yang pecicilan gue mah engga " kilah Kanaya


"Etdah ..yang ada lu yang paling pecicilan..bucin juga sama si bule "


Kanaya tertawa


"Kamu itu mau kerja atau ngerumpi ? Nay..bisa tidak jangan ganggu Viona yang lagi kerja " Omel Arman


"Ish...kakak galak banget sih " Kanaya langsung cemberut.


Selesai meninjau lokasi proyek mereka pun pulang ke villa milik Arsen.


Malam ini mereka akan menginap disana sampai dua hari kedepan.


Arsen dan Arman pergi ke villa dengan mobil yang berbeda. Arsen satu mobil bersama Kanaya sedangkan Arman bersama Viona.


Disaat Arsen dan Kanaya juga Arman dan Viona berada di Lombok, Widianto dan Hana pergi berkunjung ke rumah Viona.

__ADS_1


keluarga Viona tentu saja kaget dengan kedatangan Widianto dan istrinya, terlebih ketika sepasang suami istri yang baru akur beberapa tahun ini tiba-tiba berniat untuk melamar Viona.


"Kamu ingin melamar Viona untuk putra saya " Begitu kata Widianto


Kedua orangtua Viona memang sudah tahu jika Kanaya kini memiliki kakak angkat. Bahkan Viona sekarang bekerja untuknya.


Sebetulnya mereka senang jika berbesanan dengan keluarga Widianto, namun mereka justru ragu dengan Viona yang masih belum serius menjalani hubungan dengan pria.


Beberapa tahun yang lalu Viona sempat berpacaran dengan teman kuliahnya sewaktu di Jepang, namun hubungan mereka akhirnya berakhir tanpa kejelasan.


Sudah bosan dengan kelakuan putrinya yang sering gonta-ganti pacar akhirnya mereka pun menerima perjodohan yang ditawarkan oleh Widianto.


Meskipun hanya anak angkat namun orangtua Viona cukup mengenal Arman dari cerita Viona.


Karena kedua keluarga sudah setuju, kini mereka tinggal mengatakan niat mereka itu kepada Viona dan Arman.


Widianto berharap Arman tidak menolak niatnya untuk menjodohkannya dengan Viona karena mereka sudah cukup mengenal Viona dengan baik sejak Gadis itu dan Kanaya sekolah.


Setelah pulang dari Lombok Widianto dan Hana langsung memanggil Arman dan mengutarakan niatnya itu.


"Kamu sudah cukup umur untuk menikah, oleh sebab itu Papa dan Mama berniat untuk menjodohkan kamu dengan seseorang " Kata Widianto.


"Papa dan Mama sudah memilihkan wanita yang baik untuk kamu. Mama harap kamu tidak menolak calon istri yang Papa dan Mama pulihkan untuk kamu " Kata Hana


"Aku serahkan semua sama Papa dan Mama, Aku percaya kepada pilihan kalian "


Diluar dugaan Arman sama sekali tidak menolak di jodohkan. Sudah seharusnya Arman berbakti kepada Widianto dan Hana yang sudah membuatnya seperti ini


"Kamu tidak ingin tahu siapa wanita yang akan Papa dan Mama jodohkan sama kamu ?" Tanya Hana


Arman menggeleng. Ia percaya pada pilihan Papa dan Mamanya.


"Ya sudah kalau kamu tidak ingin tahu. Papa akan kasih tahu saat mendekati hari pernikahan kamu saja " Kata Widianto sambil tertawa.


Widianto tidak sabar melihat reaksi Arman jika tau akan dijodohkan dengan Viona.


Jika reaksi Arman memutuskan menerima perjodohan yang ditawarkan oleh orangtuanya, maka reaksi Viona adalah langsung kabur.


Jogja adalah menjadi tempat tujuan Viona melarikan diri dari perjodohan. Di Jogja Viona bersembunyi di rumah Meta.


"Emangnya lu mau dijodohin sama siapa ?" Tanya Meta


"Gue ga tahu "


Meta Melongo


"Jadi lu kabur tanpa tahu cowok mana yang akan dijodohin sama Lu ?" Tanya Meta


Viona menggeleng


Jika saja Viona tahu jika yang akan dijodohkan oleh orangtuanya adalah Arman sudah pasti Viona langsung menerima dan tidak akan minggat.

__ADS_1


__ADS_2