Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Cerai


__ADS_3

Selama Angel di Semarang Arsen memikirkan banyak hal, ia berniat untuk menceraikan Angel. Bahkan Arsen sudah berkonsultasi dengan keluarganya dan mereka semua sangat mendukung keputusan Arsen.


Setelah Angel pulang dari Semarang, ia sangat kaget sekaligus bahagia ketika Arsen tiba-tiba masuk ke kamarnya.


Angel berpikir jika Arsen sangat merindukan dirinya.


"Ngel..aku ingin bicara sama kamu " ucap Arsen dengan mimik wajah yang serius.


"Tentang apa ?" tanya Angel


"Tentang hubungan kita " jawab Arsen


"Sudah lupakan saja..aku tidak ambil hati kok..aku tau kamu hanya sedang kesal saja " ujar Angel, ia pikir Arsen akan meminta maaf atas semua yang terjadi diantara mereka selama ini.


Untuk sejenak Arsen terdiam


"Selama kamu di Semarang aku merenungkan tentang hubungan kita yang selama ini memburuk. Aku merasa kita sudah tidak sejalan lagi dan aku juga sudah mengkhianati kamu..setelah aku renungkan aku putuskan akan menceraikan kamu "


"Menceraikan aku ?.aku tidak mau cerai sama kamu sayang " Angel menghambur memeluk Arsen.


"Soal pengkhianatan kamu sudah aku maafkan asal jangan kamu ulangi lagi " Angel.menangis memeluk Arsen. "Aku tidak mau cerai sama kamu "


"Keputusan aku sudah bulat Ngel , aku mau kita bercerai " ujar Arsen sambil berdiri.


Arsen berdiri kemudian mengambil tangan Angel.


"Angel Citra Resmi, mulai detik ini kamu bukan istriku lagi..aku menjatuhkan talak tiga untukmu " ucap Arsen tegas tanpa keraguan sedikitpun.


Setelahnya Arsen keluar dari kamar Angel kemudian mengemasi barang nya dan pergi.


"Sayaaang..jangan tinggalkan aku. Aku tidak mau cerai " Angel mengejar Arsen namun mobil Arsen berlalu dengan cepat.


Rudi merangkul kakaknya dan ia bawa masuk. Di kamarnya Angel mengamuk dan menghancurkan barang yang ada di dekatnya.


Keluar dari rumah Angel perasaan Arsen menjadi plong. Satu beban di hatinya serasa sirna, kini tinggal satu lagi yang harus Arsen pikirkan yaitu bagaimana cara memberitahu tentang pernikahannya kepada Hana.


Arsen melajukan mobilnya menuju apartemen tempat Kanaya dan Hana tinggal.


Tanpa sepengetahuan Kanaya diam-diam Arsen membeli satu unit apartemen disana dan letaknya tidak jauh dari unit yang ditempati oleh Kanaya dan Hana.


Setibanya di apartemen, Arsen membawa koper miliknya dan dibawa ke unit miliknya yang berada satu lantai diatas unit yang ditempati Kanaya.


Disana sudah ada Simon yang sudah menyiapkan fasilitas ternyaman untuk bos nya yang memiliki standar cukup tinggi.


"Urusan dengan Angel beres, Dia sudah gue ceraikan tadi " ujar Arsen sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.


"Berarti status bos sekarang duda dong " celetuk Simon

__ADS_1


"Enak saja..status gue adalah suami dari Kanaya Alexandra Widianto " ralat Arsen.


"Ups lupa bos..enak ya kalau punya cadangan..lepas satu masih ada gantinya" ledek Simon


"Kanaya bukan cadangan, begitu dia lulus gue akan urus legalitas pernikahan kami "


"Terus Bu Hana gimana Bos ? aku yakin dia tidak akan merestui jika dalam waktu dekat ini anda memberitahu jika kalian sudah menikah "


Arsen merenungkan ucapan Simon, memang sebaiknya ia harus sedikit bersabar.


"Jangankan dalam waktu dekat.. sepertinya kemungkinan Hana akan merestui hubungan mereka juga sangatlah kecil..Arsen tiba-tiba merasa tidak percaya diri.


"Gue akan berusaha mengambil hati mertua gue " jawab Arsen lirih.


"Bos..apa Kanaya sudah diberi tau kalau bos tinggal disini ?" tanya Simon.


"Ini mau gue kasih tau..tadi hp nya tidak aktif..dia masih di sekolah " jawab Arsen sambil mengetik pesan dan mengirimkan nya ke nomor Kanaya.


Kanaya yang sedang berada di dalam lift yang kaget ketika mendapat pesan dari Arsen


[ Sayang..Daddy ada di unit 517. kamu kesini ya ]


Kanaya yang awalnya akan ke lantai empat akhirnya menekan angka lima.


Kanaya yang masih mengenakan seragam putih abu nya keluar dari lift kemudian mencari unit apartemen yang Arsen maksud.


"Daddy..ini apartemen siapa ?" tanya Kanaya sambil menghambur kedalam pelukan Arsen.


"Mulai hari ini Daddy akan tinggal disini biar selalu dekat dengan kamu " jawab Arsen sambil menggendong Kanaya seperti koala.


"Eh ada om Simon " Kanaya terlihat malu dan ingin turun dari pangkuan Arsen namun ditahan oleh Arsen.


"Bos..aku beli rokok dulu ya..kalau ada perlu apa-apa bel saja " Simon pamit.


"Iya " jawab Arsen sambil membawa Kanaya duduk di sofa.


"Daddy pindah kesini memangnya Mami Angel tidak akan marah ?" tanya Kanaya sambil mendorong kepala Arsen agar bersandar di sofa dan ia leluasa mengecupi wajah tampannya.


"Jangan dipikirkan ..Daddy sudah ceraikan dia " jawab Arsen


"Whaaat..Daddy sudah bercerai sama mami Angel ?" Kanaya melongo.


"Ya..sekarang Daddy cuma punya kamu seorang " jawab Arsen sambil mengecup bibir Kanaya yang menganga karena shock.


"Serius Dad ?" Kanaya masih tidak percaya


"Serius dong Sayang " jawab Arsen sambil menyusupkan wajahnya di leher Kanaya.

__ADS_1


Arsen akan menggigitnya namun Kanaya buru-buru mengingatkan.


"Jangan disini, nanti kelihatan Mama "


"Ups..Daddy lupa. Kalau begitu disini saja ya " Arsen membuka kancing kemeja sekolah Kanaya kemudian mengeluarkan payu daranya dan mengecupinya sehingga meninggalkan banyak jejak disana.


Arsen terpaksa menghentikan keasikannya ketika Kanaya mendapat telepon dari mamanya yang menanyakan keberadaannya karena seharusnya Kanaya sudah pulang dari sekolah.


"Daddy..aku pulang dulu ya. Mama sudah nungguin aku untuk makan bersama..nanti malam aku kesini lagi " Kanaya mengancingkan kembali baju sekolahnya dan bersiap untuk pulang ke unit nya.


"Janji ya nanti malam kesini "


"Iya..setelah mama tidur " jawab Kanaya.


"Baiklah "


Dengan berat hati Arsen pun melepaskan Kanaya pulang.


"Kalau kesini bawa lingerie ya " pinta Arsen


"Iya..mau yang warna apa ?" tanya Kanaya.


"Merah " jawab Arsen


"Oke Bos " jawab Kanaya sambil mencium bibir Arsen sebelum pergi.


Sepeninggalan Kanaya, Arsen tertawa sambil geleng-geleng kepala. Ia sedang mentertawakan dirinya sendiri yang sedang tergila-gila pada putri sambungnya sendiri yang masih remaja.


Keluar dari unit apartemen Arsen , Kanaya pun pulang ke unit tempat tinggalnya.


"Kenapa telat pulangnya Sayang ?" tanya Hana begitu Kanaya muncul.


"Tadi ketemu teman dibawah, jadi ngobrol dulu sebentar " jawab Kanaya sambil mencium pipi Mamanya.


"Kita makan yuk..mama sudah masak bebek Rica-rica kesukaan kamu " Hana menuntun Kanaya menuju meja makan.


Hana dan Kanaya pun makan berdua dengan sangat lahap. Selama makan Kanaya ingat kepada Arsen dan ingin sekali mengajak suaminya itu makan bersama. Namun pastinya itu tidak mungkin ia lakukan karena akan membuat mamanya curiga.


Namun ketika setelah makan dan mamanya berada di kamar mandi, Kanaya diam-diam mengisi piring dengan lauknya dan ia antarkan ke unit milik Arsen di lantai atas.


"Aku bawakan makan untuk Daddy, tapi aku tidak bisa lama takut mama nyariin aku " Kanaya memberikan piring berisi nasi dan lauknya kepada Arsen.


"Terimakasih Sayang " ucap Arsen dan sama sekali tidak protes ketika Kanaya langsung pamit.


Arsen sangat mengerti posisi Kanaya dan ia tidak mau Kanaya merasa tidak nyaman dalam situasi seperti ini.


Biarlah semua mengalir apa adanya sambil berusaha mendapatkan restu dari sang mertua.

__ADS_1


__ADS_2