
Satu Minggu setelah kepulangan Kanaya ke Jakarta, Meta sengaja datang dari Jogja untuk menemui Kanaya.
Meta sengaja tidak mengabari jika ia akan datang. Meta ingin memberi kejutan kepada Kanaya.
Selain ingin bertemu dengan Kanaya, Meta tidak sabar ingin bertemu dengan putri kecil Kanaya yang sangat cantik yang selama ini hanya bisa ia lihat dari photo yang Kanaya kirimkan.
Siang itu Kanaya sedang menemani putrinya bermain boneka ketika Meta datang.
"Naya..gue datang " Meta langsung heboh begitu datang.
"Ya Tuhaan Meta..gue kangen sama Lu " Kedua sahabat itupun langsung berpelukan di depan Alana yang tampak bengong.
Meta melepaskan pelukannya ketika netra nya menangkap sosok mungil yang sedang bermain boneka diatas karpet.
"Ya Tuhaaan anak lu cantik banget Nay " Meta berjongkok dihadapan Alana. "Boleh Aunty cium tidak ?" tanyanya.
Alana menggeleng tanda menolak
"Dia ga kenal sama Lu " Kanaya terkikik.
"Kalau begitu kita kenalan dulu..aku Aunty Meta..kamu pasti Lana ya ?" Meta memperkenalkan diri sedangkan Alana tampak terbengong-bengong.
"Dia mirip banget sama si Daddy bule " bisik Meta.
"Ya iyalah..kan dia bapaknya" jawab Kanaya.
"Ngomong-ngomong si bule itu dimana sekarang ? gue yakin dia pasti bakalan nyesel sudah cerein Lu Nay..apalagi kalau tau dia punya anak secantik ini " oceh Meta sambil mempermainkan rambut Lana yang lembut.
Meta dan Viona memang sudah tau skandal yang terjadi antara Arsen dengan Kanaya setelah insiden penembakan itu menjadi trending topik di mana-mana .
"Gue ga tau dan ga mau tau.. dan memang sebaiknya dia tidak perlu tau tentang Alana " jawab Kanaya.
"Tragis bener sih Nay kisah cinta Lu " Meta terlihat sedih ia pun memeluk tubuh Kanaya.
"Gue juga ga nyangka kalau hidup gue akan seperti ini. Gue pikir Mama dan Papa akan merestui karena kita sudah menikah.. eh sialnya gue malah dicerei " jawab Kanaya sambil tersenyum miris.
"Yang sabar ya Nay..gue doakan Lu akan dapat jodoh yang lebih baik daripada si bule kampret itu " Meta terlihat emosi kepada Arsen.
Meta terus memberikan motivasi untuk Kanaya.Ia tau pasti sangat berat bagi Kanaya menghadapi semua ini.
__ADS_1
Setelah berjam-jam berada di rumah Kanaya, Lana pun mulai kenal dan tidak menolak ketika Meta ingin menggendongnya.
"Sekarang ini rencana kedepannya apa Nay ?" tanya Meta sambil duduk di karpet membantu Lana menyusun kepingan puzzle.
"Sepertinya gue akan gabung sama Papa di Perusahaan " jawab Kanaya.
"Lu ga ada niat buat cari Papa baru buat si cantik ?"
"Untuk saat ini belum , gue mau fokus sama Lana dulu " jawab Kanaya.
Jika saja belum menikah sudah pasti Meta akan menginap di rumah Kanaya seperti dulu, namun sayang sore itu ia harus pulang karena Miko datang menjemputnya
Besok pagi mereka harus kembali ke Jogja karena sejak menikah Meta dan Miko memang tinggal disana.
* * * *
Kanaya dan Arman sedang dalam perjalanan terbang ke Bali untuk menghadiri undangan pernikahan salah satu pengusaha perhotelan di sana.
Mereka berdua mewakili Widianto yang tidak bisa hadir karena kakinya habis terkilir pada saat bermain tenis.
Kanaya dan Arman datang sehari sebelumnya dan mereka menginap di hotel yang sama dengan tempat acara resepsi.
Simon saat itu sedang berada di lobby saat Kanaya dan Arman check-in.
Setelah Kanaya dan Arman pergi ke kamarnya Simon pun menghampiri resepsionis dan menanyakan nomor kamar mereka.
Petugas resepsionis itu memberitahu nomor kamar Kanaya dan Arman dan ternyata mereka memesan kamar terpisah.
Rasa ingin tau Simon semakin besar.Dan Simon pun mulai mencari tahu dengan cara mendekati Arman.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, Simon dan Arman tidak sengaja bertemu di sebuah coffee shop dekat hotel tempat mereka menginap.
"Boleh saya duduk disini ?" tanya Simon sambil menunjuk sebuah kursi di depan Arman.
"Silahkan" jawab Arman ramah.
Kebetulan coffee shop itu lumayan penuh pengunjung.
"Anda sendirian ? kemana istri anda ?" Simon memulai pasang umpan.
__ADS_1
"Istri ?" dahi Arman mengkerut.
"Bukannya kemarin anda datang bersama istri ? saya sempat melihat ketika anda dan istri tiba " pancing Simon.
Arman tertawa
"Dia bukan istri saya.. dia adik saya " jawabnya
"Oh maaf " kata Simon
Bukan istri ? pantas mereka tidak satu kamar. Tapi bukankah Kanaya itu anak tunggal ? apakah pria ini putra Widianto dari istri yang lain ? Lalu kenapa anak perempuan kecil itu memanggil pria ini Papa dan memanggil Kanaya Mommy ?
ada banyak pertanyaan di kepala Simon.
Karena duduk satu meja akhirnya mereka pun berkenalan. Simon akhirnya tau jika Arman adalah anak angkat Widianto..dan mungkin saja dia adalah jodoh yang sedang Widianto siapkan untuk Kanaya.
Melihat Kanaya dan Arman cukup akrab pasti tidak akan sulit untuk menyatukan keduanya, buktinya sekarang mereka pergi ke Bali hanya berdua.
Sebetulnya Simon masih ingin mencari tau tentang anak perempuan itu namun Simon terpaksa menahannya karena itu terlalu pribadi.
Simon sebetulnya masih ingin mengobrol banyak dengan Arman namun pria itu keburu pamit setelah menghabiskan kopinya.
Simon berharap ia akan bertemu dengan Kanaya besok di acara resepsi pernikahan namun sayangnya hanya Arman yang datang.
Kanaya memutuskan tidak datang karena tiba-tiba ia sakit perut.
Di acara itu Simon dan Arman kembali bertemu dan mereka pun bertukar nomor telepon.
[ Aku ketemu dengan Kanaya Bos ]
Satu pesan dari Simon membuat jantung Arsen tiba-tiba berdegup dengan kencang.
Sudah bertahun-tahun akhirnya ia mendengar nama itu lagi.
Simon menunggu Arsen bertanya dimana ? sama siapa ? kapan ? namun pesan itu hanya dibaca dan tidak pernah dibalas.
[ Dia semakin cantik Bos ]
Pancing Simon , namun tetap tidak ada tanggapan dari Arsen.
__ADS_1
Oke fix..si Bos tidak berminat membicarakan curut kecil itu. Namun jika ia menceritakan ada anak kecil yang memanggil Kanaya dengan sebutan Mommy, Simon yakin jika Arsen akan terusik.. tapi Simon tidak akan mengatakan sesuatu yang belum jelas karena ia tidak suka bergosip.