
Hari kelulusan Kanaya pun tiba, Widianto dan Hana kompak datang ke sekolah sebagai undangan wali murid.
Hari itu Kanaya tampak cantik dalam balutan kebaya berwarna biru muda.
Sejak Kanaya pergi dari rumah menuju ke sekolah bersama orangtuanya, Arsen diam-diam mengikuti dari belakang.
Arsen sebenarnya ingin ambil bagian dalam momen penting Kanaya di sekolahnya, namun akhirnya ia hanya bisa melihat dari jauh saja.
Arsen tersenyum bangga ketika nama Kanaya masuk kedalam sepuluh siswa dengan nilai ujian terbaik.
Arsen tidak lupa mengabdikan semua momen penting itu dengan kameranya tanpa sepengetahuan Kanaya.
Setelah semua rangkaian acara kelulusan selesai, Kanaya dan orangtuanya pun bersiap untuk pulang.
Ketika akan masuk kedalam mobil, tiba-tiba ada anak kecil menghampiri Kanaya dan memberikan sebuah buket bunga yang sangat cantik.
Kanaya belum sempat berucap apapun karena gadis kecil itu langsung pergi.
Ketika menilik buket bunga ditangannya disana terselip sebuah kartu dimana di dalamnya tertulis
with love from Ars
Senyum Kanaya langsung mengembang setelah mengetahui dari siapa buket bunga itu..siapa lagi kalau bukan suami bule nya.
Selesai acara di sekolah mereka menggelar acara pesta kecil di rumah Kanaya bersama Meta dan Viona.
Ketiga remaja itu menghabiskan waktu kebersamaan mereka yang tersisa sebelum mereka berpisah karena mereka akan melanjutkan kuliah di tempat yang berbeda.
Meta akan kuliah di Jogja menyusul Miko yang juga kuliah disana, sedangkan Viona akan berangkat ke Jepang dan melanjutkan pendidikannya disana..sedangkan Kanaya terlihat masih bingung.
Kanaya belum berani memutuskan akan kuliah dimana karena ia harus meminta ijin dari orangtua dan Arsen suaminya.
Kisah hidupnya yang sangat rumit membuat Kanaya bingung harus menentukan langkah.
Pada saat Meta dan Viona akan pulang, Kanaya minta ijin kepada Widianto dan Hana untuk menginap di rumah Viona. Karena sudah mengenal Viona dengan cukup baik Widianto dan Hana pun mengijinkan.
Setibanya di rumah Viona, Kanaya pun langsung menghubungi Arsen dan minta dijemput di rumah Viona.
Tidak berselang lama Simon pun datang untuk menjemput Kanaya.
"Daddy nya sedang dimana Om ?" tanya Kanaya kepada Simon.
"Pak Arsen sedang menunggu di apartemen " jawab Simon.
Wajah Kanaya tampak berseri karena akan segera bertemu dengan si bule kesayangannya.
Setelah memastikan Kanaya masuk ke apartemen Simon pun langsung pergi.
Arsen sedang membuat pasta di dapurnya ketika Kanaya datang dan langsung memeluk tubuh tinggi itu dari belakang.
"Daddy sedang bikin apa ?" tanya Kanaya.
__ADS_1
"Pasta untuk kamu " jawab Arsen sambil berbalik kemudian mengecup bibir Kanaya sekilas.
Setelahnya Arsen kembali fokus pada masakannya yang hampir selesai.
Kanaya menatap kagum pada pria bule yang tampak semakin terlihat tampan ketika memakai apronnya.
Bukan hanya tampan tapi seksi
Tidak lama kemudian pasta buatan Arsen pun sudah tertata sangat cantik di atas piring.
Kanaya menikmati pasta itu dari pangkuan Arsen. Mereka makan dengan saling menyuapi.
"Daddy.. terimakasih buket bunganya " katanya dari pangkuan Arsen.
Arsen mengangguk
"Tadi kamu cantik sekali pakai kebaya, Daddy nyaris nekad akan culik kamu "
"Tidak usah diculik aku juga datang sendiri " jawab Kanaya sambil terkekeh.
Arsen ikut terkekeh sambil menerima suapan pasta dari Kanaya.
Setelah pasta mereka habis, Kanaya merapikan meja makan dan mencuci piring.
Selagi Kanaya mencuci piring, Arsen memeluk tubuhnya dari belakang.
Sesekali Kanaya menoleh dan sedikit mengangkat kepalanya untuk mencium bibir Arsen.
Setelah dapur Arsen kembali bersih, mereka pun beristirahat sejenak di sofa sambil menonton tv.
Kanaya termangu, jujur ia merasa ketakutan namun mereka tidak bisa selamanya merahasiakannya.. Mama dan Papanya berhak tau mengenai pernikahan mereka dan Kanaya harus siap dengan segala kemungkinan.
"Sayang..kamu sudah siap kan ?" tanya Arsen.
"Iya Dad " jawab Kanaya walau dalam hati sempat meragu.
"Setelah mendapat restu dari orangtua kamu Daddy akan membawa kamu ke rumah baru Daddy " ujar Arsen dengan tangan mulai iseng menyusup dibalik baju Kanaya.
"Rumah baru ?" mata Kanaya membola.
"Ya..Daddy sudah siapkan rumah untuk tempat tinggal kita. Daddy berencana mengajak Mama kamu tinggal bersama kita... namun sepertinya kita akan tinggal berdua karena Mama kamu pasti memilih tinggal bersama Papa kamu "
"Mereka masih tidur terpisah..Mama masih belum bisa memaafkan atas pengkhianatan papa dengan Angel "
"Yang benar sayang ? aku pikir mereka sudah benar-benar bersama "
"Aku juga inginnya begitu tapi sepertinya Mama masih dendam sama Papa " jawab Kanaya.
"Semoga mereka akan benar-benar berbaikan dan kembali menjadi keluarga yang utuh " Arsen mendoakan mertuanya.
"Semoga mereka juga dapat menerima aku sebagai menantunya " lanjut Arsen sambil mempermainkan jarinya di pu ting payu dara Kanaya.
__ADS_1
"Aamiin " jawab Kanaya
Disaat Arsen dan Kanaya sedang menikmati malam panas di kamar Apartemennya, Angel terlihat mondar-mandir di kamarnya dengan ponsel ditangannya.
Beberapa waktu yang lalu Angel mendapat laporan dari anak buahnya jika Kanaya datang ke apartemen Arsen dan sampai saat ini belum keluar dari sana.
Untuk apa Kanaya datang ke apartemen Arsen ? Angel mencoba menghubungkan beberapa photo sebelumnya yang dikirim anak buahnya dimana Arsen dan Kanaya masuk ke supermarket dengan saling bergenggaman tangan..apakah mungkin wanita ****** yang sudah mencuri suami bulenya itu adalah Kanaya ?
Angel mondar-mandir dengan perasaan yang kacau. Meskipun ia sudah diceraikan oleh Arsen namun ia tidak rela melihat Arsen dimiliki wanita lain apalagi wanita itu adalah mantan anak tirinya sendiri.
Waktu hampir menunjukkan jam delapan malam ketika Angel nekad pergi ke apartemen Arsen.
Angel ingin memastikan sendiri kecurigaannya dengan mata kepalanya sendiri apa benar Kanaya adalah orang ketiga dalam hancurnya pernikahan nya dengan Arsen.
Angel sengaja menyamar sebagai kurir pengantar makanan agar bisa masuk ke unit apartemen Arsen.
* * * * *
Simon sengaja menaikan volume tv agar suara erotis dari kamar Arsen tidak terdengar olehnya.
Bulu kuduk Simon merinding ketika mendengar suara jeritan tertahan Kanaya dari dalam kamar.. sepertinya sosis jumbo si bule sedang mengamuk di sarangnya.
"Ngapain juga gue disuruh kesini cuma untuk mendengar suara horor begini " Simon menggerutu ketika suara Arsen dan Kanaya terdengar semakin keras dari arah kamar.
Simon yang tidak tahan dengan suara erotis dari kamar Arsen beranjak ke kamarnya hendak pergi tidur, namun langkahnya tertahan ketika suara bel berbunyi.
"Saya mau mengantarkan paket pesanan atas nama pak Arsen " seorang kurir pengantar makanan berdiri tepat di lubang pintu.
"Berapa ?" tanya Simon
"Seratus lima puluh ribu " jawabnya dengan wajah menunduk tersembunyi dibalik topinya.
"Tunggu sebentar " Simon masuk ke kamarnya untuk mengambil uang.
Disaat Simon masuk ke kamarnya untuk mengambil uang, Angel yang menyamar sebagai kurir itu pun langsung menyelinap masuk ke kamar yang lain yang ia yakini Arsen dan Kanaya berada.
"Oh jadi kamu wanita ****** yang sudah menggoda suami aku " hardik Angel.
Arsen yang sedang berada diatas tubuh Kanaya tampak kaget dan buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.
"Angel..ngapain kamu kesini ?" tanya Arsen.
"Jadi selama ini kalian selingkuh hah ?" tanya Angel sambil mengeluarkan sepucuk senjata api dari balik kemejanya.
"Angel jangan gila kamu " cegah Arsen ketika Angel mengarahkan pistolnya kearah Kanaya yang tampak menggigil ketakutan sambil memeluk selimutnya.
"Dasar wanita ****** " Angel menarik pelatuk pistolnya hendak menembak Kanaya.
Sebelum Angel menarik pelatuk pistolnya, Arsen buru-buru melindungi tubuh Kanaya dan suara letusan senjata pun terdengar.
Simon yang sedang mengambil uang di kamarnya kaget ketika mendengar suara letusan senjata dari arah kamar Arsen.
__ADS_1
Pria itu langsung loncat dan berlari kearah kamar Arsen dan mendapati Kanaya tengah menangis sambil memeluk tubuh Arsen yang bersimbah darah.
Simon langsung meringkus Angel yang tampak masih shock karena tembakannya malah melukai Arsen bukan Kanaya.