Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Papa Kanaya Kembali


__ADS_3

Arsen memeriksa setiap detil rumah barunya yang hampir rampung itu. Rumah dua lantai dengan halaman yang luas itu terlihat sangat megah.


Di sisi kiri bangunan utama terdapat garasi yang cukup luas yang cukup untuk menampung beberapa mobil.


Masuk ke pintu utama disana ada ruang tamu dan ruang keluarga yang sangat luas.


Rumah itu memiliki cukup banyak kamar, Arsen sudah mempersiapkan stok kamar yang cukup untuk calon anak-anak mereka kelak.


Di bagian belakang ada taman dan sebuah kolam renang, tepatnya persis di depan kamar utama yang nantinya akan ditempati oleh Arsen dan Kanaya. Dari kamar Kanaya hanya tinggal membuka pintu untuk langsung melihat kolam renang itu.


Arsen sudah membayangkan mereka akan bermain dan berenang disana setiap akhir pekan. Membayangkannya saja membuat Arsen tersenyum-senyum sendiri.


Setelah puas melihat pekerjaan para tukangnya Arsen pun kembali ke kantornya.


Di kantornya Arsen menyempatkan diri mengirimkan pesan kepada Kanaya karena sudah hampir dua Minggu ia tidak bertemu dengan dengan istri kecilnya itu.


[ Bagaimana hari pertama ujiannya apakah lancar ? ]


[ Lancar Dad ]


[ Good job ]


[ Iya dong. Aku ingin buat Mama dan Daddy bangga ]


[ Iya sayang ]


Setelah berbalas pesan dengan Kanaya, Arsen menyimpan gawainya dan mulai fokus pada pekerjaannya dengan senyum tipis tersungging di sudut bibirnya.


Hanya tinggal hitungan bulan Kanaya akan menyelesaikan sekolahnya dan ia akan segera memboyong Kanaya dan Hana ke rumah barunya.


* * * * * *


Beberapa Minggu Kemudian Di Sebuah Desa Terpencil


Seorang pria tampak duduk di sebuah dipan bambu yang tampak usang dan reot yang menjadi tempat tidurnya selama berbulan-bulan tepatnya sejak kecelakaan yang menimpanya.


Hampir satu tahun yang lalu pria itu yang tidak lain adalah Widianto tidak dapat menguasai kendaraan nya yang mengalami rem blong dan akhirnya masuk ke jurang.


Dalam keadaan terluka parah ada seorang pemuda yang sedang mencari kayu bakar datang menolongnya.


Pemuda itu berhasil mengeluarkan tubuh Widianto yang terluka parah dari dalam mobilnya sebelum mobil itu meledak.


Pemuda yang bernama Arman itu membawa Widianto ke pondoknya dan merawat luka-luka di tubuh Widianto.


Widianto mengalami luka patah tulang di kaki dan tangannya yang cukup parah sehingga pria itu hanya bisa berbaring. Selain itu ia juga mengalami amnesia yang diakibatkan oleh benturan di kepalanya pada saat terjadi kecelakaan itu.


Arman berusia tiga tahun diatas Kanaya dan ia adalah seorang yatim piatu. Ia mengolah ladang peninggalan kedua orangtuanya yang meninggal karena terbawa arus banjir bandang beberapa tahun yang lalu.


Berkat ketelatenan Arman mengurus Widianto kini kondisi Widianto pun mulai membaik. Kaki dan tangannya sudah mulai berangsur pulih, hanya ingatannya saja yang masih belum sepenuhnya pulih.


Namun pagi ini ketika terbangun dari tidurnya Widianto seperti mendapat mukjijat ketika tiba-tiba ia berhasil mengingat semuanya.

__ADS_1


"Apakah anda baik-baik saja ?" tanya Arman ketika melihat Widianto tampak temenung diatas bale bambunya.


"Sepertinya saya sudah mengingat semuanya " ucap Widianto membuat mata Arman langsung melebar.


"Benarkah ?" tanya Arman.


"Iya." jawab Widianto sambil berusaha mengumpulkan semua kepingan memorinya.


"Saya harus kembali ke jakarta, keluarga saya pasti mengkhawatirkan saya " ucap Widianto.


"Tapi perjalanan ke Jakarta itu sangat jauh dan.. "


Arman tidak melanjutkan ucapannya.


"Dan apa ?" tanya Widianto


"Dan pastinya membutuhkan uang yang sangat banyak " lanjut Arman


Widianto terdiam, jika melihat keadaan rumah Arman yang lebih cocok dibilang gubuk tentu Arman tidak akan memiliki uang untuk mengantarnya ke Jakarta.


Widiaanto tiba-tiba melihat cincin kawin yang melingkar di jari manisnya. Perlahan ia melepas cincin itu dan menyerahkannya kepada Arman.


"Tolong jual cincin ini " pinta Widianto.


"Tapi bukan kah itu cincin kawin anda pak " Arman mengingatkan.


"Tidak apa-apa, istri saya pasti mengerti jika saya terpaksa menjualnya karena darurat " jawab Widianto.


"Baiklah " jawab Arman sambil menyimpan cincin itu di saku bajunya.


"Ki..kita pak ?" tanya Arman.


"Ya..aku akan membawa kamu ke Jakarta " jawab Widianto.


Setelah menyiapkan makanan untuk Widianto hari itu juga Arman pergi ke kota untuk menjual cincin Widianto.


Ketika sedang berada di toko perhiasan Arman dibuat terbengong-bengong ketika melihat banyaknya uang yang ia terima dari hasil menjual cincin milik Widianto itu.


Setelah keluar dari toko perhiasan, Arman pun mampir ke pasar untuk membeli pakaian dan sepatu untuk mereka sesuai perintah Widianto.


Setelah mendapatkan semua barang yang dibutuhkannya Arman pun langsung pulang.


Hari itu Arman dan Widianto pun bersiap-siap untuk kepergian mereka ke Jakarta besok.


Sebelum pergi Widianto menyuruh Arman untuk menitipkan hewan ternak miliknya kepada tetangganya karena mereka akan pergi dalam waktu yang cukup lama.


Kemungkinan Widianto tidak akan mengijinkan Arman pulang karena ia berencana ingin menyekolahkan pemuda itu hingga sarjana.


Keesokannya pagi-pagi sekali mereka pun pergi ke Jakarta. Dari desa tempat tinggal Arman butuh waktu dua jam untuk sampai kabupaten karena di sanalah adanya terminal bis yang akan membawa mereka ke Jakarta.


Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya mereka pun sampai di Jakarta.

__ADS_1


Setelah turun dari bis Widianto lekas memanggil taksi untuk mengantar mereka ke rumah.


Setibanya di rumah seisi rumah gempar ketika melihat kedatangan Widianto dan Arman.


Semua pelayan, tukang kebun dan sekuriti tampak shock melihat kedatangan Widianto.


Widianto mengumpulkan semuanya dan menjelaskan kronologi kejadian yang menimpanya.


Ketika Widianto menanyakan keberadaan Angel dan Kanaya semua terlihat bingung.


Akhirnya seorang pelayan senior berani angkat bicara.


" Beberapa bulan sejak Bapak dinyatakan meninggal Bu Angel menikah lagi dan tidak lama kemudian Non Kanaya pindah dari sini, katanya non Kanaya ngekost di dekat sekolahnya..tapi sebulan yang lalu Bu Angel bercerai dengan suaminya " pelayan itu menceritakan semua kejadian yang terjadi di rumah itu.


"Ternyata banyak yang terjadi selama aku tidak ada " gumam Widianto dengan wajah yang muram. Yang membuat Widianto sedih adalah ia tidak tau dimana keberadaan putrinya.


"Sekarang Angel kemana ?" tanya Widianto


"Bu Angel dan adiknya pergi ke Surabaya katanya orangtuanya sakit "


"Ya sudah..kalian semua jangan ada yang memberitahu kepulangan saya kepada Angel " pesan Widianto


"Baik Tuan " jawab semua serempak.


Widianto memutuskan pergi dari rumah bersama Arman dengan mobilnya, tujuan Widianto adalah apartemen Yohan pengacaranya.


Yohan yang sedang berasik masyuk dengan kekasihnya tampak shock ketika tiba-tiba Widianto muncul di apartemennya.


Setelah menyuruh kekasihnya pulang, Yohan pun menemui Widianto.


"Kebiasaan kamu main perempuan tidak hilang juga " omelan Widianto membuat Yohan yakin jika pria di depannya itu benar-benar bos nya yang sudah dinyatakan meninggal hampir satu tahun yang lalu.


Yohan hanya tertawa sambil memberikan dua botol minuman kaleng kepada Widianto dan Arman.


"Sejak anda tidak ada banyak yang terjadi di rumah anda Bos..hanya selang tiga bulan istri anda menikah lagi " Yohan memberitahu


"Saya sudah tau..sekarang tolong Carikan tempat tinggal sementara karena saya tidak mau tinggal di rumah yang sudah ditinggali oleh pria lain " perintah Widianto.


"Saya akan pesankan hotel untuk anda Bos..atau kalau anda tidak keberatan anda bisa tinggal disini sementara biar besok saya carikan tempat tinggal baru untuk anda "


"Malam ini saya dan Arman menginap disini saja, saya sangat lelah " jawab Widianto.


"Baiklah kalau begitu " jawab Yohan sambil menyiapkan kamar tamu untuk bos nya.


Setelah Widianto masuk ke kamar yang disiapkan untuknya, Yohan pun menanyai Arman mengenai bagaimana Arman bisa menemukan Widianto.


Keesokannya Yohan menyewa sebuah apartemen untuk tempat tinggal sementara Widianto.


Setelah Widianto mendapatkan tempat tinggal baru Arman pun pamit pulang.


Widianto tidak dapat menahan pemuda itu untuk tetap tinggal. Ia pun akhirnya menyuruh Yohan untuk mengantarkan Arman pulang ke kampungnya.

__ADS_1


Di apartemen nya Widianto menyiapkan diri untuk kembali ngantor sambil mencari keberadaan putrinya.


Yohan yang keburu pergi mengantarkan Arman tidak sempat bercerita kepada Widianto jika Kanaya kini tinggal bersama Hana di apartemen nya.


__ADS_2