
Keesokannya ranjang usang Arman pun benar-benar berakhir di perapian.
Viona dan Arman tertawa mengingat kejadian semalam. Sepertinya Arman telah berhasil menciptakan momen bulan madu yang sangat berkesan untuk mereka.
"Hari ini aku akan mencari ikan di sungai. Kamu tunggu disini saja ya !" Perintah Arman
Arman sengaja meninggalkan Viona di gubugnya karena Viona mengeluh sakit di bagian intimnya. Bahkan untuk jalan saja Viona terlihat meringis.
Sepeninggalan Arman ke sungai untuk mencari ikan, Viona mencoba menyalakan tungku untuk memasak nasi. Beruntung sewaktu SMA Viona pernah aktif di eskul Pramuka sehingga cukup tau bagaimana cara memasak nasi dengan menggunakan kayu bakar.
Sebelum tengah hari Arman pulang dengan membawa ikan dan sayuran dari kebun.
"Sayang..siapa ini yang masak nasi ?" Tanya Arman ketika menemukan satu bakul nasi diatas meja.
"Ya aku lah..memangnya disini ada pelayan ?" Jawab Viona.
"Beneran kamu bisa ?" Arman kurang percaya akan kemampuan Viona. Kanaya saja kalau disuruh masak oleh Mama Hana pasti kabur.
"Ya beneran " Jawab Viona
"Jadi goreng ikan juga bisa dong ?" Tanya Arman.
"Bisa..tapi aku tidak bisa bersihinnya..tidak tega " Jawab Viona.
"Ya sudah kalau begitu aku saja yang bersihinnya " Kata Arman sambil membawa ikan hasil tangkapannya untuk dibersihkan di belakang.
Pada saat Arman membersihkan ikan, Viona mulai menyalakan tungku bersiap untuk menggoreng ikan hasil tangkapan suaminya.
Viona hanya menggoreng dua ekor ikan dan sisanya akan ia goreng untuk makan malam.
" " "
JAKARTA
seluruh keluarga tidak ada yang tahu Arman dan Viona pergi kemana. Hana dan Widianto mulai khawatir karena nomor telepon Arman dan Viona tidak bisa dihubungi.
"Sayang..ini sudah hampir satu Minggu kak Arman dan Viona tidak ada kabar..aku harap dimanapun mereka berada mereka baik-baik saja " Ujar Kanaya
"Arman itu aneh.. masa bulan madu saja pake rahasia-rahasia an..Dia pikir kita akan nyusul dia kali " Jawab Arsen.
"Tapi aku juga penasaran sih dimana tempat bulan madu mereka..pasti tempatnya indah " Ujar Kanaya.
"Dimanapun tempatnya kalau bulan madu pasti indah sayang " Ujar Arsen.
"Iya..hehe " Jawab Kanaya.
*
__ADS_1
Rencana bulan madu Arman dan Viona yang hanya satu Minggu ternyata berubah total. Setelah dua Minggu Arman dan Viona tidak juga kembali ke Jakarta.
Arman dan Viona terlalu menikmati bulan madu mereka hingga kebablasan dan malas pulang ke Jakarta.
Di Jakarta seluruh keluarga tentu saja merasa khawatir terlebih Widianto yang merasa bingung karena Arman adalah salah satu tangan kanannya di Perusahaan.
Ada beberapa urusan yang berantakan disaat Arman tidak ada. Sedangkan Ia tidak bisa mengandalkan Kanaya yang memang berbeda divisi dengan Arman.
Beruntung Arsen sempat turun tangan membantu menggantikan tugas Arman disela kesibukannya yang padat.
"Keenakan bulan madu gini nih jadi lupa waktu..ga ingat pulang " Widianto mengeluh kepada Arsen saat mereka baru pulang bertemu klien perusahaan Widianto.
"Mungkin mereka dalam perjalanan pulang Pah " Jawab Arsen
"Mereka itu pergi bulan madu kemana sih ? pake rahasia-rahasia segala.. tidak bisa dihubungi lagi " Widianto masih ngomel-ngomel.
"Kalau begitu kita lacak saja dimana keberadaan mereka Pah " Saran Arsen
"Ide bagus..Papa setuju " Widianto setuju akan saran menantunya itu.
Hari itu juga Arsen menyuruh Simon melacak keberadaan Arman dan Viona dari GPS mobil yang mereka pakai.
Beruntung setiap hari Arman tidak pernah absen memanaskan mesin mobilnya meskipun selama seminggu ini tidak mereka pakai kemanapun.
Arsen dan Widianto menunggu Simon sambil menyesap rokoknya. Tidak lama kemudian Simon pun telah berhasil melacak keberadaan Arman dan Viona.
"Papa tau tempat itu " Kata Widianto membuat Arsen dan Simon saling tatap.
"Dimana Pah ?" Tanya Arsen
"Itu adalah desa tempat tinggal Arman dimana Papa dirawat saat kecelakaan itu " Jawab Widianto
"Kemungkinan mereka berdua ngumpet disana "
Arsen dan Simon tertawa
"Bukan ngumpet Pah..tapi bulan madu " ralat Arsen
"Besok kamu dan Naya jemput mereka kesana dan paksa mereka pulang !" Perintah Widianto
"Baik Pah " Jawab Arsen.
"Enak saja bulan madu kok lupa pulang " Sungut Widianto
Arsen dan Simon saling lirik sambil berusaha menahan senyumnya.
Keesokannya Arsen dan Kanaya pun berangkat kealamat desa tempat tinggal Arman. Sebelum pergi Lana sempat menangis ingin ikut.
__ADS_1
"Daddy..Lana ingin ikut jemput Papa " Rengeknya.
"Jangan ya perjalanannya jauh, nanti Lana lelah..lebih baik kita jalan-jalan saja sama Oma dan Opa dan kita beli mainan yang banyak " Bujuk Hana.
"Baiklah" Alana pun termakan bujukan Omanya.
Arsen dan Kanaya pun berangkat dengan hati yang tenang karena Lana sudah tidak menangis lagi.
Karena desa tempat tinggal Arman lumayan jauh dan terpencil Arsen dan Kanaya pun baru sampai ketika hari menjelang sore.
Kedatangan Kanaya dan si bule membuat heboh semua penghuni desa. Mereka terkesan melihat ketampanan si bule suami Kanaya itu.
"Akhirnya ketemu juga kalian " Kata Arsen saat memarkirkan mobilnya tepat di sebelah Arman.
"Pantas nomor mereka tidak aktif ternyata disini tidak ada sinyal Dad " Kata Kanaya.
"Iya sayang..tempat ini cocok untuk bersembunyi" Jawab Arsen sambil tertawa.
Arsen menuntun Kanaya yang sedikit kesusahan saat berjalan di jalanan setapak menuju gubuk milik Arman.
Setelah lima menit mereka pun sampai di gubuk milik Arman yang tampak sepi.
"Dad..apakah mereka sedang pergi ?" Tanya Kanaya.
"Tidak mungkin sayang..kan mobilnya ada " Jawab Arsen.
"Kakak...Viona...!" Kanaya memanggil-manggil Arman dan Viona.
Arman dan Viona yang sedang berolahraga berkuda tampak kaget ketika mendengar suara Kanaya.
"Seperti suara Kanaya ,kak " Kata Viona yang sedang berperan sebagai kuda tunggang milik Arman.
"Tidak mungkin sayang " Jawab Arman sambil kembali menggenjot kuda tunggangannya yang mulai binal.
"Kakaaak..Viona..aku datang "
Kembali terdengar suara Kanaya. Namun kali ini Arman memilih tidak menghiraukannya. Arman memilih melanjutkan menaiki kuda tunggangannya karena sebentar lagi mereka akan sampai.
Setelah Arman dan Viona telah sampai pada puncak kenikmatan berdua barulah mereka menajamkan pendengaran mereka untuk mencari asal sumber suara.
Ketika suara Kanaya terdengar disertai gedoran di pintu barulah Arman dan Vina yakin jika Kanaya benar-benar datang bersama si bule nya.
"Jangan kencang-kencang gedor pintunya bisa roboh rumah kakak " Ucap Arman setelah keluar dari kamar. Namun Viona masih di dalam kamar sedang memakai bajunya.
"Habisnya kakak lama sih buka pintunya..memangnya kalian sedang ngapain sih ?" Tanya Kanaya kepo
"Sedang buat keponakan untuk kamu "
__ADS_1