
Setelah kedatangan Kanaya dan si bule ke rumahnya suasana di rumah Arman menjadi semakin hangat.
Malam itu Arman dan Arsen menikmati kopi hitam dan sepiring singkong rebus.
"Lu bisa nyalain tungku Vi ?" Tanya Kanaya setengah tidak percaya.
"Ya bisa lah..gue sama Meta kan pernah ikut eskul Pramuka. Emangnya lu kerjaannya pacaran terus sama si bule " Jawab Viona membuat Kanaya tertawa cengengesan.
"Dari SMA lu udah tau batang singkongnya si bule jadi ga pernah mau ikut kegiatan apapun di sekolah..kerjaannya ngurusin batang singkongnya si bule terus " Ledek Viona membuat Kanaya tertawa semakin lebar.
"Bukan batang singkong Vi..tapi sosis jumbo " Ralat Kanaya
"Dasar Lu "
Kanaya dan Viona tertawa cekikikan, sementara Arman dan Arsen anteng mengobrol di teras rumah Arman.
"Aku dan Naya disuruh Papa jemput kalian " Ucap Arsen sambil menyesap kopinya.
"Aku dan Viona masih betah disini. Bahkan kami berencana untuk tinggal disini saja. Viona tidak keberatan aku ajak menggarap lahan disini" Jawab Arman membuat Arsen langsung melotot.
"No way..kalian harus ikut pulang dengan kami besok. Kamu mau Papa murka ?" Kata Arsen
Arman terdiam..ia cinta desa ini tapi ia juga sayang kepada keluarga angkatnya.
"Seminggu ini aku bantu Papa ngurusin kerjaan kamu padahal kerjaan aku juga banyak..please pulanglah dengan kami. Kasian Papa " Arsen memohon.
"Baiklah..tapi dua hari lagi ya !" Pinta Arman.
"Oke ga masalah. Aku dan Naya akan menginap disini dua hari kedepan " Jawab Arsen.
"Jangan..lebih baik kalian cari hotel saja. Di kecamatan ada guest house yang bisa kalian sewa. Kalian tidak akan betah disini " Arman melarang
Arman yakin Kanaya tidak akan betah di gubuk sederhana miliknya.
"Kenapa kita tidak boleh nginep disini ? kakak pelit banget " Kata Kanaya yang sempat mendengar obrolan antara Arman dan si bule.
"Kamu tidak akan betah disini Nay. Kamu tau sendiri rumah kakak begini keadaannya " Jawab Arman
"Tidak masalah..pokoknya aku mau menginap disini. Titik !" Jawab Kanaya.
"Ya sudah..tapi kamu jangan ngeluh dengan keadaan rumah kakak ini "
__ADS_1
"Tidak akan " Jawab Kanaya.
Kanaya dan Viona ikut mengobrol di teras bersama Arman dan Arsen. Disela-sela obrolan mereka Kanaya beberapa kali memukul nyamuk yang hinggap di kulit putih mulusnya.
"Kalau disini banyak nyamuk Nay..makanya jangan pake hot pants gitu..nyamuk pada senang " Kata Viona.
Kanaya pun baru merasa aman dari serangan nyamuk setelah Viona meminjamkan sarung milik Arman kepada Kanaya.
Ketika malam semakin larut dan udara pun semakin dingin mereka pun masuk untuk tidur.
Karena lelah setelah menempuh perjalanan panjang Arsen dan Kanaya pun tidur lebih cepat daripada Arsen dan Viona.
Kanaya tampak tidur pulas dalam pelukan hangat di bule. Tubuh mungil Kanaya nyaris tenggelam terkungkung tubuh tinggi si bule.
"Vi..mereka sudah tidur ?" Tanya Arman dengan suara pelan nyaris berbisik.
"Sudah kak " Jawab Viona balas berbisik.
"Kalau begitu sekarang sudah aman.. jadi kita bisa main lagi " Arman menarik tangan Viona agar merapat kepadanya.
"Tadi kan sudah..sebelum mereka datang "
"Tadi kan kita cuma main satu set gara-gara mereka datang. Aku mau lanjut lagi mainnya " Jawab Arman sambil melepaskan satu persatu kancing baju Viona.
Disaat Arman dan Viona sedang bermain permainan purba, Kanaya terbangun karena di bule menggerayangi tubuhnya.
"Ada apa Dad..aku ngantuk " Kanaya menggeliat manja saat tangan kekar si bule sudah menyusup di balik bra nya.
"Sayang..aku dengar suara aneh dari kamar Arman..sepertinya sekarang mereka sedang lembur " Bisik Arsen
"Dad..mereka itu kan pengantin baru jadi wajar kalau mereka sering lembur " Kanaya terkikik
"Tapi aku juga jadi ingin sayang " Jawab Arsen sambil menuntun tangan Kanaya agar menyentuh juniornya yang sudah menegang dibalik celananya.
Kanaya pun terlihat senang dan langsung mere mas nya dengan gemas membuat Arsen mengerang nikmat sambil memejamkan matanya.
Tidak lama kemudian Kanaya dan Si bule pun mulai melakukan permainan purbanya. Kanaya terdengar sangat berisik saat junior si bule mulai beraksi membuat Arman dan Viona menjadi tidak fokus.
"Dasar bule kampret bikin aku tidak fokus saja " umpat Arman yang masih berada diatas tubuh Viona.
"Apa kita usir saja kak ?" Tanya Viona yang juga merasa terganggu dengan suara uh ah Kanaya dan Arsen.
__ADS_1
"Jangan..kasian. Nanti mereka ngadu lagi sama Papa " Jawab Arman.
Suara berisik yang saling bersahutan dari dua pasang suami istri itu berakhir lewat tengah malam.
Kanaya yang kelelahan tertidur dalam pelukan hangat si bule. Begitu juga dengan Viona yang tidur lelap dalam dekapan hangat tubuh Arman.
Keesokannya pagi-pagi sekali Arman dan Viona membangunkan Kanaya mengajak untuk menyalakan pembakaran di dapur.
"Gue masih ngantuk Vi..badan gue rasanya ringsek, semalam gue kan habis nganu sama si bule " Kanaya malas diajak bangun.
"Ya terserah kalau begitu nanti lu bikin makanan sendiri buat si bule " ujar Viona sambil beranjak ke belakang untuk menyalakan kayu bakar.
Kanaya membantu sebisanya.
"Kita seperti yang sedang camping ya Vi..si Meta kalau liat kita begini dia pasti ngiri " Ujar Kanaya.
Kedua wanita cantik itu mengambil photo mereka di depan perapian dan menyimpannya untuk di kirimkan kepada Meta jika mereka sudah sampai di kota.
Pagi itu Kanaya dan Viona merebus singkong dan ubi untuk sarapan, tidak lupa dua gelas kopi hitam mereka suguhkan untuk Arman dan Arsen.
Hari itu adalah hari terakhir Arman dan Viona di desa karena Arsen dan Kanaya berhasil memaksa mereka pulang ke Jakarta.
Para tetangga yang mengetahui Arman dan Viona akan pulang datang berbondong-bondong memberikan bekal untuk dibawa ke Jakarta.
Mereka ada yang membawakan singkong dan ubi dan juga aneka sayuran hasil alam. Bahkan pak RT membekali Arman satu karung beras.
Ketika akan pulang anak-anak berkerumun mengerubuti Arsen
"Mister bagi duit dong " kata mereka sambil tertawa-tawa lucu.
Sebelum masuk ke mobil Arsen mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang dari sana.
Arsen membagi setiap anak satu lembar uang seratus ribuan dan mereka tampak melongo melihatnya.
Setelah semuanya siap mobil Arman dan mobil Arsen pun mulai berangkat meninggalkan desa tempat tinggal Arman.
"Ternyata tempat ini asik ya Dad..pantas kak Arman dan Viona malas pulang " Kata Kanaya.
"Iya sayang " Jawab Arsen sambil fokus pada jalanan berbatu yang mereka lewati.
Di jalan Kanaya pun menghubungi Papanya.
__ADS_1
"Kita sudah berhasil membawa kak Arman pulang,Pah " Lapor Kanaya
"Bagus..kalian memang bisa diandalkan " Jawab Widianto