Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Bertemu Alana


__ADS_3

Kanaya tidak dapat menolak ketika mantan mertuanya itu menggiringnya kedalam mobil dan membawanya pergi dari taman.


Sepanjang perjalanan mata Mama Arsen lekat menatap anak kecil bermata perak dalam pangkuan Kanaya..mata khas putranya.


Dari matanya saja Kanaya tidak dapat menyembunyikan fakta tak terbantahkan jika Alana mewarisi hampir sembilan puluh persen wajah Arsen.


"Kenapa kamu menyembunyikannya dari kami ?" wanita bule itu langsung menodong Kanaya dengan pertanyaan.


Yang dimaksud menyembunyikan oleh mantan mertuanya tentu saja Alana.


Kanaya menunduk


"Jawab Naya !"


"Aku tidak bermaksud menyembunyikannya, aku hanya menjalani hidupku sendiri setelah diceraikan..itu saja " jawab Kanaya sambil memeluk Alana.


"Mama tau Arsen itu salah, dia bodoh..tapi setidaknya beri kabar kami tentang kehadirannya " Mama Arsen menatap kearah Alana.


Kanaya menunduk


"Siapa nama cucu kami ini, Nay ?" Mama Arsen mengelus kepala Alana.


"Namanya Alana " jawab Kanaya


Mama Arsen memindahkan Alana ke pangkuannya dan mengecupi pipi bulatnya dengan gemas.


"Arsen bisa gila jika tau punya anak secantik ini " gumamnya.


Kanaya menunduk, jujur ia sebenarnya tidak ingin Arsen tau karena menurutnya semua sudah berakhir sejak si bule itu menceraikannya.


Namun karena mantan mertuanya terlanjur menemukannya cepat atau lambat Arsen pun pasti akan tau tentang kehadiran Alana.


Meskipun baru pertama kali bertemu namun Alana terlihat nyaman duduk dalam pangkuan Mama Arsen.


Sepertinya Alana tau jika wanita bule yang sedang memangkunya adalah Oma nya sendiri.


Orangtua Arsen membawa Kanaya dan Alana ke apartemen Arsen yang dulu ditinggali oleh Kanaya dan Hana.


Kanaya yang tidak bisa menolak akhirnya mengabaikan beberapa panggilan dari Mama nya yang mencari keberadaannya dan Alana.


Tidak ingin membuat Hana khawatir Kanaya pun mengirimkan pesan


[ Aku bawa Alana ketemu Viona mungkin pulang siang ]


Hana mengerutkan dahinya, ia merasa heran tidak biasanya Kanaya pergi hanya memakai pakaian olah raga dan tidak membawa mobil pula.


Di apartemen Kanaya kembali disidang oleh mantan mertuanya.Kanaya hanya bisa menunduk. Ia melihat jelas jika mantan mertuanya itu kecewa kepadanya karena menyembunyikan Alana.

__ADS_1


"Jika kami tidak mengetahui sendiri berarti kamu dan keluarga kamu selamanya akan menyembunyikan fakta ini ?" tanya Papa Arsen.


"Maaf Pah " Kanaya menunduk.


"Apapun niat kamu awalnya sebelum memutuskan menikah tapi setidaknya hargai kami. Kami juga berhak atas cucu kami "


"Maaf Mah " ucap Kanaya dengan air mata berhamburan.


"Kedepannya kami akan sering datang lagi untuk menemui cucu kami. Kamu harap kamu dan keluarga kamu tidak mempersulitnya" ujar Papa Arsen tegas


"Iya Pah..kalian boleh kapan saja menemui Alana karena Alana juga cucu kalian " jawab Kanaya diantara isakannya.


"Lalu bagaimana dengan Arsen ? Mama harap kamu juga jangan mempersulit dia untuk bertemu dengan putrinya"


"Tidak Ma..dia boleh datang kapan saja untuk menemui putrinya" jawab Kanaya.


Kanaya tidak dapat melarang ketika Mama Arsen banyak mengambil photo Alana.


Kanaya yakin jika photo-photo itu tidak lama lagi akan sampai kepada Arsen.


Perkiraan Kanaya itu tepat. Beberapa menit kemudian Arsen yang sedang berada di kantornya di Singapura membeku menatap kiriman beberapa photo anak perempuan dari nomor Mama nya.


Arsen memperbesar gambar itu dan hatinya meleleh seketika ketika melihat wajah cantik anak kecil itu dengan mata peraknya.


"Kenapa selama ini kamu tega menyembunyikan nya dari aku Nay ?" bisik Arsen dengan suara tersendat di tenggorokan.


Tidak lama kemudian sambungan video pun tersambung dan seraut wajah cantik mungil itu muncul di layar gawainya.


Arsen speechless menatap wajah mungil itu yang tampak kebingungan.


Diujung telepon terdengar suara mamanya memberitahu jika yang sedang menelpon itu adalah Daddy nya.


[ Daddy ? ]


Tanya bocah itu bingung namun terus menatap kearah layar ponsel Oma nya.


Arsen mengangguk.


[ Iya..ini Daddy, maaf Daddy belum bisa menemui kamu ]


Ucap Arsen dengan suara bergetar. Kanaya yang tidak tertangkap kamera tampak terisak di ujung sana.


[ Siapa nama kamu sayang ? ]


[ Lana ]


[ Nama yang cantik..tunggu ya sayang nanti Daddy akan datang untuk menemui Lana ]

__ADS_1


Alana mengangguk


Setelah puas memandangi wajah putrinya Arsen pun mengakhiri sambungan video.


Setelah bertahun-tahun akhirnya Kanaya bisa mendengar suara itu lagi, tapi entah mengapa hatinya begitu nyeri saat Arsen sedikitpun tidak menyebut namanya..dia akan datang hanya untuk menemui putrinya saja.


Ketika hari sudah semakin siang orangtua Arsen pun terpaksa mengantarkan Kanaya dan Alana pulang karena cucunya itu mulai merengek ingin pulang.


Sebelum mengantarkan Kanaya dan Alana pulang, Mama Arsen sempat meminta nomor telepon Kanaya yang baru agar ia bisa mudah jika ingin bertemu dengan cucu nya.


Kanaya turun dari mobil mantan mertuanya sambil menggendong Alana yang tertidur.


Ia menidurkan Alana di kamarnya kemudian ia pun mengunci diri di kamarnya dan menangis sendirian.


* * * * * * * *


Satu Minggu kemudian Arsen memutuskan untuk kembali menetap di Jakarta dan menjalankan bisnisnya dari Jakarta


Ketika sampai di Jakarta hal pertama yang ia lakukan adalah datang ke rumah orangtua Kanaya untuk menemui putrinya.


Arsen tidak peduli seandainya Widianto dan Hana akan mengusirnya sekalipun.


Kedatangan Arsen yang tiba-tiba tentu saja membuat Widianto dan Hana kaget.


Mereka sempat berpikir jika Kanaya dan Arsen diam-diam sudah menjalin komunikasi kembali di belakang mereka. Namun ternyata Arsen datang hanya untuk menemui Alana. Pria bule itu sama sekali tidak menanyakan Kanaya.


Hana membiarkan Arsen dan Alana berdua di ruang bermain dengan diawasi seorang pengasuh. Sementara Kanaya tampak mengurung diri di kamarnya.. menangis.


"Kenapa kamu tidak ikut menemui dia ?" tanya Arman yang datang ke kamar Kanaya karena tau jika adik angkatnya itu sedang tidak baik-baik saja.


"Dia datang hanya untuk menemui Alana saja kak " jawab Kanaya sambil mengusap air matanya dengan punggung tangannya.


"Tapi setidaknya temui lah dia sebentar..agar kalian bisa saling bicara " saran Arman.


"Kakak pikir Papa dan Mama akan ijinkan ? mereka mengijinkan dia bertemu dengan Alana saja sudah syukur kak " jawab Kanaya.


Arman terdiam. Ia sebetulnya tidak terlalu tau tentang apa yang terjadi sebelumnya. Namun menurutnya apa yang Mama dan Papanya lakukan terhadap Kanaya dan Arsen terlalu kejam.


Kanaya dan Arman tidak menyadari jika pembicaraan mereka di dengar oleh Widianto dan Hana.


Widianto dan Hana berniat untuk menyuruh Kanaya turun untuk menemui Arsen namun niat itu mereka urungkan.


"Sepertinya kita salah sudah memisahkan mereka, Pah..kita sudah menyiksa batin Kanaya " ucap Hana lirih.


Widianto terdiam. Sebetulnya ia juga berpikir hal yang sama seperti Hana namun ia terlalu gengsi untuk mengakuinya.


Hana dan Widianto baru sadar jika apa yang mereka lakukan telah membuat Kanaya dan Arsen saling membenci.

__ADS_1


Kini sepasang suami istri itu dilanda kegamangan. Jauh di lubuk hati mereka yang terdalam mereka juga tidak tega melihat Kanaya selalu menutup diri selama bertahun-tahun.


__ADS_2