Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Masih Tidak Peduli


__ADS_3

Seharian itu Kanaya tiduran di kamar hotelnya. Arman sempat datang untuk memberikan obat sakit perut dan makanan kecil kesukaan Kanaya dan kemudian kembali lagi ke kamarnya.


Simon pulang lebih cepat ke Jakarta karena masih ada pekerjaan sedangkan Kanaya dan Arman baru kembali ke Jakarta dua hari kemudian.


* * * * * * *


Setelah kembali ke Jakarta, Simon dan Arman sempat beberapa kali janjian dan pergi nongkrong bersama.


Selain Arman cukup menyenangkan Simon juga bermaksud mencari tau lebih dalam tentang kabar Kanaya.


Dari Arman akhirnya Simon tau jika Kanaya sekarang sudah bergabung di perusahaan Papanya dan menduduki jabatan penting disana.


Ketika Arman dan Simon sedang ngopi bareng di sebuah coffee shop, Arman tiba-tiba mendapat panggilan video dari Kanaya.


Simon sempat melihat nama Kanaya di layar gawai Arman namun yang muncul disana malah seraut wajah cantik anak kecil bermata perak.


Astaga..Simon seperti sedang melihat Arsen dalam versi perempuan


[ Papa puyaaang beyi ec cim ya ]


Oceh anak perempuan itu cadel


[ Lana mau rasa apa ? ]


[ Cokat cama tobeli ]


[ Baiklah ]


[ Dadah Papa..muach ]


Simon tertawa ketika anak kecil itu memanyunkan bibirnya.. sangat menggemaskan.


"Namanya Lana ?" tanya Simon setelah panggilan video itu berakhir.


"Namanya Alana " jawab Arman


"Jika dia bukan anak kamu lalu kenapa dia memanggil kamu Papa ?" Simon mulai memancing.


"Dia tidak memiliki Papa..jadi aku tidak keberatan dia memanggilku Papa " jawab Arman.


"Memang Papa nya kemana ?"


"Sudah bercerai " jawab Arman


"Setelah bercerai apa Papanya tidak pernah menemuinya ?" Simon semakin penasaran.


"Bahkan Papanya tidak sempat mengetahui kehadirannya.


Mendengar penuturan Arman hati Simon pun mencelos. Simon semakin yakin jika anak kecil yang memanggil Arman Papa itu adalah anak Arsen.


"Apakah adik kamu tidak memberitahu kepada mantan suaminya jika mereka punya anak ?" tanya Simon.


"Aku sudah menyarankan seperti itu tapi Kanaya tidak mau " jawab Arman.


"Sayang sekali yah..padahal mantan suaminya berhak tau "


"Keponakan kamu itu lucu sekali aku jadi gemas..boleh aku minta satu photonya?" tanya Simon

__ADS_1


"Tidak boleh " jawab Arman tegas


"Baiklah " Simon mengerti.


Arman melirik arlojinya kemudian ia pamit pulang.


"Aku harus segera membeli pesanan Alana, kalau tidak dia akan marah dan menolak aku cium " katanya sebelum berlalu.


Simon tertawa.


Setelah Arman pergi Simon pun terlihat memesan tiket pesawat di sebuah aplikasi. Simon berniat pergi ke Singapura besok.


Setelah berhasil memesan tiket pesawat untuk tujuan ke Singapura, Simon pun pulang.


Arman pulang dengan membawa satu kantung berisi ice cream pesanan si cantik Alana.


Arman bukan hanya membeli varian rasa coklat dan stroberi saja, namun Arman juga membeli semua varian rasa yang ada.


Yang senang dengan bawaan Arman ternyata bukan hanya Alana namun Mommy nya juga.


Arman tersenyum melihat Kanaya dan Alana yang tampak anteng menikmati ice cream darinya.


* * * *


Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya Simon pun sampai di Singapura.


Begitu ia datang Arsen tampak sedang berenang di kolam renang mewah di samping rumahnya.


"Ngapain lu kesini ?" tanya Arsen setelah naik kemudian memakai kimono nya.


"Najis lu "


Simon tertawa.


Arsen duduk di kursi tempat berjemur sambil menenggak jeruk hangatnya.


"Bos !" panggil Simon


"Dari tadi gue disini " Arsen mengingatkan.


"Bos tidak ingin tau berita tentang Kanaya ?" tanya Simon


"Kalau maksud kedatangan lu kesini buat bahas tentang curut Kecil itu mending lu balik sana !" Arsen terlihat tidak suka ketika Simon membahas tentang Kanaya.


"Tapi curut kecil itu sudah punya anak Bos " sambar Simon.


"Mungkin anak nya bersama suami barunya "


"Sejak Bos menceraikan dia..Kanaya tidak pernah menikah lagi "


"Sok tau lu " Arsen tertawa sinis.


Simon menghela nafas berat. Meyakinkan Arsen itu ternyata susah sekali.


"Lu ga usah bikin gue ingat lagi sama curut nakal itu.. melupakan dia itu butuh perjuangan buat gue dan Lu jangan bikin perjuangan gue berakhir sia-sia " ucap Arsen sambil pergi meninggalkan Simon.


Karena tidak berhasil meyakinkan Arsen, akhirnya Simon pun mengadu kepada Orangtua Arsen.

__ADS_1


Orangtua Arsen memberikan reaksi yang sangat bertolak belakang dengan putranya. Bahkan Mama Arsen bersikeras ingin segera mendatangi kediaman Widianto di Jakarta.


"Jangan terburu-buru Mah..kita harus buktikan dulu kalau anak itu benar-benar anak Arsen "


"Tapi kata Simon Kanaya tidak pernah menikah " Mama Arsen bersikeras.


"Ya..tapi semua harus dibuktikan dulu " ucap Papa Arsen tegas.


"Pokoknya Mama akan ke Jakarta sama Simon. Mama penasaran ingin melihat anak itu "


"Kalau begitu Papa juga ikut "


"Papa juga penasaran kan ?" ledek Mama Arsen. Suaminya mengangguk.


"Lalu Pak Arsen sendiri bagaiman ?" tanya Simon.


"Sudah biarkan saja..kalau sampai terbukti anak itu anaknya baru tau rasa dia..dasar bodoh " jawab Mama Arsen dongkol.


Selama Simon dan orangtua Arsen mengobrol, pria bule itu sama sekali tidak keluar kamar, ia terus mengurung diri di kamar.


Karena Arsen tetap tidak peduli dan tidak mau mendengar apapun tentang Kanaya akhirnya Simon pun pulang ke Jakarta.


Kedua orangtua Arsen ikut ke Jakarta tanpa memberitahu kepada Arsen tentang apa tujuan kepergian mereka ke Jakarta.


Selama di Jakarta setiap pagi orangtua Arsen nongkrong di depan rumah Widianto di dalam mobilnya.


Mereka berharap bisa melihat Kanaya dengan putrinya seperti yang Simon katakan. Namun yang sering terlihat adalah Kanaya yang pergi bersama seorang pria, kadang juga bersama Widianto.


"Apa mungkin yang Arsen kira itu benar Pah kalau Kanaya itu diam-diam sudah menikah lagi ?" Mama Arsen mulai meragu.


"Makanya kita harus cari tau Mah "


Jauh di lubuk hati wanita bule itu masih sangat berharap Kanaya menjadi menantunya.


Disaat sepasang suami itu sedang meragu, tiba-tiba mereka terlihat heboh ketika melihat seorang anak perempuan mungil keluar bersama pengasuhnya kemudian bermain sepeda roda tiga di halaman.


"Mungkin itu anak yang Simon bilang..sayang ya kita tidak bisa melihat dari dekat " Mama Arsen tampak menyesal.


Mereka tidak dapat melihat wajah anak perempuan itu secara jelas, hanya rambut ikalnya saja yang berwarna coklat keemasan yang terlihat jelas..seperti rambut Arsen.


Kedua orangtua Arsen berada disana sampai pengasuh itu membawa anak kecil itu masuk dan tidak keluar lagi.


"Kita pulang Mah..besok-besok kita kesini lagi " Papa Arsen menyalakan mesin mobilnya dan mulai melaju meninggalkan tempat itu.


Meskipun belum berhasil mendapatkan bukti apapun namun mereka tetap semangat untuk nongkrong lagi disana besok.


Mereka berharap bisa melihat anak perempuan itu langsung dengan mata kepala mereka sendiri.


Keesokannya keberuntungan sedang berpihak kepada orangtua Arsen.


Pagi-pagi mereka melihat Kanaya membawa putrinya jalan-jalan ke taman.


Orangtua Arsen mengikuti dan langsung menghampiri Kanaya setelah wanita cantik itu sampai ke taman.


"Kanaya !" panggil Mama Arsen


"Ma..Mama..Papa ??"

__ADS_1


__ADS_2