
Menjelang hari pernikahan Arsen dan Kanaya yang kedua Widianto dan Hana melarang Kanaya dan Arsen bertemu. Terlebih setelah Widianto sempat memergoki Kanaya dan Arsen sedang berciuman di kamar sesaat setelah acara lamaran.
Setiap kali Arsen datang menemui Alana, Hana dan Widianto selalu mengurung Kanaya di kamarnya.
Seandainya Kanaya keluar pun Hana selalu menemani dan tidak pernah membiarkan Arsen dan Kanaya berduaan.
Sabtu pagi Arsen datang untuk mengunjungi Alana seperti biasanya.
Sejak kedatangan Arsen , Kanaya sama sekali tidak terlihat keluar dari kamarnya. Padahal Arsen tau jika Kanaya tidak pergi kemana-mana karena mobilnya ada di garasi.
Akhirnya Arsen pun menghabiskan waktu bermain dengan Alana saja.
"Lana..Mommy kemana sayang ?" tanya Arsen kepada Lana yang sedang memainkan boneka nya.
"Mommy nya bobo..Ndak boyeh kelual cama Oma " jawab Lana.
Tidak kuat menahan rindu kepada Kanaya, si bule pun mengambil gawainya dan mengirimkan pesan kepada sang pujaan hati.
[ Daddy ada di kamar Lana, kesini dong .. kangen ]
Tidak lama kemudian Kanaya membalas
[ Tidak bisa, ada Mama disini ]
Arsen terlihat murung, namun tidak lama kemudian Arsen kembali mengirimkan pesan
[ Nanti sore kamu bisa keluar tidak ? ]
[ Entahlah ]
[ Kalau bisa kamu ke apartemen ya ]
[ Iya ]
Setelah mendapat lampu hijau dari Kanaya wajah Arsen pun terlihat sumringah.
Arsen berada di rumah Widianto hingga sore. Setelah menidurkan Lana si bule pun pamit pulang.
Beberapa menit setelah Arsen pulang Kanaya meminta ijin untuk pergi bersama Viona.
Meskipun Hana dan Widianto mengijinkan namun diam-diam mereka menyuruh Arman untuk mengikuti Kanaya.
Hana dan Widianto mencurigai jika Kanaya akan pergi dengan Arsen dan ternyata dugaan mereka benar.
Setibanya di apartemen Arsen langsung menyambut Kanaya dengan sebuah pelukan hangat.
"Daddy kangen " bisiknya ditelinga Kanaya.
"Sama " jawab Kanaya
Malam itu Arsen sengaja mengusir Simon agar ia bisa berduaan dengan si pujaan hati.
__ADS_1
Baru beberapa menit berduaan tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi.
"Ngapain si Simon balik lagi, ganggu saja " Arsen beranjak menuju ke pintu dan ia pun kaget ketika mendapati Arman tengah berdiri disana.
"Arman ?"
"Kakak ?"
"Maaf..aku disuruh Papa untuk menjemput Kanaya pulang " kata Arman.
"Ih kakak..aku baru bertemu sebentar masa disuruh pulang sih ?" Kanaya langsung protes.
"Kalau begitu kakak temani kamu disini " jawab Arman sambil duduk di kursi di depan Arsen.
"Kakak nyebelin..aku sumpahin nanti kalau punya pacar akan aku gangguin " kata Kanaya kesal.
Arman menulikan pendengarannya.
Karena ada Arman diantara mereka Kanaya pun akhirnya pulang lebih cepat dari rencana awal.
Rasanya tidak nyaman pacaran dengan ditungguin oleh kakaknya.
Kanaya pulang dengan wajah cemberut. Ia kesal kepada Arman dan Mama Papa nya.
Pasti Mama dan Papanya yang menyuruh Arman mengikuti Kanaya.
Arman , Widianto dan Hana tampak cuek dan terkesan tidak peduli meskipun Kanaya terlihat kesal kepada mereka.
Beberapa hari menjelang pernikahan Kanaya dan keluarganya berangkat ke Lombok.
Mereka akan menggelar ijab Kabul dan pesta pernikahan Arsen dan Kanaya di resort milik Widianto.
Keluarga Arsen sendiri sudah ada di Lombok dan menginap di hotel milik keluarga.
Meta dan Viona datang ke Lombok sehari sebelum acara akad nikah.
Ketika sampai pada hari yang dinantikan, Arsen pun kembali mengucapkan ijab Kabul. Kali ini Widianto sendiri yang menjadi wali .
Suasana haru terasa saat acara ijab Kabul itu berlangsung. Arsen dan Kanaya tidak menyangka jika mereka akan kembali menjadi suami istri setelah mendapat restu dari Widianto dan Hana.
Selesai acara ijab Kabul sepasang pengantin baru itu langsung direpotkan oleh Alana yang terus merengek tidak mau jauh dari Mommy dan Daddy nya.
Masih dalam balutan jas pengantinnya Arsen tampak menggendong Lana yang terkantuk-kantuk di bahu nya.
Pada malam harinya masih di tempat yang sama diadakan acara pesta yang dihadiri oleh dua keluarga inti dan relasi bisnis kedua keluarga.
Semua larut dalam kebahagiaan. Hana dan Widianto duduk satu meja dengan besannya dan kedua kakak Arsen.
Widianto dan Hana meminta besannya untuk menceritakan tentang pernikahan pertama Arsen dengan Kanaya.
"Kami berinisiatif untuk menikahkan mereka karena khawatir melihat hubungan mereka yang sudah sangat dekat..bahkan mereka sudah tinggal bersama di apartemen " kata si bule Mama Arsen.
__ADS_1
Hana mengusap dadanya
"Apakah saat itu kalian tau kalau Naya itu putri sambung Arsen ?" tanya Widianto.
"Sama sekali tidak..mereka berdua kompak tutup mulut . Kami baru tau kalau Naya itu putri sambung Arsen setelah insiden penembakan itu " jawab Mama Arsen.
"Saat itu Arsen masih terikat pernikahan dengan Angel.. lalu kenapa kalian malah menikahkan Arsen dengan putri kami ?" Kini Widianto yang bertanya.
Mama dan Papa Arsen saling tatap, kemudian Papa Arsen yang menjawab.
" Sedari awal kami tidak merestui pernikahan Arsen dan Angel karena menurut kami Angel adalah wanita materialis "
"Tuh denger Pah " Hana menyikut perut Widianto. " Semua orang juga tau kalau dia itu cewek matre "
"Iya ..maaf " cicit Widianto.
Keluarga Arsen tertawa melihat perdebatan antara Widianto dengan Hana.
Malam semakin larut, pesta pun berakhir. Semua tamu sudah pulang. Para wanita dari kedua keluarga itu kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat kecuali para pria yang akan melanjutkan pesta sampai pagi.
Simon menyiapkan banyak minuman untuk pesta malam ini. Sebelum kembali ke kamarnya Hana berpesan kepada Arman untuk menjaga Papanya agar terlalu banyak minum.
Di kamar pengantin Kanaya melepas gaun pengantinnya dan segala aksesorisnya dengan dibantu oleh Viona dan Meta.
Di ranjang pengantin yang indah Lana tidur dengan pulasnya.
"Kok bisa sih Nay malam pengantin Arsen malah bikin party sampai pagi ?" tanya Meta.
"Itu katanya tradisi keluarga Arsen " jawab Kanaya santai.
"Oh "
"Kalau mabuk nanti ga bisa un boxing dong "celetuk Meta.
"Tidak apa-apa..kan bisa besoknya " jawab Kanaya santai.
Meta tiba-tiba mendekat kearah Kanaya.
"Nay..emang rudalnya si bule gede ya ? " tanya Meta dengan suara pelan.
"Mungkin..gue kan tidak tau ukuran rudal selain si bule " jawab Kanaya santai.
"Kalian ngomongin apaan sih ?" Viona pura-pura bego.
"Lu mending tidur sana sama Lana.. ini urusan para orang dewasa " kata Meta.
Viona langsung cemberut membuat Kanaya dan Meta tertawa geli.
Di tempat para pria berada, Arsen dan semua pria asik menikmati minuman hingga teler. Mereka baru kembali ke kamar masing-masing hampir dini hari.
Karena ada Lana di ranjang pengantin mereka, akhirnya Arsen pun tidur di sofa.
__ADS_1
Arsen sengaja tidak membangunkan Kanaya yang tidur sambil memeluk buah hatinya.