Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Aku Sedang Tersesat Dan Ingin Pulang


__ADS_3

Setelah mengantarkan Arman pulang ke desanya, Yohan pun langsung mencarikan tempat tinggal yang baru untuk Widianto.


Dengan uang semuanya bisa berjalan lancar. Dalam tempo dua hari Yohan sudah mendapatkan rumah yang megah untuk tempat tinggal Widianto.


Hari Senin depan Widianto siap datang ke kantornya dan menggemparkan semua karyawan nya termasuk Angel.


Sampai saat ini Angel yang masih berada di Surabaya memang belum mendengar kabar kepulangan Widianto.


Setelah selesai melewati serangkaian ujian sekolah, Kanaya memiliki banyak waktu di rumah sambil menunggu waktu kelulusan.


Seharian ini Kanaya berleha-leha di apartemen bersama mamanya tanpa ada acara menyelinap ke lantai atas karena Arsen sedang pergi ke Lombok untuk urusan pekerjaan selama satu Minggu.


"Mah..semalam aku mimpi bertemu dengan Papa..mungkin papa ingin di doakan ya Ma " ucap Kanaya yang sedang berbaring di pangkuan mamanya.


"Walaupun tidak ada kuburannya namun doa kita pasti akan sampai sayang " Hana mengelus rambut Kanaya.


Kanaya mengangguk dengan wajah yang muram.


"Daripada sedih memikirkan yang sudah pergi dan tidak akan pernah kembali bagaimana kalau kamu bantuin mama masak yuk !" Hana berusaha meredakan kesedihan putrinya.


"Aku mau makan bebek Rica-rica Mah !" pinta Kanaya.


"Baik sayang.. kebetulan mama masih punya stok daging bebek di kulkas " jawab Hana.


Bebek Rica-rica adalah makanan kesukaan Kanaya dan Papanya. Dulu setiap akhir pekan Hana tidak pernah absen membuat masakan kesukaan suami dan putrinya itu.


Setelah Hana memutuskan pergi dan tinggal sendiri , ia juga kerap kali membuatnya jika sedang rindu kepada Kanaya.


Kini menu masakan kesukaan Kanaya dan papanya juga disukai oleh Arsen.


Jika mamanya kebetulan memasak masakan itu Kanaya sering diam-diam mencuri dan mengantarnya ke unit Arsen di lantai atas.


Setelah kurang lebih satu jam berkutat di dapur akhirnya masakan pavorit keluarga Kanaya pun selesai.


"Papa.. Daddy..mari makan " ucap Kanaya dalam hati saat akan mulai makan.


Kanaya dan Hana yang baru akan memulai makan terpaksa menundanya karena mereka kedatangan tamu.


"Biar aku yang buka Ma " tutur Kanaya sambil beranjak menuju pintu.


Kanaya menebak jika orang yang datang adalah Arsen karena hanya pria itulah yang sering berkunjung.


Wajah Kanaya terlihat sumringah membayangkan Arsen yang tengah berdiri di depan pintu.


Namun ketika membuka pintu wajah Kanaya langsung terlihat pucat ketika melihat orang yang tengah berdiri di depan pintu.


Kanaya terlihat panik dan buru-buru menutup pintu kembali dan ia berlari memburu mamanya dengan tubuh gemetar.


"Kamu kenapa sayang ? siapa yang datang ?" tanya Hana.

__ADS_1


"I..itu..ha..hantu papa yang datang, sepertinya papa tau kalau kita sedang makan makanan kesukaan Papa " jawab Kanaya dengan bibir bergetar dan tubuh gemetar.


Ting tong


Suara bel kembali terdengar membuat Kanaya semakin ketakutan.


"Kamu mungkin salah lihat sayang " Hana mencoba menenangkan Kanaya sementara suara bel terus berbunyi.


"Mama buka pintu dulu ya " Hana hendak beranjak menuju pintu namun Kanaya melarang nya.


"Jangan mah..tadi beneran ada arwah papa di depan pintu " Kanaya menahan tangan mamanya.


"Sayang..jangan seperti ini. Biar mama lihat dulu " Hana menyuruh Kanaya menunggu di meja makan sementara dirinya beranjak menuju pintu karena suara bel terus berbunyi.


Hana langsung tersenyum ketika mendapati Yohan tengah berdiri di depan pintu.


Namun senyum Hana seketika menghilang ketika melihat pria yang berada tepat di belakang Yohan.


Hana tiba-tiba limbung dan akhirnya ambruk tidak sadarkan diri.


Kanaya menjerit memburu mamanya begitu juga dengan Yohan dan Widianto.


"Ini papa ma..kok malah pingsan sih " Widianto membopong tubuh Hana dan dibaringkan diatas sofa.


Kanaya menatap papanya dengan tatapan tidak percaya.


"Pa..papa.. benarkah ini papa ?" tanya Kanaya.


"Ya Tuhan..jadi papa masih hidup ? ini beneran papa om ?" tanya Kanaya kepada Yohan.


"Iya sayang..papa kamu masih hidup " jawab Yohan sambil tersenyum.


Kanaya pun menenggelamkan tubuhnya di pelukan papanya dan menangis sejadi-jadinya disana. Ini seperti mimpi saja bagi Kanaya.


Suara tangis Kanaya yang kencang akhirnya menyadarkan Hana dari pingsannya.


"Apakah ini benar kamu mas ?" tanya Hana.


"Iya Ma..ini aku..suami kamu bukan hantu " jawab Widianto.


Suami..setelah kita berpisah belasan tahun apakah kamu masih menganggap aku sebagai istrimu Mas ?


Suasana di apartemen itu tiba-tiba mengharu biru. Kanaya yang masih tidak percaya jika papanya kembali tampak tidak mau lepas dari pelukan pria itu.


"Sejak papa tidak ada banyak yang terjadi di rumah pah !" Kanaya mengadu.


"Iya.. papa sudah tau semua " jawab Widianto.


"Apakah papa akan kembali dengan mami Angel ?" tanya Kanaya.

__ADS_1


"Tidak akan.. Papa sudah memutuskan untuk tinggal dengan kalian saja " jawab Widianto sambil melirik kearah Hana.


Hana membuang muka.


Ketika kesadaran Hana sudah sepenuhnya pulih, perempuan itu pun mengajak Yohan dan Widianto makan bersama.


"Setelah belasan tahun akhirnya papa bisa makan masakan mama kamu lagi " ucap Widianto sambil makan dengan sangat lahap.


Hana hanya membuang nafas kasar. Bayang-bayang pengkhianatan suaminya kembali menari-nari di pelupuk matanya.


Suasana tiba-tiba terasa kaku ketika semua melihat wajah Hana yang tidak se happy Kanaya.


Widianto terdiam menyadari kesalahannya di masa lalu kepada istrinya itu.


Setelah menyelesaikan makannya Yohan mengajak Kanaya keluar. Mereka sengaja meninggalkan Hana dan Widianto berdua.


"Papa kamu ingin mengajak kalian pindah ke rumahnya " ucap Yohan ketika mereka memutuskan nongkrong di coffee shop yang ada di dekat sana.


"Aku sih tidak keberatan om tapi entah dengan Mama. Tadi saja waktu makan mama kelihatan yang tidak suka sama papa " jawab Kanaya.


"Om tau betul bagaimana dengan papa kamu..papa kamu pasti bisa memaksa mama kamu ikut karena secara hukum mereka belum bercerai " ujar Yohan.


"Semoga saja " jawab Kanaya


Melihat mama dan papanya kembali bersama adalah mimpi terbesar Kanaya sejak mamanya memutuskan pergi sewaktu ia masih kecil.


"Om, apakah Mami Angel tau kalau Papa kembali ?" Kanaya menatap Yohan.


"Tidak..Angel sedang di Surabaya. Dia tidak tau jika Papa kamu pulang. Om tidak dapat membayangkan bagaimana reaksi dia jika mengetahui Papa kamu kembali dan akan mengambil alih perusahaan " jawab Yohan sambil terkekeh


Kanaya ikut terkekeh.


Disaat Kanaya dan Yohan asik mengobrol sambil menikmati secangkir kopi, Hana dan Widianto malah terlihat sedang berdebat.


"Kemasi barang-barang kamu dan Kanaya sekarang juga karena hari ini juga kalian akan tinggal dengan aku lagi " perintah Widianto sedikit keras karena Hana terus menolak ketika Widianto mengajak pindah ke rumahnya yang baru.


"Kamu tidak bisa seenaknya memaksa begitu, aku sudah tidak mau hidup bersama kamu lagi sejak kamu menikahi wanita itu " jawab Hana.


"Kamu tidak bisa menolak, Hana.. karena secara hukum kamu masih istri aku..jadi aku berhak sepenuhnya atas diri kamu " ujar Widianto tegas.


"Huh..egois sekali kamu . Sejak kamu membawa wanita itu ke rumah aku sudah tidak lagi menganggap kamu sebagai suami aku " ucap Hana tegas.


"Terserah apapun yang kamu bilang. Yang jelas aku tidak pernah menceraikan kamu dan dimata hukum kamu masih sah sebagai istri aku..kalau kamu bersikeras tidak mau ikut dengan aku maka aku akan membawa Kanaya saja " jawab Widianto santai.


"Enak saja..aku tidak akan membiarkan kamu membawa Kanaya " Hana langsung naik pitam.


"Pilihan ada ditangan kamu Ma..jika masih ingin bersama Kanaya maka ikutlah dengan aku !" bujuk Widianto dengan suara melunak.


"Aku benci kamu !" Hana melampiaskan amarahnya dengan melempari Widianto dengan bantal kecil yang ada di sofa.

__ADS_1


"Aku masih cinta kamu mah..aku hanya sedang tersesat dan sekarang aku ingin pulang..pulang kepada istri dan anakku " ucap Widianto lirih.


__ADS_2