Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Mabuk


__ADS_3

Arman membawa Viona makan di sebuah restoran yang berada tidak jauh dari kantor.


Mereka duduk di sebuah meja di pojok karena hanya meja itu yang kosong.


"Waktu pertama lihat kak Arman aku pikir kakak itu galak tapi ternyata tidak " kata Viona ketika mereka sedang menunggu pesanan datang.


Arman hanya tersenyum tipis


Viona berhenti mengoceh ketika pesanan mereka datang.


Arman dan Viona makan dengan sangat lahap. Ini adalah hari pertama Viona bekerja jadi gadis itu butuh tenaga ekstra untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya.


"Kak Arman dulunya sebelum kenal sama Om Wid kerja apa ?" tanya Viona


"Petani " jawab Arman santai


"Petani ?" mata Viona membola


"Iya..memangnya kenapa ?"


"Kok bisa sih langsung jago bisnis seperti Om Wid ?" tanya Viona


"Waktu Naya di Australia aku juga kuliah sambil bantu Papa di kantor, jadi dapat ilmu sambil bisa dipraktekkan langsung..Papa banyak bimbing aku sehingga aku bisa cepat faham " jawab Arman


"Oh..pantas. Beruntung ya Om Wid ketemu orang sebaik kak Arman yang sudah menolong pada saat kecelakaan itu " kata Viona


"Justru yang beruntung itu aku karena pertemuan tidak sengaja kami membuat aku memiliki keluarga baru..sudah bertahun-tahun aku hidup sebatang kara sekarang tiba-tiba punya orangtua dan adik perempuan juga keponakan yang cantik rasanya seperti mimpi " kata Arman


"Awalnya aku pikir kak Arman itu calonnya Naya " kata Viona sambil terkikik


"Sedari awal bertemu dengan Naya aku menyayangi dia seperti adik aku sendiri " jawab Arman


"Ngomong-ngomong..kak Arman sudah punya pacar belum ?" Viona tiba-tiba merubah topik pembicaraan.


"Belum..memangnya kenapa ?" tanya Arman


"Tidak kenapa-napa cuma nanya saja " jawab Viona sambil menyembunyikan senyum tipisnya.


Arman melirik jam tangannya. " Sudah saatnya kita kembali ke kantor " katanya


Viona mengangguk


"Aku janji setelah mendapatkan gaji pertama aku akan traktir kak Arman " kata Viona setelah mereka berada di dalam mobil Arman.


Arman hanya menjawab dengan anggukan


Setelah tiba di kantor mereka berpapasan dengan Widianto yang juga baru pulang makan siang.


"Kalian makan siang dimana ? Mama nanyain kamu sama Naya.. semua tidak ada yang makan siang di rumah..hanya Papa saja yang makan di rumah "

__ADS_1


"Aku makan di resto depan Pah " jawab Arman


"Sama Viona ?"


"Iya Om " Viona yang menjawab


Widianto tersenyum simpul. " Ya sudah papa masuk dulu " Widianto menepuk pundak Arman sebelum masuk ke ruangannya.


Sebelum sampai ke meja nya Viona menyempatkan diri melongokan kepalanya ke ruangan kerja Kanaya namun ternyata kosong. Sepertinya Kanaya belum pulang dari makan siang bersama si bule nya.


Dari mejanya Viona menghubungi Kanaya. Setelah beberapa saat terdengar suara Kanaya di sebrang sana.


[ Hallo Vi...ada apa ? ]


[ Lu dimana Nay ? gue mau curhat dong ]


[ Gue ada di hotel dekat kantor ]


[ Hotel..lu lagi meeting ya ? ]


[ Iya..gue lagi meeting nih sama si bule...hihi...Daddy diam dong geli tau..ahhh..Daddy ampuun ]


Viona menjauhkan gawainya dari telinganya karena mendengar suara aneh di sebrang sana.


"Kanaya lagi diapain sama si bule sampai minta ampun begitu ?" batin Viona sambil bergidik ngeri


"Nay.. sepertinya lu lagi sibuk ya ? telponannya nanti disambung lagi ya..bye " Viona buru-buru memutus panggilan telepon.


"Daddy itu jahil banget sih " Setelah menyimpan gawainya Kanaya pun naik keatas tubuh Arsen kemudian balas menggelitiki pinggangnya.


"Sayang..ampun..ah..Daddy tidak tahan " Tubuh Arsen menggelepar-gelepar di bawah tubuh Kanaya. Kanaya seperti yang sedang menunggangi seekor kuda yang sedang mengamuk.


Arsen yang tidak tahan digelitiki menjatuhkan tubuh Kanaya kemudian menindihnya.


Nafas keduanya tersengal karena terlalu banyak tertawa, untuk sesaat pandangan mereka saling mengunci dan perlahan bibir mereka pun tiba-tiba saling bertautan.


Kanaya dapat merasakan ada yang merangseg dibawah sana karena mereka masih sama-sama telanjang setelah percintaan mereka berakhir beberapa saat yang lalu. Dan akhirnya Kanaya pun kembali memasrahkan jiwa dan raganya kepada si bule entah untuk yang keberapa kalinya.


Arsen dan Kanaya tidak kembali ke kantor dan mereka baru check out dari hotel menjelang sore.


Dari hotel mereka mereka langsung pulang ke rumah Hana untuk menjemput Alana.


Disaat yang bersamaan Widianto dan Arman pun tiba. Widianto tidak pernah mengomel meskipun ia tau jika si bule sudah menculik Kanaya pada saat jam kantor.


Sekarang ini kebahagiaan Kanaya adalah yang paling. Widianto tidak mau terlalu membebankan urusan perusahaan kepada Putrinya karena ia punya Arman yang sangat bisa diandalkan.


Melihat Kanaya sudah menemukan kebahagiaannya bersama Arsen kini tugas Widianto adalah mencarikan jodoh yang baik untuk Arman.


Untuk sementara ini pilihan Widianto masih jatuh kepada Viona. Dengan menempatkan Viona sebagai asisten Arman ,Widianto berharap mereka akan menemukan kecocokan dan syukur-syukur nantinya mereka berjodoh.

__ADS_1


Malam ini Kanaya akhirnya tidak pulang karena malamnya Widianto mengajak Arsen dan Arman pergi menghadiri acara jamuan makan malam dengan kolega Widianto.


"Kalian jagain Papa jangan sampai minum minuman beralkohol " pesan Hana kepada Arsen dan Arman.


"Iya Ma " jawab keduanya.


Tidak bisa dipungkiri jika selalu saja ada minuman yang memabukkan disetiap acara seperti itu.


"Awas saja kalau kamu ikutan minum " ancam Kanaya kepada Arsen


"Aku tidak akan mabuk sayang, aku bisa kontrol" jawab Arsen sambil mengecup Alana yang berada di gendongan Kanaya.


"Daddy tidak boyeh mabuk " Alana menirukan ucapan Kanaya sambil mengangkat telunjuknya di depan Arsen.


"Iya sayang Daddy janji " jawab Arsen.


"Cukup Mommy saja yang bikin Daddy mabuk " tambahnya setengah bergumam.


Malam itu ketiga pria itupun pergi dengan menggunakan mobil Arsen. Akhir-akhir ini Widianto sering sekali membawa kedua jagoannya menghadiri beberapa acara penting dengan para koleganya.


"Keren nih dikawal dua bodyguard terus " kata salah satu kolega Widianto ketika menyambut kedatangan Widianto.


"Iya dong biar aman " jawab Widianto bangga.


Acara malam.itu adalah acara makan malam biasa dan suasananya sangat santai.


Arsen langsung mendekat kearah mertuanya saat pelayan mulai mengeluarkan minuman mahal.


"Ingat Pah pesan Mama " bisik Arsen


"Hanya sedikit saja, kamu tidak usah bilang sama Mama kamu " bisik Widianto.


"Tapi Pah.." Arsen tampak bingung


"Sudah..Papa bisa kontrol kok " kata Widianto.


Arsen terlihat bingung. Ia tidak mungkin berdebat di depan kolega mertuanya yang pastinya akan sangat memalukan.


Semakin malam suasana semakin hangat. Di sana Arsen juga bertemu dengan teman bisnisnya dan mereka memisahkan diri mencari tempat untuk mengobrol.


Arsen meninggalkan mertuanya bersama Arman. Arsen yakin jika Arman bisa menjaga Papanya.


Setelah cukup lama berbincang dengan teman bisnisnya Arsen pun kembali ke tempat mertuanya.


Setibanya disana Arsen pun panik ketika mendapati mertuanya mulai mabuk dan sialnya bukan hanya mertuanya saja yang mabuk namun Arman juga.


Menjelang acara usai Arsen pun membawa Widianto dan Arman yang dalam keadaan mabuk untuk pulang.


Karena takut mendapat amukan dari Hana dan Kanaya akhirnya Arsen membawa Widianto dan Arman pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Setidaknya pulang ke rumah Arsen akan terhindar dari amukan Hana dan Kanaya walaupun untuk sementara.


__ADS_2