Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Kita Rujuk


__ADS_3

"Kami berharap kalian bisa rujuk lagi .. Demi Alana"


Permintaan Widianto itu membuat Arsen membeku, benarkah mantan mertuanya itu benar-benar sudah memberikan restunya?


Sampai Widianto keluar dari meeting room dan pamit Arsen masih diam di tempatnya.


Keinginan mantan mertuanya itu sebenarnya sejalan dengan keinginannya, namun Arsen tidak tau harus memulai dari mana untuk kembali kembali mendekati Kanaya, terlebih setelah pertengkaran nya tempo hari.. Arsen mendadak menjadi bodoh.


Sadar jika ia sudah lama berada di meeting room Arsen pun kembali ke ruangannya.


Arsen masuk ke ruangan kerjanya hanya untuk mengambil kunci mobil kemudian pergi lagi.


Tidak lama kemudian Arsen terlihat sudah berada di dalam mobilnya dan melaju menuju ke sebuah restoran.


Di jalan Arsen sempat menghubungi Arman dan mengajak pria itu makan siang bersama. " Jangan lupa ya ajak Kanaya " pesannya.


Arman pun mengerti.


Setibanya di restoran Arsen mencari meja yang menurutnya nyaman dan tidak lama kemudian Arman pun datang bersama Kanaya.


Wajah Kanaya langsung ditekuk begitu melihat ada Arsen disana.


"Kenapa kakak tidak bilang kalau mau makan siang dengan dia ?" Kanaya kesal kepada Arman.


"Dia yang ngundang kita, katanya sekalian mau bahas projek Lombok " jawab Arman


"Kalau begitu tidak usah ajak aku, karena aku kan sudah mengundurkan diri dari team "


"Ayolah Nay..temani kakak kali ini " pinta Arman.


"Baiklah " Kanaya akhirnya mengalah.


Arman menuntun Kanaya menuju meja tempat Arsen berada dan mereka pun mulai memesan makanan.


Sikap Arsen kepada Kanaya lebih hangat tidak seperti beberapa waktu yang lalu yang sempat marah-marah.


Selama makan hanya Arman dan Arsen yang terlibat obrolan mengenai projek Lombok. Kanaya terlihat acuh dan makan dengan tidak berselera.


"Kenapa Nay..apakah makanannya tidak enak ?" tanya Arsen menatap kearah Kanaya yang sedari tadi hanya mengaduk-aduk makanan di piring nya.


"Makanannya tidak enak karena ada kamu di depan aku " jawab Kanaya dalam hati.


Meskipun pertanyaannya tidak mendapat jawaban namun tidak menyurutkan senyum tipis di sudut bibir Arsen.


Kanaya merasa ada yang tidak beres dengan mantan suaminya itu.


Arman yang sudah menghabiskan makan nya pamit kepada Arsen untuk ke toilet.

__ADS_1


Sepeninggalan Arman suasana tiba-tiba terasa canggung. Kanaya tidak nyaman dengan suasana seperti ini.


Setelah menghabiskan makannya Arsen tampak menunggui Kanaya yang malah sibuk mengaduk makanannya.


"Kalau hanya diaduk kapan habisnya ? kita bisa sampai sore berada disini " kata Arsen.


"Kita ?..kamu kan sudah selesai makannya yang pulang saja sana ! aku pulang dengan kak Arman " jawab Kanaya judes.


"Kamu yakin ? orang Arman nya juga sudah pulang dari sejak tadi " jawab Arsen sambil tersenyum meledek


"Sudah pulang dari tadi ?" Kanaya melotot.


"Iya..dia bukan mau ke toilet, tapi pulang " jawab Arsen sambil tertawa.


"Sialan Kak Arman ngerjain aku " sungut Kanaya. Arsen tertawa penuh kemenangan.


Kanaya yang tidak berniat untuk menghabiskan makannya bersiap-siap untuk pulang. Kanaya berniat untuk kembali ke kantornya dengan menggunakan taksi.


Setelah membayar tagihannya Arsen pun buru-buru mengejar Kanaya yang berjalan dengan cepat keluar dari restoran.


Arsen berhasil mengejar Kanaya dan menangkap tangannya kemudian membawa Kanaya ke mobilnya.


"Kenapa sih kamu itu memaksa" Kanaya kesal ketika Arsen memaksa masuk kedalam mobilnya.


Arsen menekan central lock agar Kanaya tidak bisa keluar dari mobilnya.


"Akhir pekan nanti keluarga aku akan datang untuk melamar kamu..kita rujuk !" kata Arsen santai.


"Rujuk ? siapa juga yang mau rujuk " jawab Kanaya sinis.


"Aku mau rujuk..memangnya kamu tidak ?" Arsen menoleh kearah Kanaya.


"Tidak..aku tidak mau ! enak saja ngajak rujuk setelah menceraikan aku tanpa alasan yang jelas " jawab Kanaya.


"Alasan aku menceraikan kamu adalah karena kamu sudah menipu aku. Kamu sengaja memperalat aku demi membalas dendam kepada Angel " jawab Arsen.


"Aku memang sudah menipu kamu, lalu kenapa kamu malah mengajak penipu ini rujuk ?" sindir Kanaya.


Arsen terdiam


"Demi Alana " jawab Arsen


Hati Kanaya mencelos begitu mendengar alasan Arsen mengajak rujuk adalah karena Alana..bukan karena masih mencintainya.


"Aku tidak mau rujuk sama kamu " putus Kanaya dengan wajah dingin.


"Jangan jadikan Alana sebagai alasan untuk rujuk karena kedepannya kita akan saling menyakiti satu sama lain " ucap Kanaya.

__ADS_1


Arsen terdiam, ia terlalu gengsi untuk mengakui jika ia masih mencintai Kanaya.


Rasa cintanya kepada Kanaya tidak pernah hilang meski kata cerai sudah terlanjur ia ucapkan.


"Kalau kamu tidak mau rujuk aku akan membawa Alana. Lana sudah bersama kamu selama tiga tahun lebih dan selama itu pula aku akan membawa dia pergi dari kamu..biar kita adil..aku tidak akan membawa Lana pergi jika kamu bersedia rujuk " ancam Arsen


"Dasar gila " Kanaya mengumpat.


Arsen menanggapi umpatan Kanaya dengan santai.


Arsen mengantarkan Kanaya ke kantornya. Setibanya di kantor Kanaya pun marah-marah kepada Arman.


"Kenapa kakak ninggalin aku sama si bule gila itu ? kakak sekarang ada dipihak dia ya ? "


"Bukan begitu Naya..maksud kakak--" Arman belum menyelesaikan ucapannya ketika Kanaya pergi sambil menghentakkan kaki nya.


"Sudah biarkan saja..nanti juga reda marahnya " Widianto menepuk pundak Arman.


"Tapi aku belum pernah melihat Kanaya semarah itu sama aku Pah "


"Tidak usah dipikirkan..percaya sama Papa " jawab Widianto.


Arman pun mengangguk.


Meskipun belum mendapatkan persetujuan dari Kanaya, namun keluarga Arsen sudah mulai menyiapkan untuk acara lamaran.


Mereka ingin melakukan proses lamaran seperti calon pengantin pada umumnya karena dulu Kanaya dan Arsen tidak melalui proses itu.


Kanaya sendiri terlihat santai karena ia mengira Arsen tidak bersungguh-sungguh dan hanya menggertaknya saja.


Bahkan Kanaya sudah punya acara sendiri dengan Viona akhir pekan nanti.


Kanaya akan pergi ke Jogja mengunjungi Meta bersama Viona.Kebetulan akhir pekan nanti Viona akan ke Jakarta.


Jumat malam sepulang dari kantor Kanaya mulai paking tanpa ada yang tau.


Besok pagi ia akan menjemput Viona di hotel dan mereka akan pergi ke Jogja pagi itu juga.


Kanaya dan Viona sudah mengabari Meta mengenai rencana kedatangan mereka.


Di Jogja Meta sudah menyiapkan masakan spesial untuk menyambut kedatangan dua sahabatnya itu.


Setelah semua siap Kanaya dan Viona pun pergi ke Bandara dengan menggunakan taksi. Kanaya sengaja meninggalkan mobilnya di hotel tempat Viona menginap.


Namun di tengah jalan taksi yang ditumpangi oleh Kanaya dan Viona di hadang oleh sebuah mobil.


Arman dan Simon turun dari mobil itu kemudian memaksa Kanaya dan Viona untuk pindah ke mobil mereka.

__ADS_1


Kanaya akhirnya tidak bisa berkutik ketika Simon dan Arman memaksa membawa kedua gadis itu pulang.


__ADS_2