Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Pernikahan Arman dan Viona


__ADS_3

Setelah memuaskan si bulenya di kamar mandi, Kanaya pun pergi ke rumah orangtuanya. Malam ini mereka akan menginap disana.


Karena jarak rumah mereka yang tidak terlalu jauh, tidak sampai setengah jam mereka pun sampai di kediaman Widianto.


Begitu masuk Kanaya dan Arsen mendapati Lana sedang di gendong oleh Arman.


"Loh kenapa ini kok digendong ?" Tanya Arsen.


"Kata Oma Papa cebental lagi mau menikah makanya Lana mau digendong Papa dulu " Jawab Alana.


"Iya Lana pinter..puas-puasin di gendong Papa sebelum Papanya gendong Tante Viona " Kanaya mengompori Alana.


Arman hanya tertawa


Ucapan Kanaya langsung Lana turut. Ia tidak mau turun dari gendongan Arman sampai akhirnya bocah blasteran itu tidur dalam gendongan Arman.


Setelah Lana tidur dengan nyenyak baby sitter nya pun membawa bocah cantik itu ke kamarnya untuk ditidurkan.


Arman yang baru lepas dari keponakan cantiknya berkumpul bersama di ruang tengah sambil ngopi.


Mereka membicarakan tentang persiapan pernikahan Arman dan Viona yang akan dilakukan di villa milik keluarga Viona di Puncak.


Awalnya Widianto ingin acara pernikahan Arman dan Viona dilaksanakan di Lombok seperti pernikahan Kanaya dan Arsen. Namun kali ini mereka mengalah dan setuju agar acara pernikahan Viona dan Arman itu dilakukan di Puncak.


Besok lusa villa milik keluarga Viona itu akan disulap menjadi tempat pernikahan yang sangat cantik.


"Aku tidak sabar ingin melihat reaksi Viona saat mengetahui jika calon suaminya adalah kak Arman " Kanaya terkekeh.


"Semoga saja dia tidak pingsan" Kata Hana sambil tertawa.


"Kamu masih ingat tidak sayang waktu Viona ulang tahun di villanya itu ?" Kanaya melirik kearah Arsen


"Masih dong..waktu itu kamu kan mengalami kram kaki saat pool party dan aku yang nolong kamu " Jawab Arsen.


Kanaya terkekeh, ternyata ingatan si bule mesumnya itu cukup tajam.


"Kamu lagi renang mengalami kram ?" Tanya Hana dengan wajah khawatir.


"Iya Pah..untung ada menantu Papa ini yang nolongin aku " Kanaya memeluk lengan Arsen dengan manja.


Semua persiapan pernikahan sudah dilakukan dan kabarnya keluarga Viona akan pergi kesana besok.


"Sudah nikah kakak mau honeymoon kemana ?" Tanya Kanaya


"Rahasia" Jawab Arman


"Ck..main rahasia-rahasia an " Kanaya langsung cemberut


"Papa sudah nyuruh Arman pilih paket bulan madu tapi malah tidak mau " Ujar Widianto.

__ADS_1


"Kak Arman itu aneh " Ujar Kanaya.


"Kita hargai maunya dia " Kata Hana


Arman tersenyum penuh misteri.


Dua Hari Kemudian


Viona sudah selesai di rias, pagi itu ia sudah cantik dalam balutan kebaya pengantin berwarna putih.


Sebentar lagi acara akad nikah akan dilaksanakan. Viona terus menangis membuat Meta harus beberapa kali mengingatkan sahabatnya itu


"Jangan nangis terus dong Vi..nanti make up lu ancur " Kata Meta


"Biarin ..biar ancur sekalian supaya calon suami gue kabur dan batalin nikahnya " Jawab Viona.


Beruntung penata rias itu sangat handal sehingga make up Viona tetap sempurna meskipun gadis itu terus menangis.


Beberapa menit kemudian keluarga mempelai pria pun datang dan akad nikah pun akan segera dilakukan.


Meta menuntun Viona menuju meja tempat dilakukannya ijab Kabul. Sepanjang jalan Viona terus menunduk dan sama sekali tidak mau melihat sang calon mempelai pria.


Bahkan saat dilakukannya ijab Kabul Viona sama sekali tidak mau menoleh kepada pria yang berada di sebelahnya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Viona Arnelita dengan mas kawin berupa satu set perhiasan dibayar tunai "


Pada saat pria itu mengucapkan ijab Kabul Viona sedikit termenung


Setelah semua saksi mengatakan Sah dan Viona disuruh mencium tangan suaminya barulah Viona sadar siapa pria yang baru saja menikahinya itu.


"Kak Arman ?" Tanya Viona sambil melongo


"Iya..kenapa ? kaget ?" Tanya Arman sambil tersenyum.


"Kenapa tidak bilang kalau yang mau nikahin aku itu kakak ?" Viona memukuli lengan Arman.


Melihat pengantin perempuan yang memukuli pengantin pria suasana pun seketika heboh.


"Baru nikah sudah KDRT " Celetuk salah satu tamu sambil tertawa.


"Haduh si Viona bikin malu saja " Mamanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Mana masih ada besan lagi "


Meta dan Kanaya hanya tepok jidat melihat kelakuan sahabat mereka.


"Sekarang boleh dia begitu lihat saja nanti dia pasti akan dibikin KO sama kak Arman " ujar Kanaya.


"Sayang !" Omel Arsen


Kanaya pun menutup mulutnya takut mendapat Omelan dari si bule.

__ADS_1


Selesai akad nikah Arman dan Viona hanya beristirahat selama beberapa jam saja. Selanjutnya acara resepsi pun digelar masih di tempat yang sama.


Arsen terpaksa harus membawa Alana jauh dari pelaminan karena bocah berwajah blasteran itu selalu merengek ingin digendong Papa Arman.


"Lana sama Daddy saja ya " Bujuk Arsen. Di belakangnya Kanaya mengikuti sambil membawa makanan untuk Alana.


"Mommy..kenapa Papa tidak boleh gendong Lana ?" Tanya Alana


"Karena Papa sedang sibuk " jawab Kanaya.


"Kalau malam boleh ?" Tanya Lana


"Apalagi malam, Papa pasti sibuk bikin sama Aunty Viona "


"Sayang..!" Arsen langsung melotot kearah Kanaya sebelum mulut istri nakalnya itu mengoceh yang tidak jelas. Kadang-kadang mulut Kanaya suka lemes.


"Maksud Mommy..nanti malam Papa pasti langsung tidur karena lelah " Ralat Kanaya sambil mengerling kepada si bule.


"Ya sudah Lana mau bobo sama Opa dan Oma saja " ujar Alana sambil mencebikkan bibirnya.


"Iya boleh sayang..lebih baik tidur sama Opa dan Oma saja " Jawab Arsen.


Lana yang mulai terlihat bosan berada di suasana pesta dibawa kembali ke kamar oleh pengasuhnya.


" Tempat ini mengingatkan aku saat kamu mengalami kram kaki di kolam sana " Ucap Arsen menunjuk kolam renang di dekat mereka.


"Iya..kalau tidak ada Daddy mungkin saat itu aku sudah tenggelam" Jawab Kanaya.


"Salah sendiri kenapa renang tanpa pemanasan dulu..main nyemplung saja "


"Tapi dengan begitu kan Daddy jadi perhatian ke aku " Kanaya memeluk lengan Arsen manja.


"Ya..karena saat itu kamu adalah putri sambungku, jadi aku berkewajiban melindungi kamu " Jawab Arsen


" Jadi cuma karena putri sambung Daddy ? aku pikir Daddy tertarik sama aku " Kanaya mencebikkan bibirnya.


"Sedikit.. saat itu aku pikir perasaan yang aku rasakan adalah salah. Tapi kamu terus menggoda dan akhirnya aku benar-benar tergoda oleh anak nakal ini " Arsen terkekeh sambil mencubit ujung hidung Felisha.


Kanaya tersenyum sambil memeluk perut Arsen.


"Awalnya aku memang main-main, tapi aku juga malah jatuh cinta beneran sama Daddy sampai mau diajak nikah " Ujar Kanaya.


Arsen dan Kanaya sekarang bisa tersenyum bahagia setelah berhasil melewati perjalanan cinta yang lumayan panjang karena terbentur restu dari orangtua Kanaya.


Acara resepsi pernikahan Arman dan Viona berakhir jam 5 sore. Ketika senja mulai menyapa semua tamu sudah meninggalkan tempat itu, hanya tinggal keluarga Viona dan keluarga Kanaya yang ada disana.


Meta pun sudah kembali ke Jakarta bersama suaminya dan besok pagi mereka harus kembali ke Jogja.


Di malam pertama Viona dan Arman mereka terlihat sibuk mempersiapkan keberangkatan mereka untuk perjalanan bulan madu besok.

__ADS_1


Viona tidak tahu kemana Arman akan membawanya. Viona hanya disuruh menyiapkan pakaian mereka untuk satu Minggu kedepan.


Arman memang penuh misteri


__ADS_2