Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Niat Jahat Rudi Dan Angel


__ADS_3

Pagi menjelang, yang pertama Kanaya lihat ketika matanya terbuka adalah seraut wajah tampan si bule nya.


Cukup lama Kanaya menatap wajah tampan itu dengan penuh kekaguman, perlahan jari lentik Kanaya menyusuri tulang hidungnya yang tinggi dan berakhir di bibirnya.


Kanaya tersenyum sendiri mengingat jika semalam bibir tipis itu begitu nakal dan liar menjelajahi setiap inci tubuhnya bahkan mengobrak-abrik bagian paling sensitif tubuh Kanaya..sangat gila.


"Morning sayang !" sapa Arsen ketika ia akhirnya membuka matanya karena merasa ada yang menyentuh wajahnya.


"Morning suamiku..muach..muach.." Kanaya menciumi seluruh wajah Arsen.


Arsen tersenyum diperlakukan seperti itu oleh istri kecilnya.


"Sudah jam 10 aku harus pulang " bisik Kanaya.


"Kenapa cepat sekali ? nanti saja sore ya soalnya aku masih kangen sama kamu " pinta Arsen manja sambil menyusupkan wajahnya di dada Kanaya yang telanjang sejak semalam.


"Setelah kelulusan kamu Daddy akan mengatakan tentang pernikahan kita kepada Mama kamu " ucap Arsen.


"Iya " jawab Kanaya


"Daddy sudah bosan harus kucing-kucingan terus begini kalau ketemu kamu "


Kanaya terkekeh.


"Daddy tidak sabar ingin kita tinggal bersama seperti suami istri pada umumnya "


"Lalu mama ?"


"Mama harus ikut kita tentunya..kamu kan anak beliau satu-satunya " jawab Arsen.


Kanaya mengangguk


Ujian sekolah hanya tinggal hitungan bulan, itu artinya ia harus siap menerima apapun reaksi mamanya mengenai pernikahan mereka.


"Aku takut mama tidak akan merestui kita " lirih Kanaya


"Kita akan hadapi bersama" Arsen memeluk Kanaya berusaha menenangkan istri kecilnya itu.


Kanaya mengangguk walaupun dalam hatinya ia merasa tidak yakin.


"Besok Daddy akan keluar kota selama satu Minggu. Simon akan menginap disini. Kalau ada apa-apa jangan sungkan minta bantuan dia..dan Daddy juga akan menyuruh orang untuk mengawasi kamu dan Mama " ucap Arsen


"Kenapa harus diawasi ?..seperti orang penting saja " Kanaya langsung protes.


"Kalian memang orang penting bagi Daddy.. makanya harus dijaga " jawab Arsen.


"Begitu ya ?"

__ADS_1


"Iya..sekalian bisa jagain kamu biar tidak bisa macam-macam " tambah Arsen.


"Macam-macam bagaimana sih.. Daddy tidak percaya sama aku ?"


"Bukan tidak percaya, tapi kamu dan dua teman kamu yang nakal itu memang patut diawasi " jawab Arsen.


"Heumm...dasar posesif " cibir Kanaya.


Arsen hanya tersenyum. Semua yang ia lakukan adalah semata-mata untuk melindungi Kanaya dan Hana. Ini sudah ada dalam planingnya sebelum memutuskan menceraikan Angel.


Menjelang sore Kanaya pun pulang. Hanya dalam waktu lima menit ia sudah sampai di unit apartemen miliknya.


Disana mamanya sudah menunggu dan memasak makanan yang enak untuk Kanaya.


"Orangtuanya Meta sudah pulang dari luar kotanya?" tanya Hana


"Sudah ma " jawab Kanaya.


Maafkan aku Ma sudah membohongi mama


Kanaya dihantui rasa bersalah karena telah menikah diam-diam dengan Arsen demi ambisinya untuk membalaskan sakit hati Mamanya.


Kanaya tidak menyangka jika nasib baik telah mempertemukan dirinya dengan mamanya walaupun pada akhirnya Kanaya dilanda kebingungan atas tindakan yang sudah terlanjur ia ambil yaitu menjalin hubungan terlarang dengan Arsen dan pada akhirnya menikahinya.. memikirkannya saja membuat kepala Kanaya rasanya mau pecah.


"Kenapa melamun Sayang , apakah ada masalah ?" tangan lembut Hana menyentuh tangan Kanaya.


"Tidak Ma..lagi mikir saja sebentar lagi aku ujian sekolah " jawab Kanaya berbohong.


"Sudah ada rencana akan kuliah dimana ?" tanya Hana


"Belum Ma "


Tentu saja Kanaya belum memutuskan akan melanjutkan kuliah dimana karena ia harus membicarakannya dahulu dengan Arsen.


"Ada niat untuk kuliah di luar negri ?" tanya Hana.


"Luar negri ?..tidak Ma. Aku mau disini saja..aku tidak mau jauh lagi dari Mama " jawab Kanaya


Tentunya ia juga tidak mau jauh dari Arsen.


Hana mengangguk kemudian diraihnya kepala Kanaya dan ia dekap kedalam pelukannya.


* * * * *


Angel murka ketika ada seseorang yang menelponnya dan mengatakan jika Rudi sedang ada dalam sekapannya.


"Siapa ini, kenapa kamu menyekap Rudi ?" tanya Angel

__ADS_1


"Adik kamu berhutang uang sebesar 150 juta. Kalau hari ini tidak dibayar maka aku pastikan besok ada bendera kuning di rumah kamu "


"Baik..aku akan mengantarkan uangnya sekarang juga, tolong jangan apa-apakan Rudi "


"Baik..kamu datang saja ke alamat ini " orang yang menyekap Rudi memberikan sebuah alamat kepada Angel.


Dasar bodoh..apa sih yang sudah kamu lakukan sampai berhutang sebanyak itu ?


Hari itu juga Angel pergi ke alamat yang dikirimkan kepadanya yang ternyata adalah sebuah bangunan bekas pabrik yang sudah tidak terpakai. Disana ia mendapati Rudi dalam keadaan babak belur.


Angel berhasil membawa Rudi setelah menukarnya dengan uang sebanyak 150 juta.


"Bagaimana bisa kamu sampai berhutang sebanyak itu ?" Angel langsung mencecar Rudi dengan pertanyaan.


"Aku kalah judi mbak " jawab Rudi sambil mengusap bibirnya yang sedikit sobek.


"Kamu main judi ? astaga Rudi.. kamu itu bukannya bantu kakak di kantor malah menghamburkan uang dengan judi " Angel menoyor kepala Rudi saking kesalnya.


Rudi meringis


"Di kantor aku cuma lulusan SMA mbak..jadi tidak mengerti..pusing aku " keluh Rudi.


"Jadi kamu maunya cuma ngabisin duit gitu " lagi-lagi Angel menoyor kepala Rudi.


"Auww..sakit mbak " lagi-lagi Rudi meringis.


"Mbak kesal sama kamu..kamu itu seharusnya mengerti posisi mbak.. perusahaan sedang mengalami penurunan dan tidak ada lagi aset Kanaya yang bisa kita jual karena Kanaya sudah merubah semua asetnya menjadi nama dia..selain itu kakak juga baru diceraikan oleh Arsen. kita benar-benar tergantung pada perusahaan saja " ucap Angel panjang lebar.


"Ternyata bocah itu tidak sebodoh yang kita kira " ujar Rudi.


"Sekarang Kanaya tinggal bersama Mama nya, makanya dia ada keberanian mengamankan aset miliknya..pastinya Mama nya yang menyuruh "


Angel mengira Hana yang menyuruh Kanaya mengurus balik nama semua aset miliknya, ia tidak menyangka jika Arsen lah yang ada dibalik semuanya.


"Kalau kita bisa menyingkirkan bocah itu dan ibu nya kita pasti akan bisa menguasai kembali harga mereka" saran Rudi


"Itu juga sudah mbak pikirkan..hanya saja mbak sedang mencari cara yang aman..minimal seperti yang terjadi pada papanya " jawab Angel.


"Kenapa tidak lakukan seperti itu lagi ?" tanya Rudi


"Jangan bodoh..yang ada orang akan curiga dan kita akan celaka " Angel memukul kepala Rudi.


Rudi terdiam


"Seandainya Mas Arsen tidak menceraikan mbak Angel walaupun bocah itu mengambil semua asetnya kita tidak akan susah mbak..karena Mas Arsen tidak kalah kaya dari mantan suami mbak Angel..padahal aku sudah ingatkan kalau mas Arsen bisa saja punya simpanan wanita lain di luar..mbak ga percaya sih "


"Jadi kamu menyalahkan aku hah ?"

__ADS_1


"Bukan menyalahkan..hanya menyayangkan saja.. susah loh dapat suami seperti Mas Arsen itu, sudah kaya, ganteng lagi "


"Berhenti ngocehnya..kalau tidak berhenti juga aku turunkan kamu di jalan !" Angel pun murka karena Rudi malah terkesan menyalahkannya karena tidak dapat mempertahankan pernikahannya dengan Arsen.


__ADS_2