
Menjelang ujian sekolah yang tinggal menghitung hari Kanaya mulai disibukkan dengan pelajaran tambahan dan bimbingan belajar.
Arsen pun sangat pengertian kepada Kanaya dan memilih tidak banyak mengganggunya.
Mereka hanya bertemu pada akhir pekan saja dan itu pun tetap harus mencuri waktu dari Hana.
Minggu pagi Arsen yang baru pulang dari joging bertemu dengan Hana yang baru pulang dari berbelanja.
"Selamat pagi Bu Hana !" sapa Arsen ketika mereka bertemu di basement saat Hana turun dari mobilnya dan menurunkan barang belanjaannya yang cukup banyak.
Arsen yakin jika itu adalah bahan makanan karena mertuanya itu sangat suka memanjakan perut putrinya.
"Pagi juga Pak Arsen " balas Hana
Hana yakin jika Arsen akan pergi ke unit temannya di lantai atas.
"Biar saya bantu " Arsen membantu membawakan satu kantung belanjaan yang cukup besar sementara Hana membawa kantung belanja yang lebih kecil.
"Maaf jadi merepotkan " ujar Hana ketika mereka masuk ke dalam lift.
"Tidak apa-apa " jawab Arsen sopan.
"Pak Arsen mau ke unit teman pak Arsen ?" Hana menilik pakaian olahraga yang Arsen kenakan.
"Iya..saya baru selesai joging niatnya mau mampir ke unit teman saya namun sepertinya dia masih tidur " jawab Arsen berbohong.
"Oh..kalau begitu pak Arsen bisa menunggu nanti kita sarapan bersama "
"Terimakasih banyak Bu Hana " Arsen pun senang bukan kepalang karena pagi ini ia bisa menikmati sarapan pagi bersama istri dan mertua.
"Kanaya nya kemana Bu ?" tanya Arsen ketika mereka sudah sampai di unit apartemen yang ditinggali Kanaya dan Hana.
"Masih tidur..semalam dia belajar sampai larut malam untuk mempersiapkan ujian yang sebentar lagi " jawab Hana sambil beranjak menuju dapur untuk membuat sarapan.
Kanaya yang mendengar suara orang mengobrol akhirnya terbangun, ia keluar dari kamar dan kaget ketika mendapati Arsen ada di sana.
"Daddy ngapain disini ?" tanya Kanaya tanpa suara.
__ADS_1
"Habis bantuin mama mertua bawa belanjaan " jawab Arsen
"Ooh " mulut Kanaya membentuk hidup O
"Sudah bangun sayang ? sini bantuin mama bikin sarapan !" panggil Hana dari arah dapur.
Kanaya pun beranjak menuju dapur untuk membantu mamanya membuat sarapan. Arsen duduk di sofa sambil diam-diam mencuri pandang kearah Kanaya yang sibuk membantu mamanya membuat sarapan.
Tidak sampai satu jam wangi nasi goreng pun menguar di indra penciuman Arsen..dari wanginya saja sepertinya sangat lezat.
"Daddy sarapannya sudah selesai, ayo kita sarapan !" ajak Kanaya.
Arsen mengikuti langkah Kanaya dan mereka pun sarapan bersama di meja makan.
Pada saat Hana tidak menyadari jika kaki Kanaya dan kaki Arsen saling membelit di bawah meja.
Hana terlihat sangat senang karena tamunya makan dengan sangat lahap. Terlebih melihat kenyataan jika Kanaya cukup akrab dengan papa tirinya, itu menandakan jika selama ini Arsen telah memperlakukan Kanaya dengan baik.
Setelah selesai sarapan Arsen pun pulang ke unitnya di lantai atas dengan perut kenyang dan hati yang senang.
* * * * *
Meskipun tidak tinggal dalam satu unit yang sama namun Angel menemukan adanya suatu kejanggalan.
Di Jakarta ada ribuan apartemen bahkan banyak yang lebih bagus dari apartemen yang Kanaya tinggali, kenapa Arsen memilih tempat yang sama sebagai tempat tinggalnya setelah mereka bercerai ?
Benar-benar mencurigakan karena Angel merasa disaat hubungannya dengan Arsen memburuk, Arsen terkesan selalu membela Kanaya meskipun gadis itu tidak ada.
Prilaku Arsen yang sangat mencolok adalah saat pria bule itu memarahi Rudi karena sudah memodifikasi mobil Kanaya tanpa seijin Kanaya.
Padahal saat itu Kanaya sendiri sudah tidak tinggal di rumah dan belum tentu tau dengan apa yang Rudi lakukan kepada mobilnya.
[ Terus awasi Arsen dan Kanaya dan jika ada yang mencurigakan segera laporkan pada saya ! ]
Perintah Angel kepada anak buahnya.
Meskipun Arsen sudah menceraikan nya namun Angel merasa penasaran kenapa mantan suaminya itu memilih tinggal dalam satu lingkungan yang sama dengan tempat tinggal Kanaya dan Hana.. benar-benar mencurigakan.
__ADS_1
Disaat Angel menyuruh orang untuk mengawasi Arsen dan Kanaya, anak buah Arsen pun melaporkan jika Arsen dan Kanaya sedang diawasi.
Demi keamanan Kanaya dan Hana, Arsen pun mengurangi intensitas pertemuan nya dengan Kanaya.
Arsen melarang Kanaya datang ke unit apartemen nya karena orang suruhan Angel sedang mengawasi mereka.
Kondisi seperti ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh Kanaya dengan belajar untuk mempersiapkan ujian sekolahnya.
Untuk sementara ini Angel tidak mendapat informasi yang mencurigakan mengenai Arsen dengan Kanaya karena mereka tidak terlihat melakukan aktivitas bersama walaupun mereka tinggal di lingkungan apartemen yang sama.
[ Selamat menempuh ujian sayang, tetap fokus semoga ujiannya lancar ]
Pesan Arsen di hari pertama ujian sekolah Kanaya
[ Terimakasih sayang. I love you ]
[ I love you too ]
Arsen tersenyum membaca serangkaian pesannya dengan istri kecilnya. Ia tidak sabar menunggu kelulusan Kanaya karena ia sudah menyiapkan diri untuk membuka rahasia pernikahan nya dengan Kanaya kepada Hana.
Setelah itu rencananya Arsen akan memboyong istri dan mertuanya ke rumah barunya yang saat ini sedang ia siapkan dan hampir rampung.
Arsen sengaja tidak mengatakan kepada Kanaya jika ia sedang membangun rumah masa depan untuk mereka, Arsen berniat ingin memberi kejutan kepada Kanaya di hari ulangtahunnya yang kebetulan jatuh setelah hari kelulusannya.
Anak buah Angel pun melaporkan jika Arsen sedang membangun sebuah rumah mewah dua lantai.
Bahkan pada saat setelah makan siang Angel sempat lewat kesana dan melihat pembangunan rumah mewah itu yang hampir rampung.
Angel menatap rumah yang hampir rampung itu dengan tatapan sedih, seharusnya ia yang kelak akan tinggal disana bersama Arsen dan anak-anak mereka yang pastinya berwajah indo percampuran dirinya dengan Arsen.
Ada perasaan menyesal dalam hati Angel karena telah lalai mengawasi Arsen sehingga pria bule itu mempunyai kesempatan bermain-main dengan wanita lain yang sampai saat ini belum terbongkar identitasnya.
Angel yang memarkirkan mobilnya agak jauh sempat melihat mobil Arsen masuk kesana. Arsen tampak datang seorang diri dan berbincang cukup lama dengan mandor yang bekerja disana.
Tidak ingin Arsen melihat keberadaannya Angel pun memutuskan kembali ke kantornya dengan perasaan yang tidak baik-baik saja.
Meskipun sudah diceraikan namun rasa cinta Angel kepada Arsen tidak pernah pudar karena Arsen adalah cinta pertamanya dan namanya tidak pernah tergantikan di dalam hati Angel meskipun ia sempat menikah dengan Widianto papa Kanaya.
__ADS_1
Angel tidak menyadari jika kini ia sedang mendapat karma atas perbuatannya yang telah menjadi orang ketiga dalam pernikahan Hana dan Widianto yang mengakibatkan pernikahan mereka berantakan walau tanpa perceraian.
Di kantornya wajah Angel terlihat muram. Ada dua keinginan dalam hidupnya saat ini yaitu memiliki Arsen kembali dan menguasai harta Kanaya.. dan Angel berusaha untuk mewujudkan semua keinginannya itu bagaimana pun caranya.