
Mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏🙏🙏
Pagi-pagi Kanaya terbangun mendapati Arsen tengah tertidur pulas di sofa.
Semalam adalah malam pertama mereka namun Arsen malah tidur di sofa.Entah jam berapa si bule itu selesai pesta dan kembali ke kamar.
Perlahan Kanaya menghampiri Arsen kemudian menepuk-nepuk pipinya dengan lembut.
"Hmm..sudah bangun ?" sapa Arsen dengan suara serak khas bangun tidur.
"Daddy tidurnya pindah sana ke kasur sama Lana " kata Kanaya.
"Iya " jawab Arsen seraya Bangun dari posisi berbaring nya.
Arsen menggerakkan lehernya kekanan dan kekiri yang terasa kaku karena ruang gerak yang terbatas diatas sofa.
Arsen turun dari sofa kemudian beranjak menuju ranjangnya dengan mata setengah mengantuk.
Kanaya tertawa melihat tingkah si bulenya yang menurutnya lucu dan seperti bocah.
Arsen kembali tertidur sambil memeluk Lana sementara Kanaya memilih keluar untuk mencari sarapan.
Seluruh keluarga Kanaya dan Arsen sedang berkumpul di ruang makan sambil menikmati sarapan.
Dsana ada juga Meta dan Viona yang duduk di dekat Arman dan Simon.
"Arsen dan Lana belum bangun ?" tanya Hana
"Belum..mungkin dia ngantuk setelah semalam begadang " jawab Kanaya.
"Semalam cuma Arsen yang tidak mabuk..papa kamu mabuknya bikin repot " Hana terlihat kesal kepada suaminya.
"Sesekali untuk merayakan pernikahan putri kita tidak apa-apa Mah " jawab Widianto.
Hari ini rencananya semua akan pulang meninggalkan Kanaya, Arsen yang akan berada di Lombok sampai Minggu depan.
Lana juga akan dibawa pulang oleh Hana agar Kanaya dan Arsen bisa menikmati bulan madu mereka.
Seluruh pakaian barang-barang Lana sudah dimasukkan kedalam tas hanya tinggal menunggu bocah itu bangun saja.
Tidak lama kemudian Arsen muncul sambil menggendong Lana yang baru bangun.
"Dia nyariin kamu sayang " kata Arsen sambil menyerahkan Lana kepada Kanaya.
Kanaya menyiapkan piring untuk Arsen dan mereka pun sarapan bersama.
Kanaya menyuapi Lana karena hari ini Lana akan ikut pulang dengan orangtuanya ke Jakarta.
Rencananya Orangtua Arsen juga akan berada di Jakarta untuk membantu mengurus Lana selagi Arsen dan Kanaya di Lombok.
Hari itu Kanaya dan Arsen melepas semua pulang ke Jakarta kecuali Meta yang pulang ke Jogja dan kedua kakak Arsen yang pulang ke Spanyol.
__ADS_1
Setelah semua pulang Arsen pun mengurung Kanaya di kamar mereka.
"Sekarang dan selamanya kamu milik aku " kata Arsen sambil memeluk Kanaya erat dan melu mat bibirnya dengan lembut.
Kanaya membalas dengan mengalungkan tangannya di leher Arsen.
"Apakah setelah menceraikan aku Daddy pernah dekat dengan perempuan ?" tanya Kanaya.
"Ya..hanya satu " jawab Arsen
Kanaya melotot kemudian melepaskan tangannya dari leher Arsen.
"Siapa ?" tanyanya dengan wajah yang cemberut
"Mama..aku kan tinggal di Singapura dan Mama yang merawat aku setelah pulang dari rumah sakit " jawab Arsen
"Aih..aku pikir siapa " wajah Kanaya kembali berseri, ia pun kembali mengalungkan tangannya di leher Arsen.
Arsen mengangkat tubuh Kanaya dan membiarkan kedua tungkai wanita itu melingkari pinggangnya.
Dengan perlahan Arsen menurunkan tubuh Kanaya di ranjang dan kaki Kanaya masih mengunci pinggangnya.
Kanaya merasakan ada sesuatu yang keras menekan miliknya di bawah sana.
Kanaya tau jika itu adalah sosis jumbo si Bule yang sudah sangat ia rindukan.
"Dia kangen banget sama kamu sayang " bisik Arsen semakin menekan miliknya dibawah sana.
Arsen dengan cepat meloloskan baju Kanaya hingga tidak menyisakan sehelai benangpun. Arsen kemudian buru-buru melepas semua pakaian miliknya.
Kanaya menelan Saliva nya ketika melihat sosis jumbo si bule sudah berdiri dengan gagahnya bersiap untuk memasuki sarangnya.
Arsen merangkak naik keatas tubuh Kanaya dan memposisikan tubuhnya untuk melakukan penyatuan.
Kanaya menggigit bibir bawahnya sambil meringis ketika sosis jumbo si bule mulai memasukinya.
Bertahun-tahun tidak melakukannya keduanya mengalami kesulitan seperti pada saat Arsen membobol gawang Kanaya untuk yang pertama kalinya.
"Sakit Dad " Kanaya meringis sambil menggigit bibirnya.
"Kenapa jadi sempit begini ?" Arsen pun mengalami kesulitan saat memasuki nya.
"Mungkin kita sudah lama tidak melakukannya, Dad " jawab Kanaya setelah mulai merasa nyaman.
"Iya sayang..kalau begitu kita harus sering-sering melakukannya" bisik Arsen.
Kanaya tersipu
Arsen mulai bergerak dan Kanaya menyambutnya. Keduanya bergerak seirama dalam alunan syahdu yang merindu.
Semua rasa sakit yang Kanaya rasakan perlahan sirna dan berganti dengan rasa nikmat tiada tara.
__ADS_1
Kanaya menyebutkan nama Arsen berulang-ulang saat akan mencapai puncaknya.
Arsen bergerak semakin cepat untuk menjemput puncaknya. Tidak lama kemudian tubuh Arsen pun ambruk diatas tubuh Kanaya saat keduanya mendapatkan pelepasan bersama.
Nafas keduanya terengah dan tatapan mereka saling mengunci. " I love you..Naya " bisiknya
"I love you too, Daddy " jawab Kanaya.
Arsen mengecupi seluruh wajah Kanaya yang berkeringat dan berakhir di bibir ranumnya.
Kanaya memejamkan matanya begitu menikmati.
Arsen melepaskan tautan bibir mereka seraya berbisik " lagi ya sayang "
Kanaya mengangguk dan kembali memasrahkan dirinya kepada si Bule kesayangannya.
Kanaya tampak pasrah ketika Arsen kembali memasukinya dan kembali melambungkannya ke puncak nirwana.
Sepanjang malam itu mereka terus melakukannya hingga sampai tengah malam.
Setelah merasa lelah dan sama-sama lemas. akhirnya mereka tertidur dengan saling berpelukan.
Sampai keesokannya Arsen dan Kanaya tidak ada yang keluar dari kamar. Bahkan untuk sekedar makan saja mereka menyuruh pelayan untuk mengantarkan ke kamar mereka.
Hampir empat tahun berpisah membuat Arsen lupa diri. Ia benar-benar mengurung Kanaya dan tidak memberi kesempatan kepada istrinya itu untuk lepas darinya barang sedetikpun.
"Daddy..aku bosan di kamar terus, aku mau pergi jalan-jalan" pinta Kanaya setelah mereka mengakhiri sesi bercinta entah untuk yang keberatan kali.
"Hmm..boleh lah " jawab Arsen seperti yang setengah hati.
Sorenya Kanaya dan Arsen pun pergi jalan-jalan dengan mobilnya menyusuri jalanan di tepi pantai di sekitar resort mereka.
Di pinggir pantai Arsen menghentikan mobilnya dan mereka menikmati indahnya matahari terbenam dari pinggir pantai.
Mereka berjalan menyusuri bibir pantai dengan kaki telanjang.
Arsen tiba-tiba menghentikan langkahnya kemudian memeluk tubuh Kanaya dibawah sinar lembayung sore.
Arsen sedikit membungkuk untuk membium bibir ranum milik Kanaya yang memabukkan.Untuk mengimbanginya Kanaya pun berjinjit karena postur tubuh Arsen yang tinggi menjulang.
Mereka tidak lupa mengabdikan momen kemesraan mereka dengan kamera ponselnya.
Ratusan komentar langsung masuk ketika Kanaya memposting momen kemesraan mereka di dalam akun pribadi nya.
Puas bermain dan bermesraan di bibir pantai mereka pun mencari tempat nongkrong.
Setelah berkeliling cukup jauh dengan mobilnya akhirnya mereka menemukan sebuah coffee shop yang nyaman untuk nongkrong.
Tidak bisa dipungkiri jika tubuh Kanaya butuh rehat sejenak setelah digempur habis -habisan oleh si bulenya.
Setelah puas nongkrong dan ngopi mereka pun pulang. Kanaya pun kembali menyiapkan diri untuk mendapatkan serangan dari si bulenya yang seolah tidak ada matinya.
__ADS_1