Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Backstreet


__ADS_3

Satu Minggu setelah Kanaya pulang dari rumah sakit Arsen datang ke apartemen dengan membawa parsel buah dan satu kantung makanan sehat untuk Kanaya.


"Semoga Kanaya cepat pulih " ucap Arsen sopan sambil menyerahkan barang bawaannya kepada Hana.


"Terimakasih atas perhatian anda kepada putri saya " ucap Hana.


"Sudah sepantasnya karena Kanaya sudah saya anggap sebagai putri saya sendiri " jawab Arsen.


Disamping Hana, Kanaya menatap Arsen dengan tatapan penuh kerinduan yang tentunya dibalas biasa saja oleh Arsen. Ia tidak mau Hana sampai curiga.


Hana pamit sebentar ke dapur untuk membuatkan minuman. Kesempatan itu Arsen pergunakan untuk mencium bibir Kanaya.


"Daddy kangen banget sama kamu sayang " bisiknya.


"Aku juga " jawab Kanaya.


Arsen kembali ke tempatnya ketika Hana muncul dengan membawa baki berisi secangkir kopi dan sepiring kecil kudapan.


"Silahkan dinikmati " tutur Hana sopan. Arsen mengangguk.


Arsen kagum pada pembawaan Hana yang anggun dan bersahaja. Meskipun sudah berumur namun sisa kecantikannya masih terlihat.


Di depan Hana sepasang suami istri itu tampak diam tidak berkutik. Kanaya lebih banyak menjadi pendengar pembicaraan Arsen dengan mamanya sambil sesekali melemparkan tatapan kerinduan kearah Arsen.


Arsen berada di apartemen tidak sampai satu jam, setelahnya ia pun pamit pulang. Hana dan Kanaya mengantarkan sampai depan pintu.


Di dalam mobil Simon ,Arsen menelungkupkan kepalanya diatas stir.


Arsen tidak menyangka jika hidupnya akan serumit ini. Ia terjebak diantara dua wanita yang berstatus ibu tiri dan putri tirinya dan sialnya Arsen terlanjur jatuh cinta kepada salah satunya.


Wajah Arsen terlihat muram ketika sampai ke kantornya. Simon dapat menangkapnya dengan jelas dan ia turut prihatin dengan situasi yang sedang bos nya alami.


"Jadi ga sempat ganti oli nih bos ?" tanyanya.


"Boro-boro..gue cuma sempat cium dia sekali itu pun saat mamanya ke dapur buat bikin minum " jawab Arsen.


"Nanti kalau Kanaya sudah benar-benar pulih kan bisa cek in bentaran bos di hotel, atau numpang di apartemen aku juga boleh " ide Simon


"Ide lu keren juga " Arsen menepuk bahu Simon dan kini wajahnya pun tidak semuram tadi.


*


Tidak terasa sudah cukup lama Arsen dan Angel pisah ranjang. Angel masih sering berusaha menggoda Arsen namun tidak pernah berhasil.


Angel berusaha bersabar dan bertahan dalam suasana pernikahan yang hambar.


Angel yakin jika sikap dingin Arsen itu karena suami bulenya itu memiliki wanita simpanan dan sayangnya Angel belum bisa mengendus siapa wanita brengsek yang telah berhasil menggoda suami bule nya itu.


Angel tidak menyadari jika kebusukannya sendiri lah yang menjadi penyebab ia kehilangan cinta Arsen.


"Sayang..besok bude Dewi mau menikahkan putrinya di Semarang..kamu ikut ya !" ajak Angel pada saat mereka sedang makan malam.


"Tidak bisa..aku ada banyak pekerjaan " jawab Arsen


"Aku heran sama kamu..kenapa semakin kesini kamu itu tidak pernah menghargai keluarga aku " Angel mulai tersulut emosi.

__ADS_1


"Kalau ingin dihargai makanya harus menghargai orang lain " jawab Arsen.


"Maksud kamu apa ?" Angel tidak mengerti makna sindiran Arsen.


"Pikirkan saja sendiri " jawab Arsen


"Angel mencengkram sendok dan garpunya menahan kesal.


Rudi hanya bisa diam menyaksikan perdebatan antara Arsen dengan kakaknya.Ia sudah terbiasa dengan situasi seperti itu.


Angel akhirnya pergi ke Semarang dengan Rudi. Sebelum pergi ia memerintahkan orang suruhannya untuk terus mengawasi Arsen kemanapun pergi.


Setelah Angel dan Rudi berangkat ke Semarang, sorenya Arsen menyuruh Simon ke rumah.


"Lu diam disini, gue mau ketemuan dulu dengan bini gue " ucap Arsen setelah memakai pakaian yang sama persis dengan yang dipakai oleh Simon.


Arsen memang menyuruh Simon membeli beberapa pakaian kembaran untuk mendukung penyamarannya.


"Jadi saya mesti ngapain disini bos ?" tanya Simon.


"Lu mau ngapain saja bebas, anggap di rumah sendiri " jawab Arsen.


Arsen pun keluar dan pergi dengan menggunakan mobil Simon. Sementara Simon memilih tiduran di kamar tamu.


[ Lapor Bos..ada asisten pribadi pak Arsen bertamu, namun hanya sebentar langsung pergi lagi ]


[ Biarkan saja..paling urusan pekerjaan. Kalau pak Arsen pergi kamu langsung ikuti dia ]


[ Baik Bu ]


Angel tidak mengetahui jika sebetulnya Arsen sedang menjemput Kanaya di apartemennya.


"Pulangnya jangan terlalu malam ya !" pesan Hana ketika Kanaya minta ijin untuk pergi nonton bersama teman-temannya.


"Iya Ma..paling telat aku pulang jam 10 " jawab Kanaya.


"Baiklah.. hati-hati Sayang " Hana mencium kening putri kesayangannya.


Setelah mendapat ijin dari mamanya Kanaya pun bergegas menuju basement dimana Arsen sudah menunggunya di dalam mobil Arsen.


"Daddy pake mobil siapa ?" tanya Kanaya setelah masuk kedalam mobil.


"Ini mobil Simon..orang suruhan Angel masih terus mengawasi Daddy " jawab Arsen.


"Kaciaan suami aku " Kanaya mengusap pipi Arsen.


"Kamu bilang mau kemana sama Mama kamu ?" tanya Arsen sambil melajukan mobilnya meninggalkan kawasan apartemen tempat tinggal Kanaya.


"Aku bilang mau pergi sama teman " jawab Kanaya.


"Dosa loh..bohongin orangtua " Arsen menjawil ujung hidung Kanaya.


"Ya tidak dong Dad..aku kan perginya memang sama teman..teman tidur hehehe " kilah Kanaya.


"Iya juga " Arsen tertawa sambil meraih kepala Kanaya agar bersandar di lengan kirinya.

__ADS_1


"Kita mau pergi kemana Dad ?" tanya Kanaya sambil memeluk perut Arsen.


"Kita cari makan dulu terus kita ke hotel ya..Daddy kangen banget " jawab Arsen.Kanaya mengangguk.


"Tapi aku janjinya pulang jam 10 dad " Kanaya mengingatkan.


"Sekarang baru jam empat. Kita makan satu jam..dan cari hotel terdekat saja..ada waktu buat kita kangen-kangenan sampai jam 10 " jawab Arsen.


"Iya Dad " jawab Kanaya


"Bagaimana dengan luka bekas operasinya ?" tanya Arsen.


"Sudah sembuh Dad..Daddy kan membayar dokter terbaik " jawab Kanaya semakin mengeratkan pelukannya di perut Arsen.


Arsen dan Kanaya makan di sebuah restoran cepat saji. Disana mereka makan dengan cepat dan setelahnya mereka langsung cek in di hotel yang berada tidak jauh dari sana.


Begitu masuk ke kamar hotel Arsen langsung memerangkap Kanaya di dinding dan melu mat habis bibir Kanaya dengan sangat liar.


"Daddy kangen kamu sayang " bisik Arsen dengan nafas memburu.


"Aku juga kangen Daddy " balas Kanaya.


Dengan bibir saling bertautan Arsen menggiring Kanaya menuju ranjang.


Arsen dengan cepat melucuti pakaian Kanaya dan setelahnya Kanaya membantu Arsen melucuti pakaiannya hingga polos dan sosis super jumbo milik si bule itu menyembul dengan gagahnya diantara pangkal pahanya.


Kanaya menelan air liurnya melihat penampakan keperkasaan suaminya yang selalu sukses membuatnya menjerit nikmat.


Tanpa membuang waktu Arsen pun langsung memerangkap Kanaya dibawah tubuhnya dan menyatukan tubuh mereka yang sudah saling mendamba satu sama lain.


Arsen baru melepaskan Kanaya ketika jam menunjukkan angka sembilan.


Mereka mengakhiri ritual mereka dengan mandi bersama dan bersiap untuk pulang.


Jam setengah sepuluh mobil yang Arsen kendarai sampai di basement apartemen.


"Sebetulnya Daddy masih kangen sama kamu " Arsen seperti yang enggan melepaskan Kanaya.


"Kan nanti bisa janjian lagi Dad " jawab Kanaya sambil mengecup bibir Arsen sebelum turun dari mobil.


Dengan perasaan sedih Arsen pun melajukan mobilnya menuju ke rumah.


Di rumah Simon tampak sedang menonton tv.


"Sudah selesai ganti oli nya bos ?" tanya Simon


"Ya " jawab Arsen dengan wajah berseri.


"Sekarang giliran saya bos yang bersenang-senang " jawab Simon sambil pamitan.


Malam ini Simon sudah janjian dengan pacarnya untuk pergi ke klub


"Gue udah transfer ke rekening Lu untuk ganti bensin mobil lu " ucap Arsen


"Terimakasih bos "

__ADS_1


__ADS_2