Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Kembali Bersama


__ADS_3

Setelah menghabiskan kopinya Yohan dan Kanaya pun kembali ke apartemen.


"Ada apa ini ?" Kanaya menatap mama dan papanya yang sibuk memasukan baju-baju Kanaya dan mamanya kedalam koper.


"Hari ini kita pindah ke rumah baru kita " jawab Papa.


"iya kan Mah ?" papa melirik kearah istrinya yang berwajah masam.


Kanaya faham, papanya pasti telah memaksa mamanya untuk ikut bersamanya.


Tidak banyak barang yang mereka bawa hanya sebagian baju-baju dan barang yang dianggap penting saja.


Widianto dan Yohan mengangkut dua koper milik Kanaya dan Hana kedalam mobil.


Siang itu juga Widianto membawa anak dan istrinya pulang ke rumah barunya.


"Aku tidak mau satu kamar sama kamu !" kata Hana tegas ketika Widianto akan memasukkan koper milik Hana ke kamarnya.


"Kenapa Ma ?" tanyanya menatap wajah Hana sendu.


"Mungkin secara hukum aku memang masih istri kamu, tapi secara agama tidak " jawab Hana tegas.


Widianto menghela nafas berat


"Baiklah, kamu saja yang tidur di kamar utama biar aku tidur di kamar yang lain " Widianto mengalah. Hana sudah mau ikut saja ia sudah sangat bersyukur.


Widianto pun memindahkan baju-bajunya ke kamar sebelah karena Hana menolak berbagi kamar dengannya.


Di kamar yang lain, Kanaya tampak sibuk menata kamar barunya yang sudah disiapkan dengan sangat apik oleh papanya.


Disaat Kanaya sedang sibuk menata kamarnya, Arsen tampak sedang menggalau ketika anak buahnya melaporkan jika hari ini Kanaya dan Hana pindah dari apartemen. Dan beberapa saat kemudian Kanaya pun membagi kabar gembira mengenai kepulangan papanya.


[ Tapi Dad...sekarang aku tinggal di rumah papa, pastinya kita akan sulit bertemu ]


[ Cinta pasti akan menemukan jalannya sayang ]


Diantara kebahagian itu terselip kegamangan di hati Arsen dan Kanaya mengenai nasib pernikahan mereka kedepannya.


Kanaya bersama Hana saja mereka harus kucing-kucingan jika ingin bertemu. Arsen semakin terjepit karena Widianto pasti akan mengawasi Kanaya dengan ketat.


Pastinya Widianto tidak akan menerima jika pria yang sudah menikahi istrinya ternyata diam-diam sudah menikahi putri kesayangannya pula.


* * * *


Senin pagi terjadi kehebohan di kantor perusahaan Widianto.


Angel freeze ditempatnya ketika Widianto tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Kenapa...kaget ? pasti kamu pikir aku hantu "

__ADS_1


"Mas.. benarkah ini kamu ? bagaimana bisa kamu--- "


"Tuhan masih bermurah hati memberi aku kesempatan untuk bertobat " jawab Widianto.


Akal licik Angel langsung bekerja, Setelah kehilangan suami bulenya kini ia punya kesempatan untuk kembali menguasai Widianto.


"Aku merasa seperti bermimpi melihat kamu kembali Mas " Angel menghambur kedalam pelukan Widianto namun pria itu menepisnya.


"Kamu tidak kangen sama istri kamu Mas ?" Angel terpaku dengan wajah kecewa.


"Kamu bukan istri aku lagi sejak kamu menikah dengan pria lain " tolak Widianto.


"Sialan..ternyata Widianto sudah tau kalau gue sudah sempat menikah lagi " batin Angel.


"Aku menikah karena aku pikir kamu sudah meninggal Mas..tidak ada kamu aku butuh orang yang melindungi aku dan Kanaya "


"Melindungi kamu dan Kanaya ? yang ada setelah kamu menikah lagi Kanaya justru memilih keluar dari rumah.


Widianto mungkin beranggapan jika keputusan Kanaya tinggal sendiri adalah karena tidak nyaman dengan pernikahan ibu tirinya dengan Arsen.


"Aku mengijinkan karena aku tidak mau mengekang anak itu Mas, aku menghargai keinginannya yang ingin belajar hidup mandiri " kilah Angel.


Widianto tersenyum sinis


"Aku sudah bercerai lagi Mas dan kita bisa kembali bersama " rayu Angel.


"Maaf Ngel..aku sudah memutuskan untuk kembali dengan Hana " tolak Widianto.


"Semua sudah diputuskan dalam surat wasiat itu "


"Maksud kamu ?"


"Yohan pasti sudah mengirimkan salinannya kepada kamu. Sebaiknya baca baik-baik...dan bersiap kemasi barang-barang kamu dari ruangan saya segera " jawab Widianto sambil beranjak keluar dari ruangan kerjanya.


"Mas..apa salah aku sama kamu sampai kamu tega membuang aku begini ?" ratap Angel namun tidak membuat Widianto goyah dengan keputusannya.


Widianto melenggang dengan santai dan langsung melakukan sidak ke hampir semua divisi di perusahaannya.


Sepeninggalan Widianto, Angel pun mulai mengemasi barangnya. Meski dongkol namun ia tidak punya pilihan lain selain pulang ke rumah megahnya dan menikmati hari-hari nya sebagai pengangguran.


Setelah melakukan sidak di beberapa divisi, Widianto pulang ke rumahnya.


Kepulangannya disambut pelukan manja dari putri tersayang nya sedangkan Hana tampak acuh tak acuh dan lebih banyak berada di kamarnya.


Widianto mempunyai kesempatan bertemu dengan Hana pada saat sarapan pagi dan makan malam, selebihnya Hana sepertinya enggan menampakkan batang hidungnya di hadapan Widianto.


Kanaya yang sedang melakukan video call dengan Arsen buru-buru mengakhiri nya ketika papanya tiba-tiba muncul di kamarnya.


"Kamu sedang apa sayang ? apakah yang tadi itu pacar kamu ?" Widianto sempat mendengar suara pria dari gawai Kanaya.

__ADS_1


"Iya Pah " jawab Kanaya


Pacar halal maksudnya


"Gadisnya Papa sudah punya pacar..Papa jadi cemburu " Widianto berlaga cemberut.


Kanaya tertawa


"Kapan-kapan ajak kesini dan kenalkan sama Papa !" perintah Widianto.


Kanaya seperti menelan batu, Ia sangat yakin jika Papa nya pasti akan shock jika mengetahui pacar halal Kanaya adalah pria yang pernah menikahi istri siri nya.


"Dikenalkan nya nanti saja ya kalau kami sudah sama-sama siap " jawab Kanaya.


"Baiklah.." jawab Widianto.


"Papa dan Mama masih belum akur ?" Kanaya cukup dewasa sehingga bisa menangkap wajah muram papanya.


"Mama kamu masih belum mau memaafkan kesalahan papa " jawab Widianto lirih. "Papa terlalu lama menyiksa batin mama kamu "


"Papa sabar ya, aku yakin lama-lama Mama pasti bisa memaafkan Papa "


"Kamu bantu ya Sayang. Papa ingin kita kembali utuh seperti dulu " harap Widianto.


"Pasti Pa..aku pasti akan bantu Papa untuk mendapatkan kembali hati mama " janji Kanaya.


Widianto memeluk Kanaya erat


Setelah puas berbicara Widianto pun keluar dari kamar Kanaya, dan Kanaya pun melanjutkan melakukan video call dengan si bule kesayangannya.


Kanaya tidak sabar menunggu dua hari lagi karena si bule kesayangannya akan pulang dari Lombok.


Pada saat makan malam, Kanaya meminta ijin kepada Mama dan Papanya untuk menginap di puncak bersama teman-temannya.


"Berapa hari disana nya ?" tanya Hana


"Tiga hari Ma " jawab Kanaya


"Ya sudah, tapi hati-hati ya " Hana dan Widianto akhirnya mengijinkan.


Mereka tidak tau jika sebetulnya Kanaya pergi ke Puncak bukan dengan teman-teman sekolahnya melainkan dengan Arsen.


Sebelum berangkat ke Puncak, Kanaya sudah memasukkan beberapa lingerie seksinya kedalam tas nya untuk mempersiapkan menjamu suami bule nya yang baru pulang dari Lombok.


"Selama aku pergi Papa harus pintar-pintar memanfaatkan sikon " bisik Kanaya sebelum pergi.


Sama seperti dirinya dan Arsen yang akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya berdua.


"Iya Sayang " jawab Widianto.

__ADS_1


Kanaya pergi diantarkan sopir ke rumah Meta dimana mobil Arsen sudah menunggu di jalan di depan rumah Meta.


__ADS_2