Affair with my Stepfather

Affair with my Stepfather
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Kanaya dan Viona tidak bisa berkutik ketika Arman menggiring mereka kedalam mobilnya dan Simon memindahkan barang-barang mereka dari taksi ke mobil Arman.


"Dia siapa sih galak amat " bisik Viona sambil menunjuk kearah Arman dengan dagunya.


"Kakak angkat gue " jawab Kanaya.


"Sejak kapan Lu punya kakak angkat ?" Viona yang lama tinggal di Jepang tidak mengetahui kabar teranyar tentang keluarga Kanaya.


Yang Viona tau adalah skandal antara Kanaya dan Arsen dan perceraiannya.


"Waktu bokap gue kecelakaan dia yang merawat sampai akhirnya bisa kembali lagi " jawab Kanaya.


"Ooh "


Setelah semua barang kedua wanita itu masuk kedalam mobil Arman pun melajukan mobilnya menuju arah pulang.


"Nay..gue anterin balik ke hotel saja, gue tidak mau turut campur urusan intern keluarga Lu " bisik Viona.


"Gak..lu harus temani gue " jawab Kanaya.


Viona yang merasa kasian kepada Kanaya akhirnya ikut pulang bersama sahabatnya itu.


Begitu sampai ke rumah Kanaya termangu ketika mendapati Arsen dan kedua orangtuanya sudah ada di sana.


Mama si bule langsung memburu Kanaya. "Jangan bilang kamu mau kabur anak nakal "


Kanaya pun malu setengah mati.


Kanaya langsung digiring menuju ruang tengah seperti seorang pencuri yang baru tertangkap.


Di ruang tengah tampak Arsen sedang menggendong Lana yang sedang tertidur di bahunya.


"Tikus nakal sudah tertangkap, sebaiknya acaranya kita mulai saja " kata Widianto.


Semua yang ada disana setuju. Semua berkumpul di ruang tengah. Kanaya duduk tepat disebelah Arsen yang memangku Lana yang belum tertidur dengan lelap.


Sesekali Lana terdengar merengek sambil memanggil Daddy nya. Arsen mengusap punggung putrinya setiap bocah itu merengek.


Melihat begitu penuh kasih sayangnya Arsen kepada Alana membuat hati Kanaya pun meleleh. Alana membutuhkan Daddy nya dan ia tidak boleh egois.


Papa Arsen mengatakan tujuan kedatangannya kepada Widianto yang tidak lain adalah untuk melamar Kanaya.


"Naya..keluarga Arsen datang untuk melamar kamu, bagaimana jawaban kamu ?" tanya Widianto sambil menatap dalam kearah Kanaya.


Kanaya terlihat bingung


"Semua keputusan ada ditangan kamu, Papa dan Mama akan mendukung apapun keputusan kamu..sudah cukup kami membuat kesalahan dengan memisahkan kalian selama bertahun-tahun" kata Widianto penuh penyesalan.

__ADS_1


Ucapan Widianto sangat jelas menyiratkan jika ia lah dalang dibalik keputusan Arsen menceraikan Kanaya.


"Semua yang sudah berlalu tidak usah diingat lagi..yang terpenting adalah memperbaiki semuanya selagi masih ada jalan. Saya pribadi sangat berharap Kanaya dan Arsen rujuk kembali terlebih sudah ada Alana diantara mereka " tutur papa Arsen.


"Jadi bagaimana, Naya ?" Widianto kembali bertanya kepada Kanaya.


Kanaya sempat melirik kearah Arsen yang tampak menunduk menunggu jawaban Kanaya dengan harap-harap cemas


Arsen takut ditolak


Jika sampai Kanaya benar-benar menolaknya maka Ia akan membawa Alana kabur saat itu juga.


Semua pasang mata kini tertuju kepada Kanaya..semua menunggu jawaban Kanaya


"A..aku bersedia " jawab Kanaya lirih.


Mendengar jawaban Kanaya Arsen pun mengangkat wajahnya dan mata mereka pun bertemu.


Untuk sesaat Kanaya tertegun melihat mata perak itu kini berembun..si bule nya menangis.


"Alhamdulillah " ucap semua yang ada disana serempak.


Setelah Kanaya setuju untuk rujuk maka Widianto menyarankan agar Kanaya dan Arsen kembali melakukan ijab kabul.


Widianto tampak terharu, akhirnya ia berkesempatan untuk melihat putrinya menikah.. meskipun untuk yang kedua kalinya namun dengan orang yang sama.


Arsen memindahkan Lana yang sudah tertidur dengan lelap ke kamar Kanaya di lantai atas. Kanaya mengikuti dari belakang sambil menjinjing kopernya.


Setelah menurunkan Lana diatas kasur empuk Kanaya, Arsen berbalik menghadap kearah mantan istrinya yang sebentar lagi akan kembali menjadi istrinya lagi.


"Terimakasih ya sayang karena sudah memberi kesempatan kedua " Arsen menangkap kedua tangan Kanaya dan menggenggamnya .


Kanaya mengangguk


"Maafkan karena dulu aku tidak memperjuangkan kamu dan malah memilih melepaskan kamu " kata Arsen lirih.


Kanaya kembali mengangguk


"Aku juga minta maaf karena sudah memperalat Daddy..meskipun niat awal aku adalah untuk balas dendam tapi seiring berjalannya waktu aku malah cinta beneran sama Daddy..makanya aku tetap bertahan dengan Daddy meskipun Daddy dan Angel sudah bercerai " akui Kanaya.


Arsen termangu..kenapa ia bisa tidak berpikir kesana ? setelah niat balas dendamnya tercapai bisa saja Kanaya pergi meninggalkannya..tapi nyatanya Kanaya tidak melakukannya. Kanaya tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang istri meskipun secara sembunyi-sembunyi dari Hana..


Arsen baru menyadari jika ia sangat bodoh karena tidak melihat ketulusan Kanaya dan malah nekad menceraikan nya..pantas saja jika Kanaya merasa sakit hati dan sengaja tidak memberitahu tentang kehadiran buah cinta mereka.


Perlahan Arsen menarik tubuh Kanaya untuk lebur dalam pelukannya.


"Daddy tidak akan melepaskan kamu lagi " bisiknya sambil mengecup puncak kepala Kanaya.

__ADS_1


Arsen dan Kanaya saling menautkan bibir. Gairah yang terpendam selama bertahun-tahun akhirnya kembali menggeliat.


Jika saja tidak ada Alana ingin sekali Arsen melemparkan Kanaya keatas kasur dan mengurunya


Arsen rindu saat-saat kebersamaan mereka yang begitu menggairahkan karena kenakalan dan keagresipan Kanaya yang selalu berhasil memancingnya.


Rasanya Arsen belum percaya sepenuhnya jika gadis nakal itu kini telah kembali.


Suara batuk kecil Widianto membuat Arsen dan Kanaya buru-buru saling melepaskan diri.


Mereka salah tingkah


"Sebaiknya kamu pulang karena orangtua kamu sudah pamit di bawah " Widianto mengusir Arsen.


"Baik , Pak " jawab Arsen


"Daddy pulang dulu ya, nanti malam Minggu Daddy akan datang lagi untuk ngapelin kamu dan Lana " bisik Arsen.


"Iya " jawab Kanaya


* * * *


Setelah acara pertemuan keluarga Arsen dan keluarga Kanaya selesai Arman pun mengantarkan Viona pulang karena Arsen dan Kanaya langsung menghilang ke kamar Kanaya dengan alasan menidurkan Lana.


Sepanjang perjalanan pulang Viona diam-diam melirik kearah Arman yang sedang fokus menyetir.


Meskipun menyadari jika Viona diam-diam mencuri pandang namun Arman terlihat cuek..membuat Viona menjadi semakin penasaran.


"Kak Arman sudah punya pacar ?" todong Viona.


"Belum " jawab Arman


"Kenapa belum ? padahal kak Arman ganteng loh.." tanya Viona.


"Belum ketemu yang cocok " jawab Arman.


"Emang kak Arman.cari pacar yang seperti apa ?" pancing Viona


"Bukan urusan kamu " jawab Arman mulai kesal karena Viona terlalu ingin tau urusan pribadinya padahal mereka baru saja bertemu.


"Ck..galak amat sih " sungut Viona dengan wajah cemberut.


Viona tidak berani bertanya apapun lagi sampai mereka tiba di hotel tempat Viona menginap.


Viona menurunkan kopernya dan kemudian berlalu begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih kepada Arman karena sudah mengantar..


"Dasar tidak sopan " sungut Arman ketika viona langsung masuk ke lobby tanpa mengucapkan sepatah katapun kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2