
Andrea menatap seorang pria yang pernah mendatanginya di rumah sakit. Ia mengerutkan keningnya mengingat nama pria itu.
" Rayyan." Gumam Andrea.
Rayyan tersenyum kepadanya. Tiba tiba ia mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya. Andrea mundur, ia takut Rayyan berbuat sesuatu padanya.
" Andrea." Bayu kembali meneriaki nama Andrea.
Sepertinya Andrea butuh pertolongan Bayu saat ini. Ia merasa harus menyahut panggilan Bayu.
" Bay." Teriak Andrea,
Rayyan semakin maju, dengan cepat Andrea berlari ke arah Bayu.
Rayyan yang melihatnya mengepalkan tangannya.
Merasa namanya di panggil, Bayu menoleh ke arah Andrea yang saat ini berlari ke arahnya.
Grep...
Andrea menubruk tubuh Bayu membuat keseimbangan Bayu hilang, akhirnya keduanya jatuh di atas pasir.
Brugh....
Andrea menindih tubuh Bayu membuat mereka menjadi pusat perhatian.
" Sayang kenapa kamu lari ketakutan seperti itu?" Bayu merapikan anak rambut Andrea.
" Ada seseorang yang sepertinya mau berbuat jahat kepadaku Mas." Sahut Andrea ngos ngosan.
" Apa? Siapa?" Pekik Bayu.
Andrea beranjak dari tubuh Bayu. Keduanya duduk bersebelahan.
" Rayyan."
" Apa? Rayyan? Dimana dia sekarang?" Bayu mengedarkan pandangannya.
" Tadi dia ada di sana, apa kau mengenalnya." Andrea menunjuk tempatnya bersembunyi.
Tanpa berkata apa apa lagi, Bayu langsung berlari ke arah yang di tunjuk Andrea. Andrea mengikutinya dari belakang.
" Mas tunggu!" Ucap Andrea.
" Aku harus menemukannya sayang! Aku harus memberikannya pelajaran, dia musuhku, musuh yang selalu mengusik hidupku, kali ini aku tidak akan membiarkan dia lolos." Bayu mengedarkan pandangannya.
" Apa? Musuhmu? Pantas saja dia mendekatiku." Ujar Andrea.
" Kau harus berhati hati dengannya! Dia sangat licik." Ujar Bayu.
" Iya Mas." Sahut Andrea.
" Dimana dia sekarang?" Gumam Bayu terus mencari.
" Mungkin dia di parkiran Mas." Ujar Andrea.
" Iya kau benar, aku harus sampai sana secepatanya." Sahut Bayu.
Bayu segera berlari ke arah parkiran yang ada di pantai K. Ia mencari sosok yang selama ini selalu mengganggu hidupnya.
Bayu melihat sosok Rayyan yang hendak membuka pintu mobil. Ia segera berlari menghampirinya lalu....
__ADS_1
Bugh... Bugh... Bugh....
Bayu memukul wajah Rayyan dengan keras.
Bugh....
Rayyan membalas pukulan Bayu. Keduanya terlibat saling adu jotos. Andrea menutup mulutnya karena terkejut.
Bugh.... Bugh....
" Mas hentikan!" Teriak Andrea.
Namun Bayu tidak mendengarkannya. Ia terus melakukan serangan kepada Rayyan hingga Rayyan jatuh tersungkur di samping mobil.
" Uhuk... Uhuk.... Uhuk." Rayyan batuk memuntahkan darah.
Bayu mengusap darah di sudut bibirnya.
" Mas kamu terluka." Ucap Andrea menghampiri Bayu.
" Tidak pa pa sayang, aku harus memberi dia pelajaran." Bayu menekan dada Rayyan dengan kakinya.
" Kau selalu mengusik hidupku, dan aku membiarkan semua perbuatanmu tanpa mau membalasmu, tapi sekarang kau mencoba mengusik istriku, aku tidak akan membiarkan itu, kau harus mati di tanganku!" Bayu menekan kakinya membuat dada Rayyan terasa sesak.
" Mas lepaskan! Jangan seperti ini! Dia bisa mati." Ujar Andrea.
" Dia memang harus mati sayang, aku tidak akan membiarkannya hidup!" Tekan Bayu.
" Kau bisa di penjara Mas, dan aku tidak mau kalau sampai itu terjadi, ku mohon lepaskan dia!" Ucap Andrea.
Bayu menjauhkan kakinya dari tubuh Rayyan, namun ia menendang perut Rayyan.
Bugh....
" Ayo sayang!" Bayu menggandeng tangan Andrea meninggalkan Rayyan yang lemah tak berdaya.
Andrea menoleh ke belakang membuat tatapannya bertemu dengan Rayyan. Ada perasaan iba namun ia itulah pelajaran yang harus Rayyan terima.
Sesampainya di villa, Andrea segera mengobati luka Bayu. Mereka duduk di sofa kamarnya.
" Duh wajah tampan suamiku jadi hilang." Ujar Andrea mengompres luka lebam di wajah Bayu menggunakan es batu.
" Nanti kalau lebam nya hilang juga tampan lagi, emang aku udah tampan dari sananya jadi ketampanan ku nggak akan pernah hilang." Sahut Bayu mengusap pipi Andrea.
" Hmm mulai deh narsisnya." Ujar Andrea.
" Itu fakta sayang, coba aja kalau aku nggak tampan, pasti kamu nggak mau nerima aku." Ujar Bayu.
" Ya iyalah! Kamu tampan aja nggak aku lirik apalagi jelek, aku buang jauh jauh ke laut sana." Sahut Andrea.
" Hmm jahat ya!" Ucap Bayu.
" Sedikit." Sahut Andrea.
" Padahal aku tampan, kaya, tapi kenapa dulu kamu selalu menolak aku? Aku ingin tahu alasanmu." Ujar Bayu.
Andrea menatap Bayu begitupun sebaliknya. Keduanya saling beradu pandang.
" Kamu selalu melindungiku tanpa aku tahu, kamu berbuat banyak untukku tanpa sepengetahuan ku, itu membuatmu berada di belakangku Bay, itu sebabnya aku tidak bisa melihatmu, aku hanya bisa melihat bayanganmu saja, coba kalau kau berjalan di depanku, kau menunjukkan semua perhatianmu di depanku, aku pasti sudah menerimamu sejak dulu, maaf karena aku tidak bisa memahami perasaanku untukmu, aku baru memahaminya dua tahun lalu." Ucap Andrea menatap Bayu sendu.
" Tidak masalah sayang, yang terpenting sekarang aku tahu alasanmu, dan yang paling membuat aku bahagia adalah, kau telah menjadi milikku seutuhnya, kau tidak akan menderita lagi karena melihat aku dengan wanita lainnya, aku akan menyingkirkan Risa Risa yang lainnya dalam hidupku, aku mencintaimu." Ucap Bayu mencium kening Andrea.
__ADS_1
" Aku juga mencintaimu." Sahut Andrea.
" Bagaimana kau bisa mengenal Rayyan sayang?" Tanya Bayu.
" Waktu kamu kecelakaan, dia mendekatiku di rumah sakit." Sahut Andrea.
" Dia sudah merencanakan semuanya." Gumam Bayu.
Setelah selesai mereka duduk bersandar di atas ranjang.
" Mas aku mau pulang!" Ucap Andrea.
" Kenapa? Bulan madu kita saja baru di mulai." Ujar Bayu.
" Aku merasa tidak aman di sini, aku takut Rayyan akan membawa orang orangnya untuk menyerangmu di sini, aku tidak mau kalau sampai kamu kenapa napa Mas, kita pulang besok pagi ya." Ujar Andrea.
" Baiklah kita akan pulang besok pagi, sekarang istirahatlah, kita nikmati malam ini dengan penuh kehangatan." Ujar Bayu.
" Iya Mas." Sahut Andrea.
Malam menjelang, Andrea dan Bayu baru saja selesai makan malam. Keduanya membersihkan diri di dalam kamar mandi.
" Pakai lingerie seksi donk Yank!" Ucap Bayu.
" Aku malu Mas." Sahut Andrea.
" Aku pengin lihat kamu pakai itu." Ucap Bayu.
" Baiklah sesuai keinginanmu." Sahut Andrea.
Andrea mengambil lingerie di kopernya. Ia segera memakainya di dalam kamar mandi.
Ceklek...
Andrea keluar dengan baju kurang bahannya.
Glek...
Bayu menelan kasar salivanya. Sesuatu di bagian bawahnya langsung menegang seperti tersengat aliran listrik.
lingerie itu membuat tubuh Andrea terekspos. Kulit mulus seputih susu sangat kontras dengan lingerie hitam yang di pakainya saat ini.
Bayu mendekatinya lalu menuntunnya ke atas ranjang. Bayu mendorong tubuh Andrea hingga terlentang di atas kasur empuknya.
Bayu menindih tubuh Andrea, ia meraba pipi Andrea membuat Andrea memejamkan matanya. Tak tahan melihat bibir se*** Andrea, Bayu segera melum*tnya. Ia mengekspos setiap incinya.
Tangan Bayu berkelana kemana mana hingga menemukan area favoritnya.Tangannya bermain main di sana membuat tubuh Andrea menggelinjang seperti cacing kepanasan.
" Mas.... *h." ******* Andrea membuat gairah Bayu memuncak.
Entah siapa yang memulai, kini tubuh keduanya sama sama polos. Bayu segera mengarahkan senjatanya ke dalam goa kenikmatan milik Andrea. Ia memacu tubuh yang dengan pelan membuat Andrea yang di bawahnya merasa terbang ke atas awang awang.
Pulau B, villa xx di dalam kamar berukuran empat kali enam menjadi saksi penyatuan cinta mereka. Mereka berharap akan ada tangisan Bayi yang meramaikan rumah mereka.
Jangan lupa tekan like koment vote dan 🌹nya buat author biar author makin semangat.
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All....
TBC...
__ADS_1