
" Aku akan menceraikannya."
Jeduar....
Bagai di sambar petir di siang bolong, Andrea langsung menatap Daniel.
" Apa apaan kamu Niel! Kenapa dengan mudahnya kau mengucapkan kata itu, dimana cinta yang selama ini kau banggakan itu hah?" Bentak Andrea tidak terima.
" Oh jadi kalian mengkhianatiku? Kalian affair di belakangku." Bentak Bayu.
Andrea dan Daniel menatap ke arahnya.
" Kalian tega mengkhianatiku! Apa kamu tahu sayang perjuanganku selama ini, dengan susah payah aku kembali padamu hanya untuk melanjutkan kebahagiaan kita yang tertunda, aku sangat bahagia akan segera bertemu dengan anak dan istriku, tapi apa yang aku dapatkan? Justru aku melihat pengkhianatan kalian berdua." Ucap Bayu.
" Empat tahun Bay, kau hilang selama itu dan tidak ada yang tahu kabarmu, surat kematianmu sudah aku terima... Kau membiarkan aku menjalani hidup sebagai seorang janda di saat kau masih hidup, saat itu hidupku hancur Bay, aku bahkan merasa tidak bisa hidup lebih lama lagi, aku ingin mati bersamamu... Tapi Daniel datang memberikan semangat untukku, dia bahkan rela berperan sebagai pengganti dirimu selama bertahun-tahun lamanya, hidupku bertopang pada Daniel, aku dan putraku hidup bergantung pada Daniel selama ini hingga kami memutuskan untuk menikah demi kebahagiaan Varo memiliki keluarga yang utuh, tapi setelah kami bahagia kenapa kau muncul di depan kami? Kenapa baru sekarang Bay? Kenapa tidak saat itu juga kau kembali agar semua kejadian ini tidak terjadi, Kenapa?" Andrea menatap Bayu dengan tajam.
" Aku di temukan oleh seorang kepala gangster, aku di rawatnya sampai sembuh namun aku tidak boleh memiliki hidupku, hidupku menjadi miliknya, aku di paksa menjadi seperti dirinya, aku menjadi seorang mafia yang kejam yang siap membunuh lawan dan sasaran." Ucap Bayu.
Andrea menutup mulutnya tidak percaya.
" Aku melakukan itu karena terpaksa, sebenarnya aku ingin pulang tapi dia memberiku syarat untuk menyelesaikan beberapa misinya selama bertahun-tahun ini, aku tersiksa sayang, aku sangat merindukanmu dan aku ingin melihat anakku namun aku tidak bisa apa apa, dia mengancamku kalau sampai aku tidak menyelesaikan misi ku dengan baik, dia akan mencarimu dan mencelakaimu, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Setelah misi ku berhasil, aku bahagia bisa kembali ke rumah tapi kau tidak ada di sana, aku ke rumah ini ingin bertanya pada Daniel, dan aku sangat terkejut karena kalian tinggal bersama." Kata Bayu.
" Aku menemui Daniel dan memintanya untuk melepasmu tapi dia menolaknya, tapi aku tidak pernah menyangka jika penolakannya karena dia sudah menikah denganmu, untuk mendapatkanmu kembali aku mengancam akan menyakitimu dan Varo kalau dia bersikeras tidak mau mengembalikan kamu padaku." Sambung Bayu.
" Itu sebabnya kau bersikap dingin pada kami?" Selidik Andrea menatap Daniel.
" Maafkan aku Re! Aku terpaksa melakukannya, aku ingin kau menjauh dariku supaya aku tidak terlalu berat melepaskanmu, kalian masih suami istri, Bayu lebih berhak atas dirimu, walaupun aku sangat mencintaimu tapi aku rela melepasmu demi kebahagianmu dan Varo." Ucap Daniel.
" Kebahagiaan yang mana yang kau maksudkan hah? Kenapa kau tidak meminta pendapatku saat memutuskan itu?" Tanya Andrea.
" Karena aku tahu kau masih mencintai Bayu." Ucap Daniel.
Ya Daniel merasa Andrea masih mencintai Bayu, apalagi tadi ia mendengarnya sendiri dari mulut Andrea. Dan kamar yang di hias sebagai kamar pengantin itu, ia berpikir penyambutan untuk Bayu.
" Kenapa kalian tidak bertanya apa yang aku mau? Kenapa kalian berdua hanya mementingkan perasaan kalian saja hah? Apa perasaanku tidak penting untuk kalian? Apa hidupku tidak ada artinya baginya kalian? Aku kecewa pada kalian berdua." Andrea beranjak meninggalkan mereka berdua menuju kamar Varo.
Andrea mengunci pintunya, tubuhnya luruh di balik pintu.
" Hiks... Hiks.... Kenapa kau lakukan ini padaku Tuhan? Kenapa di saat aku sudah mencintai Daniel kau kirimkan Bayu kepadaku? Sejarah terulang kembali, aku pernah merasakan ini... Lalu aku harus bagaimana? Apakah aku harus kembali melupakan perasaanku pada Daniel? Atau kali ini aku harus memperjuangkannya? Hiks... Aku benar benar bingung." Isak Andrea.
Andrea menguspa air matanya, ia naik ke atas ranjang memeluk Varo.
" Sayang ayahmu kembali setelah bertahun tahun meninggalkan kita, apa kau bisa menerimanya? Apa kau memilih bersama ayah kandungmu atau kau tetap ingin bersama daddy Niel sayang? Mommy akan menuruti keinginanmu, yang mommy inginkan sekarang kebahagiaanmu, biarlah pilihanmu akan menjadi pilihan mommy." Andrea mencium kepala Varo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Andrea mengerjapkan matanya.
__ADS_1
" Moorning Mom." Varo tersenyum manis kepadanya.
" Morning sayang." Sahut Andrea menyandarkan punggungnya pada headboard.
" Mom, apa daddy tidak pulang lagi? Atau daddy tidur di kamarnya?" Tanya Varo.
" Daddy ada di kamarnya sayang, sekarang kamu mandilah! Mommy akan menyiapkan baju ganti untukmu." Ucap Andrea.
" Varo mau mandi sama daddy aja." Varo turun dari ranjang lalu menuju kamar Daniel.
Langkah Varo terhenti saat melihat Daniel dan Bayu duduk di ruang tamu. Ia menuruni anak tangga lalu berlari ke arah mereka.
" Daddy.." Teriak Varo membuat keduanya menatap ke arahnya.
Bayu menatap Varo dengan mata berkaca kaca. Ia merentangkan kedua tangannya berharap Varo masuk ke dalam pelukannya, tapi ternyata itu hanya angan angan saja.
Grep...
Varo memeluk Daniel.
" Daddy, Varo kangen banget sama Daddy. Kenapa Daddy selalu menghindari Varo? Apa Varo berbuat kesalahan pada Daddy? Kalau iya Varo minta maaf Dad, I'm sorry!" Ucap Varo membuat hati Daniel mencelos.
Daniel mengusap punggung Varo. Tiba tiba ia mendorong pelan tubuh Varo setelah melihat tatapan dari Bayu.
" Daddy, kenapa Daddy mendorongku? Apa Daddy sudah tidak menyayangi Varo lagi?" Varo menatap Daniel.
Ucapan Daniel membuat Varo meneteskan air matanya.
" Hiks.. hiks.. Daddy jahat!" Teriak Varo.
" Varo sini sama Papa sayang!" Ujar Bayu lembut.
"Om siapa?" Varo menatap Bayu.
" Aku Papamu." Sahut Bayu.
Deg...
Hati Daniel mencelos mendengar ucapan Bayu. Apakah Varo akan menerimanya menjadi papanya? Tapi Daniel yakin kalau Andrea pasti akan menyakinkan Varo untuk menerima Bayu sebagai papa kandungnya.
" Papa?" Varo mengerutkan keningnya, sedangkan Bayu menganggukkan kepalanya.
" Tapi Varo tidak punya Papa, Varo hanya punya Daddy, dan Daddy Niel lah ayah Varo... Hanya Daddy Niel tidak ada yang lain, karena Daddy Niel yang selalu ada untuk Varo dan mommy, kami menyayangi Daddy Niel." Sahut Varo.
" Tapi aku Papa kandungmu Varo." Ucap Bayu meninggi.
" Jangan kasar Bay!" Ucap Daniel.
__ADS_1
" Tapi dia harus mengerti kalau akulah papanya bukan kamu." Kukuh Bayu.
" Tidak! Aku tidak mau punya Papa yang lain, aku hanya mau Daddy Niel, aku mau Daddy Niel."
" Varo!!" Bentak Bayu tanpa sadar.
Varo kembali memeluk erat Daniel. Ia merasa ketakutan melihat Bayu.
" Maafkan Papa sayang!" Ucap Bayu.
Andrea yang melihat drama itu sedari tadi, menghampiri mereka.
" Mau sampai kapan kau menyakiti putra kita Niel?" Andrea menatap Daniel.
" Sayang dia putra kita bukan pu...
" Diamlah Bay!" Sahut Andrea memotong ucapan Bayu.
" Bi... Bi Titin." Teriak Andrea.
" Iya Non." Bi Titin menghampiri Andrea dengan tergopoh gopoh.
" Tolong mandikan Varo!" Titah Andrea.
" Baik Non." Sahut bi Titin.
" Ayo den kita mandi dulu!" Ajak bi Titin menggandeng Varo.
Andrea duduk di depan Bayu dan Daniel. Ia menatap mereka bergantian.
" Aku sudah membuat keputusan untuk masalah ini, aku tidak mau aku dan anakku menjadi korban keegoisan kalian berdua." Ucap Andrea.
" Apa keputusanmu Re? Aku akan menerima semua keputusanmu dengan ikhlas." Ucap Daniel.
" Aku harap kalian bisa menerima keputusan yang sudah aku pikir selama semalam, demi kebaikan dan kebahagiaan kita bersama, maka aku putuskan aku akan memilih.......
Memilih siapa hayo....
Bayu? Daniel? Atau memilih menjadi single parent?
Penasaran?
Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu..
Miss U All...
__ADS_1
TBC....