
Andrea mendapat pesan WA dari Reni, ia mengatakan kalau Reni ingin bertemu dengan Andrea di cafe xx. Demi membasmi seorang pelakor, Andrea menemuinya.
" Reni?" Andrea menatap wanita yang duduk di meja sembilan.
" Iya, silahkan duduk!" Sahut Reni.
Andrea duduk di depan Reni.
" Ada apa kau memanggilku kemari?" Andrea menatap Reni.
" Aku ingin kau meminta Bayu untuk menikahi ku, atau kau minta Bayu menceraikanmu." Ucap Reni.
Andrea tidak kaget karena ia tahu benar apa tujuan Reni memanggilnya.
" Kenapa aku harus melakukan itu?" Tanya Andrea.
" Karena kalau kau tidak melakukan salah satunya, om Mareno pasti akan berbuat hal yang tidak akan pernah bisa kalian bayangkan, dia pasti akan mencelakaimu ataupun Bayu sendiri." Sahut Reni dengan nada mengancam.
" Aku dan Mas Bayu yang akan di lukai, lalu kenapa kau yang peduli? Apa kau punya maksud dan tujuan lain?" Selidik Andrea.
" Ternyata kau pintar juga Andrea, karena kau sudah mengetahuinya maka aku akan mengakuinya." Sahut Reni.
" Aku mencintai Bayu dari dulu, tapi dia tidak pernah mau menatapku, jadi aku menggunakan kesempatan ini untuk merebut Bayu darimu." Sambung Reni.
" Kau tidak akan pernah bisa mendapatkan Mas Bayu apapun yang terjadi, jadi buang jauh jauh niatanmu itu, aku dan Mas Bayu tidak akan pernah melepaskan satu sama lain, camkan itu!" Andrea pergi meninggalkan Reni.
Reni mengepalkan tangannya.
Andrea keluar dari cafe, ponselnya berbunyi tanda panggilan masuk.
" Mas Bayu." Gumam Andrea.
Andrea segera mengangkatnya, ia duduk di kursi di depan.
" Halo Mas." Sapa Andrea.
" Kau dimana?" Tanya Bayu.
" Aku sedang di cafe xx, kenapa kau mencariku?" Andrea balik bertanya.
" Aku sudah ada di rumah." Sahut Bayu.
" Kenapa kau sudah pulang? Apa kau sakit?" Tanya Andrea sedikit cemas.
" Sepertinya aku tidak enak badan sayang, tadi aku di kantor muntah muntah." Ujar Bayu.
" Baiklah aku akan pulang sekarang, kau istirahatlah dulu, bye." Andrea menutup sambungan teleponnya.
Andrea berjalan menuju mobilnya yang ia parkir di seberang jalan karena memang cafe sangat ramai hari ini. Saat ia sedang menyebrang jalan tiba tiba ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang, Andrea tidak menyadari itu sampai tiba tiba...
Brugh....
Andrea bersama seseorang terjatuh di trotoar.
" Awh." Pekik Andrea mengusap usap lengannya yang lecet.
" Terima ka...
" Daniel." Ucap Andrea.
" Iya, kenapa kau jalan melamun? Kau bahkan tidak menyadari kalau ada mobil melaju kencang ke arahmu." Ujar Daniel.
" Maafkan aku! Aku kurang fokus." Ucap Andrea.
" Sini aku bantu berdiri!" Daniel mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Andrea membalas uluran Daniel, saat Ia beranjak tiba tiba perutnya terasa sangat sakit.
" Awh perutku Niel!" Keluh Andrea duduk kembali. Ia memegangi perutnya.
" Perutmu kenapa Re?" Tanya Daniel.
" Aku tidak tahu Niel, tapi perutku rasanya sakit sekali." Sahut Andrea.
" Kita ke rumah sakit."
Tanpa membuang waktu lagi, Daniel segera membopong Andrea menuju mobilnya. Ia melakukan mobilnya dengan kecepatan kencang menuju rumah sakit terdekat. Tak lupa ia juga menelepon Bayu dan meminta Bayu menyusul ke sana.
Sesampainya di rumah sakit, Andrea segera di tangani oleh dokter jaga di UGD.
Bayu menghampiri Daniel yang sedang duduk di kursi tunggu depan UGD.
" Apa yang terjadi Daniel?" Tanya Bayu.
" Andrea hendak tertabrak mobil, aku mendorongnya ke trotoar, namun ia merintih kesakitan pada perutnya." Terang Daniel.
" Astaga... Siapa..
Belum sempat Bayu melanjutkan ucapannya seorang dokter memanggilnya.
" Apa di sini ada yang bernama tuan Bayu? Nona Andrea memanggil anda." Ucap Dokter.
" Saya Dokter!" Bayu masuk ke dalam di ikuti Daniel dari belakang.
" Sayang." Bayu menghampiri Andrea di ranjangnya.
" Mas." Ucap Andrea.
" Mana yang sakit sayang?" Tanya Bayu.
" Sudah tidak sakit lagi." Sahut Andrea.
" Tidak!" Jawaban Andrea membuat Bayu dan Daniel melongo.
" Kenapa tidak sayang? Ada apa dengan perutmu? Barusan kau bilang kalau perutmu sudah tidak sakit lagi." Ujar Bayu.
Andrea menarik tangan Bayu lalu meletakkan di atas perutnya. Bayu mengerutkan keningnya.
" Karena di sini ada buah cinta kita." Ucap Andrea.
" Apa?" Pekik Bayu tak percaya.
" Apa kau hamil sayang?" Tanya Bayu dengan mata berbinar.
" Iya Mas." Sahut Andrea.
Bayu tidak bisa berkata apa apa lagi. Ia sangat bahagia mendengar berita ini. Air mata kebahagiaan luruh ke pipinya.
" Sa... Sayang aku senang sekali, di saat kita sedang di landa masalah tentang seorang anak, kini dia hadir menyelesaikan semuanya hiks... Sayang terima kasih." Bayu memeluk Andrea.
" Iya Mas, selamat akhirnya kau akan menjadi seorang ayah." Ucap Andrea.
" Selamat juga untukmu sayang." Bayu mencium kening Andrea.
" Semoga dia selalu sehat di dalam sini." Ucap Bayu mengelus perut Andrea.
" Amin." Sahut Andrea.
" Selamat untuk kalian berdua! Aku turut bahagia dengan kabar ini." Ucap Daniel.
" Terima kasih Niel." Sahut Andrea dan Bayu bersamaan.
__ADS_1
Kebahagiaan mereka kini telah lengkap dengan hadirnya calon buah hati mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam ini hujan deras mengguyur bumi. Kilatan petir bahkan tak jarang menyambar. sepulang dari kantor Bayu melajukan mobilnya menuju rumah papanya, ia ingin memberikan kabar bahagia ini sekaligus memberikan pelajaran kepada Reni.
Ya Bayu berhasil mendapatkan rekaman CCTV yang mengarah ke lokasi kecelakaan yang di alami Andrea. Reni lah pelakunya.
Bayu terus melaju dengan kecepatan cukup kencang. Saat sampai di sebuah tikungan sebelah jembatan sungai besar, tiba tiba dari arah depan ada sebuah truk yang kehilangan lajunya. Bayu tidak dapat menghindarinya dan...
" Arghhhh." Teriak Bayu.
Brak..... Brak....
Mobil Bayu adu banteng dengan truk itu. Bayu membanting stir ke kiri hingga mobilnya menabrak jembatan lalu...
Byur....
Mobil Bayu terjebur ke sungai bersamanya.
Pyarrr.....
" Astaga!" Pekik Andrea saat gelas yang di pegangnya jatuh ke lantai.
Tiba tiba perasaannya tidak enak. Ia jadi teringat Bayu yang tadi pamit pulang larut malam.
" Ya Tuhan apa yang terjadi? Kenapa perasaanku tidak karuan begini? Mas Bayu... Semoga kau baik baik saja Mas, ya Tuhan lindungilah suami hamba." Monolog Andrea.
Andrea membereskan serpihan belingnya.
" Awh!" Tangan Andrea tergores beling tersebut hingga mengeluarkan darah.
" Hiks... Hiks.... " Isak Andrea.
" Entah kenapa aku merasa terjadi sesuatu padamu Mas... Perasaanku tidak bisa tenang sebelum mendengarmu baik baik saja, aku harus menelepon Mas Bayu sekarang." Andrea mengambil ponselnya lalu menelepon Bayu, namun nomer Bayu tidak aktif.
Hal itu membuat perasaan Andrea menjadi tambah tak karuan.
" Ya Tuhan... Ku mohon lindungilah suamiku." Ucap Andrea
Andrea mencoba menelepon Wahyu.
" Halo Nona." Sapa Wahyu mengangkat panggilannya.
" Wahyu, dimana Mas Bayu?" Tanya Andrea.
" Tuan Bayu sudah pulang dari tadi Nona, katanya dia mau ke rumah pak Mareno." Sahut Wahyu.
" Aku telepon nomernya tidak aktif Yu, perasaanku tidak enak, aku khawatir terjadi sesuatu dengannya Yu." Ucap Andrea.
" Tenanglah Nona! Jangan berpikiran macam macam, aku akan menyusulnya." Ujar Wahyu.
" Baiklah Terima kasih Yu, kalau ada apa apa segera kabari aku." Ucap Andrea.
" Baik Nona." Sahut Wahyu.
Andrea mematikan sambungan ponselnya.
" Semoga kau baik baik saja Mas." Gumam Andrea.
Penasaran nggak nih sama kelanjutannya?
Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya ya...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All...
TBC...