
" Kabar apa yang kau bawa Yu?" Andrea menatap Wahyu.
" Bayu kecelakaan Nona."
Jeduar.....
Tubuh Andrea terhuyung saat mendengar ucapan Wahyu yang mengabarkan Bayu mengalami kecelakaan.
" Tidak ini tidak mungkin! Kau jangan membuat kebohongan seperti ini Yu! Aku tidak suka kau bermain main dengan kematian."Ucap Andrea.
" Tidak Nina! Bayu memang mengalami kecelakaan di jembatan xx, tubuhnya terhanyut di sungai dan tidak bisa di temukan karena derasnya arus sungai tersebut, polisi sudah melakukan pencarian dari tadi namun karena hari sudah larut malam, polisi menghentikan pencarian. Dan dapat di pastikan kalau Bayu meninggalkan dunia, karena tidak mungkin orang bisa selamat dari maut jika terseret arus sederas itu Nona, maaf saya harus mengatakan ini padamu, karena saya tidak mau menyembunyikan apapun darimu, aku tidak mau memberikan harapan palsu kepadamu, inilah kenyataannya Nona!" Terang Wahyu.
Dunia Andrea terasa runtuh seketika, tubuhnya terhuyung, beruntung Daniel segera menopang tubuhnya.
Ya setelah Wahyu menerima kabar tentang kecelakaan Bayu, Wahyu menelepon Daniel untuk segera ke lokasi. Dengan cepat Daniel menyusul Wahyu ke lokasi. Mereka juga ikut melakukan pencarian.
Wahyu tahu jika mereka bertiga berteman dekat, itu sebabnya Wahyu meminta Daniel untuk menemani Andrea.
Tubuh Andrea luruh ke lantai.
" Tidak!!!!!!!!" Andrea berteriak sambil menarik kasar rambutnya.
" Andrea tenanglah!" Daniel memeluk Andrea.
" Hiks.... Hiks... Ini tidak mungkin terjadi! Bayu belum meninggal! Dia tidak mungkin meninggalkan aku sendirian Niel! Dia sangat mencintaiku, Bayu masih hidup.... Kalian saja yang tidak becus mencarinya... Wahyu cari dia sekarang juga sampai ketemu! Bawa dia pulang untukku.. Untuk anakku.... Ku mohon hiks... " Isak Andrea pilu.
Daniel merasa sedih melihat keadaan Andrea saat ini. Ia ikut meneteskan air mata.
" Iya Nona, saya akan menyuruh anak buah saya untuk melanjutkan pencarian sekarang juga." Ucap Wahyu.
" Mas Bayu hiks...... Mas... Jangan tinggalkan aku!" Teriak Andrea histeris.
" Sabar Re! Tenangkanlah dirimu! Ini semua ujian dari Tuhan, kau harus kuat! Kau harus ikhlas menerima semua ini, kau harus menjaga emosi dan kesehatanmu demi anak yang ada di dalam kandunganmu! Kau tidak boleh lemah jika kau tidak mau kehilangan dia juga." Ucap Daniel mengusap air mata Andrea.
" Hua..... Aku tidak bisa hidup tanpa Bayu, bagaimana anakku jika nanti dia menanyakan ayahnya? Bagaimana nasib anakku yang hidup tanpa seorang ayah Niel hiks... Aku mau Bayu kembali! Aku mau Bayu sekarang Niel.. Bawa dia kepadaku sekarang juga! Hiks... Mas Bayu.... Kembalilah! Aku mohon padamu, jangan membuatku seperti ini! Hiks.. Kami sangat membutuhkanmu, ku mohon kembalilah demi kami, jangan biarkan mereka menganggapmu tiada." Isak Andrea.
" Kau pasti bisa melalui semua ini Re! Kau wanita kuat! Aku akan selalu mendukungmu, aku akan selalu berada di sampingmu, itu janjiku padamu, ku mohon tetaplah bersabar!" Ucap Daniel.
__ADS_1
" Aku hiks... Aku.... Aku...."
Tiba tiba Andrea tidak sadarkan diri dalam pelukan Daniel.
" Andrea.. Andrea." Daniel menepuk pelan pipi Andrea.
" Bawa ke kamar aja Tuan!" Ucap Wahyu.
" Baiklah."
Daniel membopong Andrea ke kamarnya. Ia merebahkan Andrea ke ranjang lalu menyelimuti nya.
" Tuan Daniel, saya percayakan Nona Andrea kepada anda, saya yakin anda bisa menjaganya, saya ingatkan jangan melakukan hal yang membuat anda menyesal nantinya, saya permisi! Saya harus melakukan pencarian sendiri bersama orang orang saya." Ucap Wahyu.
" Hati hati Yu! Kamu jangan khawatir! Andrea sahabatku, saya akan menjaga Andrea dan saya berjanji tidak akan melakukan apapun kepadanya, kau bisa memasang CCTV di sini kalau kau tidak percaya." Ujar Daniel.
" Tidak perlu Tuan! Saya percaya pada anda, saya tahu anda juga menyayangi Nona Andrea." Wahyu meninggalkan rumah Bayu. Ia akan menurunkan semua orang orangnya untuk menemukan Bayu ataupun jasadnya.
Di dalam kamar, Daniel duduk di tepi ranjang, ia terus menatap Andrea dengan perasaan sedihnya. Ia sedih melihat wanita yang ia cintai terpuruk dan tak berdaya seperti ini.
Pagi ini saat bangun tidur, Andrea kaget melihat ranjang yang biasa di tempati Bayu kini telah kosong. Ia teringat dengan kabar yang di bawa oleh Wahyu semalam.
" Mas Bayu... Tidak... Ini tidak mungkin terjadi! Aku tidak mau kehilangan Mas Bayu, aku harus mencarinya sendiri, mereka tidak becus bekerja." Andrea turun dari ranjang bersamaan dengan Daniel yang masuk ke dalam.
Daniel meletakkan nampan yang ia bawa ke meja. Ia menghampiri Andrea.
Andrea kembali terhuyung karena kepalanya yang terasa berat.
" Hati hati!" Daniel menangkap tubuh Andrea.
" Kau tidur saja! Jangan kemana mana." Daniel menuntun Andrea ke ranjangnya.
" Aku harus mencari Bayu, Niel...Hiks... Bayu belum meninggal! Dia masih hidup.. Aku harus mencarinya Niel, akan aku buktikan pada mereka kalau Bayu masih gitu, percayalah padaku!" Ucap Andrea.
" Andrea... Bukan aku tidak percaya dengan ucapanmu, tapi Wahyu dan beberapa orangnya sudah menyusuri sungai sejauh dua puluh kilometer, tapi Bayu tidak juga di temukan... Maaf jika aku harus mengatakan ini, sepertinya memang Bayu sudah tiada Re." Ucap Daniel.
Andrea menatap tajam mata Daniel.
__ADS_1
" Apa kau tidak percaya padaku? Kau meragukan insting ku sebagai istrinya? Aku akan mencarinya sendiri!" Andrea hendak beranjak namun Daniel mencekal tangannya.
" Bagaimana kalau aku memberikanmu penawaran?"
Andrea mengerutkan keningnya menatap Daniel.
" Aku percaya padamu kalau Bayu masih hidup, karena aku juga merasa seperti itu. Aku beri waktu tiga bulan, kalau dalam tiga bulan Bayu tidak juga di temukan maka kau harus mengikhlaskannya! Kau harus menerima takdir jika Bayu memang sudah tiada." Ucap Daniel.
Andrea nampak sedang berpikir.
" Bukan apa apa, aku hanya tidak ingin kamu terpuruk seperti ini terus, ingat Re! Di situ ada bayi yang harus kau jaga! Ada Bayu junior yang mengharapkan ketenangan dari Mommynya. Jika kau terus seperti ini, aku takut dia tidak akan bisa bertahan di dalam sana, itu artinya kau akan kehilangan Bayu dan anaknya." Daniel menatap Andrea.
" Kau harus menjaga kestabilan emosimu, kau tidak mau kan kalau anakmu kenapa napa? Apalagi kehilangannya?"
Andrea menggelengkan kepalanya.
" Jadi gimana? Apa kau setuju dengan tawaranku? Setelah tiga bulan jika Bayu tidak di temukan maka kau tidak boleh memikirkan Bayu lagi! Kau harus mengikhlaskannya, kau harus memikirkan masa depanmu dan masa depan anakmu! Kau wanita kuat Re, aku yakin kau mampu melewati semua ini, jaga anak itu demi Bayu." Ujar Daniel.
" Baiklah Niel, aku menerima tawaranmu, aku akan menerima apapun yang akan terjadi tiga bulan nanti, jika memang Bayu sudah tiada aku akan mengikhlaskannya, tapi seandainya Bayu masih hidup dan belum bisa di temukan, aku berharap Tuhan akan segera mempertemukan kami bagaimanapun caranya." Ucap Andrea.
" Amin... Semoga kalian segera bertemu, sekarang makanlah dulu! Anakmu butuh makan di dalam sana." Ucap Daniel.
" Terima kasih Niel, kau memang sahabat terbaikku." Ucap Andrea duduk kembali di tepi ranjang.
Daniel tersenyum menatap Andrea.
" Tidak apa kau hanya menganggapku sebagai sahabat, setidaknya kita bisa dekat dengan hubungan ini, semoga Bayu segera di temukan dan kalian hidup bahagia seperti sebelumnya." Batin Daniel.
Penasaran nggak nih sama kelanjutannya?
Tekan like dulu ya untuk menjaga performa karya author...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All...
TBC...
__ADS_1