
" Kamu." Andrea menatap Bayu yang sudah duduk manis di sofa ruang tamu.
" Mau apa kamu ke sini Bay?" Andrea duduk di depan Bayu.
" Mau membawamu pergi dari sini Re, aku tidak bisa melepaskanmu! Aku tidak akan menceraikanmu, mari kita hidup bersama!" Bayu mendekati Andrea.
" Apa apaan kamu Bay? Jangan bercanda! Ini tentang kehidupan Bay, aku sudah hidup bahagia bersama keluargaku sekarang. Kau carilah kebahagiaan sendiri Bay, maafkan aku! Aku tidak bisa bersamamu apalagi Varo sangat dekat dengan Daniel. Ia tidak akan bahagia hidup bersamamu, ku mohon mengertilah." Ujar Andrea menatap Bayu.
" Kau tidak mau menghancurkan hidup Varo karena berpisah dengan Daniel kan? Kalau begitu biarkan Varo tinggal bersama Daniel dan kau akan tinggal bersamaku. Kita akan hidup bahagia berdua" Ujar Bayu membuat Andrea melongo.
" Kau benar benar sudah gila Bay." Cibir Andrea.
" Ya.. Dari dulu aku tergila gila denganmu, aku tidak bisa hidup tanpamu. Sekarang ikut aku dengan baik atau aku akan memaksamu." Tekan Bayu.
" Aku tidak mau!" Teriak Andrea.
" Jangan berteriak sayang." Bayu mengikis jarak di antara mereka lalu...
Tubuh Andrea luruh ke lantai tak sadarkan diri setelah Bayu membekapnya dengan obat bius.
" Maafkan aku sayang! Aku tidak bisa melepasmu begitu saja, aku sangat mencintaimu. Aku ingin selalu hidup bersamamu." Ujar Bayu.
Sebelum ada yang melihat, Bayu segera membopong Andrea masuk ke mobilnya. Ia melakukan mobilnya menuju markas.
Jam dua belas siang, Daniel masuk ke rumah sambil menggendong Varo.
" Mommy... Aku pulang." Teriak Varo memanggil Andrea.
Tidak ada sahutan seperti biasa.
" Dad, dimana Mommy? Kok tida menyahut?" Tanya Varo.
" Dad tidak tahu sayang, kita cari di kamar saja! Mungkin Mommy sedang tidur." Sahut Daniel menaiki anak tangga.
Daniel membuka pintu kamarnya.
" Sayang... " Panggil Daniel mencari Andrea di kamarnya.
" Kemana mommy kamu sayang? Kok tidak ada di kamar." Ujar Daniel.
" Kamu duduk dulu di sini sayang! Daddy akan menelepon mommy dulu!" Daniel menurunkan Varo di atas ranjang.
Daniel mengambil ponselnya lalu menelepon Andrea.
Drt.... Drt... Drt...
Daniel mendekati asal suara, ponsel Andrea tergeletak di atas nakas.
" Kenapa Andrea tidak membawa ponselnya? Kemana sebenarnya kamu sayang? Apa terjadi sesuatu dengannya? Ya Tuhan lindungi istriku." Monolog Daniel.
__ADS_1
" Daddy, Mommy kenapa?" Tanya Varo.
" Tidak pa pa sayang." Sahut Daniel.
Daniel membuka ponselnya melihat CCTV yang terhubung dengan ponselnya.
" Sial! Kenapa cctvnya bisa rusak begini." Umpat Daniel.
" Aku yakin terjadi sesuatu dengan Andrea, aku harus meminta bantuan Carlos untuk meretas cctvnya." Ujar Daniel.
" Daddy... Sebenarnya ada apa? Kenapa Daddy kelihatan gelisah? Dimana Mommy?" Tanya Varo menatap Daniel.
" Sayang, mommymu sedang pergi ke rumah temannya, kamu ganti baju terus makan siang sama bi Titin ya, Daddy ada urusan sebentar." Ucap Daniel.
" Bi... Bi Titin." Teriak Daniel.
Mendengar teriakan Daniel, bi Titin segera berlari menghampirinya.
" Iya Den." Sahut bi Titin.
" Bi dimana Andrea?" Daniel menatap bi Titin.
" Saya tidak tahu Den, tadi saat saya pulang dari pasar nona sudah tidak ada. Tadi kata satpam ada mobil yang masuk ke sini dan tidak lama mobil itu keluar Den, seperti menjemput seseorang karena pengemudinya tidak turun." Terang bi Titin.
" Ya sudah, tolong gantikan baju Varo dan siapkan makan siang untuknya Bi, saya ada urusan." Ujar Daniel.
" Baik Den." Sahut bi Titin membawa Varo keluar menuju kamar Varo sendiri.
" Kemana Andrea pergi? Kalau dia di jemput temannya, kenapa ponsel dan dompetnya ada di rumah.. " Gumam Daniel.
" Bayu... Jangan jangan Bayu menculiknya." Ucap Daniel.
Drt... Drt...
Baru saja di sebut namanya, kini Bayu malah meneleponnya. Daniel segeraengangkatnya.
" Halo, Bayu dimana kau menyembunyikan istriku hah?" Tanya Daniel to the point.
" Rupanya kau sudah bisa menebaknya Daniel... Tenang saja! Andrea aman bersamaku, kami akan tinggal bersama dan hidup bahagia. Kau juga harus hidup bahagia bersama putra tercintaku." Ucap Bayu sambil tertawa.
" Apa yang coba kau lakukan Bay? Bagaimana bisa kau memisahkan ibu dari anaknya? Apa kau tidak punya hati nurani?" Daniel benar benar tidak percaya kalau Bayu tega melakukannya.
" Kalau kau tidak mau memisahkan mereka, maka kau harus meninggalkan Andrea dan Varo, bujuk lah Varo untuk ikut bersama kami, setelah kau berhasil membujuknya, kabari aku! Aku akan menjemputnya." Ucap Bayu mematikan sambungan teleponnya.
" Halo Bay... Bay.. Bayu.." Daniel meninju udara.
" Kenapa kau lakukan ini Bay? Dulu aku sudah mengalah padamu tapi tidak kali ini. Andrea dan Varo milikku, kau tidak akan pernah bisa merebutnya kembali. Aku akan melakukan apapun untuk mempertahankan mereka, walaupun nyawaku sebagai taruhannya." Ucap Daniel.
Daniel mencoba melacak data dari kartu itu, ia berharap bisa menemukan lokasi dimana nomer itu di gunakan namun nihil. Kartu itu hanya sekali pakai.
__ADS_1
" Sial sial sial!!" Umpat Daniel.
Daniel segera mengerahkan anak buahnya untuk melakukan pencarian.
Di tempat lain...
Andrea membuka matanya, ia memperhatikan sekeliling mengamati kamar mewah yang ia tempati saat ini.
" Aku ada dimana?" Andrea memijat pelipisnya, ia merasa sedikit pusing.
Ceklek...
" Kau sudah sadar sayang?" Bayu menghampiri Andrea lalu duduk di tepi ranjang.
" Aku mau pulang!" Ucap Andrea.
" Ini rumahmu sayang." Sahut Bayu.
" Bukan! Rumahku di rumah Daniel bukan di sini." Sahut Andrea.
" Jangan sebut nama pengkhianat itu! Aku tidak menyukainya." Tekan Bayu.
" Dia bukan pengkhianat Bay, dia suamiku." Ucap Andrea.
" Aku suamimu!" Bentak Bayu membuat Andrea berjingkrak kaget.
" Kau istriku, kau milikku dan selamanya kau akan menjadi milikku." Teriak Bayu.
" Bay ku mohon sadarlah! Aku memang masih istrimu tapi aku sudah menikah dengan Daniel. Dan aku sudah tidak mencintaimu lagi, aku mencintai Daniel dan yang aku inginkan saat ini adalah Daniel Bay." Ujar Andrea.
" Kenapa dia? Kenapa bukan aku?" Bayu menatap tajam ke arah Andrea.
" Karena hati tidak bisa memilih kemana dia akan berlabuh Bay, cinta ini hanya untuk Daniel bukan dirimu, ku mohon kembalikan aku pada Daniel, biarkan kami bahagiai!" Ucap Andrea.
" Aku tidak akan melepaskanmu, kau akan tinggal di sini bersamaku selamanya, aku sudah meminta Daniel untuk membujuk Varo, dia akan tinggal bersama kita." Ucap Bayu.
Andrea terkejut mendengar ucapan Bayu. Ia tahu betul apa yang akan Daniel lakukan untuknya dan Varo.
" Tidak... Aku harus bisa keluar dari sini sebelum Daniel mengambil keputusan. Aku tidak mau Varo sampai tahu kalau Daniel bukan ayah kandungnya, atau dia akan sangat terluka." Batin Andrea.
Bisakah Andrea kabur dari markas Bayu?
Akankah Bayu dan Andrea bersatu?
Jangan lupa tekan like dan mawarnya.
Terima kasih untuk kalian yang sudah mensuport author semoga sehat selalu..
Miss U All...
__ADS_1
TBC....