
Sesampainya di rumah, Andrea langsung masuk rumah begitu saja tanpa menunggu Daniel. Daniel hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
Daniel memutar mobilnya menuju sekolah Varo. Lima belas menit Daniel sampai di sana. Ia turun dari mobil menghampiri Varo yang sedang duduk di kursi yang di biasa di gunakan untuk menunggu jemputan.
" Daddy." Varo berlari memeluk kaki Daniel.
" Sayangnya Daddy." Daniel menggendong Varo lalu mencium pipinya.
" Apa yang ibu guru ajarkan hari ini?" Tanya Daniel.
" Varo di suruh menggambar sambil menghafal huruf Dad." Sahut Varo.
" Owh pasti anak Daddy bisa kan?" Daniel menatap Varo.
" Bisa donk Dad." Sahut Varo.
" Mommy tidak ikut Dad?" Tanya Varo.
" Mommy capek sayang, jadi saat ini Mommy sedang istirahat. Ayo kita pulang." Ajak Daniel.
" Varo ingin makan ikan bakar Dad." Ucap Varo.
" Baiklah kita akan makan siang di restoran, tapi sebelum itu kita kabari Mommy dulu. Siapa tahu Mommy mau ikut." Ujar Daniel menuju mobilnya.
" Oke Dad." Sahut Varo.
Daniel menelepon Andrea.
" Halo." Sapa Andrea dengan malas.
" Kami mau makan ikan bakar di resto, apa kamu mau ikut?" Tanya Daniel.
" Tidak usah kalian berdua saja." Andrea mematikan ponselnya.
Lagi lagi Daniel hanya bisa menghela nafasnya.
" Gimana Dad?" Tanya Varo.
" Mommy tidak ikut sayang." Sahut Daniel.
" Kalau begitu kita kesana berdua aja. Ayo Dad!" Ajak Varo.
" Iya sayang." Sahut Daniel.
Daniel melajukan mobilnya menuju resto xx yang menyediakan ikan bakar. Sampai di sana mereka berdua masuk ke dalam.
Setelah memesan tak lama makanan mereka datang. Seperti biasa Daniel akan menyuapi Varo.
" Dad ikannya enak." Ucap Varo namun Daniel tidak menyahut. Ia sibuk dengan lamunannya.
" Kenapa Andrea masih marah? Bukannya Bayu sudah memaafkan aku? Apa dia semakin merasa bersalah karena Bayu memaafkan aku? Ya Tuhan... Aku harus bagaimana? Berikan petunjuk bagaimana cara membujuk Andrea."
Uhuk... Uhuk... Hoek..
Danie langsung menatap Varo yang tersedak sesuatu.
__ADS_1
" Sayang minum dulu!" Daniel memberikan segelas air putih kepada Varo.
Varo segera meminumnya sampai tandas.
" Daddy jahat! Daddy menyuapi Varo sama durinya sampai tenggorokan Varo sakit." Ucap Varo dengan nada tinggi.
Daniel baru menyadari jika ia tidak hati hati saat menyuapi Varo.
" Maafkan Daddy sayang! Daddy tidak sengaja." Ucap Daniel menatap Varo dengan tatapan bersalahnya.
" Kenapa sepertinya Daddy melamun? Apa Dad sedang ada masalah?" Tanya Varo dengan rasa keingintahuan nya yang besar.
" Sedikit sayang! Ya sudah kita lanjutkan makannya dulu! Setelah itu kita langsung pulang ya. Daddy pengin istirahat." Ujar Daniel.
Varo menganggukkan kepalanya.
Daniel kembali menyuapi Varo sampai...
" Varo."
Keduanya menoleh ke asal suara.
" Om jahat." Ucap Varo.
Bayu duduk di depan Varo.
" Ngapain Om jahat ke sini?" Tanya Varo menatap Bayu dengan penuh kebencian.
" Sayang jangan seperti itu! Dia namanya Om Bayu, teman Daddy sama Mommy sayang." Ujar Daniel memberi pengertian.
" Om tidak sengaja sayang, maafkan Om ya!" Ucap Bayu.
" Tidak mau!" Sahut Varo cepat.
" Sayangnya Daddy, kamu mau kan menurut sama Daddy? Jadi bersikap hormat lah pada orang yang lebih tua, kalau Varo tidak mau Daddy akan marah lhoh." Ucap Daniel.
Varo menganggukkan kepala.
" Dia sangat patuh sama kamu Niel." Ujar Bayu.
" Iya, bahkan dengan Andrea dia sering membangkang tapi kalau denganku alhamdulillah dia nurut nurut aja." Sahut Daniel.
Bayu menatap Varo dengan penuh kerinduan. Ingin sekali ia memeluk Varo dan mengakuinya sebagai putranya. Namun ia takut ayahnya akan mengambil Varo dari Andrea. Ia tidak ingin Andrea dan Varo berpisah. Ia sudah mengikhlaskan mereka untuk Daniel.
" Apa kamu ingin memeluknya?" Lirih Daniel menatap Bayu.
" Tidak!" Bayu menggelengkan kepalanya.
" Aku takut tidak bisa mengendalikan diriku dan mengacaukan semuanya. Biarkan semua berjalan seperti ini!" Sambung Bayu.
Daniel paham maksud Bayu.
" Maafkan aku yang telah mengacaukan kebahagiaanmu, aku egois Bay! Walaupun kau sudah memaafkan aku tapi hubunganku dengan Andrea tidak seperti dulu." Ujar Daniel.
Bayu mengerutkan keningnya.
__ADS_1
" Apa maksudmu?" Tanya Bayu.
" Andrea marah padaku, mungkin lebih tepatnya dia merasa sangat kecewa padaku. Setelah dia tahu semuanya dia selalu menghindari aku. Aku sampai merasa frustasi Bay. Walaupun dia bilang akan tetap mencintaiku tapi aku takut kalau cintanya akan terkikis karena dorongan rasa kecewa yang mulai memenuhi hatinya." Ujar Daniel.
" Yang sabar Niel! Aku yakin kalau Andrea pasti akan memaafkanmu. Aku melihat berapa besar cintanya padamu Niel. Semoga kalian selalu bahagia." Ucap Bayu.
" Terima kasih Bay." Sahut Daniel.
" Daddy, apa benar Mommy marah sama Daddy? Kalau Mommy marah sama Daddy terus kapan dedek bayinya jadi Dad? Varo. sudah ingin dedek bayi seperti teman teman Varo." Ucap Varo membuat hati Bayu mencelos.
Kata ikhlas hanya di bibirnya saja, di dalam hatinya ia masih tidak rela kehilangan Andrea dan Varo.
" Sayang, kan tadi pagi udah Daddy kasih penjelasan pada Varo kalau dedek bayi itu tidak bisa langsung jadi. Semua ada prosesnya sayang dan proses itu sangat panjang." Sahut Daniel.
" Panjang seperti ular ya Dad." Ujar Varo.
" Iya." Sahut Daniel.
Hati Bayu terasa hangat melihat kedekatan mereka. Ia membayangkan jika yang di ajak bicara Varo adalah dirinya. Ia bahkan senyum senyum sendiri.
" Bay kamu kenapa?" Daniel menyenggol lengan Bayu membuat ia tersadar dari lamunannya.
" Aku tidak pa pa, aku hanya merasa tenang melihat kedekatan kalian berdua." Ucap Bayu.
" Maaf jika aku menyakitimu." Ucap Daniel yang di balas senyuman oleh Bayu.
" Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu! Ada urusan yang harus aku selesaikan." Ujar Bayu beranjak.
" Sayang cium tangan sama Om Bayu." Titah Daniel.
Dengan patuh Varo menyalami Bayu dengan takzim. Ada perasaan hangat yang menjalar dari dalam hati Bayu. Mungkin ini untuk pertama dan terakhir kalinya Varo mencium punggung tangannya.
" Jadilah anak sholeh sayang! Selalu berbakti pada daddy dan mommymu. Semoga kita bisa bertemu lagi." Ucap Bayu berlalu meninggalkan mereka berdua.
" Apa maksud ucapan Bayu?" Gumam Daniel menatap kepergian Bayu.
" Dad ayo kita pulang! Mommy pasti sudah menunggu di rumah." Ujar Varo.
" Iya sayang ayo!" Daniel medan Varo menuju mobilnya setelah cuci tangan. Daniel segera melajukan mobilnya mobilnya menuju rumah.
Sesampainya di rumah Daniel menggendong Varo ke kamarnya. Ia menggantikan baju Varo lalu memeluknya sampai ia tertidur. Setelah itu Daniel baru masuk ke kemarnya.
Saat Daniel membuka pintu tiba tiba...
" Andrea!!!!!"
Hayo si Andrea kenapa nih?
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya buat author ya...
Terima kasih untuk readers yang telah mensupkrt author semoga sehat selalu...
Miss U All...
TBC.....
__ADS_1