
Pagi ini setibanya di kantor, Bayu dan Wahyu mempercepat langkahnya menuju ruangan Lian.
Ceklek...
Lian menoleh ke arah pintu, ia menatap Wahyu dan Bayu yang saat ini berjalan menghampirinya.
" Ini untukmu." Ucap keduanya bersamaan sambil memberikan sesuatu kepada Lian.
Bayu memberikan bunga sedangkan Wahyu memberikan cokelat.
Lian tersenyum ke arah mereka berdua.
" Terima kasih pria pria tampanku." Ucap Lian mengambil bucket bunga dan cokelat.
" Lian, kalau kau di suruh memilih, kau lebih memilih bunga atau cokelat?" Tanya Wahyu.
" Mana ya?.. " Lian sedikit berpikir.
" Aku suka keduanya, dua duanya membuat moodku menjadi lebih baik. Bunga membuat hatiku senang dan cokelat membuat perutku kenyang. Kalau perutku kenyang hatiku akan merasa senang, tapi kalau hatiku sedih aku tidak nafsu makan. Jadi aku harus pilih yang mana donk?" Lian balik bertanya sambil menatap keduanya.
Bayu dan Wahyu saling melempar tatapan. Keduanya nampak bingung memahami ucapan Lian.
" Ya sudah lah biar adil aku tidak akan memilih salah satu tapi aku akan memilih keduanya. Karena keduanya selalu berjalan beriringan." Ucap Lian.
" Kalau di suruh memilih kami berdua kamu memilih aku atau Wahyu?" Tanya Bayu.
" Aku pilih kalian berdua, bukankah kalian sama sama menganggapku sebagai kekasih kalian? So jalani saja hubungan cinta segitiga ini." Sahut Lian.
" Tidak bisa!!" Ucap Wahyu dan Bayu bersamaan.
" Kenapa tidak bisa?" Tanya Lian.
" Aku ingin kamu memilih salah satu dari kami." Sahut Wahyu.
" Itu berarti kau sudah siap kehilangan jabatan ini jika sampai aku kalah." Sahut Bayu membuat Wahyu melongo.
Lian menahan tawanya menatap Wahyu.
" Kalau mu ketawa, ketawa aja biar puas." Ucap Wahyu.
Lian tertawa lepas sambil menutup mulutnya dan memegangi perutnya.
" Haduh Wahyu... Kasihan banget sih kamu. Sekarang kau yang harus memilih. Pilih aku atau pekerjaanmu?" Lian menatap Wahyu.
Wahyu menggaruk kepalanya sambil berpikir. Kalau ia memilih Lian dia akan menjadi gelandangan. Mau di kasih makan apa Lian, tapi kalau ia memilih pekerjaan maka ia akan kehilangan gadis yang ia cintai.
Bukankak banyak orang bilang kalau cinta itu segalanya? Tapi tanpa uang apakah cinta itu akan ada? Wahyu benar benar bingung memikirkannya.
__ADS_1
" Bagaimana Wahyu? Kau harus memutuskannya sekarang. Jika kau memilih pekerjaanmu maka mulai detik ini kau tidak boleh mendekati Lian. Tapi jika kau memilih Lian maka mulai detik ini kau bukan bagian dari BP group ataupun bagian dari keluargaku." Ucap Bayu.
" Aku memilih mundur Bay." Ucap Wahyu membuat Bayu mengerutkan keningnya.
" Aku mundur karena aku lebih memilih pekerjaanku, aku akan melupakan Lian tapi jika kau memintaku untuk menjauhinya aku tidak bisa. Aku dan Lian berteman sejak kecil, kami terbiasa bersama jadi tolong jangan pasukan kami!" Ucap Wahyu pada akhirnya.
" Aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu Yu, aku trauma dengan adanya persahabatan antara istriku dan sahabatnya. Kau lebih memahami perasaanku Yu, maafkan aku!" Ucap Bayu.
Wahyu menghela nafasnya pelan.
" Baiklah Bay aku akan mendukung semua keputisanmu, semoga kalian berbahagia." Ucap Wahyu meninggalkan ruangan Lian.
Lian menatap Wahyu dengan sendu.
" Kenapa? Apa kau mau mengerjarnya?" Tanya Bayu.
" Apakah boleh?" Lian balik bertanyabuat Bayu mati kutu.
" Boleh?" Tanya Lian lagi.
"Tidak!" Sahut Bayu.
Lian tersenyum menatap Bayu. Lian membuka bucket cokelat dari Wahyu lalu ia memakannya.
" Mau Pak?" Lian menyodorkan sebagang cokelat kepada Bayu.
" Jangan Pak! Nanti kalau kemanisan bisa terkena diabetes lhoh." Ujar Lian.
" Kamu ini bisa aja!" Tanpa sadar Bayu mengacak rambut Lian.
" Ih berantakan kali Pak." Cebik Lian merapikan rambutnya.
Bayu menatap sudut bibir Lian, ada cokelat yang menempel di sana. Bayu mengusap pelan sudut bibir Lian membuat tubuh Lian terpaku.
" Manis." Bayu mencecap jempolnya membuat Lian terharu.
" Aaaa romantisnya pak Bayu..." Jerit Lian dalam hati. Ia membayangkan jika Bayu mengambil sisa cokelat di sudut bibirnya menggunakan bibir, pasti rasanya akan lebih romantis.
" Lian." Bayu menepuk bahu Lian membuat Lian tersadar dari lamunannya.
" Ah iya Pak." Ucap Lian.
" Kenapa bengong gitu? Kamu pasti sedang membayangkan sesuatu ya.... " Tebak Bayu.
" Iya, aku membayangkan Pak Bayu.... " Lian menggantung kata katanya.
" Membayangkan apa? Pasti hal mesum ya?" Selidik Bayu.
__ADS_1
" Piktor lu Pak, aku membayangkan kalau Pak Bayu menikah lagi pasti aku akan sangat bahagia. Aku orang pertama yang akan mengucapkan selamat pada Bapak." Kilah Lian.
" Ya memang kamu yang harus pertama kali mengucapkannya, kan aku nikahnya sama kamu bukan yang lainnya." Sahut Bayu.
Lian melongo menatap Bayu.
" Udah ah Pak jangan bercanda! Bapak bikin aku baper aja, ujung ujungnya pasti di tinggalin juga." Ucap Lian.
" Tidak Lian, aku bersungguh sungguh." Ucap Bayu menggenggam tangan Lian.
" Aku menyukaimu Lian, aku ingin kau menjadi istriku. Aku ingin kau mendampingiku sampai akhir hayatku. Aku ingin menjadikanmu cinta terakhirku, percayalah aku tidak bercanda Lian." Ungkap Bayu.
" Liansa... Maukah kau menikah denganku?" Tanya Bayu penuh harap.
" Maaf Pak aku tidak bisa."
Deg...
Ucapan Lian membuat jantung Bayu berhenti berdetak.
" Kenapa Lian? Bukankah kemarin kau menerimaku sebagai kekasihmu?" Selidik Bayu.
" Itu karena kau memaksa dan mengancamku Pak, kalau dari hati jujur aku tidak bisa. Aku tidak memiliki perasaan apa apa padamu Pak, aku tidak mau memberikan harapan palsu pada Bapak. Maafkan aku!" Ucap Lian.
" Apa kau mencintai Wahyu?" Selidik Bayu.
" Tidak juga. Aku hanya menganggapnya sebagai temanku saja, saat ini aku hatiku masih kosong. Aku trauma dengan namanya cinta Pak, banyak pria yang mengatakan cinta tapi tidak tahu apa makna dari cinta itu." Ucap Lian.
" Mereka hanya tahu jika hati kita berdebar saat mrnatapnya, jika kita selalu merindukannya dan jika kita ingin memilikinya, mereka menganggapnya sebagai cinta. Setelah rasa penasaran mereka terjawab mereka akan nampak bisa biasa saja. Bahkan jika mereka mengetahui kekurangan dari pasangannya mereka akan langsung meninggalkannya. Aku tidak mau sampai mengalami hal itu Pak." Ujar Lian.
" Sebenarnya apa maksud kamu Lian? Aku tulus mencintai kamu, aku mau menerima semua kekuranganmu karena kita bersama untuk saling melengkapi kan? Jangan khawatir aku meninggalkanmu! Aku tidak akan melakukan hal itu padamu." Ucap Bayu.
" Apa jika kau tahu kekuranganku kau akan menerimaku? Kau akan selalu bersamaku dan tidak akan meninggalkanku?" S
Tanya Lian menatap Bayu dengan tatapan menyelidik.
" Memangnya apa kekuranganmu? Kau terlihat sempurna di sini. Kau pintar, kau cantik, kau baik hati, sikapmu yang humoris itu membuat orang orang yang berada di sekitarmu bahagia. Lalu apa kekuranganmu Lian?" Tanya Bayu.
" Aku.... Aku....
Aku apa hayoooo
Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih 🌹 yang banyak buat author...
Terima kasih semoga sehat selalu...
Miss U All...
__ADS_1
TBC...