Affair With You

Affair With You
Andrea Kenapa?


__ADS_3

Saat Daniel membuka pintu tiba tiba...


" Andrea!!!!!" Teriak Daniel menghampiri tubuh Andrea yang tergeletak di lantai.


" Bangun sayang!" Daniel menepuk pelan pipi Andrea.


" Sayang bangunlah!" Daniel nampak cemas sekali.


Varo yang mendengar teriakan daddynya langsung berlari ke kamar Daniel.


" Daddy, Mommy kenapa?" Tanya Varo.


" Tidak pa pa sayang." Sahut Daniel mengangkat tubuh Andrea lalu merebahkannya ke ranjang.


Daniel menggosok gosok telapak tangan Andrea berharap Andrea bisa segera sadar.


" Daddy, apa Mommy pingsan? Kenapa Mommy diam saja?" Varo kembali bertanya.


" Iya sayang." Sahut Daniel.


" Mommy." Varo memeluk tubuh Andrea sambil menangis.


" Hei, tenanglah Boy! Mommymu tidak pa pa." Ujar Daniel.


" Mommy... Mommy bangun My!" Ucap Varo mengguncang tubuh Andrea.


Andrea mengerjapkan matanya, ia mengerutkan keningnya menatap Varo yang terlihat menangis.


" Sayang kamu kenapa?" Tanya Andrea sambil memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri.


" Varo takut Mommy kenapa napa, Mommy tadi pingsan." Sahut Varo.


" Maafkan Mommy sayang telah membuatmu cemas." Andrea memeluk Varo.


" Mommy kenapa bisa pingsan?" Tanya Varo mewakili Daniel.


" Tidak tahu sayang, tadi Mommy tiba tiba pusing dan lemas." Ujar Andrea.


" Kamu harus banyak istirahat Mom! Dan jangan memikirkan apapun! Aku tidak mau sampai kamu sakit Mom." Ucap Daniel.


" Iya." Sahut Andrea cuek.


Daniel menghela nafasnya pelan.


" Sayang tidurlah bersama Mommy! Mommy akan memelukmu." Ucap Andrea mengusap air mata Varo.


" Iya Mom." Varo berbaring dalam pelukan Andrea.


Andrea menepuk nepuk ****** Varo sampai keduanya terlelap ke alam mimpi.


Daniel tersenyum melihat semua itu. Ia ikut berbaring di kasur sebelah Varo. Mereka bertiga tidur dengan saling memeluk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Huek... Huek....


Pagi ini Andrea merasa mual, ia muntah muntah di wastafel kamar mandinya. Daniel yang melihat itu segera memijat tengkuk Andrea dengan pelan.


Huek... Huek...


" Sayang apa kamu masuk angin?" Tanya Daniel khawatir.


Andrea menggelengkan kepalanya.


Di rasa sudah lebih baik, Andrea membasuh mulutnya dengan air bersih. Ia kembali ke ranjang tanpa menghiraukan Daniel yang mengikutinya dari belakang.


" Sayang... Sudahi donk marahnya! Aku sudah minta maaf sama Bayu dan dia juga sudah memaafkan aku. Tidak ada masalah lagi di antara kami, tapi kenapa justru kau yang masih marah." Ujar Daniel tak tahan dengan sikap dingin Andrea.


" Entahlah Niel, aku merasa malas aja berhubungan sama kamu. Aku tidak nyaman berada di dekatmu, jadi tolong mulai sekarang menjauhlah dariku!"


Ucapan Andrea membuat Daniel melongo tak percaya.


" Kenapa kau lakukan ini padaku Andrea? Kau tahu aku tidak bisa jauh darimu. Aku bahkan rela melakukan apapun demi untuk hidup bersamamu. Lalu bagaimana bisa kau berbicara seperti itu?" Ujar Daniel menatap Andrea.


" Apa perasaanmu untukku sudah hilang? Apa sebenarnya kau masih mencintai Bayu? Kau berharap setelah menjauh dari ku kau bisa kembali pada Bayu?" Selidik Daniel.


" Tidak akan Andrea! Aku sudah memberimu penawaran waktu itu dan kau menolaknya. Jadi kau tidak bisa lepas dariku apapun yang terjadi." Ucap Daniel kesal.


Daniel keluar kamar lalu...


Brak.....


Daniel menutup pintu dengan kasar membuat Andrea berjingkrak kaget.


" Aku juga tidak tahu kenapa aku seperti ini Niel? Rasanya aku benci jika dekat denganmu. Aku merasa tidak tertarik lagi denganmu, ya Tuhan semoga kau memberikan petunjuk tentang apa yang saat ini aku rasakan." Monolog Andrea.


Daniel masuk ruang kerjanya. Pikirannya kacau, hatinya cemas. Ia tidak mau sampai Andrea meninggalkannya dan kembali pada Bayu.


" Ya Tuhan apa ini hukuman untuk orang jahat sepertiku? Aku mohon ampunanmu ya Rob. Saat itu aku khilaf, aku tidak bisa berpikir jernih. Yang aku pikirkan hanya bagaimana cara mendapatkan Andrea saja. Aku mohon padamu ya Rob, kembalikan Andrea seperti sebelum dia tahu yang sebenarnya, kembalikan Andrea yang mencintaiku hiks... " Daniel menyandarkan kepalanya pada meja.


Sampai saat sarapan tiba, Andrea tidak kunjung turun padahal Daniel dan Varo sudah menunggunya.


" Kenapa Mommy tidak turun Dad?" Tanya Varo menatap Daniel.


" Daddy tidak tahu sayang, kamu makan sendiri dulu ya, Daddy mau melihat Mommy kamu." Ujar Daniel.


" Oke Dad." Sahut Varo.


Daniel meminta bi Titin untuk menemani Varo makan. Ia menuju kamarnya menghampiri Andrea yang masih nyaman berada di ranjangnya.


" Sayang kenapa malah tidur lagi? Sudah waktunya sarapan, aku sama Varo sudah menunggumu dari tadi lhoh." Ucap Daniel mengguncang pelan bahu Andrea.


" Aku lagi malas sarapan Niel, kalian saja duluan nanti aku nyusul." Sahut Andrea menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya.


" Kamu juga harus makan Andrea, aku tidak mau kamu sampai sakit karena telat makan." Ujar Daniel.


Daniel tidak tahu kalau ucapannya memancing emosi Andrea.

__ADS_1


" Udah deh nggak usah ngurusin aku! Aku udah tua jadi jangan khawatir, kalau pun aku sakit aku janji tidak akan merepotkanmu."


" Andrea!!!" Bentak Daniel tanpa sadar membuat Andrea kaget.


Andrea beranjak duduk menatap tajam ke arah Daniel.


" Ngapain bentak bentak aku segala? Mau nunjukin sikap asli kamu sama aku? Mau membuktikan kalau sikapmu selama ini hanya palsu hah." Selidik Andrea.


" Maaf sayang aku...


" Alah udah deh Niel nggak usah sok merasa bersalah seperti itu. Aku muak melihatmu di sini, mending kamu keluar aja! Aku mau tidur lagi." Ucap Andrea.


Tidak mau membuat Andrea lebih marah, Daniel keluar kamarnya. Langkahnya terhenti saat melihat Varo yang berdiri di depan pintu.


"Astaga Varo ada di sini? Apa dia melihat aku bertengkar dengan Andrea? Ya Tuhan semoga dia tidak terpengaruh dengan hal ini." Batin Daniel.


" Sayang sejak kapan kamu di sini?" Tanya Daniel membuat Andrea menoleh ke pintu.


" Daddy kita pergi saja yuk! Mommy sekarang jahat sama Daddy. Mommy berani bentak bentak Daddy, Varo nggak suka." Ucap Varo.


Daniel menolrh ke arah Andrea yang saat ini masih melihatnya.


" Mommy tidak jahat sayang, Daddy duluan tadi yang membentak Mommy. Mommy saat ini emosinya sedang labil karena Mommymu sedang dalam masa PMS." Ujar Daniel.


Varo hanya menganggukkan kepalanya.


" Ya sudah kita lanjutkan makan ya, setelah itu Daddy akan mengantarmu ke sekolah." Daniel menggandeng tangan Varo meninggalkan kamarnya.


" PMS?" Gumam Andrea.


" Ini tanggal berapa? Kenapa aku belum haid ya?" Andrea bertanya tanya.


Andrea menyalakan ponselnya untuk melihat kalender.


" Tanggal dua belas.... Aku telat satu minggu. Atau jangan jangan.... " Andrea menjeda ucapannya.


" Aku harus memastikannya."


Andrea membuka aplikasi jual beli online. Ia memesan dia tespack dengan merk yang berbeda.


Setengah jam pesanannya datang. Ia segera mengetes urine nya sendiri sesuai dengan petunjuk yang ada di kertas.


Setelah menunggu lima menit, Andrea membaca hasilnya yang ternyata......


Positif atau negatif nih?


Siapa dulu yang waktu hamil benci sama suaminya?


Jangan lupa tekan like koment vote dan 🌹nya biar author makin semangat nih ngetiknya.


Terima kasih untuk kalian semua yang sudah mendukung author semoga sehat selalu...


Miss U All....

__ADS_1


TBC...


__ADS_2