
Pagi ini Andrea nampak murung. Ia duduk di ranjang bersandar pada head board. Pikirannya menerawang pada kenangan ia dan Bayu masih hidup bersama. Candaan, tawa, selalu mengiringi hari hari mereka. Genap satu minggu sudah ia hidup tanpa Bayu.
" Hiks... " Isak Andrea.
" Bagaimana aku bisa memaksa diriku untuk hidup tanpamu Mas.. Satu minggu saja rasanya berat sekali, apalagi jika kau benar benar pergi meninggalkan aku untuk selamanya, aku tidak tahu apakah aku bisa bertahan atau tidak, rasanya aku tidak sanggup hidup tanpa dirimu hiks..." Andrea mengusap air matanya.
Ceklek....
Daniel masuk ke dalam membawa makanan untuk Andrea.
" Saatnya kamu makan Re! Setelah itu kau harus minum obatnya." Ucap Daniel duduk di kursi samping ranjang.
" Mau aku suapi?" Tawar Daniel menatap Andrea.
" Tidak perlu Niel! Aku akan makan sendiri saja nanti, letakkan saja di situ!" Sahut Andrea.
" Tidak bisa Re... Kau harus makan sekarang! Kasihan kan dedeknya nanti kelaparan dia." Ujar Daniel.
Andrea mengelus perutnya. Ia kembali diam termenung memikirkan nasib anaknya yang lahir tanpa seorang ayah.
" Jangan bersedih! Kau harus kuat Re! Tuhan memberikan cobaan ini karena Dia tahu kalau kamu kuat menghadapi semuanya, orang tuamu akan tiba nanti sore tapi mereka tidak bisa berlama lama di sini karena papamu sangat sibuk di sana! Mereka malah memintamu untuk kembali ke luar negeri bersama mereka." Ucap Daniel.
" Aku tidak akan pergi kemana mana Niel! Aku akan tetap di sini!" Sahut Andrea.
" Baiklah tidak masalah! Aku akan menjagamu di sini! Sekarang makanlah!" Daniel menyodorkan sesendok makanan ke mulut Andrea.
Andrea menerimanya, ia mengunyah makanan namun dengan tatapan kosongnya. Air matanya terus menetes begitu saja.
" Andrea jangan menangis!" Daniel mengusap air mata Andrea.
Hatinya serasa di sayat sembilu melihat wanita yang ia cintai terlihat menyedihkan seperti ini.
" Hiks... Hiks..... Aku teringat Bayu, Niel... Ingatan tentang Bayu masih sangat jelas di dalam pikiranku! Aku masih tidak percaya kalau aku akan kehilangannya secepat ini hiks.... " Isak Andrea.
" Bersabarlah Andrea! Semua akan indah pada waktunya." Daniel kembali mengusap air mata Andrea.
" Aku tidak tega melihatmu terpuruk seperti ini, ku mohon jangan menangis lagi! Kasihan anak dalam kandunganmu Andrea, dia akan terpengaruh dengan kesedihan yang kamu rasakan, biarkan dia tumbuh dengan sehat dan bahagia! Aku tahu kepergian Bayu membuatmu sangat sedih, tapi kau juga harus memikirkan anakmu! Biarkan yang pergi dan sambutlah yang datang! Merenungi kepergian Bayu tidak ada gunanya Andrea, apa hanya merenung Bayu bisa kembali? Tidak kan? Tapi dengan terus merenung dan murung kau akan kehilangan anakmu, aku harap kau bisa memahami apa yang coba aku katakan." Ujar Daniel.
Andrea memikirkan ucapan Daniel. Ada benarnya juga semua yang Daniel ucapkan.
" Iya Niel kau benar, aku tidak boleh egois! Aku tidak boleh memikirkan diriku sendiri! Aku harus memikirkan calon anakku! Aku sudah kehilangan Bayu dan aku tidak mau kehilangan anakku." Andrea mengusap air matanya sampai kering.
" Sekarang habiskan makanannya!" Daniel kembali menyuapi Andrea
Andrea melanjutkan makan sampai habis, setelah itu ia meminum obatnya.
" Istirahatlah! Aku ke bawah dulu, kalau ada apa apa segera panggil aku!" Ucap Daniel di balas anggukan kepala oleh Andrea.
Daniel keluar dari kamar Andrea.
__ADS_1
Tak lama setelah itu Wahyu datang menghampiri Andrea.
" Maaf Nona." Ucap Wahyu.
" Ada apa Yu?" Andrea menatap Wahyu.
" Pencarian di hentikan oleh pihak kepolisian! Ini sudah satu minggu sejak kejadian Nona, tapi tidak ada tanda tanda tuan Bayu di temukan, polisi mengambil kesimpulan jika tuan Bayu telah meninggal dunia, surat kematiannya akan turun satu minggu lagi, maaf saya harus menyampaikan berita buruk ini supaya anda tidak terlalu berharap Nona, maafkan saya!" Ucap Wahyu menundukkan kepalanya.
" Baiklah Wahyu... Aku menerima apapun keputusan dari polisi, aku akan menunggu surat itu turun." Sahut Andrea.
" Baik terima kasih Nona, kalau begitu saya permisi, Nona harus kuat! Demi tuan junior yang ada di dalam kandunganmu Nona." Ucap Wahyu.
" Terima kasih." Sahut Andrea.
Wahyu keluar kamar berpapasan dengan Daniel.
" Bagaimana Yu? Apa ada berita baik tentang Bayu?" Tanya Daniel.
Wahyu menggelengkan kepalanya.
" Apa kita bisa bicara sebentar tuan Daniel?" Wahyu menatap Daniel.
" Kita bicara di bawah saja!" Sahut Daniel.
Keduanya duduk di ruang tamu.
" Ada apa Yu? Katakan!" Ucap Daniel menatap Wahyu.
" Apa? Kenapa dia tega sekali mengambil rumah ini? Sedangkan di sini ada menantu dan calon cucunya." Daniel tidak percaya.
" Entah apa yang dia pikirkan Tuan tapi begitulah faktanya, saya sudah berusaha mempertahankannya namun saya kalah, karena semua milik Tuan Bayu adalah hasil warisan dari papanya dan masih atas nama tuan Mareno." Ujar Wahyu.
" Berarti Andrea harus keluar dari rumah ini, sungguh malang sekali nasibnya, apa berita ini tidak akan membuat Andrea semakin terpuruk? Aku tidak mengerti kenapa semua ini terjadi pada Andrea, dulu dia menjadi wanita yang kuat dan tegas tapi sekarang dia menjadi wanita yang sangat rapuh." Ucap Daniel.
" Saya turut prihatin Tuan, dan saya minta bantuan Tuan Daniel untuk mengatakan hal ini kepada Nona Andrea." Ujar Wahyu.
" Bilang pada Tuan Mareno kalau Andrea meminta waktu tiga bulan, setelah tiga bulan aku akan membawa Andrea dari sini, tapi untuk saat ini aku belum bisa mengatakan apa apa pada Andrea, semoga tuan Mareno mengerti." Ucap Daniel.
" Baik Tuan akan saya sampaikan." Sahut Wahyu.
" Wahyu, apa kecelakaan Bayu tidak ada sangkut pautnya dengan papanya?" Daniel menatap Wahyu dengan tatapan menyelidik.
" Menurut kesaksian dan hasil pemeriksaan polisi tidak ada Tuan, Tuan Bayu murni mengalami kecelakaan." Sahut Wahyu.
" Baiklah terima kasih." Ucap Daniel.
" Saya permisi tuan." Pamit Wahyu.
" Silahkan!" Sahut Daniel.
__ADS_1
Wahyu keluar dari rumah Bayu. Daniel beranjak dari sofa, tiba tiba tatapannya bertemu dengan tatapan Andrea.
Deg....
Jantung Daniel terasa berhenti berdetak.
" Apa Andrea mendengar semua ucapan Wahyu? Ya Tuhan... Dia pasti terbebani dengan semua ini, aku tidak boleh membiarkannya sedih, aku harus meringankan bebannya saat ini." Batin Daniel.
Daniel menghampiri Andrea.
" Apa kau sudah dari tadi di sini?" Tanya Daniel memastikan.
" Iya, aku mendengar semua yang Wahyu ucapkan, aku senang setidaknya kecelakaan Bayu tidak di sabotase, aku akan pergi dari sini Niel, aku akan kembali ke rumahku." Ucap Andrea.
" Tapi Andrea...
" Aku ingin melupakan Mas Bayu, walaupun aku tahu itu tidak akan bisa tapi aku harus melupakannya kan? Jika aku terus berada di sini, aku tidak akan pernah bisa melupakannya, semua kenangan indah ada di dalam rumah ini, aku ingin bangkit Niel! Aku tidak ingin terpuruk lagi! Demi anakku." Ujar Andrea.
Daniel tersenyum melihat semangat Andrea.
Ya.. Setelah mendengar bahwa semua yang Bayu punya dari hasil warisan, Andrea menyadari jika bukan milik sendiri semua bisa hilang kapan saja. Ia harus memiliki sesuatu yang akan ia berikan kepada anaknya nanti.
Andrea bertekad melupakan Bayu, ia pasrah pada takdir Tuhan yang akan membawanya. Ia harus kuat! Hidup tidak berhenti sampai di sini kan? Ia harus hidup demi menghidupi anaknya nanti. Andrea akan kembali memimpin perusahaannya di bawah lisensi perusahaan papanya. Setidaknya itu miliknya sendiri.
" Aku bangga kepadamu Re, aku akan selalu mendukungmu! Mulai sekarang ayo semangat! Semangat menjalani hidup tanpa beban dan kesedihan, tersenyumlah Re! karena senyumanmu sangatlah indah." Ujar Daniel.
Andrea mengulas senyumannya. Daniel mengacak acak rambut Andrea.
" Jadi berantakan kan." Andrea merapikan rambutnya lagi.
" Iya maaf, sini aku rapikan!" Daniel menyisir rambut Andrea dengan tangannya.
" Walaupun hanya seperti ini, tapi aku sangat bahagia Re, semoga kau bisa selalu tersenyum dan kau akan hidup bahagia bersama anakmu nanti." Ujar Daniel dalam hati.
" Dah rapi." Ucap Daniel.
" Sekarang bantu aku berkemas!" Ujar Andrea.
" Baiklah ayo!" Sahut Daniel.
Keduanya menuju kamar Andrea. Daniel menurunkan dua koper besar yang siap di isi semua barang barang Andrea.
Walaupun berat namun Andrea harus melakukannya, ia sadar jika semua ini bukanlah miliknya.
Author melow sendiri nih.... Adakah yang sama?
Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya biar author semakin semangat..
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All...
TBC...