Affair With You

Affair With You
THE END


__ADS_3

Hari ini Andrea dan Daniel sedang bersiap, mereka akan menghadiri acara ijab qobul Bayu dan Lian di sebuah hotel ternama. Andrea menyisir rambutnya di depan cermin.


" Sayang apa Angelin tidak pakai jaket? Takutnya dia kedinginan di dalam mobil." Ujar Daniel menimang Angelin.


" Tidak Dad, nanti acnya di kecilin aja." Sahut Andrea mendekati Daniel.


" Baiklah sayang." Sahut Daniel.


" Varo mana Dad?" Tanya Andrea menatap Daniel.


" Ada di bawah, dia nunggu di ruang tamu." Sahut Daniel.


" Ayo!"


Mereka berdua turun ke bawah menghampiri Varo yang sedang duduk di ruang tamu.


" Sayang ayo!" Ajak Daniel.


" Oke Daddy." Sahut Varo.


Mereka menuju hotel xx yang berada di pusat kota. Varo nampak ceria menatap jalanan di ibukota. Lima belas menit mereka sampai di hotel tempat acara pernikahan Bayu di selenggarakan.


" Ayo kita turun sayang!" Daniel menggandeng Varo dan Andrea masuk ke dalam.


Mereka di sambut oleh pihak WO yang bertugas sebagai penerima tamu.


" Mati Tuan Nyonya, saya antar ke meja VIP." Ucapnya sopan.


" Terima kasih Mbak." Sahut Andrea.


Mereka duduk di meja VIP sambil menunggu kedua mempelai datang. Lima menit kemudian nampak dua calon pengantin berjalan berdampingan memasuki ballroom menuju meja akad nikah. Seorang pelayan meminta Andrea dan Daniel duduk di kursi belakang kedua mempelai.


Acara pun di mulai, Bayu mengucapkan ijab qobul dengan satu kali tarikan. Saat ini Lian resmi menjadi istri dari seorang Bayu Pratama. Keduanya saling bertukar cincin lalu Lian mencium punggung tangan Bayu sedangkan Bayu mencium kening Lian.


" Terima kasih sayang, akhirnya kau menerimaku sebagai suamimu. Tetaplah bersamaku dan menua bersamaku juga!" Ucap Bayu.


" InsyaAllah...." Sahut Lian bingung mau memanggil Bayu dengan sebutan apa.


" Mas." Ucap Bayu paham dengan kebingungan Lian.


" I.. Iya Ma.. S" Gugup Lian.


Setelah acara ijab qobul selesai, acara di lanjut dengan resepsi. Banyak tamu. undangan yang memberikan selamat dan doa doa terbaik untuk keduanya.


Andrea dan Daniel maju ke depan.


" Selamat Bayu, semoga bahagia." Ucap Daniel memeluk Bayu.


" Terima kasih Bro." Sahut Bayu menepuk. punggung Daniel.


" Selamat Bayu, smeoga bahagia." Ucap Andrea.


" Thank you Re." Sahut Bayu.


" Selamat ya Om." Ucap Varo menyalami Bayu.


" Eh tampan sekali kamu sayang." Ucap Lian menoel pipi Varo.


" Siapa dia?" Tanya Lian.


" Dia putraku."


Deg...


Jantung Lian, Andrea dna Daniel terasa berhenti berdetak bersamaan mendengar ucapan Bayu.


" Dua putramu?" Lian mengerutkan keningnya.


" Jadi dia putramu Bayu?"

__ADS_1


Semua orang menoleh ke asal suara,


" Om Mareno." Gumam Andrea.


" Gawat!! Om Mareno mendengar ucapan Bayu, kenapa Bayu harus mengakui kalau Varo anaknya. Bisa bisa hancur semua kebahagiaan kami." Batin Daniel.


" Dia putranya Andrea, dan Andrea ini mantan istriku jadi aku menganggapnya sebagai putraku, bukan begitu Boy?" Ujar. Bayu menatap Varo.


" Ya Om." Sahut Varo.


" Kau membuat aku jantungan saja Pak." Ucap Lian.


" Panggil Mas donk! Masa' sama suami sendiri panggilnya Pak. Seperti di kantor saja." Ujar Bayu mengalihkan perhatian semuanya.


" Ya sudah silahkan di nikmati hidangannya Niel!" Ucap Bayu.


" Oke terima kasih, ayo sayang." Daniel menggandeng tangan Andrea dan Varo kembali ke mejanya tadi.


" Papa harap kamu tidak sedang membohongi Papa Bayu, jika sampai terbukti Varo adalah anakmu maka Papa akan mengambilnya." Ucap tuan Mareno.


" Buka Pa, aku hanya menganggapnya sebagai putraku saja. Tidak lebih." Sahut Bayu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya, Bayu membawa Lian ke kamarnya. Kamar yang nampak sangat indah karena di hias layaknya kamar pengantin pada umumnya.


" Indah banget Pak." Ucap Lian.


" Panggil Pak lagi aku cium kamu sayang." Ancam Bayu.


" Ya silahkan aja! Aku sudah sah menjadi istrimu jadi aku halal untuk kau sentuh, aku milikku dan semua yang ada pada diriku juga milikmu." Sahut Lian menatap Bayu.


" Kamu nantang aku rupanya." Ucap Bayu.


Bayu mendorong Lian ke atas ranjang, ia mengukung tubuh Lian di bawahnya. Keduanya saling melempar tatapan.


Deg deg deg...


Cup...


Bayu mengecup bibir Lian, Lian memejamkan matanya. Bayu mencecap bibir Lian dengan lembut, ia menggigit pelan bibielr bawah Lian membuat Lian membuka mulutnya sedikit. Bayu mengekspos setiap inchinya.


Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Tangan Bayu mulai bergerilnya kemana mana menemukan area favoritenya. Bayu meremas salah satu gunung kembar milik Lian membuat Lian mendesis.


Jiwa kelakian Bayu merangkak naik, ciuman! ya turun ke leher Lian membuat beberapa stempel kepemilikan di sana.


" Masss." Des@h Lian.


Setelah melakukan foreplay cukup lama, Bayu mulai menjamah Lian dengan lembut.


" Shhh Mas sakit... " Rintih Lian.


Bayu menghentikan aksinya, ia kembali mencium bibir Lian untuk mengalihkan perhatiannya. Tanpa Lian sadari kini dirinya telah kehilangan kesuciannya dengan sempurna.


Tidak ada rasa sakit lagi yang ada hanya rasa nikmat dan indahnya surga dunia yang Bayu ciptakan untuknya. Keduanya saling meluapkan perasaan cinta melalui penyatuan yang mereka lakukan malam ini.


Bayu merasa sangat bahagia pada akhirnya ia bisa memiliki Lian sepenuhnya. Ia berharap Lian akan menjadi jodoh selama hidupnya. Ia tidak mau mengalami kegagalan lagi. Cukup Lian yang terakhir.


Selama satu jam lebih Bayu memacu tubuhnya di atas Lian, kini ia tumbang setelah sama sama mencapai puncak nirwana.


" Terima kasih sayang, semoga segera hadir Bayu junior." Ucap Bayu mencium kening Lian.


Lian menganggukkan kepalanya saja karena ia merasa lelah.


" Sekarang ayo kita mandi, ku siapkan air hangat dulu." Ucap Bayu menuju kamar mandi.


Tak lama ia kembali, ia menggendong Lian masuk ke kamar mandi. Ia menurunkan tubuh Lian pada bathup yang sudah terisi air hangat.


Tanpa malu mereka mandi bersama.

__ADS_1


Matahari menyingsing dari arah timur membuat pasangan pengantin baru ini terbangun dari tidur indahnya.


Bayu menatap Lian begitupun sebaliknya.


" Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Lian.


" Aku mau lagi." Sahut Bayu mengerlingkan matanya.


" Nggak mau, tubuhku remuk semua karena kamu melakukannya berkali kali, nanti malam acara resepsi kedua kita, jangan sampai aku tidak bisa berdiri karena ini." Omel Lian.


" Kamu berlebihan sayang." Ucap Bayu.


" Emang benar tubuhku remuk semua, kamu buas banget jadi laki laki." Ujar Lian.


" Kalau nggak buas nggak puas sayang." Sahut Bayu.


" Tau ah!" Cebik Lian turun dari ranjang.


" Mau kemana sayang?" Tanya Bayu.


" Kamar mandi." Sahut Lian.


" Ayo mandi bareng!" Ajak Bayu.


" Nggak mau! Yang ada kita nggak mandi." Ucap Lian masuk ke kamar mandi.


Bayu menggelengkan kepalanya sambil terkekh melihat tingkah Lian. Ia benar benar merasa bahagia mendapatkan Lian sebagai istrinya.


" Terima kasih Tuhan kau telah mengirimkan bidadari yang baik untuk mendampingiku. Aku sangat bahagia dan semoga kebahagiaan ini kekal abadi selamanya." Batin Bayu.


Di kamar Daniel, Daniel memeluk Andrea dari belakang saat Andrea sedang duduk di depan cermin. Ia menyusupkan wajahnya pada tengkuk leher Andrea.


" Kenapa Dad?" Tanya Andrea.


" Ingin." Sahut Daniel.


" Anak anak belum pada bangun?" Tanya Andrea.


" Belum." Sahut Daniel menyesap leher Andrea hingga menimbulkan bercak kemerahan.


" Sekarang ya." Ucap Daniel.


" Baiklah." Sahut Andrea.


Daniel menuntun Andrea ke ranjang. Ia mencium bibir Andrea dengan lembut, sambil mendorong tubuh Andrea dengan pelan ke atas ranjang.


Ciuman yang semula lembut berubah menjadi ciuman yang menuntut. Daniel junior sudah tidak tahan masuk ke dalam rumahnya. Daniel membuka bajunya, lalu ia hendak membuka baju Andrea tiba tiba...


" Daddy... Buka pintunya!!!!" Teriak Varo dari luar.


" Astaga!!!" Daniel menepuk jidatnya.


Andrea tersenyum melihatnya.


" Anak kita mengganggu saja sayang, mana lagi tegang tegangnya lagi." Ujar Daniel.


" Di suruh tidur lagi Dad, kita lakukan nanti malam saja." Ucap Andrea turun dari ranjang.


Grep...


Daniel menarik tangan Andrea hingga jatuh ke pangkuannya.


" Terima kasih sayang telah menjadi istri dan ibu yang baik untuk kami. Aku merasa sangat bahagia bisa memilikimu dan anak anak kita. Aku harap berharap kita akan hidup. bahagia seperti ini selamanya." Ucap Daniel mengelus pipi Andrea.


" Amin." Sahut Andrea.


...THE END...


Terima kasih untuk kalian semua yang sudah mendukung dan menemani author dari awal hingga akhir. Author hanya bisa mendoakan semoga sehat selalu, di mudahkan segala urusannya dan di lancarkan rejekinya. Amin...

__ADS_1


Miss U All...


Bye bye.


__ADS_2