Affair With You

Affair With You
Kamu??


__ADS_3

" Aku... " Lian menjeda ucapannya.


" Kamu apa?" Tanya Bayu menatap Lian.


Lian memajukan wajahnya sambil berbisik.


" Aku pecinta sejenis Pak."


" Apa???" Pekik Bayu tidak percaya. Ia melongo membuktikan matanya dan mulutnya.


" Hmmpttt." Lian membungkam mulutnya menahan tawa.


" Kenapa kau tertawa?" Tanya Bayu.


" Ha ha ha ha ha.. " Lian tertawa lepas sambil memegangi perutnya.


" Ekspresimu lucu banget Pak, membuat aku tidak kuat menahan tawa." Ujar Lian terkekeh.


" Kau mengerjai aku?" Selidik Bayu.


" Iya Pak, tenang aja aku sukanya sama lawan jenis kok Pak." Sahut Lian.


" Kurang ajar kamu ya, mau saya pecat?" Bayu menatap Lian.


" Nggak masalah, aku bisa cari pekerjaan di tempat lainnya." Sahut Lian enteng.


" Paling Bapak yang rugi karena tidak bisa melihat aku, jangan kangen ya." Sambung Lian.


Bayu menggelengkan kepala. Entah mengapa sifat jahil Lian semakin membuatnya jatuh cinta.


" Lalu apa kekuranganmu?" Tanya Bayu.


Bukannya menjawab, Lian malah tersenyum memamerkan deretan giginya membuat Bayu gemas.


" Aku tidak bisa memasak, tidak bisa beres beres rumah. Pokoknya aku tidak bisa mengerjakan pekerjaan ibu rumah tangga pada umumnya. Kau akan menyesal kalau menjadikan aku istrimu Pak." Ujar Lian.


" Astaga!!! Hanya itu?" Tanya Bayu.


Lian menganggukkan kepalanya.


" Aku sudah tegang menunggu jawabanmu nggak tahunya cuma begitu, tidak masalah kamu tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah, kau istriku kan bukan pembantuku." Ujar Bayu.


" Iya sih Pak, tapi kan biasanya para pria menginginkan istri yang seperti itu." Sahut Lian.


" Aku tidak! Aku lebih suka kau bekerja di sini menemaniku setiap waktu. Masalah pekerjaan rumah aku akan menyewa pembantu untuk mengerjakannya. Beres kan?" Ujar Bayu.


Lian menganggukkan kepalanya.


" Jadi mulai sekarang kau calon istriku, aku akan segera melamarmu pada kedua orang tuamu." Ucap Bayu.


" Kapan Pak?" Tanya Lian memastikan.


" Nanti malam."


" What????" Pekik Lian membuka lebar mulutnya.


" Jangan menganga begitu nanti kemasukan lalat baru tahu rasa." Ujar Bayu.

__ADS_1


Spontan Lian langsung menutup mulutnya.


" Kenapa buru buru Pak? Aku aja belum siap di lamar sama Bapak." Ucap Lian.


" Aku nggak mau kelamaan menunggu, nanti malam aku melamarmu, besok malam kita tukar cincin dan lusa kita nikah." Lagi lagi ucapan Bayu membuat Lian melongo.


" Ini mau nikah apa mau lahiran Pak? Kenapa kilat banget?" Tanya Lian tidak percaya.


" Kan tadi aku udah bilang alasannya, aku nggak mau sampai kamu berubah pikiran atau di embat sama pria lain." Ujar Bayu.


" Tapi aku nggak cinta Pak sama kamu." Uajr Lian lagi.


" Nggak masalah yang penting aku mencintaimu, bukankah lebih baik di cintai daripada mencintai?" Sahut Bayu.


" Bukankah tidak adil kalau dalam pernikahan hanya satu yang mencintai?" Lian balik bertanya.


" Kalau begitu biar imbang kau harus membalas cintaku dengan segera nggak pakai lama." Sahut Bayu.


Lian menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia hanya menganggukkan kepalanya saja.


" Ya sudah Pak sekarang aku mau lanjut bekerja, Bapak silahkan keluar!" Ucap Lian.


" Kau mengusirku? Aku bos dan calon suami kamu Lian. Beraninya kau berbuat tidak sopan padaku." Ucap Bayu.


" Aku di sini karyawan Pak, aku harus profesional dalam bekerja. Kau boleh menganggapku sebagai calon istrimu jika di luar kantor saja." Ucap Lian.


" Tidak bisa! Di dalam kantor pun kamu tetap calon istriku." Sahut Bayu.


" Tapi aku tidak mau jika satu kantor tahu kalau kita punya hubungan Pak, apalagi hubungan tanpa cinta. Entar yang ada mereka mengira kalau aku cewek matre lagi, mau sama Bapak karena dompetnya tebel. Aku ingin bekerja dengan tenang tanpa adanya gunjingan dari mereka." Ucap Lian.


" Baiklah kalau di depan karyawan lainnya kau pegawai ku tapi jika hanya kita berdua kau calon istriku gimana?" Tanya Bayu memberikan tawaran.


" Baiklah aku setuju." Sahut Lian.


" Deal ya calon istriku." Ucap Bayu mengulurkan tangannya.


" Deal calon suamiku." Sahut Lian membalas uluran tangan Bayu sambil mengerlingkan matanya membuat jantung Bayu berdesir.


" Aku kembali ke ruanganku, lama lama berada di dekatmu membuat imanku semakin menipis. Aku ingin mencium bibir pinkmu itu." Ucap Bayu meninggalkan ruangan.


Lian menggelengkan kepalanya.


" Semoga ini keputusan terbaik untukku, mama, papa aku membawa calon menantu untuk kalian. Semoga kau tidak putar arah setelah tahu siapa aku Pak." Batin Lian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam rumah Daniel, Daniel sedang belajar berjalan di kamarnya. Ia mulai bisa berjalan dengan normal walau terkadang masih harus rambatan seperti bayi.


" Yei... Daddy sembuh." Sorak Varo girang.


" Daddy Niel bisa berjalan lagi, Varo senang Dad, akhirnya Daddy bisa mengajak Varo jalan jalan lagi." Sambung Varo.


" Iya sayang, ini semua berkat Varo dan Mommy." Sahut Daniel.


" Dad kamu sudah bisa berjalan sendiri." Ucap Andrea yang baru masuk kamarnya sambil menggendong Angelin.


" Alhamdulillah sayang aku bisa berjalan normal lagi." Ucap Daniel bahagia.

__ADS_1


" Sayang Daddy udah bisa jalan lagi." Ucap Daniel menciumi pipi Angelin.


Varo melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil cemberut. Andrea menyenggol siku Daniel memberikan kode melalui matanya.


Daniel menatap Varo.


" Kenapa sayang? Kok cemberut gitu?" Tanya Daniel tidak peka.


" Daddy udah nggak sayang lagi sama Varo, Dad hanya mencium Angelin, Varo tidak." Cibir Varo.


Daniel berjalan tertatih menghampiri Varo. Ia berlutut di depan Varo sambil memegang kedua bahu Varo.


Cup cup cup...


" Daddy selalu menyayangi Varo sayang, bagaimana pun Varo adalah anak kesayangan Daddy. Jangan marah lagi donk!" Ujar Daniel.


" Benarkah Varo anak kesayangan Daddy?" Tanya Varo dengan mata berbinar.


" Iya sayang." Sahut Daniel.


" Mommy sama Angelin?"


" Lewat." Sahut Daniel memeluk Varo.


Daniel mengangkat kedua jarinya ✌ ke arah Andrea tanpa sepengetahuan Varo. Andrea tersenyum melihatnya.


" Ayo kita duduk Dad! Daddy akan capek kalau kelamaan begini." Ujar Varo.


Daniel duduk bersandar di atas ranjang.


" Varo pijitin ya Dad." Ucap Varo memijat kaki Daniel. Walaupun tidak terasa apa apa tapi Daniel sangat bahagia mendapatkan perhatian lebih dari Varo.


Andrea naik ke atas ranjang, ia menidurkan Angelin di tengah tengahnya dan Daniel.


" Mom kapan Angelin besar? Varo sudah tidak sabar ingin mengajaknya bermain." Ucap Varo.


" Sabar sayang! Tunggu satu tahun lagi! Angelin pasti sudah bisa di ajak bermain. Semoga Angelin cerdas seperti kamu ya Bang." Ucap Andrea.


" Iya Mom." Sahut Varo.


" Oh ya Mom, bang Firman nanti sore mau main ke sini, katanya sama mamanya." Ujar Varo.


" Iya tidak pa pa sayang, malahan Mom senang, siapa tahu mamanya bang Firman mau berteman dengan Mommy kan? Kita bisa jadi saudara." Ujar Andrea.


" Kalau mendengar cerita Firman sih sepertinya mamanya wanita nggak bener deh sayang, kamu harus hati hati dalam memilih pertemanan ya, jangan sampai dia membawa pengaruh buruk untuk keluarga kita." Nasehat Daniel.


" Iya Dad, aku pasti akan memilih teman yang baik." Sahut Andrea.


Benar kata Varo, sore hari Firman datang bersama ibunya. Setelah Varo memanggilnya, Andrea menemui keduanya di ruang tamu tiba tiba...


" Kamu."


" Kamu."


Siapa hayooooo


Tekan like untuk mendukung karya author, Terima kasih semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


TBC....


__ADS_2