
Varo nampak sangat bahagia keluar dari rumah sakit dengan di gendong Daniel. Mereka baru saja memeriksakan kandungan Andrea. Dokter bilang Andrea hamil enam minggu. Janinnya sehat dan kandungan Andrea baik baik saja.
Berbeda dengan Andrea yang masih cemberut. Bagaimana tidak? Daniel menceritakan sikap dingin Andrea kepada dokter. Daniel bernafas lega karena dokter bilang kemungkinan itu karena bawaan bayi saja.
" Sayang jangan cemberut gitu donk!" Ucap Daniel masuk ke dalam mobil.
" Iya Mom, kalau cemberut gitu Mommy bisa tambah tua lhoh." Sahut Varo.
Andrea duduk di kursi belakang sambil diam saja. Ia tidak menyahut ucapan keduanya.
" Aku minta maaf sayang! Aku hanya ingin memastikan saja kalau memang itu bawaan bayi bukan karena kau sudah tidak mencintaiku lagi." Ujar Daniel.
" Terserah kamu aja Dad!" Sahut Andrea.
Daniel melajukan mobilnya menuju rumahnya. Di dalam perjalanan Varo banyak berceloteh.
" Dad kapan dedeknya akan lahir?" Tanya Varo.
" Nunggu delapan bulan lagi ya." Sahut Daniel.
" Delapan bulan masih lama ya Dad."
" Iya sayang."
" Kira kira dedeknya laki laki atau perempuan ya Dad?"
" Belum tahu sayang, bersabarlah menunggu dedek bayinya lahir, baru kita bisa tahu dedeknya laki laki atau perempuan." Ujar Daniel.
" Dad, kalau dedeknya udah lahir Daddy akan tetap menyayangi Varo kan?"
Pertanyaan Varo mewakili pertanyaan Andrea selama ini.
" Sayang kenapa kau bertanya seperti itu?" Daniel menatap Varo sekilas lalu kembali fokus pada jalanan di depannya.
" Varo punya teman Dad, setelah dia punya adik Daddynya udah nggak sayang lagi sama dia. Varo takut kalau Daddy juga seperti itu." Ucap Varo.
" Jangan samain Daddy dengan orang lain sayang! Sampai kapan pun Daddy akan selalu menyayangi Varo, Daddy juga akan menyayangi adiknya Varo. Kalian berdua bagaikan jantung bagi Daddy sayang, jadi kalau tidak ada salah satu dari kalian Daddy akan tiada." Ucap Daniel.
Andrea menatap Daniel dengan perasaan entah. Ia tidak rela kalau Daniel meninggalkannya.
" Aku tidak suka dengan ucapanmu barusan Dad, jangan pernah mengatakan soal kematian! Aku tidak mau kehilanganmu."
Ucapan Andrea membuat Daniel mengembangkan senyumnya. Daniel merasa bahagia mendengar hal itu dari bibir Andrea.
__ADS_1
" Baiklah maafkan aku! Aku tidak akan mengulanginya." Ucap Daniel.
" Daddy harus janji kalau Daddy akan selalu bersama kami." Ucap Varo mengacungkan jari kelingkingnya.
" Janji sayang." Sahut Daniel menyatukan jari kelingkingnya dengan jari kelingking milik Varo.
" Yei... Varo sayang Daddy." Sorak Varo.
" Daddy juga menyayangimu sayang." Sahut Daniel.
Sesampainya di rumah, Daniel menggendong Varo ke dalam kamarnya sedangkan Andrea menuju dapur untuk mengambil minum.
Andrea duduk di meja makan sambil merenung.
" Aku harus bisa melawan perasaan ini! Aku tidak mau kehilangan Daniel apapun yang terjadi, dia cinta pertama dan akan menjadi cinta terakhirku. Kebaikannya selama ini telah menutupi kejahatannya. Aku memaafkannya karena Bayu juga sudah memaafkannya. Aku akan melanjutkan hidupku dengan bahagia bersama keluarga kecilku, dan semoga Bayu juga bahagia setelah berpisah dariku." Gumam Andrea.
Andrea mengelus perut ratanya.
" Sayang... Kenapa kamu tidak mau dekat dengan Daddymu? Setiap kali Mommy dekat sama Daddy rasanya jadi bad mood, pengin muntah mencium aroma maskulin tubuhnya, rasanya malas banget melihat wajahnya. Hah... Ada ada aja bawaan bayi begini, Mommy jadi kasihan sama Daddymu. Dia di jauhi sama anak kandungnya sendiri, sayang jangan nakal ya kasihan Daddy. Daddy juga ingin dekat dengan kamu seperti Daddy dekat dengan Abangmu." Ucap Andrea seolah berbicara dengan babby nya.
Alexa berjalan menuju kamarnya.
Ceklek...
Grep....
Andrea memeluk Daniel dengan erat. Ia mengalungkan tangannya ke leher Daniel.
" Sayang kamu kenapa hmm?" Tanya Daniel membalas pelukannya.
" Maafkan aku!" Ucap Andrea.
" Maaf untuk apa sayang?" Tanya Daniel.
" Akhir akhir ini aku bersikap kasar sama kamu dan aku menjauhimu. Maafkan aku yang telah melukai perasaanmu." Ucap Andrea.
" Tidak apa sayang, aku paham kok kalau semua ini bukan keinginanmu. Aku juga memahami kalau bawaan bayi itu berbeda beda, mungkin kali ini bayi kita perempuan makanya malu dekat denganku sayang. Sudah ah jangan bersedih! Kasihan dedeknya nanti dia ikutan sedih lagi." Ujar Daniel mengelus punggung Andrea.
Andrea melepas pelukannya, ia menatap Daniel dengan tatapan bersalahnya. Ia menangkup wajah Daniel lalu...
Cup....
Andrea mengecup bibir Daniel. Tidak mau melewatkan kesempatan itu, Daniel menahan tengkuk Andrea. Ia mencecap bibir Andrea lalu ******* nya dengan lembut. Andrea membalas ciumannya. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka.
__ADS_1
Keduanya saling menikmati manisnya bertukar saliva. Di rasa kehabisan nafas, Daniel melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Andrea dengan jempolnya.
" Jangan bersedih lagi ya! Kau harus selalu happy supaya babby kita tumbuh dengan sehat. Terima kasih sudah memahami perasaanku." Ucap Daniel.
" Iya Niel, Terima kasih juga sudah memahami kondisiku saat ini." Ucap Andrea di balas anggukan kepala oleh Daniel.
" Sekarang istirahatlah! Aku akan membangunkanmu saat ashar nanti." Ucap Daniel.
Andrea menganggukkan kepalanya. Ia naik ke atas ranjang lalu memejamkan matanya.
Setelah Andrea tertidur, Daniel baru menyusulnya. Ia memeluk Andrea dari belakang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di ruangan Bayu, saat ini ia sedang sibuk bekerja. Setelah berpisah dengan Andrea ia tidak lagi memikirkan kehidupan asmaranya. Hari hari ia lalui dengan sibuk bekerja, bekerja dan bekerja saja. Bahkan sampai Wahyu cemas melihat kondisi Bayu yang tidak terurus saat ini.
" Bay berhentilah sejenak! Paling tidak kita cari makan siang dulu. Ini sudah jam dia Bay, kamu belum makan dari tadi pagi. Aku tidak kamu sampai tumbang karena kau telat makan." Ujar Wahyu khawatir.
" Aku tidak lapar Yu." Selalu itu jawaban yang Bayu berikan.
" Kalau kamu tidak bisa hidup tanpa Andrea, kenapa kau tidak merebutnya kembali? Kalau masalah papamu, kau bisa saja kan mengatakan kalau Varo anak tirimu. Bukan malah bersikap seperti ini dan menyiksa diri sendiri, itu tidak baik Bay." Ujar Wahyu.
" Varo terlalu bergantung pada Daniel Yu, dia bahkan memilih kehilangan Andrea daripada kehilangan Daniel. Aku tidak mungkin memisahkan mereka berdua kan? Jadi biarlah aku yang menanggung rasa ini sendiri." Sahut Bayu.
" Kau harus secepatnya mencari pengganti supaya kau bisa move on dari Andrea Bay. Aku akan mencarikan wanita yang baik untukmu." Ujar Wahyu.
" Jangan berani kau melakukan itu Yu, aku tidak mau wanita mana pun. Hatiku sudah tertutup dengan yang namanya cinta dan pernikahan. Aku sudah tidak percaya lagi dengan semua itu." Ucap Bayu.
" Lalu mau sampai kapan kamu bersikap seperti ini? Aku tidak mau kau mati sia sia hanya karena tidak bisa move dari Andrea. Aku tidak tega melihatmu seperti ini Bay." Ujar Wahyu menatap Bayu.
" Lakukan pekerjaanmu dengan baik, kau tidak perlu mengurusi urusanku. Aku bisa mengurusnya sendiri." Sahut Bayu.
" Baiklah maaf." Sahut Wahyu meninggalkan ruangan Bayu.
" Aku harus melakukan sesuatu supaya kau bisa melupakan Andrea Bay. Maafkan aku jika aku terlalu ikut campur ke ranah pribadimu. Semua ku lakukan karena aku peduli padamu." Gumam Wahyu.
Bab berikutnya bahas kehidupan Bayu ya..
Jangan lupa tekan like koment vote dan 🌹yang banyak buat author...
Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All...
__ADS_1
TBC...