Affair With You

Affair With You
Kehidupan Baru


__ADS_3

Malam ini Andrea sedang sibuk dengan laptopnya. Ia harus segera menyelesaikan laporan keuangan bulan ini untuk bahan rapat besok pagi.


" Mom aku mau belajar membaca cerita." Varo menghampirinya dengan buku di tangannya.


" Sayang Mom mohon jangan ganggu Mom dulu ya! Mom harus mengerjakan uni dengan cepat, Mom akan mengajarimu sebentar lagi, tunggu lima belas menit lagi ya." Sahut Andrea tampa menatap putranya.


Varo menekuk mukanya sambil cemberut.


Daniel yang baru pulang dari kantor tersenyum melihatnya, ia mendekati Varo.


" Sayangnya Daddy jangan bersedih donk! Mommy kan sedang mengerjakan pekerjaannya, gimana kalau belajarnya sama Daddy aja, Daddy akan mengajarimu membaca cerita ini." Daniel mengelus kepala Varo.


" Iya Daddy." Sahut Varo mengangguk.


" Tapi tunggu Daddy ganti baju dulu ya! Sekarang Varo ke ranjang duluan! Daddy ingin bicara sesuatu pada Mommymu." Ujar Daniel.


" Oke Dad." Varo naik ke atas ranjangnya.


Daniel mendekati Andrea.


" Niel please deh jangan ganggu aku dulu!" Ucap Andrea tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


" Berhenti sebentar!" Ucap Daniel.


" Niel... "


" An... drea." Tekan Daniel.


Andrea mengehembuskan nafasnya kasar. Jika sudah begini itu tandanya Daniel sedang tidak bisa di ajak negosiasi, Ia menghentikan kegiatannya lalu menatap Daniel. Ia mencium punggung tangan Daniel sebagaimana istri semestinya.


" Lain kali pentingkan Varo dari apapun! Tinggalkan pekerjaanmu demi dia! Dia segalanya buat kita sayang, kalau masalah kerjaan jika kamu tidak ada waktu untuk menghandlenya, ada aku yang bisa menyelesaikan semuanya, tapi prioritaskan Varo dalam hidupmu, jangan membuat Varo berpikir kau lebih mementingkan pekerjaannya daripada dia." Ucap Daniel penuh penekanan.


" Iya maafkan aku! Aku menyuruhnya untuk menunggunya dan aku berusaha mempercepat pekerjaanku supaya aku bisa mengajarinya, tapi ternyata aku tidak bisa! Laporan ini kacau Niel, pihak accounting sepertinya salah perhitungan, selisihnya banyak sekali membuatku pusing saja." Gerutu Andrea.


" Baiklah kali ini aku maafkan, selesaikan pekerjaanmu! Aku yang akan mengajari Varo, dan ingat! Jangan ulangi hal seperti ini lagi! Fighting istriku tercinta." Daniel mencium kening Andrea lalu masuk ke dalam ruang ganti.


Andrea menyentuh keningnya sambil menggelengkan kepala. Ia kembali berjibaku dengan lembaran kertasnya.


Setelah mengganti baju Daniel duduk di atas ranjang sambil memangku Varo.


" Bagian mana yang ingin Daddy ajari?" Daniel mengelus kepala Varo.


" Ini Dad! Ini ada gambar kancil yang mencuri timun pak tani. Tapi Varo tidak bisa membaca semuanya karena tulisannya panjang sekali, membuat kepala Varo pusing." Ujar Varo memegangi kepalanya.


Daniel tersenyum mendengar ucapan putra tercintanya.


" Bisa aja anak daddy ini." Danielengacak rambut Varo.


" Ah Daddy.... Jadi berantakan rambut Varo." Gerutu Varo.


" Sini Daddy rapikan." Daniel menyisir rambut Varo dengan jarinya.

__ADS_1


" Oh ya anak Daddy udah makan apa belum nih?" Tanya Daniel.


" Udah Dad, Daddy pasti belum makan." Ucap Varo.


Mendengar itu Andrea menatap Daniel, begitupun sebaliknya.


Daniel menggelengkan kepalanya.


" Kalau gitu makan dulu Dad! Nanti Daddy sakit." Ujar Varo.


" Nanti aja." Sahut Daniel.


" Iya Dad, makan dulu gih! Aku udah siapkan makanan kesukaanmu di meja makan, kalau nunggu aku lama Dad." Sahut Andrea.


" Akan lebih nikmat jika kamu yang menyajikannya Mom." Sahut Daniel.


" Baiklah tunggu sebentar lagi!" Sahut Andrea kembali fokus pada pekerjaannya.


" Sini Daddy bacakan!" Daniel mengambil buku cerita di tangan Varo.


" Si kancil anak nakal." Ucap Daniel.


" Kalau Varo nakal nggak Dad?" Varo mendongak menatap Daniel.


" Nakal nggak ya....?" Daniel sengaja menjeda ucapannya.


Varo menanti jawaban daddynya.


" Iya Dad, Varo tidak akan pernah meninggalkan Daddy, Varo akan menjaga Daddy setelah besar nanti, Varo kan anak yang baik, anaknya Daddy Niel gitu loh." Sahut Varo.


Andrea terharu dengan kedekatan mereka. Meskipun tanpa ikatan darah tapi mereka seperti anak dan ayah kandung.


" Lanjut baca?" Tanya Daniel.


" Lanjut Dad." Sahut Varo.


" Pada suatu hari.....


Daniel membacakan cerita kancil sampai selesai sambil mengelus elus kepala Varo.


Andrea yang sudah selesai dengan pekerjaannya menyusul mereka ke ranjang.


" Varo malah tidur Niel." Ucap Andrea.


" Syukurlah kalau dia bisa tidur, dia akan sedikit melupakan sikapmu padanya." Ujar Daniel.


" Iya iya maaf! Aku kan sudah minta maaf tadi, nggak usah di bahas lagi kenapa sih." Ucap Andrea


" Kali ini aku memaafkanmu sayang, tapi lain kali aku akan membawa Varo bersamaku biar kau tahu bagaimana rasanya jauh dari anak kita." Sahut Daniel.


" Iya." Sahut Andrea

__ADS_1


Andre menghela nafasnya pelan.


" Daniel benar benar sangat menyayangi Varo seperti anaknya sendiri, terima kasih Tuhan kau telah mengirimkan Daddy yang baik untuk Varo, bantu aku untuk segera membalas perasaan Daniel ya Tuhan... Jujur aku tidak mau kehilangan dia karena aku tidak mau melihat Varo hancur, mereka tercipta untuk satu sama lain, aku bahagia melihat kebahagiaan anakku, bahagialah selamanya sayang... Daddy Daniel akan selalu menjadi milikmu." Batin Andrea mengusap air mata di sudut matanya.


Daniel menidurkan Varo dengan benar.


" Sekarang tidurlah! Kamu pasti udah capek." Daniel menepuk kasur di sisi kanan Varo.


" Bukankah kamu belum makan malam? Ayo makan dulu! Aku akan menemanimu." Ujar Andrea.


" Tapi kau capek sayang, aku makannya besok aja sekalian sarapan." Daniel merapikan anak rambut Andrea.


" Nggak, makan sekarang! Aku tidak mau sampai kamu sakit nanti siapa yang jagain aku sama Varo?" Andrea menatap mata Daniel.


Daniel tersenyum menatapnya dengan penuh cinta.


" Baiklah istri bawelku karena kamu memaksaku sekarang ayo makan!" Daniel turun dari ranjang.


Keduanya turun ke bawah, Andrea menghangatkan makanannya terlebih dulu. Setelah itu ia menyajikannya kepada Daniel.


" Kamu tidak makan?" Tanya Daniel.


" Aku masih kenyang." Sahut Andrea.


Daniel menyendok makanannya, nasi putih sama rendang sapi yang super pedas.


" A' " Daniel menyodorkan sendok itu ke mulut Andrea.


" Aku udah kenyang Niel." Sahut Andrea.


" Tenaga dan pikiranmu baru saja terkuras sayang, sebentar lagi kamu pasti akan lapar, ayo." Uajr Daniel.


Andrea menerima suapan Daniel dengan canggung. Keduanya makan bersama dengan sendok yang sama.


Selesai makan keduanya kembali ke kamarnya. Mereka naik ke atas ranjang mendekati Varo pada sisi yang berbeda.


Andrea memejamkan matanya sambil memeluk Varo begitupun dengan Daniel. Daniel menggenggam tangan Andrea sambil menatap Andrea yang sudah terlelap.


" Aku sangat bahagia sayang, akhirnya aku bisa memiliki kalian sebagai keluarga yang utuh, aku tidak pernah membayangkan semua ini akan terjadi pada kita, aku berharap kau bisa membalas cintaku agar kita bisa hidup bahagia selamanya tanpa terpisahkan oleh apapun kecuali kematian." Gumam Daniel.


" Tapi bisakah kau membalas perasaanku ini?" Monolog Daniel.


Coba tebak kira kira bisa nggak nih?


Jangan lupa like koment vote dan kasih 🌹yang banyak untuk author ya..


Terima kasih untuk kalian semua yang telah mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2