Affair With You

Affair With You
Memahami Perasaan


__ADS_3

Andrea berjalan mondar mandir di ruangannya sambil terus menggigit kukunya.


" Hah bisa bisanya wanita itu bilang kalau aku tidak perhatian pada Daniel.. Memangnya tahu apa dia? Daniel juga! Kenapa dia mesti menerima makanan darinya sih! Kan jadi dia berpikiran buruk tentangku, kalau dia bilang mau membawa bekal dari rumah pasti aku akan menyiapkannya, bukan menerimanya dari orang lain, bikin kesel aja." Gerutu Andrea.


" Kenapa bos?" Tanya Lucky menghampiri Andrea.


" Tumben ke sini, biasanya kesini kalau ada rapat doank, nggak salah baca jadwal kan?" Lucky duduk di sofa menatap Andrea.


Lucky seorang asisten sekaligus sahabat Andrea saat di luar negeri. Ia sengaja merekrut Lucky sebagai asistentnya untuk menghandle perusahaannya di sini.


" Terserah gue donk! Kantor kantor gue juga." Sahut Andrea duduk di kursi kebesarannya.


" Iya iya.. Tapi kalau gue lihat lo kelihatan lagi kesal, kenapa? Apa ada masalah sama Daniel?" Tanya Lucky.


" Daniel bersikap dingin padaku! Dia juga sedang dekat dengan wanita lain." Sahut Andrea.


" Itu karena lo tidak bisa menghargai perasaannya, mungkin Daniel lelah sama sikap lo yang terlihat cuek dengannya." Ujar Lucky.


" Gue udah lakuin tugas gue sebagai istri Luc, gue menyiapkan semua kebutuhannya, gue mengantarnya sampai ke teras saat berangkat kantor, gue cium punggung tangannya dan gue biarin dia nyium kening gue...


" Tapi lo nggak ngebiarin dia buat nyentuh hati lo, lo memang melakukan semua tugas istri tapi lo selalu menjaga jarak dengannya, lo membangun dinding yang tidak terlihat di tengah tengah hubungan lo dan Daniel Re, seolah olah lo itu selalu menunjukkan padanya kalau hati lo hanya untuk Bayu selamanya, laki laki mana yang akan tahan dengan semua itu Re, Daniel sudah memberikan yang terbaik buat lo, bahkan apa yang Daniel berikan selama ini belum pernah Bayu berikan sama lo, Daniel memberikan cinta dan kasih sayangnya untuk lo dan Varo, tapi apa yang Daniel dapatkan dari lo Andrea? Dia hanya meminta cinta lo saja lo nggak bisa memberikannya, apakah ini adil buat Daniel?Gue harap lo mau memahami perasaan lo sebelum semuanya terlambat." Ucap Lucky.


Andrea mencoba memikirkan apa yang di katakan oleh Lucky.


" Semakin aku mencoba menyelami perasaan ini, semakin dalam gejolak di hati ini. Aku tidak mau kehilangan Daniel, aku sudah terlalu bergantung padanya, aku nyaman dengan semua perhatiannya, aku bahagia dengan cinta dan kasih sayangnya, apakah aku sudah jatuh cinta padanya? Aku pernah jatuh cinta sebelumnya tapi kenapa kali ini aku sulit untuk memahaminya? Aku harus mencari tahu jawaban dari kegundahan ku selama ini." Batin Andrea.


" Saran gue kalau memang lo nggak cinta, mending lo lepaskan Daniel! Biarkan dia bahagia bersama wanita yang bisa memberikannya cinta dan kasih sayang yang tulus!" Ucap Lucky.


" Tidak... Aku tidak akan membiarkannya, Daniel hanya boleh hidup bahagia bersamaku." Batin Andrea.


" Gue harus pergi!" Andrea keluar ruangan.


" Hei mau kemana?" Teriak Lucky.


" Kemana saja." Sahut Andrea melanjutkan langkahnya.


Lucky menggelengkan kepalanya menatap kepergian Andrea.


" Gue tahun kalau lo ada rasa sama Daniel Re, semoga ucapan gue bisa membuka hati lo dan menyadarkan perasaan lo pada Daniel." Gumam Lucky sambil tersenyum.


Andrea melajukan mobilnya menuju kantor Daniel. Sesampainya di sana ia segera masuk ke ruangan Daniel.


Ceklek....


Mata Andrea membola saat melihat Karin sedang duduk berdua dengan Daniel di sofa. Keduanya menoleh ke arah Andrea.


" Sayang." Ucap Daniel.


Andrea menghampiri keduanya.


" Kenapa? Kaget melihatku di sini? Takut kalau ketahuan selingkuh?" Tanya Andrea melipat kedua tangannya di dadanya.


" Tidak sayang, silahkan duduk!" Sahut Daniel.

__ADS_1


" Kenapa kamu di sini?" Andrea duduk di samping Daniel.


" Aku.....


" Dia ke sini ingin minta maaf padaku sayang karena selama ini dia mengira kalau aku seorang duda." Sahut Daniel.


" Sudah di terima minta maafnya?" Andrea menatap Daniel.


" Sudah sayang... " Sahut Daniel.


" Kalau begitu nungguin apa lagi? Kenapa masih ada di sini?" Kali ini Andrea menatap Karin.


" Ah baiklah maaf, kalau begitu saya pulang dulu daddynya Varo, selamat siang." Ucap Karin keluar dari ruangan Daniel.


Andrea menatap tajam ke arah Daniel.


" Kenapa sayang? Kamu cemburu padanya?" Daniel tersenyum menatap Andrea.


" Siapa yang cemburu padanya? Aku hanya menjagamu saja dari wanita sepertinya, kalau sampai dia merebut kamu aku yakin Varo pasti akan hancur, dia tidak mau kehilangan kamu kan." Sahut Andrea.


Grep...


Daniel menarik Andrea hingga Andrea menubruk dada bidang Daniel. Daniel segera menguncinya dengan satu tangannya.


Deg deg deg...


Jantung keduanya berdetak kencang. Daniel dan Andrea saling melempar pandangan. Daniel mengelus pipi Andrea membuat Andrea memejamkan matanya.


" Apakah hatimu tidak berdesir bila sedekat ini denganku?" Tanya Daniel. Andrea menggelengkan kepalanya.


Daniel ******* lembut bibir Andrea dengan penuh kasih sayang. Andrea yang terkena dengan ciuman Daniel mengalungkan tangannya ke leher Daniel.


Keduanya saling menikmati rasa yang meledak ledak dalam hati keduanya. Suara decapan memenuhi ruangan Daniel. Daniel melepas pagutannya setelah keduanya kehabisan pasokan oksigen.


" Yakin tidak berdebar?" Daniel mengusal lembut bibir Andrea membersihkan sisa salivanya.


Andrea membuka matanya menatap mata Daniel.


" Benar... Hatiku berdebar saat menatap matanya, ada ribuan kupu kupu beterbangan dalam hatiku saat dia mencium ku, aku semakin yakin dengan perasaanku padanya, terima kasih Tuhan kau telah membuka hatiku, aku akan mengungkapkan perasaanku saat ulang tahun Daniel nanti, aku akan membuat pernyataan cintaku sebagai surprise terindah dalam hidupnya." Batin Andrea.


" Kenapa diam hmm? Apa yang sedang kau pikirkan?" Daniel merapikan anak rambut Andrea.


" Tidak ada!" Sahut Andrea.


" Yang benar." Daniel menyenggol Andrea.


" Iya bener ih." Sahut Andrea.


" Yakin?" Goda Daniel.


" Yakin Daniel.... " Sahut Andrea.


" Masa' sih!" Daniel menoel pipi Andrea.

__ADS_1


" Apaan sih." Kekeh Andrea menepuk dada Daniel.


Daniel menarik Andrea ke dalam pelukannya. Ia menciumi pucuk kepala Andrea.


Andrea melingkarkan tangan Andrea ke pinggang Daniel.


" Besok lagi jangan terima makanan dari Karin! Aku akan membawakan bekal makan siang untukmu." Ucap Andrea.


Daniel melepas pelukannya. Ia menangkup wajah Andrea.


" Tidak perlu sayang! Aku bisa membeli makanan di sini! Aku tidak mau kalau sampai kamu kecapekan." Ucap Daniel.


" Aku akan menjadi istri yang baik dan akan memberikan perhatian penuh padamu supaya kamu tidak punya kesempatan untuk menerima perhatian dari wanita lain." Sahut Andrea membuat Daniel terkekeh.


" Baiklah, tapi aku tidak mau kalau aku yang membawa kotak bekal itu ke kantor." Ucap Daniel.


" Lalu?" Andrea mengerutkan keningnya.


" Mulai besok kamu sendiri yang membawakan makan siang ke sini, aku ingin makan bersamamu, bagaimana?" Daniel menatap Andrea.


" Baiklah aku setuju, aku akan membawakan makan siang untukmu." Sahut Andrea.


Daniel melihat jam yang melingkar di tangannya.


" Sekarang kita jemput Varo dulu, setelah itu kita lanjut makan siang ya." Ucap Daniel.


" Baiklah ayo! Mau makan siang dimana?" Tanya Andrea.


" Di restoran xx, di sana ada wahana untuk bermain anak anak." Ujar Daniel.


" Baiklah." Sahut Andrea.


Daniel menggandeng tangan Andrea sampai ke parkiran. Daniel melajukan mobilnya menuju sekolahan Varo.


Lima belas menit mereka sampai di sekolahan Varo. Mereka menunggu sebentar di dalam mobil. Daniel menatap Andrea tanpa berkedip.


" Apaan sih Niel, jangan menatapku begitu donk!" Ucap Andrea.


" Katanya cinta hadir dari mata turun ke hati, saat ini aku ingin membuktikannya, siapa tahu dengan aku menatapmu kamu akan jatuh cinta padaku." Sahut Daniel.


" Sabar sebentar lagi, aku pasti akan membalas cintamu padaku, aku hanya butuh waktu saja Niel." Sahut Andrea.


" Aku akan menunggu, aku ingin melihat apakah kau bisa menepati janjimu atau tidak Re, tapi aku tidak bisa memberikan waktu lebih lama lagi, aku juga ingin hidup bahagia bersama keluarga yang benar benar menyayangiku dan menerimaku sepenuh hatinya, jika dalam waktu tiga bulan kamu tidak bisa melupakan Bayu, maka dengan ikhlas aku akan melepaskanmu, carilah kebahagiaan bersama orang yang kau cintai, dan mungkin itu bukan aku."


Setelah berkata seperti itu, Daniel menundukkan kepalanya pada stir mobil dengan tangan sebagai bantalan.


Hatinya sedih mengucapkan kata kata itu. Kata yang begitu keramat menurutnya karena sebenarnya ia tidak menginginkan perpisahan.


" Maafkan aku Niel, aku belum bisa mengakui perasaanku padamu sekarang, tunggu dua minggu lagi maka hati dan jiwa ini akan menjadi milikmu sepenuhnya." Batin Andrea.


Yuk goyangin jari buat tekan like untuk mendukung karya author, jika berkenan kasih 🌹yang banyak buat author ya biar makin semangat goyangin jarinya.


Terima kasih untuk kalian semua yang sudah mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


TBC...


__ADS_2