Affair With You

Affair With You
Perkelahian dua Suami


__ADS_3

Niat Andrea ingin kabur ia urungkan karena Bayu mengancam akan mencelakai Daniel dan Varo. Saat ini ia hanya berdiam diri di dalam kamar.


Bayu masuk menghampirinya.


" Sayang, kamu makan dulu! Daniel akan ke sini mengantar Varo."


Ucapan Bayu membuat Andrea terkejut.


" A... Apa?" Tanya Andrea tidak percaya.


" Ya.. Daniel mengalah demi kebahagiaan kita sayang, dia berhasil membujuk Varo untuk menerimaku dan tinggal bersamaku di sini. Tentunya bersama kamu, kita akan hidup bahagia selamanya sayang bersama anak anak kita." Ujar Bayu.


" Tidak... Aku tidak mau! Aku tidak mau kembali bersamamu, aku tidak mencintaimu lagi Bay, aku mencintai Daniel. Ku mohon Bayu! Lepaskan aku! Biarkan aku dan Daniel bahagia bersama Varo." Ucap Andrea mengatupkan kedua tangannya.


" Aku benci kau menyebut namanya Andrea." Bentak Bayu.


Andrea berjingkrak kaget. Bayu maju mendekatkan wajahnya ke wajah Andrea.


" Hanya aku yang boleh mencintaimu sayang, hanya aku yang boleh mencintai dan di cintai olehmu." Tekan Bayu.


Bayu menarik tengkuk Andrea, ia mencium kasar bibir Andrea. Andrea menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencoba menolak ciuman Bayu.


Hal itu malah membuat Bayu semakin murka. Ia hilang kendali, ia menarik gaun yang di pakai Andrea hingga sobek.


" Jangan Bayu! Jangan lakukan ini! Aku akan membencimu seumur hidupku! Bayu!" Teriak Andrea.


Seolah telinga Bayu tuli, ia tidak mendengarkan teriakan Andrea. Dirinya sudah di liputi amarah. Ia tidak berpikir apa yang akan Andrea alami ke depannya.


" Tolong... Tolong." Teriak Andrea.


Daniel yang baru saja masuk ke rumah Bayu langsung berlari ke asal suara meninggalkan Varo. Sampai di depan kamar Bayu..


Brak....


Daniel membuka pintunya kasar. Melihat istrinya dalam bahaya, Daniel berlari menghampiri keduanya. Ia menarik Bayu lalu...


Bugh bugh bugh....


Daniel memukul wajah Bayu, ia juga memukul perut Bayu hingga Bayu tersungkur.


Bayu yang tidak terima membalas pukulan Daniel.


Bugh bugh bugh


Keduanya terlibat dalam perkelahian sengit.


Andrea menutup tubuhnya dengan selimut. Ia menangis sesegukan di atas ranjang. Varo menatap perkelahian mereka di depan pintu. Saat Bayu hendak menendang Daniel tiba tiba...


" Daddy... "


Brak....


Tubuh Varo terpental menabrak almari.


" Varo." Teriak Daniel dan Andrea bersamaan.


Daniel mengangkat tubuh Varo yang tidak sadarkan diri.


" Varo sayang, bangun sayang!" Daniel menepuk pipi Varo.

__ADS_1


Andrea mengambil baju di almari lalu memakainya. Ia menghampiri Daniel dan Varo.


" Sayang bangun sayang hiks... Jangan tinggalkan Mama sayang." Isak Andrea.


" Tidak sayang! Varo tidak akan meninggalkan kita! Ayo kita ke rumah sakit." Daniel menggendong Varo menuju mobilnya di ikuti Andrea dari belakang. Begitupun dengan Bayu.


Sesampainya di rumah sakit Varo segera di tangani oleh dokter.


" Bagaimana putra saya Dok?" Tanya Daniel.


" Pasien tidak pa pa Pak, tidak ada yang serius. Dia cuma kaget saja, sebentar lagi dia akan siuman. Tapi bekas tendangannya meninggalkan memar, mungkin nanti setelah dia sadar dia akan merasa kesakitan. Berikan salep pada lebamnya nanti." Terang dokter.


" Baik Dok terima kasih." Ucap Daniel.


" Saya permisi." Dokter meninggalkan ruangan Varo.


" Hiks... Varo." Isak Andrea.


Daniel merangkul pundak Andrea menyandarkan kepalanya pada bahunya.


" Putra kita tidak pa pa sayang." Ucap Daniel.


Andrea membalikkan badannya menatap tajam ke arah Bayu. Ia mendekati Bayu lalu..


Plak....


Andrea menampar keras pipi kiri Bayu.


" Kau puas telah membuat putraku kesakitan seperti ini!" Bentak Andrea.


" Kalau sampai putraku kenapa napa aku tidak akan pernah memaafkanmu." Andrea menunjuk wajah Bayu.


" Sayang..


" Jangan panggil aku dengan sebutan itu! Aku membencimu!" Teriak Andrea.


" Selamanya." Sambung Andrea.


" Sayang maafkan aku! Ak..


" Sekarang pergilah dari sini! Aku akan mengirim surat perpisahan besok lagi dan kau harus menandatangi nya, karena sampai kapan pun aku tidak mau kembali padamu." Ucap Andrea menghancurkan hati Bayu.


" Aku...


" Daddy."


Andrea menoleh ke belakang.


" Sayang." Andrea mendekati Varo begitupun dengan Bayu dan Daniel.


" Sakit Dad." Rintih Varo.


" Mana yang sakit sayang?" Daniel menatap Varo.


" Perut Varo Dad." Sahut Varo.


Daniel melihat perut Varo.


" Ya Tuhan." Daniel terkejut melihat memar di perut Varo yang membiru.

__ADS_1


Andrea menutup mulutnya.


" Daddy kasih salep ya biar nggak sakit." Ujar Daniel. Varo menganggukkan kepalanya.


Daniel segera mengoleskan salep untuk mengobati memar pada perut Varo.


" Dad aku tidak mau om jahat itu ada di sini!" Varo menunjuk Bayu.


" Dia jahat Dad, dia sudah jahatin Mommy sama Daddy. Kalau Varo sudah besar, Varo pasti akan menendangnya juga Dad." Ucapan Varo menohok hati Bayu.


Tak terasa air mata menetes begitu saja di pipinya.


" Varo maafkan papa sayang, papa tidak sengaja melukaimu." Ucap Bayu.


" Aku tidak punya papa Om, aku hanya punya Daddy. Varo tidak mau melihat om jahat ada di sini, pulanglah Om!" Ucap Varo.


Dengan perasaan hancur Bayu keluar meninggalkan ruangan Varo.


" Hiks... Maafkan papa sayang, papa sangat menyayangimu dan mommymu, papa ingin kita bersatu menjadi keluarga yang utuh. Tapi papa malah mengacaukan semuanya. Papa akan mundur demi kebahagiaan kalian berdua, maafkan papa!" Bayu mengusap air matanya keluar meninggalkan rumah sakit.


Daniel dan Andrea mengelus kepala Varo.


" Kamu anak yang kuat sayang." Ucap Andrea mencium pipi Varo.


" Don't cry Mom, i'm fine." Ucap Varo.


" Mommy tidak menangis sayang, Mommy hanya kelilipan saja." Andrea mengusap air matanya.


" Mommy tidak pandai berbohong kan Dad." Varo menatap Daniel.


" Iya sayang, karena memang mommymu tidak pernah berbohong." Sahut Daniel.


" Terima kasih Dad kau telah menyelamatkan mommy, kau datang tepat waktu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku kalau kau tidak datang Dad. Bayu benar benar gila." Ucap Andrea.


" Iya, aku juga minta maaf telah membuat Varo seperti ini. Andai saja aku tidak membawa Varo ke sana pasti Varo tidak akan seperti ini." Ucap Daniel merasa bersalah.


" Bukan salahmu Dad, kita berdoa saja semoga luka lebam Varo segera sembuh." Ujar Andrea.


" Amin." Ucap Varo dan Daniel bersamaan.


" Dad, Varo dan Mommy tidak jadi tinggal sama om jahat kan? Kita tetap akan tinggal di rumah Daddy kan." Ucap Varo.


" Iya sayang, kamu dan mommymu milik Daddy, jadi tidak akan ada yang bisa merebut kalian dari Daddy, terima kasih telah membantu Daddy." Sahut Daniel.


" Varo sayang Daddy." Ucap Varo.


" Daddy lebih menyayangimu sayang, sekarang istirahatlah! Kita akan pulang setelah kamu benar benar sembuh. Daddy tidak mau kamu kenapa napa kalau kita pulang sekarang." Ujar Daniel.


" Iya Dad." Sahut Varo.


Andrea tersenyum bahagia melihat kedekatan ayah dan putranya. Bahkan dari tadi Varo tidak mengajaknya bicara. Varo lebih dominan dekat dengan Daniel dari pada ia yang ibunya sendiri.


Jangan lupa like koment vote dan 🌹nya buat author...


Terima kasih untuk kalian semua yang sudah memberikan suportnya pada author semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC..

__ADS_1


__ADS_2