
Andrea masuk ke dalam rumahnya bersama Reno yang membawakan kopernya. Ia di sambut kedua orang tuanya yang baru tiba dari luar negeri.
Andrea berdiri di depan mamanya, ia menatap sendu pada mama tercintanya.
" Putriku." Nyonya Dewi memeluk Andrea.
" Mama.. Hiks... " Isak Andrea di dalam pelukan mamanya.
" Sabar sayang! Ikhlaskan semuanya, Tuhan pasti menyiapkan hal terindah untuk kamu suatu hari nanti, dengan ikhlas kamu mampu menjalani semua ini sayang, jodoh dan maut itu sudah takdir Tuhan." Ujar nyonya Dewi.
" Iya Ma, aku ikhlas menerima semua ini, terima kasih sudah menguatkanku." Andrea melepas pelukannya.
Ia beralih memeluk papa tercintanya.
" Semoga kau bisa menjalani semua ini sayang, dan semoga kau selalu bahagia." Ucap tuan Antoni.
" Terima kasih Pa." Sahut Andrea.
" Duduklah sayang! Ada yang ingin Papa bicarakan sama kamu." Ucap tuan Antoni.
" Kalau begitu aku permisi dulu Om." Ucap Daniel.
" Kenapa harus pergi Niel? Ikutlah bergabung dengan kami! Pembicaraan kami tidak privasi kok." Ujar tuan Antoni.
" Baiklah Om." Sahut Daniel.
Mereka berempat duduk di ruang tamu.
" Begini sayang, Papa tidak bisa kembali ke rumah ini karena perusahaan di sana sangat membutuhkan Papa, dan kamu sendiri tahu kalau Papa tidak bisa hidup tanpa mama kamu, jadi gimana kalau kamu ikut kami saja tinggal di luar negeri? Kami akan merawatmu di sana, perusahaan di sini biarkan Romi yang menghandlenya." Ujar tuan Antoni.
" Tidak Pa, aku akan tetap di sini! Aku akan mengurus perusahaan ku sendiri, Papa tenang saja! Aku pasti bisa melupakan Mas Bayu, aku pasti bisa menjalani semua ini sendirian, aku ingin membuktikan pada Mas Bayu kalau aku kuat, aku wanita yang hebat, dan aku akan membesarkan anakku nanti sendiri, aku ingin membuat Mas Bayu bangga kepadamu Pa." Ucap Andrea.
" Kamu tidak sendiri Re, aku akan selalu ada di sampingmu untuk mendukungmu." Ujar Daniel.
Andrea menatap Daniel.
" Terima kasih Niel." Ucap Andrea.
" Sama sama, sebagai teman memang kita harus saling suport." Sahut Daniel.
" Baiklah kalau itu keputusanmu, Papa tidak bisa memaksamu." Ucap tuan Antoni.
" Tapi satu hal yang harus kamu tahu sayang, Papa sangat menyayangimu, dan bukannya Papa lebih menyayangi pekerjaan ataupun harta, tapi Papa tidak punya pilihan lain karena banyak karyawan yang bergantung pada perusahaan itu, Papa juga harus memikirkan nasib mereka kan? Papa selalu berdoa semoga kau baik baik saja dan kau akan hidup bahagia." Ucap tuan Antoni.
" Iya Pa aku paham kok." Sahut Andrea.
Tuan Antoni menatap Daniel.
__ADS_1
" Om titip Andrea padamu Niel, tolong jaga Andrea demi Om, Om siap membayar jasamu berapapun yang kamu mau." Ucap tuan Antoni.
" Tidak perlu Om, aku ikhlas kok melakukannya, Andrea dan Bayu sahabatku Om, jadi sudah kewajibanku menjaga dan membantu teman kan." Sahut Daniel.
" Terima kasih Kak Daniel." Ucap nyonya Dewi.
" Sama sama Tante." Sahut Daniel.
" Justru aku bersyukur telah di beri kesempatan untuk dekat dengan Andrea, walaupun aku tidak mungkin menggantikan Bayu sebagai suaminya, tapi aku bahagia karena aku bisa menggantikan Bayu untuk menjaganya." Ujar Daniel dalam hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiga bulan telah berlalu, Andrea berhasil menata hidupnya kembali tanpa Bayu. Kini usia kandungannya mencapai empat bulan, perutnya sudah terlihat membuncit. Ia tidak mengalami masa masa ngidam yang menyusahkan, sepertinya anak dalam kandungannya paham akan keadaannya.
Saat ini ia duduk di kursi kebesarannya, jari lentiknya menari di atas keyboard, tatapannya fokus pada layar komputer di depannya.
" Siang!" Daniel masuk ke dalam menghampiri Andrea dengan membawa kantong plastik di tangannya yang berisi kotak makanan.
" Siang Niel." Sahut Andrea tersenyum.
" Senyumanmu meneduhkan hatiku Re, tetaplah tersenyum seperti ini selamanya." Ucap Daniel.
" Terima kasih sudah mensupport ku selama ini, kau memang sahabat terbaik Niel." Ucap Andrea.
" Its OK." Sahut Daniel.
Daniel menata makanan di meja. Andrea berjalan menghampirinya.
" Soto babat sama ayam goreng, dan jus wortel untuk kamu." Sahut Daniel.
" Kemarin jus pisang, sekarang jus wortel, kemarinnya jus katu, besok lama lama kamu bawakan aku jus terong." Cebik Andrea duduk di samping Daniel.
" Itu jus katanya baik untuk wanita hamil seperti kamu Re, aku inginnya kamu dan dedeknya itu sehat, jangan sampai kekurangan vitamin dan gizi, untuk jus terong kalau itu baik untuk kesehatanmu pasti akan aku berikan padamu" Ujar Daniel perhatian.
" Ogah." Sahut Andrea cemberut.
Daniel tersenyum melihat Andrea yang cemberut.
" Besok siang menunya bening bayam lagi ya biar kamu banyak zat besi." Ujar Daniel.
" Nggak mau! aku sudah seperti kelinci dan kambing aja! Kamu pelit! Memberi makanan aku aja hijau hijauan semua, kapan kamu mau bawain steak, burger, spagetthi, pizza misalnya." Ketus Andrea.
Daniel menatap Andrea.
" Makanan itu tidak baik untuk kesehatan kamu dan dedeknya, kalau kamu mau makan itu nunggu dedeknya lahir dulu." Ucap Daniel.
" Ckk dasar posesif! Hati hati lhoh kalau kamu posesif gini sama aku yang ada kamu nggak laku karena para wanita akan menganggap aku sebagai istrimu, jadi bujang lapuk tahu rasa lo." Ucap Andrea.
__ADS_1
Daniel tertawa mendengar ucapan Andrea.
" Tidak masalah! Yang penting aku harus menjagamu dan anakmu dengan baik sesuai janjiku pada papamu, kalau masalah jodoh aku pasrahkan pada Tuhan saja, kalau sudah jodoh pasti akan bertemu." Daniel merapikan rambut Andrea tanpa sadar.
Keduanya saling tatap.
" Ah maaf." Ucap Daniel menyadari perbuatannya.
" Tidak pa pa." Sahut Andrea.
Keduanya jadi salah tingkah.
" Ya sudah, ayo kita makan!" Daniel memberikan kotak makanan kepada Andrea.
Ya... Walaupun Daniel makanan beli tapi ia selalu membawa wadah sendiri. Wadah yang aman untuk kesehatan. Ia harus memastikan kesehatan Andrea. Terkadang kalau ada waktu Daniel memasaknya sendiri.
Andrea melirik ke makanan Daniel.
" Niel lama lama kamu seperti ibu hamil juga, makananmu sama denganku, harusnya kamu beli aja makanan sesuai seleramu! Jangan mengikuti menu yang kau beli untukku!" Kekeh Andrea.
" Nggak pa pa masa' iya kamu makan sayur aku makan steak, kan nggak adil? Biar adil kita makan menu yang sama." Daniel menyuapkan makanan ke mulutnya.
" Mulai besok akan ada art yang akan membantumu membersihkan rumah dan menyiapkan makanan untukmu." Ujar Daniel.
" Kamu menyewanya?" Andrea menatap Daniel.
" Iya, aku tidak mau sampai kamu kecapekan! Itu sangat berbahaya bagi anak dalam kandungan kamu, aku juga akan menyuruhnya memasak tanpa tambahan msg jadi aman untuk ibu hamil." Ujar Daniel.
" Terima kasih Niel atas semua perhatianmu selama ini, karenamu aku menjadi mudah menjalani hari hariku tanpa Mas Bayu, sekarang aku sudah benar benar ikhlas menerima kepergiannya, dan sesuai ucapanmu aku pasrah pada Tuhan, jika memang Mas Bayu masih hidup kami pasti akan bertemu jika memang Tuhan menjadikan dia jodohku, jika tidak aku berharap semoga dia bahagia." Ucap Andrea.
" Aku bangga kepadamu Re, kau memang wanita hebat! Aku yakin Bayu juga pasti akan bangga kepadamu." Ucap Daniel.
Andrea tersenyum ke arahnya. Keduanya kembali melanjutkan makan.
" Semoga keputusanku benar, semoga kau tenang di alam sana Mas, kami selalu menyayangimu, namamu tidak akan kami lupakan, aku mencintaimu Mas." Diam diam Andrea mengusap air mata yang menetes di pipinya.
" Semoga kau selalu berbahagia Re, aku rela tidak menikah demi bisa hidup bahagia bersamamu, Bayu... Aku akan menjaga anak dan istrimu seperti keluargaku sendiri, walaupun aku mencintai Andrea tapi aku tidak berharap apapun dengan hubungan ini, karena aku yakin jika Andrea jodohku bagaimanapun jalannya dia akan menjadi milikku, jika tidak aku cukup bahagia bisa menemani masa masa sukitnya, tenanglah di alam sana kawan." Batin Daniel.
Thor Bayu kemana?
Ada yang penasaran?
Bayu author kantongi ya ha ha ha...
Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih🌹yang banyak buat author.
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All...
TBC...