
Satu tahun berlalu, pernikahan Bayu dan Andrea nampak baik baik saja. Mereka terlihat sangat harmonis walaupunTuhan belum memberikan keturunan untuk mereka, namun mereka tetap bersabar menantinya.
Saat ini ia mereka sedang sarapan bersama.
" Mas Bay kok kamu makannya sedikit sih! Nggak seperti biasanya." Ucap Andrea.
" Lagi malas aja sayang." Sahut Bayu.
" Apa kau sedang ada masalah? Kalau ada masalah, berbagilah padaku!" Ujar Andrea.
" Tidak sayang... Aku tidak punya masalah apa apa! Jangan khawatir!" Sahut Bayu.
" Atau masakanku tidak enak?" Tanya Andrea.
" Bukan seperti itu, masakanmu selalu enak kok, lezat, aku merasa kurang enak badan saja sayang." Sahut Bayu.
" Kalau begitu nanti habis makan kamu harus minum obat ya, biar tidak terlanjur sakit." Ujar Andrea.
" Nggak ah, aku sudah bosan minum obat terus." Ujar Bayu.
" Terus kalau kamu sakit gimana?" Andrea menatap Bayu.
Bayu tersenyum ke arahnya.
" Tenang sayang! Aku baik baik saja!" Sahut Bayu.
" Hah baiklah." Andrea menghela nafasnya.
Mereka melanjutkan makannya. Setelah selesai mereka ke depan meninggalkan meja makan.
" Aku ambilkan tas kamu dulu ya." Ucap Andrea.
" Iya, aku tunggu di ruang tamu." Sahut Bayu.
Andrea kembali ke kamarnya untuk mengambil tas kerja Bayu, sedangkan Bayu duduk di sofa.
Ting tong...
Bayu membuka pintunya.
Deg...
" Papa." Ucap Bayu.
__ADS_1
" Biarkan Papa masuk!" Pak Mareno masuk ke dalam. Ia duduk di sofa ruang tamu.
" Untuk apa Papa ke sini? Bukankah aku sudah melarang Papa ke sini? Aku tidak mau Papa membicarakan hal itu di sini Pa, aku tidak mau kalau sampai Andrea mendengarnya, itu akan sangat menyakiti hatinya Pa." Ucap Bayu.
" Justru dia harus mendengarnya Bayu, Papa sudah tua, Papa tidak bisa menunggu lagi! Bukankah kau yang meminta waktu satu tahun? Sekarang sudah tahun, mana? Apakah ada hasilnya? Apa kau bisa menepati janjimu?" Pak Mareno menatap Bayu.
" Pa kalau soal itu aku tidak bisa menjanjikannya pada Papa, itu rejeki dari yang kuasa Pa, aku sudah berusaha dan selalu meminta pada Tuhan, namun jika Tuhan belum memberikannya lalu aku harus apa?" Ujar Bayu.
" Tinggalkan Andrea dan menikahlah dengan Reni! Papa yakin dia akan memberikanmu anak dalam waktu dekat." Ucap pak Mareno.
" Apa kau gila Pa? Aku tidak akan menikahinya apapun yang terjadi, aku mencintai Andrea dari kecil dan sampai sekarang rasa cinta itu masih sama di dalam hatiku Pa, aku tidak akan menyakitinya." Sahut Bayu dengan tegas.
" Kalau begitu jadikan Reni sebagai madu Andrea." Ucap pak Mareno.
" Apa? Aku rasa Papa benar benar sudah gila, aku tidak menyangka kau bisa berbicara seperti itu Pa, kau tidak hanya menyakiti Andrea tapi kau menyakitiku juga." Sahut Bayu.
" Kau harus punya keturunan Bayu! Satu tahun lagi penetapan CEO perusahaan BP Group, kalau sampai kau belum punya keturunan juga, maka kau akan terancam hang out dari jabatanmu yang sekarang." Bentak pak Mareno.
" Pa, jangan keras keras! Aku tidak mau kalau sampai Andrea mendengarnya, ku mohon! Jangan sakiti hatinya dengan hal ini." Ucap Bayu.
" Buat apa mencintai wanita yang tidak bisa memberikanmu keturunan Bayu, yang kau butuhkan keturunan di sini bukan cinta yang kau bangga banggakan itu, kau akan menjadi miskin karena cintamu kepada istrimu itu." Ucap pak Mareno.
" Lebih baik aku jatuh miskin dari pada aku harus menduakan Andrea Pa." Sahut Bayu.
" Kalau sampai Papa berani menyakiti Andrea, maka aku akan melupakan jika kau adalah Papaku, aku akan memperlakukanmu sebagai musuhku! Ingat itu Pa! Dan aku tidak main main!" Ancam Bayu.
Pak Mareno berjalan keluar meninggalkan rumah Bayu dengan perasaan kesal. Perusahaan yang ia bangun bertahun tahun lamanya terancam lolos dari tangannya.
Bayu berjalan menuju kamarnya. Saat ia hendak menaiki tangga, ia menoleh pada pilar di sebelahnya.
Deg....
Jantungnya terasa berhenti berdetak saat melihat Andrea bersandar di sana. Air mata Andrea membasahi pipinya. Bayu sangat yakin kalau Andrea mendengar semuanya.
" Sayang." Bayu hendak mengusap air mata Andre namun Andrea menepisnya.
Andrea berlari menuju kamarnya. Ia mengusap air mata yang terus mengalir di pipinya. Sedih dan sakit bersatu jadi satu menyesakkan hatinya.
" Sayang." Bayu mengejar Andrea.
Brak...
Andrea membuka kasar pintunya, ia membanting tubuhnya di atas kasur dengan telungkup.
__ADS_1
" Hiks... Hiks... Hiks.... " Isak Andrea.
" Sayang." Bayu naik ke atas ranjang.
" Sayang jangan dengarkan ucapan Papa!" Bayu mengelus kepala Andrea.
" Hiks... Hiks.. " Andrea terus terisak.
" Sayang jangan salah paham! Aku sangat menentang keinginan papa yang menyuruhku untuk meninggalkanmu atau pun menikah lagi sayang, aku tidak akan pernah melakukan hal itu, aku tidak akan menyakitimu, aku tidak akan pernah menukarmu dengan apapun, aku sangat mencintaimu sayang, aku rela kehilangan semua asalkan kau tetap menjadi milikku, percayalah padaku!" Ucap Bayu.
" Aku tidak percaya Mas, apalagi melihat papamu yang ngotot seperti itu, pasti dia akan melakukan apapun agar kau mau memenuhi keinginannya hiks... Aku harus bagaimana? Haruslah aku membiarkanmu menikahi wanita lain? Haruskan aku melihatmu bahagia bersama wanita lain? Apalagi jika dia bisa memberikanmu keturunan, aku yakin cintamu akan condong kepadanya hiks... Aku tidak bisa membayangkan jika semua itu terjadi hiks....." Sahut Andrea masih terisak.
" Sayang dengarkan aku! Aku tidak akan pernah melakukan itu! Aku mencintaimu! Hanya mencintaimu! Aku tidak mungkin berbagi cintaku padamu orang lain, cintaku hanya milikmu sayang! Sekarang dan selamanya. Jika Papa terus mendesak ku maka aku akan memberikan perhitungan padanya." Sahut Bayu.
Andrea beranjak duduk bersila menatap Bayu.
" Bagaimana jika papamu menggunakan aku untuk mengancammu? Apa kau juga tidak akan melakukannya?" Selidik Andrea.
Bayu hanya bisa bungkam. Ia tidak tahu harus menjawab apa dan berbuat apa jika sampai itu terjadi.
" Kau tidak bisa menjawabnya kan? Ini semua salahku Mas, semua ini terjadi karena aku yang tidak kunjung memberikan keturunan untukmu." Andrea mengusap air matanya.
Bayu memegang kedua bahu Andrea, ia menatao Andrea dengan perasaan sedihnya.
" Kau tidak bersalah sayang! Kita berdua sama sama sehat, kau tahu itu. Ini hanya masalah rejeki yang Tuhan berikan kepada kita, jangan memikirkan hal ini! Berpikirlah positif dan selalu berdoa, aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi, aku rela kehilangan nyawaku dari pada aku harus menyakitimu." Ucap Bayu memeluk Andrea. Ia mengusap kepala Andrea.
" Hiks... " Andrea kembali terisak.
" Bersabarlah sayang, mungkin sebentar lagi kita akan mendapat jawaban dari doa doa kita selama ini, Tuhan tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan kita, yakinlah! Kalau kita pasti bisa melewatinya, kita harus bersatu melawan Papa, kita tidak boleh terpisah hanya karena hal ini sayang, cinta kita tidak selemah itu, kita akan tetap bersama apapun yang terjadi." Ucap Bayu.
Andrea tidak menyahut nya. Ia mulai ragu pada dirinya sendirinya. Entah mengapa ia merasa akan kalah dalam hal ini.
" Ya Tuhan... Jika ini ujian darimu maka berikan kemudahan kepadaku dalam menjalaninya, aku tidak mau kehilangan suamiku atau pun membagi cintanya, berikan jalan keluar yang terbaik ya Rob." Doa Andrea dalam hati.
Lanjut konflik atau penyelesaian nih?
Tulis di kolom komentar ya...
Jangan lupa untuk tekan like koment vote dan hadiahnya biar Bayu dan Andrea semangat..
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All....
__ADS_1
TBC.....