Affair With You

Affair With You
Kebenaran Yang Sangat Mengejutkan


__ADS_3

Siang ini Andrea ke kantor Daniel. Ia berencana ingin mengajak Daniel makan siang. Ia berjalan menuju ruangan Daniel dengan santai, sampai di depan ruangan ia hendak membuka pintunya yang sedikit terbuka itu, tapi ia mengurungkan niatnya saat mendengar Daniel sedang berbicara dengan seseorang. Sepertinya teman prianya.


" Luar biasa siasat kamu untuk mendapatkan Andrea Niel, kau berbuat seolah olah penyelamat bagi kehidupan mereka padahal kau sendiri penyebabnya."


Deg...


Jantung Andrea berdetak sangat kencang. Ia ingin tahu apa maksud dari ucapan itu.


" Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa senekat ini, aku tidak bisa memendam perasaanku untuknya lagi, aku sudah berusaha membujuk om Mareno untuk memisahkan mereka dengan alasan keturunan, tapi dia gagal. Andrea justru hamil anak Bayu, aku tidak mau kehilangan kesempatan itu, aku memikirkan akan banyak peluang untuk mendapatkan Andrea jika Bayu tiada, itulah sebabnya aku membayar orang untuk menyabotase mobil Bayu."


Jeduar.....


Bagai di sambar petir di siang bolong tubuh Andrea terasa kaku. Dadanya terasa sesak mengetahui kebenaran yang suaminya lakukan kepada Bayu.


Tubuh Andrea sedikit oleng hingga badannya menubruk pintu.


Brak...


Daniel dan temannya menoleh ke arah pintu. Mereka berjalan keluar dan...


Deg...


Jantung Daniel terasa berhenti berdetak. Ia menatap Andrea yang nampak berkaca kaca.


" Sayang." Daniel mendekat. Ia hendak menyentuh bahu Andrea namun Andrea menghindar.


" Jangan pernah sentuh aku! Aku tidak mau di sentuh oleh pria jahat sepertimu!" Teriak Andrea.


Daniel memejamkan matanya. Hatinya terasa sakit mendengar ucapan Andrea.


" Aku tidak pernah menyangka kalau kau seorang monster yang dengan tega melenyapkan nyawa orang lain, selama ini aku berpikir kalau kau seorang malaikat, kau seorang dewa penolong tapi apa? Kaulah iblis yang sesungguhnya." Andrea menunjuk wajah Daniel.


Tak terasa air mata menetes begitu saja. Andrea segera mengusapnya.


" Sayang maafkan aku! Aku...


" Aku tidak sudi memaafkanmu!!! Aku membencimu!!! Aku sangat membencimu!!" Bentak Andrea.


Andrea berlari meninggalkan Daniel, Daniel langsung mengejarnya.


" Sayang tunggu aku!" Ucap Daniel.


Andrea membuka pintu mobil lalu melajukan mobilnya dengan kencang menuju rumahnya.


" Hiks.. Hiks... Kenapa kau melakukan ini Daniel... Kau menghancurkan hidupku, kau datang membawa kebahagiaan untukku dan putraku tapi sekarang... Kau kembali menghancurkan hidupku lagi hiks... Arghhhh!!!!" Teriak Andrea memukul stirnya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Andrea segera berlari ke kamarnya. Ia menurunkan koper lalu menata bajunya di sana.


" Sayang apa yang kau lakukan." Daniel menghampirinya.


" Aku mau pergi, aku tidak bisa hidup dengan pria sepertimu."


" Tidak! Kau tidak boleh pergi! Aku tidak mau kehilangan kamu." Ucap Daniel.


" Dan aku tidak mau hidup bersamamu!!" Bentak Andrea menatap tajam Daniel.


" Sayang aku minta maaf! Aku akui aku salah, caraku merebutmu salah, tapi aku terpaksa melakukan semua ini karena aku sangat sangat mencintaimu. Saat itu perasaanku lebih mendominasi diriku sehingga aku kehilangan akal sehatku. Aku minta maaf sayang.... Aku minta maaf." Daniel bersujud di depan Andrea sambil menggenggam tangannya.


" Jika kita terus bersama, ini tidak akan adil untuk Bayu Niel. Dia menderita selama bertahun tahun dan kita hidup bahagia di sini, di saat dia pulang ingin kembali padaku dia harus menelan kekecewaan kalau aku sudah menjadi milik orang lain. Aku bodoh... Kenapa aku tidak begitu terbuai oleh perhatian dan kasih sayangmu pada kami. Aku sama sekali tidak bisa melihat satu keburukan pun dari dalam dirimu hiks.... Aku terlalu bodoh Niel." Isak Andrea luruh ke lantai.


" Tidak sayang kau tidak bodoh, aku lah yang bodoh karena aku telah melukai hati wanita yang sangat aku cintai. Maafkan aku sayang! Aku mohon jangan tinggalkan aku sendirian! Aku tidak bisa hidup tanpamu, aku tidak bisa jauh darimu sayang hiks." Daniel memeluk Andrea.


Keduanya sama sama terisak mengeluarkan sesak yang mencekat di dalam dadanya.


" Maaf Niel aku tidak bisa!" Ucapan Andrea membuat Daniel melepaskan pelukannya. Ia menatap Andrea dengan perasaan bersalahnya.


" Apa maksudmu sayang?" Tanya Daniel.


" Biarkan kami pergi! Aku akan kembali ke rumahku. Anggap saja ini hukuman untukmu." Ucap Andrea.


" Sayang tapi aku tidak bisa...


" Tidak tidak! Aku tidak mau! Lebih baik aku mati daripada aku berpisah denganmu selama itu. Kau boleh menghukumku apapun itu tapi jangan hukuman ini. Kau bisa memukul aku, kau bisa menampar aku sepuasmu tapi jangan lakukan ini Andrea." Ucap Daniel.


" Kalau begitu aku akan melaporkanmu ke polisi, aku akan menyewa pengacara dan detektif untuk mengumpulkan bukti bukti yang akan menjeratmu, akan aku pastikan kau akan mendekam lama di penjara. Dan jika itu terjadi tidak hanya menjauh darimu tapi aku akan pergi selamanya dari hidupmu." Ancam Andrea.


Daniel nampak sedang berpikir.


" Baiklah sayang, aku akan membiarkanmu pergi tapi ijinkan aku untuk menemuimu dan Varo setiap saat. Aku tidak bisa begitu saja berpisah dengan kalian." Ucap Daniel mengalah.


" Aku akan mengijinkanmu menemui Varo, tapi aku tidak berjanji kalau aku mau menemuimu." Sahut Andrea.


Daniel menghela nafasnya.


Andrea mulai memasukkan bajunya dan baju Varo ke koper.


" Jangan di bawa semua! Kau tidak berniat pergi selamanya kan." Ujar Daniel.


" Hmm." Gumam Andrea.


Tak lama setelah itu Varo berlari menghampirinya.

__ADS_1


" Daddy." Varo menubrul tubuh Daniel.


" Sayangnya Daddy sudah pulang rupaya." Ucap Daniel memangku Varo.


" Kenapa Daddy tidak menjemput Varo? Kenapa bibi Titin yang menjemput?" Tanya Varo.


" Maaf! Daddy sama Mommy sedang sibuk sayang." Sahut Daniel menciumi pipi Varo.


" Mommy, Mommy mau kemana? Kenapa Mommy berkemas? Apa kita mau pergi liburan? Atau kita mau ke rumah oppa sama oma?" Tanya Varo polos.


" Kita akan tinggal di rumah kita yang dulu sayang, Mommy kangen tinggal di sana." Sahut Andrea.


" Apa Daddy juga ikut tinggal di sana?"


Andrea dan Daniel saling melempar pandangan.


" Kalau Daddy tidak ikut, Varo juga tidak mau ikut. Varo mau di sini saja sama Daddy." Sambung Varo.


Andrea menghela nafasnya. Putranya selalu saja seperti itu.


" Apa tidak pa pa kalau Mommy pergi dari sini?" Tanya Andrea menatap Varo.


" Tidak! Yang penting aku selalu tinggal sama Daddy. Daddy Niel ku... " Sorak Varo.


Daniel menatap Andrea yang nampak kecewa dengan keputusan Varo.


" Sayang, Mommy ingin mengenang masa masa saat kalian berdua tinggal bersama, jadi kamu tinggal bersama Mommy ya, lagian Daddy mau ke luar kota untuk beberapa hari jadi kalau Varo tidak mau ikut Mommy, Varo mau tinggal sama siapa." Ujar Daniel membujuk Varo.


" Varo mau ikut kemanapun Daddy pergi! Varo tidak mau berpisah dari Daddy!!" Teriak Varo.


" Varo!!" Bentak Andrea tanpa sadar.


Varo langsung memeluk erat leher Daniel.


" Kau tidak bisa membentak putraku seperti itu Andrea." Tekan Daniel.


" Terserah kalian saja." Andrea keluar dari kamar meninggalkan anak dan ayah yang tidak bisa di pisahkan itu.


" Aku harus bagaimana? Aku sangat kecewa dengan Daniel dan aku sangat merasa bersalah sama Bayu. Aku harus bagaimana?" Batin Andrea.


Jangan lupa tekan like untuk mendukung karya author...


Terima kasih untuk kalian semua yang sudah mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...

__ADS_1


TBC....


__ADS_2