
" Apa yang selama ini kau sembunyikan dariku Niel?" Andrea menatap Daniel.
" Cinta." Sahut Daniel.
" Cinta?" Andrea mengerutkan keningnya.
" Ya... Sama seperti Bayu, selama ini aku juga mencintaimu. Bahkan aku lebih dulu memiliki perasaan itu daripada Bayu, saat aku ingin mengungkapkannya kepadamu saat itu juga Bayu mengatakan kalau dia mencintaimu, demi persahabatan aku mengalah. Aku berpikir jika kau menolak cintanya maka aku akan mengungkapkan perasaanku padamu." Ungkap Daniel.
" Saat aku tahu kau mrnolaknya, aku ingin mengatakan perasaanku padamu tapi aku tidak tega melakukannya saat melihat kegigihan Bayu untuk mendapatkan cintamu. Berkali kali kamu menolaknya tapi berkali kali pula dia membuktikan cintanya padamu sampai pada akhirnya kau membalas cintanya." Ujar Daniel.
Deg... Deg...
Jantung Andrea berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya.
" Aku tidak menyangka jika ternyata kita memiliki perasaan yang sama Niel, aku menolak Bayu karena aku mencintaimu tapi sayangnya kau tidak mau mengungkapkannya padaku, apalagi menunjukkan cintamu, andai kau tahu semua ini kau pasti akan sangat menyesali keputusanmu yang lebih memilih persahabatan daripada perasaanmu sendiri, aku tidak akan membiarkan itu terjadi, biarkan hanya aku yang tahu semua ini, lagian sudah lama nama Bayu menggantikan namamu dari dalam hatiku." Ujar Andrea dalam hati.
Andrea kembali menatap Daniel.
" Aku turut bahagia melihat kau bahagia bersamanya, sampai pada saat Bayu menikahi Risa aku sengaja mengungkapkan pernikahan mereka kepadamu karena aku ingin tahu bagaimana reaksimu, aku ingin tahu seberapa besar cinta yang kau miliki padanya sampai aku sadar jika memang kau benar benar mencintai Bayu karena kau tetap menerimanya dan menikahinya." Sambung Daniel.
" Itu sebabnya saat itu kau bilang padaku bahwa akan ada pria yang mencintaiku dengan tulus? Dan kau tidak bisa memberitahuku siapa pria itu." Ucap Andrea.
" Aku tidak mau perasaanku padamu membuat persahabatan kita hancur Re, aku menyayangi kalian berdua, itulah sebabnya aku hanya memendam perasaanku sendiri selama ini." Sahut Daniel.
" Tapi tidak dengan hari ini Re, hari ini aku memberanikan diri untuk mengungkapkan cintaku padamu karena hanya ada kita berdua, Bayu sudah lama tiada, Varo membutuhkan status yang jelas walaupun di akta kelahirannya tertulis namaku tapi aku bukan siapa siapanya tanpa ada ikatan denganmu Re, untuk itu ijinkan aku membuat ikatan itu denganmu." Ucap Daniel.
Keduanya saling melempar pandangannya untuk beberapa saat.
" Andrea maukah kau menikah denganku?" Daniel menatap Andrea dengan penuh harap.
Andrea menarik tangannya.
" Maafkan aku Niel! Aku menganggapmu sebagai sahabatku saja tidak lebih, walaupun Bayu sudah tiada di dunia ini tapi dia masih hidup di dalam hatiku Niel, aku tidak bisa menerima pria lain dalam hidupku termasuk kamu, maafkan aku Niel! Aku tidak bisa." Andrea meninggalkan Daniel sendiri.
Daniel menghembuskan nafasnya kasar. Tidak akan mudah membujuk Andrea untuk menerimanya.
" *Baiklah jika ini kemauanmu Re, s*epertinya mulai saat ini aku harus menjauh dari kalian, aku tidak sanggup menahan siksaan batin ini Re, aku tersiksa dengan perasaan ini karena semakin ke sini perasaan ini semakin dalam, aku tidak sanggup menahannya, kalian sudah bisa aku lepas untuk hidup berdua, saatnya aku kembali ke dalam kehidupanku sendiri... Kehidupan yang sepi dalam sendirian." Batin Daniel meninggalkan rumah Andrea.
Andrea masuk ke dalam kamarnya. Ia membanting tubuhnya di atas ranjang menyelami kesedihan yang kini melanda hatinya.
" Bagaimana bisa aku menerimamu di saat nama Bayu masih terukir di dalam hatiku Niel.. Aku tidak mau membuatmu semakin terluka dengan perasaanmu sendiri karena akan sangat sulit untukku membalas perasaanmu, hiks... Ya Tuhan... Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku menerima Daniel ataukah biarkan aku hidup seperti ini selamanya? Berikan petunjukmu kepadaku ya Rob." Isak Andrea.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Pagi ini seperti biasa, Andrea menyiapkan sarapan untuk Varo dan Daniel.
" Mom mana Daddy? Kenapa sampai sekarang belum datang?" Tanya Varo menghampiri Andrea.
" Mungkin sebentar lagi sayang, kamu makan dulu ya." Andrea mendudukkan Varo di kursinya.
" Sekarang makanannya sudah siap." Andrea menatap makanan di meja makan.
Ayam kecap, rendang dan telur dadar.
" Kita tunggu Daddy dulu ya Mom, Varo mau makan di suapin sama Daddy pagi ini." Ucap Varo.
" Iya sayang." Sahut Andrea.
Lima belas menit mereka menunggu namun Daniel belum juga muncul padahal jam sudah menunjukkan pukul tujuh. Lima belas menit lagi jam pelajaran Varo di mulai.
" Mom segera telepon Daddy! Varo harus segera sampai ke sekolah." Ucap Varo.
" Baiklah sayang." Sahut Andrea.
Andrea mengambil ponselnya di atas kulkas, ia segera menelepon Daniel.
Tut... Tut....
" Halo." Sapa Daniel.
" Niel kamu dimana? Varo nungguin kamu!" Ucap Andrea.
" Ah iya aku lupa, maaf Andrea hari ini aku sibuk banget jadi aku tidak bisa ke rumahmu, bilang pada Varo ya." Sahut Daniel.
" Tidak biasanya kamu begini Niel? Apa kau melakukan ini karena jawabanku semalam?" Tanya Andrea.
" Tidak! Bukan begitu Re, hari ini aku benar benar sibuk dan pekerjaanku tidak bisa di tinggalkan, ya sudah ya aku tutup dulu teleponnya, salam buat putraku tercinta." Daniel menutup teleponnya.
Hati Andrea mencelos mendapat perlakuan seperti ini dari Daniel.
" Mom dimana Daddy?" Tanya Varo.
" Sayang... Hari ini Daddymu tidak datang ke sini, Dad sibuk dengan pekerjaannya yang tidak bisa di tinggalkan, kamu berangkat sekolah sama Mommy aja ya." Ujar Andrea.
" Nggak mau! Varo sudah bilang seharusnya Daddy tinggal di sini saja! Dad sudah tidak sayang lagi dengan Varo." Teriak Varo berlari ke kamarnya.
" Sayang." Andrea mengejar Varo.
__ADS_1
Brak... Prang... Pyar....
" Astaga Varo." Bentak Andrea membuat Varo berjingkrak kaget. Ini merupakan bentakan pertama yang Andrea lakukan kepadanya selama empat tahun ini.
" Apa yang kamu lakukan hah?" Andrea melihat barang barang Varo yang berserakan di lantai.
" Apa ini yang Mommy ajarkan padamu selama ini?" Andrea menatap tajam. ke arah Varo.
" Kalian jahat! Mom sama Dad sudah tidak sayang lagi sama Varo." Teriak Varo.
" Semalam Daddy dan Mommy menolak tidur bersama Varo, sekarang Daddy lebih memilih pekerjaannya daripada Varo, lama lama Daddy pasti akan meninggalkan Varo untuk selamanya." Varo kembali berteriak.
Deg...
Hati Andrea mencelos mendengar ucapan putranya.
" Benarkah Daniel akan meninggalkan kami? Selama ini Varo selalu bergantung pada Daniel, lalu bagaimana jika Daniel meninggalkan kami? Bagaimana jika Daniel memiliki keluarga sendiri? Apa yang akan terjadi dengan Varo? Ya Tuhan..." Batin Andrea.
Andrea mendekati Varo. Ia berjongkok di depan Varo memegang kedua lengan Varo.
" Sayang... Daddy sama Mommy sangat menyayangimu, saat ini Daddy masih sibuk dengan pekerjaannya, tolong mengertilah! Daddy harus mengumpulkan banyak uang untuk kita sayang, sekarang berangkat sekolah sama Mommy ya." Bujuk Andrea.
" Varo tidak mau sekolah jika tidak di antar sama Daddy, kalau kalian menyayangi Varo maka suruh Daddy tinggal di sini Mom, kita akan bersama saat siang dan malam hari, Varo ingin merasakan seperti teman teman Varo yang tidur bersama Mommy dan Daddy mereka, selama ini Varo selalu tidur sendiri, Mommy juga tidur sendiri kan? Daddy juga tidur sendiri." Ucap Varo sedih.
Andrea memeluk Varo sambil menangis.
" Baiklah Mommy akan membujuk Daddymu untuk tinggal bersama kita nanti." Ucap Andrea.
" Varo mau saat ulang tahun Varo nanti Daddy sudah tinggal di sini Mom." Ucap Varo.
" Baik sayang." Sahut Andrea.
" Aku harus menemui Daniel, aku tidak mau membuat Varo bersedih seperti ini lagi, aku akan melakukan apapun demi Varo, walaupun nanti aku harus menerima Daniel sebagai suamiku, maafkan aku Mas, mungkin sudah waktunya aku melupakanmu." Batin Andrea.
Setuju nggak nih Daniel sama Andrea?
Tulis di kolom komentar ya...
Terima kasih untuk kalian semua yang telah memberikan support pada author...
Miss U All...
TBC...
__ADS_1