
Andrea menyiapkan makanan untuk Daniel tanpa menatap atau pun menyapanya. Daniel hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
" Mom, kenapa Mommy dari tadi diam saja? Apa Mommy sariawan? Atau sakit gigi? Atau Mommy marah sama Varo dan Daddy?" Tanya Varo.
Andrea menatap Daniel sekilas lalu ia menatap Varo.
" Kalau Mommy sama Daddy marahan terus, kapan Varo punya adik?" Ujar Varo polos.
" Yang sabar aja ya sayang, karena semua itu butuh proses." Sahut Daniel melirik Andrea.
Andrea tidak tertarik dengan obrolan itu. Ia sibuk menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
" Mommy, are you Fine?" Tanya Varo menatap Andrea.
" Don't worry, i'm fine boy." Sahut Andrea.
" Tidak biasanya Mommy diam begini, apa Mommy sakit?" Varo kembali bertanya.
Andrea menghentikan makannya, ia menatap putra tercintanya.
" Mommy baik baik saja sayang, Mommy sedang tidak mau banyak berbicara, sekarang makanlah! Dan jangan banyak bertanya." Ujar Andrea.
" Baik Mom." Sahut Varo menundukkan kepala. Varo paham kode dari Mommynya.
" Ya udah Varo makan lagi, sini Daddy suapi." Ujar Daniel menyuapi Varo seperti biasa.
Selesai sarapan Daniel mengantar Varo ke sekolah. Setelah sampai di sekolah Daniel tidak ke kantor melainkan kembali ke rumahnya. Ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Andrea.
Daniel masuk ke dalam kamarnya menghampiri Andrea yang sedang berkutat dengan laptopnya mengerjakan pekerjaannya.
" Sayang aku mau bicara sama kamu, kita selesaikan masalah ini sekarang juga. Aku tidak mau Varo terpengaruh dengan kemarahanmu." Ucap Daniel.
Andrea tidak merespon ucapan Daniel. Ia tetap sibuk dengan pekerjaannya membuat Daniel geram.
" Andrea... " Tekan Daniel.
Andrea menatap kesal ke arah Daniel.
" Kamu tidak lihat aku sedang apa? Memangnya apa yang lebih penting dari pekerjaanku ini?" Tanya Andrea.
" Masalah ini jauh lebih penting sayang, aku tidak tahan melihatmu terus mengabaikan aku seperti ini." Ucap Daniel.
Andrea menutup laptopnya setelah menyimpan filenya. Ia berdiri menatap Daniel dengan tajam sambil melipat kedua tangan di dadanya.
" Lalu aku harus bagaimana?" Tanya Andrea.
" Bersikaplah seperti biasa sayang." Sahut Daniel.
" Aku merasa sangat bersalah pada Bayu, jika kita bahagia ini tidak adil untuknya. Aku diam karena aku sedang berpikir untuk membuat keputusan yang terbaik untuk kita semua. Apakah aku akan tetap di sini atau akan pergi." Ucap Andrea.
" Tidak sayang! Aku lebih memilih di penjara dari pada aku harus kehilangan kamu sayang. Aku tidak mau! Aku akan menyerahkan diriku pada polisi, aku akan mempertanggung jawabkan perbuatanku sekarang juga. Tapi aku mohon jangan pergi dariku." Ujar Daniel.
" Tidak tidak! Aku tidak mau kau di penjara Niel. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Varo jika kamu di penjara. Dia akan berpikir kalau kamu seorang pembunuh, dia akan hancur Niel... Dia akan hancur hiks.... " Isak Andrea tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Varo.
__ADS_1
Daniel menariknya ke dalam pelukannya.
" Hiks... Hiks... Aku tidak tahu harus bagaimana Niel? Rasa bersalah ini terus menghantui perasaanku." Ucap Andrea.
" Maafkan aku sayang! Karena aku kamu jadi seperti ini, aku minta maaf." Tak terasa air mata menetes di pipi Daniel begitu saja.
Keduanya sama sama terisak, mereka bingung hendak bagaimana dan berbuat apa.
" Aku akan menemui Bayu untuk meminta maaf sayang, kita pasrahkan saja bagaimana keputusan Bayu kepadaku. Jika dia memaafkan aku, aku akan sangat berterima kasih padanya. Tapi jika dia ingin memenjarakan aku, aku sudah siap sayang! Urusan Varo kita akan memikirkannya nanti." Ucap Daniel.
" Baiklah mungkin ini memang yang terbaik untuk kita semua. Aku akan menemanimu." Ucap Andrea.
" Baiklah, kita ke sana sekarang saja biar semuanya jelas dan hatiku bisa tenang." Ucap Daniel.
Daniel melajukan mobilnya menuju markas yang di tempati oleh Bayu. Satu jam akhirnya mereka sampai di kediaman Bayu.
" Ayo turun sayang!" Ucap Daniel.
Daniel menggandeng tangan Andrea masuk ke dalam. Mereka menghampiri Bayu yang sedang duduk di sofa.
" Silahkan duduk!" Ucap Bayu.
" Terima kasih." Sahut Daniel duduk di depan Bayu.
" Ada perlu apa kalian datang kemari? Bukankah kita sudah tidak ada urusan?" Tanya Bayu.
Daniel menggenggam erat tangan Andrea.
" Kesalahan?" Bayu mengerutkan keningnya.
" Ya.. Aku lah yang menyebabkan kecelakaan yang terjadi padamu beberapa tahun silam." Ungkap Daniel.
" Apa?" Pekik Bayu.
" Kau sengaja melakukan itu untuk merebut istri dan anakku begitu?" Selidik Bayu.
" Iya." Daniel menganggukkan kepalanya.
Bayu mendekati Daniel, ia menarik kerah baju Daniel, lalu...
Bugh... Bugh... Bugh...
Bayu memukul wajah dan perut Daniel dengan keras. Andrea hanya diam saja ia tidak akan membela Bayu karena memang kesalahan ada pada Daniel.
" Kenapa kau tega melakukan ini semua padaku hah? Apa kesalahanku padamu Daniel!" Bentak Bayu.
" Maafkan aku! Aku melakukan ini karena aku mencintai Andrea Bay. Aku ingin hidup bersamanya, aku sangat mencintainya. Maafkan aku!" Ucap Daniel menundukkan kepala.
" Aku tidak percaya jika sahabatku sendiri mengkhianatiku sejauh ini." Bayu menarik kasar rambutnya.
" Maafkan aku Bay, aku minta maaf!" Ucap Daniel.
Bayu menatap Andrea begitupun sebaliknya.
__ADS_1
" Bagaimana Andrea? Apakah aku harus memaafkan suami barumu ini?" Tanya Bayu tersenyum sinis.
" Itu urusanmu dan Daniel, Bay. Aku tidak akan melarang ataupun keberatan dengan keputusanmu." Ujar Andrea.
" Aku akan melaporkan Daniel ke polisi."
Deg....
Jantung Alexa terasa berhenti berdetak.
" Ya Tuhan... Apa yang akan akau lakukan setelah ini? Bagaimana dengan Varo jika hidup tanpa Daniel? " Andrea memijat pelipisnya.
" Aku akan menerima hukuman itu Bay." Sahut Daniel.
" Lalu bagaimana dengan Andrea dan Varo?" Tanya Bayu.
" Aku serahkan pada mereka, jika Andrea mau menungguku aku akan sangat bersyukur, tapi kalau Andrea mau kembali padamu aku terima." Daniel menundukkan kepalanya.
" Aku akan menunggumu." Ucap Andrea.
Bayu memejamkan matanya menahan sesak di dadanya. Ia semakin yakin dengan keputusan yang akan ia ambil. Dari sini ia tahu jika cinta Andrea pada Daniel lebih dalam dari cinta Andrea kepadanya.
" Aku memaafkanmu Niel." Ucap Bayu.
Andrea dan Daniel menatap Bayu bersamaan.
" Aku tidak mau putraku sedih karena kehilanganmu, putraku terlalu bergantung padamu Niel. Cukup bahagiakan Varo dan Andrea aku tidak akan mempermasalahkan apa yang telah kau perbuat padaku." Ucap Bayu.
" Terima kasih Bay, aku berjanji akan selalu membuat Andrea dan Varo bahagia." Ucap Daniel.
" Terima kasih Bay, aku tidak akan melupakan kebaikanmu kepada kami." Ucap Andrea.
" Sekarang pulanglah! Varo pasti sudah menunggu kalian." Ucap Bayu.
" Baiklah kami akan pulang, sekali lagi Terima kasih." Ucap Andrea.
Bayu menganggukkan kepalanya.
" Terima kasih Bay." Daniel memeluk Bayu dengan erat.
" Sama sama." Bayu menepuk pundak Daniel.
Andrea dan Daniel meninggalkan kediaman Bayu. Di dalam perjalanan Daniel menggenggam tangan Andrea namun Andrea segera menariknya. Daniel menghela nafasnya pelan.
" Bayu memang sudah memaafkan aku, tapi sepertinya Andre belum bisa memaafkanku." Batin Daniel.
Jangan lupa tekan like koment dan 🌹nya
Terima kasih untuk kalian semua yang sudah mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All...
TBC.....
__ADS_1