
Satu minggu berlalu, Daniel tidak bisa di temui dan benar benar menghindar dari Andrea. Hal itu membuat Varo marah marah dan tidak mau sekolah lagi. Entah apa yang ada di dalam pikiran Daniel sehingga dia bisa tega melakukan semua ini.
Hari ini Varo kembali mengamuk, ia tidak ragu untuk membanting barang barang yang ada di sekitarnya.
" Daddy jahat! Daddy sudah tidak menyayangi Varo lagi! Aku benci Daddy!" Teriak Varo.
" Sayang tenanglah! Mommy akan ke rumah Daddymu dan mengajaknya pulang ke rumah ini." Andrea memeluk putranya.
" Mommy janji?" Varo menatap mamanya.
" Iya Mommy janji!" Sahut Andrea
Setelah Varo tenang, Andrea menitipkan Varo kepada bi Titin. Ia segera menuju kantor Daniel dengan mobilnya. Sesampainya di sana, Andrea masuk ke lobby perusahaan.
" Siang Nona ada yang bisa saya bantu?" Receptionist menatap Andrea.
" Apa tuan Daniel nya ada?" Tanya Andrea.
" Tuan Daniel hari ini ijin Nona."
Andrea mengerutkan keningnya.
" Ijin? Kenapa dia ijin hari ini?" Tanya Andrea.
" Maaf Nona kami tidak tahu alasannya, karena beliau hanya memberitahu kami kalau beliau tidak ke kantor hari ini."
Selama satu minggu ini ada saja alasannya jika Andrea menanyakan keberadaan Daniel. Tapi kali ini Andrea tidak akan menyerah, cukup sudah ia membiarkan Daniel menghancurkan hidup putranya selama ini.
" Baiklah terima kasih." Andrea kembali ke mobilnya.
" Aku semakin yakin kalau kau sengaja menghindariku Niel." Gumam Andrea.
Andrea melajukan mobilnya menuju rumah Daniel. Sepuluh menit ia sampai di sana. Andrea segera masuk ke dalam mencari Daniel di dalam kamarnya.
Ceklek....
Andrea membulatkan matanya saat melihat Daniel sedang dalam posisi intim dengan seorang wanita.
" Daniel!!" Teriak Andrea.
Daniel menoleh ke arahnya lalu ia mendorong wanita itu.
" Apa ini yang kau bilang pekerjaan penting hah? Wanita ini lebih penting dari Varo yang selama ini kau anggap sebagai putramu? Aku benar benar tidak menyangka Daniel kau bisa melakukan ini pada putraku." Bentak Andrea.
__ADS_1
" Andrea jangan salah paham! Dia sekretaris ku, dia hanya menjenguk ku di sini." Sahut Andrea.
" Aku tidak mau tahu! Untung saja aku tidak membawa Varo kemari, kalau dia melihatmu seperti ini dia pasti akan lebih kecewa Niel." Ujar Andrea.
" Kau keluarlah! Aku ada urusan dengan Daniel." Andrea menatap sekretaris Daniel yang entah siapa namanya.
Dengan kesal wanita itu keluar dari kamar Daniel.
" Kau boleh marah padaku Niel tapi aku mohon jangan lakukan ini kepada putraku." Andrea mengatupkan kedua tangannya.
" Andrea..
" Varo tidak mau ke sekolah, dia marah marah setiap hari bahkan dia membanting barang barang yang ada di dalam sekitarnya, dia bilang kalau kita tidak sayang lagi kepadanya, aku bingung harus bagaimana Niel? Aku tidak tahu harus berbuat apa... Dia menuntutmu untuk tinggal bersama kami dan tidur satu kamar dengannya, dia meminta sebelum ulang tahunnya kau sudah harus tinggal bersama kami." Tanpa sadar Andrea meneteskan air matanya. Ia merasa bingung, galau dan gelisah dalam hatinya.
Daniel menarik tangan Andrea duduk di sampingnya.
" Jangan bersedih Andrea! Jujur... Aku juga tidak tahu harus bagaimana, selama ini aku selalu menahan gejolak dalam hatiku untuk tidak menuntut hubungan denganmu, tapi maaf.. Kali ini aku tidak bisa! Aku bisa gila karena tidak mampu menahan perasaan cinta ini padamu Re, apa sebaiknya kita akhiri saja semuanya di sini?" Ujar Daniel.
" Apa maksudmu Niel?" Andrea menatap Daniel.
" Kita beri pengertian saja kepada Varo kalau aku bukan Daddynya, Varo anak yang cerdas Re aku yakin dia bisa mengerti." Ucap Daniel.
" Tidak! Tidak! Aku tidak mau sampai itu terjadi, aku lebih memilih mengorbankan perasaanku dari pada menghancurkan hidupnya Niel, aku... Aku siap menikah denganmu." Ucap Andrea.
" Jangan mengambil keputusan karena terburu buru Re! Aku tidak mau kau menyesali keputusanmu ini suatu hari nanti." Ucap Daniel.
Andrea menggenggam tangan Daniel, ia menatapnya dengan sendu.
" Aku sudah memikirkannya Niel, aku melakukan ini demi masa depan Varo, Varo sangat menyayangimu dan dia sangat bergantung padamu, dia tidak mau kehilanganmu Niel, jadikan dia putramu yang sesungguhnya! Menikahlah denganku dan tinggallah bersama kami! Walaupun saat ini aku tidak mencintaimu tapi aku berjanji aku akan menghapus nama Bayu dan menggantikannya dengan namamu, aku akan berusaha untuk membalas cintamu, tapi jika kau memintaku untuk melupakan Bayu sepertinya aku tidak bisa Niel." Ucap Andrea.
" Aku memahami perasaanmu Re, aku cukup bahagia jika aku bisa memiliki kalian berdua, soal kau membalas cintaku itu merupakan bonus untukku." Daniel mengelus pipi Andrea.
" Terima kasih Niel." Ucap Andrea.
" Aku yang berterima kasih padamu Re karena kamu telah memberikan hak penuh putramu kepadaku, ijinkan aku melakukan kontak fisik kepadamu agar aku bisa membantumu membalas perasaanku." Ucap Daniel yang di balas anggukan kepala oleh Andrea. Daniel menarik Andrea ke dalam pelukannya.
" Bantu aku menggantikan nama Mas Bayu dengan Daniel ya Tuhan, seperti Kau membantuku menggantikan nama Daniel dengan Bayu, Kau yang Maha membolak balikkan hati, aku percaya jika Kau akan mengabulkan doaku." Batin Andrea.
" Maafkan aku Re jika aku harus melakukan semua ini demi mendapatkan kalian, aku tidak bisa hidup tanpa kalian berdua, kalian duniaku, aku berjanji akan membuatmu jatuh cinta padaku seperti kau mencintai Bayu ." Batin Daniel.
" Sekarang ayo kita pulang! Varo pasti sudah menunggumu di rumah." Ucap Daniel melepas pelukannya.
" Iya." Sahut Andrea.
__ADS_1
Keduanya meninggalkan rumah Daniel menuju rumah Andrea.
Sampai di sana Daniel menggandeng tangan Andrea masuk ke dalam rumah. Andrea melongo pasalnya rumahnya berantakan seperti kapal pecah.
" Aku mau Daddy! Aku tidak mau yang lainnya! Aku mau Daddy Niel sekarang."
Terdengar teriakan Varo dari dalam kamarnya.
Daniel dan Andrea langsung berlari menaiki tangga menuju kamar Varo.
" Sayang." Panggil Daniel.
Varo menoleh ke arahnya.
" Daddy." Varo berlari kearahnya, Daniel segera menggendongnya.
" Daddy kemana saja? Varo pikir Daddy pergi meninggalkan kami, jangan tinggalkan kami Dad! Varo tidak mau kehilangan Daddy!" Ucap Varo mengalungkan tangannya ke leher Daniel.
" Maafkan Daddy sayang, Daddy banyak pekerjaan yang harus di selesaikan supaya Daddy bisa quality time sama kamu dan Mommy, kamu pasti mau kan kita jalan jalan bertiga? Itu sebabnya Daddy harus menyelesaikan pekerjaan Daddy dengan cepat." Terang Daniel.
" Benarkah begitu Dad?" Selidik Varo.
" Iya sayang, mana mau sih Daddy meninggalkan putra Daddy yang tampan dan super pintar ini." Daniel mencubit pelan pipi Varo.
" Apa Dad akan tinggal di sini?" Tanya Varo.
" Mulai sekarang dan seterusnya Dad akan tinggal di sini bersamamu."
" Yeiiiiiii aku akan selalu bersama Daddy, I Love you Dad." Varo mencium pipi Daniel.
" Love you more sayang." Daniel membalas ciuman Varo di pipinya.
Andrea tersenyum bahagia melihat semua ini. Ia berharap kehidupannya akan selalu bahagia tanpa di terpa suatu masalah apapun.
" Maafkan aku Mas, aku telah mengkhianatimu dengan menerima pernikahan ini, aku harus melanjutkan hidupku demi masa depan putra kita." Batin Andrea.
Jangan lupa like koment vote dan kasih 🌹yang banyak buat author ya..
Terima kasih untuk readers yang telah memberikan support kepada author semoga sehat selalu...
Miss U All...
TBC...
__ADS_1