
Hari hari berlalu, ulang tahun Daniel tinggal dua hari lagi. Andrea sudah tidak sabar ingin mengungkapkan perasaannya pada Daniel.
Pagi ini Varo dan Andrea sedang menunggu Daniel.
" Mommy panggil Daddy dulu ya!" Andrea berjalan sambil berpikir, entah kenapa beberapa hari terakhir ini sikap Daniel berubah. Daniel menjadi dingin dengannya dan Varo, padahal ia tidak melakukan kesalahan apa apa.
" Makan dulu Niel!" Andrea menatap Daniel yang baru turun dari tangga.
" Kau makan saja sama Varo, aku sibuk dan harus segera sampai kantor." Daniel melangkah keluar.
" Dan ya, jangan lupa antar dan jemput Varo di sekolah, aku tidak ada waktu karena pekerjaanku lebih penting." Sambung Daniel keluar rumahnya.
Andrea menatap kepergiannya dengan sedih, ucapan Daniel membuat hati Andrea mencelos. Ia kembali ke meja makan dimana Varo sedang menunggunya.
" Mana daddy, Mom?" Varo menatap Andrea.
" Daddy sudah pergi sayang." Sahut Andrea lesu.
" Kenapa sekarang daddy tidak lagi makan bareng kita Mom? Daddy juga tidak mau mengantar jemput Varo lagi, daddy sudah tidak sayang sama Varo lagi." Ucap Varo bersedih.
" Sayang, bukannya daddy nggak sayang sama Varo, tapi Varo harus mengerti kalau daddy sangat sibuk sayang, ini akhir bulan dan akhir tahun jadi daddy harus mengerjakan semua pekerjaannya sebelum tahun baru, itu sebabnya akhir akhir ini daddy lembur." Terang Andrea.
" Pasti bukan itu alasannya, daddy memang sudah tidak sayang lagi pada Varo, Varo tidak mau makan Mom." Ucap Varo.
" Sayang.... Varo anak baik kan? Jangan buat Mommy tambah pusing dengan sikapmu ini sayang, Mommy akan tanyakan kenapa daddymu menjadi seperti ini, tapi sekarang kamu makan dulu! Mommy sudah pusing dengan sikap daddymu akhir akhir ini." Ucap Andrea.
Tidak mau membuat mommy nya marah, Varo pun akhirnya menurut.
" Iya Mom, maaf!" Sahut Varo.
Selesai makan Andrea mengantar Varo ke sekolah. Setelah itu ia menuju ke kantornya.
Di ruangannya ia duduk di kursi kebesarannya sambil menatap ke luar jendela.
" Sebenarnya apa yang terjadi pada Daniel? Apakah dia marah karena aku tidak juga membalas cintanya atau karena yang lainnya? Ingin sekali aku mengungkapnya saat ini juga, tapi aku ingin memberikannya kejutan di hari ulang tahunnya. Aku harus menanyakan masalah ini sama Daniel, aku tidak mau sikap dinginnya terus berlanjut, kasihan Varo... Dia pasti akan sangat sedih karena sikap Daniel yang seperti ini." Monolog Andrea.
Andrea keluar dari ruangannya.
" Lhoh baru datang kenapa pergi lagi?" Tanya Lucky yang hendak masuk ke dalam.
" Aku ada kepentingan Luc, kamu handle semuanya ya.. Sampai laporan bulan ini." Ujar Andrea.
" Ok." Sahut Lucki masuk ke ruangan Andrea.
Andrea menuju kantor Daniel. Sampai di sana ia segera masuk ke ruangan Daniel.
" Niel aku ingin bicara!" Andrea duduk di sofa.
" Aku sedang sibuk, kita bisa bicara di rumah nanti." Sahut Daniel tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer.
" Niel ku mohon! Kau sudah bersikap dingin selama ini, katakan apa masalahnya? Jika kesalahan ada padaku, aku akan memperbaiki semuanya." Ujar Andrea menatap Daniel.
" Andrea... Apa kau tidak mendengar kalau aku sangat sibuk?" Tekan Daniel.
" Sejak kapan kau lebih mementingkan pekerjaanmu daripada kami?" Tanya Andrea.
" Mulai sekarang itu yang akan terjadi." Sahut Daniel.
__ADS_1
" Lalu maksudmu kita akan menjalani hidup sendiri sendiri walaupun berada di bawah atap yang sama? Begitu?" Andrea menatap Daniel tidak percaya.
" Terserah kau mau menilainya bagaimana, yang jelas mulai saat ini aku akan lebih sibuk di kantor daripada di rumah." Sahut Daniel.
" Sebenarnya apa masalhmu Niel? Kalau masalah pekerjaan aku rasa tidak mungkin, aku yakin kau melakukan ini di bawah tekanan seseorang." Ujar Andrea.
" Tidak perlu berpikir buruk terhadap orang lain, sekarang pulanglah! Aku tidak pulang malam ini." Ucap Daniel.
" Niel!"
" Pulang Andrea!" Tekan Daniel.
Andrea beranjak dari sofanya, ia mendekati meja Daniel. Daniel menatap ke arahnya begitupun sebaliknya.
" Aku tidak pernah menyangka kau bisa melakukan ini pada kami Niel, dengan sikapmu yang seperti ini kau tidak hanya melukaiku tapi kau menghancurkan kehidupan putraku." Ucap Andrea.
Andrea keluar dari ruangan Daniel sambil mengusap air matanya. Begitupun dengan Daniel, selepas kepergian Andrea ia menangis tergugu di tempatnya.
" Maafkan aku Re... Aku terpaksa melakukan semua ini demi melindungi kalian berdua, kau akan tahu alasannya jika dia sudah menemuimu, aku mencintaimu sayang... Sangat mencintaimu, tidak ada wanita lain di hati ini, aku ingin selalu bersamamu tapi sepertinya memang kau bukanlah jodohku, aku harus melepasmu dua hari lagi, semoga kau berbahagia bersama dirinya, maafkan aku!" Isak Daniel.
Daniel menepati ucapannya, ia tidak pulang malam ini. Hal itu membuat Varo terus menangisinya. Andrea bahkan sampai bingung harus bagaimana.
" Sayang.. Sekarang tidurlah! Besok daddy akan pulang, kalau daddy sampai tidak pulang makan kita yang akan pergi!" Ucap Andrea.
Varo sedikit tenang, ia memejamkan matanya dan terlelap ke alam mimpinya.
Andrea mengambil ponselnya menelepon Daniel.
" Halo."
" Besok malam aku tunggu di rumah, kalau sampai kamu tidak pulang maka aku akan pergi dari rumah ini." Andrea mematikan ponselnya.
Malam ini Andrea sedang menyiapkan kejutan untuk Daniel. Ia sedang merias kamarnya untuk malam pertama mereka. Setelah selesai, ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Lima belas menit kemudian, Andrea keluar hanya dengan memakai bathrobe saja. Ia mengerutkan keningnya karena kamarnya menjadi gelap.
" Siapa yang mematikan lampunya? Apakah Daniel sudah pulang? Hah niatnya aku yang akan membuat kejutan kini malah dia yang membuat aku terkejut." Gumam Andrea.
Andrea berjalan mendekati almari tiba tiba....
Grep....
" Daniel kamu sudah pulang." Ucap Andrea.
Daniel menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Andrea. Ia mengendus wangi sabun yang menyeruak di hidungnya.
" Daniel kenapa begini hmm? Biasanya kamu tidak seperti ini? Ada apa? Apa kau lelah?" Tanya Andrea.
Daniel menganggukkan kepalanya.
" Kasihan sekali suamiku ini, sebenarnya aku ingin memberikan kejutan padamu, tapi malah kamu keburu pulang, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu selama ini Niel." Ucap Andrea.
" Apa kau mendengarnya?"
Daniel kembali menganggukkan kepalanya.
" Aku mencintaimu."
__ADS_1
Pyar....
Tiba tiba lampu menyala, tak sengaja Andrea melihat Daniel yang berdiri di depan pintu lewat pantulan cermin di depannya.
Deg....
Jantung Andrea berdetak sangat kencang. Andrea langsung membalikkan badannya dan....
" Ba... Bayu." Andrea melongo dengan mulut terbuka dan mata membulat bahkan sampai langkahnya mundur.
Andrea menatap Daniel, begitupun sebaliknya.
" Daniel aku bisa.... " Andrea hendak mendekati Daniel namun Bayu mencekal tangannya.
" Sayang terima kasih atas sambutan manis untukku." Ucap Bayu kembali memeluk Andrea.
Tak tahan dengan semua itu, Daniel pergi begitu saja meninggalkan kamarnya.
" Lepas Bay!" Andrea memberontak hingga pelukan Bayu terlepas.
" Sayang aku kembali untukmu dan anak kita, kita akan hidup bahagia selamanya mulai malam ini sayang, terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini" Ucap Bayu seolah tidak mendengar Andrea menyebut nama Daniel. Ia menatap Andrea dengan penuh cinta.
Tanpa mempedulikan ucapan Bayu, Andrea berlari mengejar Daniel. Andrea semakin mempercepat langkahnya saat Daniel hendak masuk ke kamar Varo.
" Tunggu Niel!" Andrea mencekal tangan Daniel.
" Sambutlah suamimu dengan bahagia Re, aku akan tidur bersama putraku untuk yang terakhir kalinya sebelum Bayu membawanya pergi." Ucap Daniel.
Andrea menatap sorot mata Daniel yang menunjukkan kekecewaan yang mendalam.
" Kita selesaikan masalah ini bersama Niel, bukankah kau berjanji akan selalu ada di sampingku? Kau berjanji akan selalu mendukungku? Sekarang kau suamiku dan aku membutuhkan bantuanmu." Ucap Andrea.
Andrea menarik Daniel menghampiri Bayu yang saat ini sedang duduk di ruang tamu.
" Ada apa sayang? Kenapa kau menarik narik tangan Daniel begitu?" Tanya Bayu.
Daniel dan Andrea duduk di depan Bayu.
" Ada yang ingin aku beritahukan padamu Bay, aku dan Daniel sudah menikah." Ucap Andrea.
Bayu tidak terkejut karena ia sudah tahu sebelumnya.
" Pernikahanmu dengannya tidak sah, kau masih istriku dan tidak ada perceraian di antara kita." Sahut Bayu.
" Tapi Bay... Aku... Aku..... "
" Aku akan menceraikannya."
Jeduar......
Siapakah yang berbicara? Andrea atau Daniel?
Penasarankan?...
Jangan lupa tekan like koment vote dan mkasih 🌹 yang banyak biar author semakin semangat...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All...
TBC....